Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 275 Menikah.


__ADS_3

Setelah melakukan banyak persiapan untuk pernikahannya Axel dan juga Raisa akhirnya semuanya terlaksana dengan sangat lancar. Di mana sekarang pasangan pengantin yang sudah sah menjadi suami istri itu sekarang berada di atas pelaminan yang beberapa kali bersalaman dengan para tamu.


Jangan di tanya bagaimana wajah mereka. Mereka terus saling melihat dengan mengeluarkan senyum yang tulus yang menggambarkan kebahagian mereka masing-masing.


Sementara dari kejauhan, Eyang, Shandra dan Widia sedang berdiri dan berbincang-bincang sembari melihat di sekeliling mereka.


" Tidak percaya Raisa akhirnya menikah juga dan dia menikah dengan laki-laki yang tepat. Dia juga banyak berubah. Hidupnya memang lebih terarah sekarang dia benar-benar sudah jauh dari dunia kegelapan," ucap Eyang.


" Benar mah. Aku lega dengan ada Pria yang mau menerima Raisa dengan tulus yang terlebih lagi menikahi Raisa bahkan dia juga yang sudah mengajarkan banyak hal kepada Raisa," ucap Widia.


" Itu artinya. Amanah keluarga Raisa yang menitipkan Raisa kepada kita. Telah kita laksanakan. Kita menjaganya dengan baik dan bahkan dia menemukan pria yang tepat untuknya dan bukan Ardian pastinya," sahut Shandra.


" Ardian sudah bahagia dengan Melody dan juga Chaca," sahut Widia yang matanya mengarah pada Ardian dan Melody yang sedang duduk yang mana sedang bergantian menyuapi Chaca.


" Ardian dan Melody juga sama-sama belajar banyak dari semua kejadian. Mereka juga sudah semakin dewasa. Saling memahami dan kehamilan Melody membuat berkah untuk mereka berdua yang mengingat jika mereka dulu sering sekali ribut," ucap Widia dengan tersenyum terus melihat ke arah anak menantu dan cucunya.


" Kita doakan untuk kebahagiaan mereka berdua dan semoga persalinan Melody nantinya akan di lancarkan," sahut Eyang besar.


" Dia juga untuk Evan dan Rasti. Semoga Rasti menyusul kehamilan Melody. Mengingat perjuangan Rasti juga tidak mudah," sahut Shandra yang melihat anak dan menantunya yang main suap-suapan.


" Iya Rasti wanita yang kuat dan Evan adalah pria yang setia. Tuhan akan selalu memberi keberkahan dalam pernikahan mereka. Kita doakan saja," sahut Eyang dengan tersenyum lebar.


" Alvin dan Lea juga sudah bahagia. Meski Iriana tidak ada di sini. Tetapi Lea terlihat semakin hari semakin bahagia. Alvin mampu memberikan kebahagiaan untuk Lea," sahut Shandra yang melihat ke arah Lea dan Alvin yang sekarang berdansa di pernikahan Raisa dan Dokter Axel.


" Sekarang putraku sudah menikah semua dan aku mendapatkan banyak beragam menantu. Mila yang begitu baik dan terus mementingkan keluarga ini. Dan Vivi yang semakin hari semakin mulai mengurangi pekerjaan di luar yang mana sekarang Vivi lebih banyak mengikuti jejak Mila untuk mengurus rumah," ucap Widia yang melihat anak-anak bersama menantunya yang terlihat sangat bahagia.


" Kamu beruntung memiliki, Mila, Vivi dan Melody. Menanti-menantu yang mempunyai karakter yang berbeda-beda," sahut Shandra.


" Kita doakan saja yang terbaik untuk keluarga kita. Mama sudah tua dan sekarang mama sudah tidak ingin memikirkan banyak masalah lagi. Mama hanya ingin bersama di kelilingi cucu dan cicit mama sekarang," ucap Eyang besar yang tersenyum. Shandra dan Widia saling melihat dan sama-sama tersenyum.


Mereka begitu bahagia melihat keluarga kecil mereka yang begitu bahagia dan semua kebahagian itu tidak luput dari banyaknya masalah yang telah di hadapi.


Tugas para orang tua itu selesai. Hani semua yang di nikahkan dan sekarang tinggal giliran anak-anak yang memberikan kebahagiaan untuk orang-orang tua itu. Memberikan banyak cucu untuk. Karena mereka semua ingin menghabiskan hari-hari tua bersama cucu dan cicit yang ramai.


***********


Beberapa Minggu

__ADS_1


Alvin berdiri di depan cermin yang sedang memakaikan dasinya di leher nya. Tiba-tiba sebuah tangan melingkar di pinggangnya yang mana dia sekarang di peluk. Alvin melihat dari cermin yang mana memeluknya adalah istrinya membuatnya tersenyum dan langsung membalikkan tubuhnya.


" Ada apa sayang?" tanya Alvin dengan memeluk pinggang Lea degan mencium kening Lea.


" Aku ada sesuatu untukmu!" ucap Lea.


Alvin mengkerutkan dahinya dan menatap Lea serius, " Untukku?" tanya Alvin. Lea mengangguk.


" Kalau begitu katakan ada apa?" tanya Alvin.


Lea yang sejak tadi menyembunyikan tangannya di belakanggnya. Langsung melihat memperlihatkan yang ternyata adalah benda kecil yang berupa tespeck dengan tanda garis dua yang membuat Alvin terkejut.


" Kamu hamil?" tanya Alvin. Lea mengangguk-angguk. Alvin begitu bahagianya dan langsung memeluk Lea.


" Itu artinya aku akan jadi ayah sebentar lagi," ucap Alvin.


" Iya sayang kamu akan menjadi seorang ayah," sahut Lea.


" Makasih sayang. Aku benar-benar sangat bahagia. Aku tidak percaya dengan semua ini. Makasih aku sangat mencintaimu," ucap Alvin yang begitu bahagianya.


" Sama-sama," aku juga sangat mencintaimu," jawab Lea dengan memeluk erat Alvin. Di mana mereka telah di percaya untuk memiliki momongan.


**********


" Kamu harus jaga kesehatan Lea. Ingat jangan lelah-lelah," ucap Melody dengan bawelnya memberi saran Lea.


" Iya Melody santai saja. Makasih ya sudah memberikan aku masukan," ucap Lea.


" Iya. Ingat ya hati-hati. Ya sudah aku tutup dulu telponnya, bye," ucap Melody yang menutup telpon itu.


" Lea hamil?" tanya Ardian.


" Iya sayang," jawab Melody.


" Alhamdulillah. Jadi teman anak kita nanti kalau sudah lahir akan ada," sahut Ardian sembari mengusap-usap perut Melody.


" Iya kamu benar. Kita doakan saja semoga kandungan Lea tidak apa-apa," ucap Melody.

__ADS_1


" Kamu juga semoga persalinan nanti lancar," ucap Ardian mengusap-usap terus menerus perut buncit Melody. Melody mengangguk saja.


*********


" Sayang kamu tau tidak kalau Lea hamil!" ucap Raisa yang sekarang sedang sarapan bersama dengan Axel di rumah mereka.


" Benarkah?" sahut Axel yang cukup terkejut.


" Hmmm, dia baru saja menelpon," ucap Raisa .


" Syukurlah kalau begitu," sahut Axel.


" Hmmm, nanti dia juga mau datang kemari. Sekalian sharing-sharing katanya," ucap Raisa.


" Ya sudah tidak apa-apa. Tapi kamu jangan melakukan hal yang aneh-aneh ya. Ingat kamu juga sedang hamil. Jangan sampai calon anak kita kenapa-kenapa," ucap Axel yang begitu posesifnya.


" Iya sayang," sahut Raisa tersenyum dan mereka kembali melanjutkan sarapan mereka.


**********


" Kenapa bersamaan sih," ucap Evan yang tampaknya kesal.


" Ya ampun sayang memang kenapa," sahut Rasti.


" Sayang Lea itu hamil sama dengan kamu. Kalian sama-sama hamil 5 Minggu. Issss kenapa harus bersamaan coba. Memang nggak bisa dia duluan gitu," ucap Evan yang terlihat mempermasalahkan hal itu.


" Loh, memang kenapa. Ya namanya kita mana ada yang tau. Lagian di dunia ini bukan cuma aku saja yang hamil 5 Minggu pasti banyak yang lain," sahut Rasti.


" Tapi aku tidak mau ada yang mengikutiku. Apalagi Lea. Awas ya kalau kamu 2 Dokter dengan Lea," ucap Evan mengingatkan istrinya dengan wajah seriusnya.


" Ya memang kami satu Dokter sayang. Bahkan kami sama-sama membeli tespeck dan juga sama-sama tes kehamilan," jawab Rasti dengan santainya.


" What!" pekik Evan yang begitu terkejutnya.


" Dan kami juga berdoa. Semoga anak kami nanti mirip," lanjut Rasti. Sepertinya itu berita buruk bagi Evan.


" Tidak bisa Rasti. Anak kita hanya mirip denganku. Awas saja kalau mirip dengan anak Lea," sahut Evan yang seperti kebakaran jenggot dan Rasti hanya tertawa-tawa saja melihat suaminya yang meributkan masalah yang jelas sangat tidak penting.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2