Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 162 Merasa iba.


__ADS_3

" Jadi sebaiknya kamu keluar dari sini. Jangan mengganggu kesenangan mama!" usir wanita itu lagi dengan santai.


" Mama keterlaluan. Mama sudah mempunyai suami dan malah berselingkuh dengan dia!" tunjuk Lea pada Pria yang di depan pintu yang menonton pertengkaran itu.


" Mama akan bercerai setelah ini. Jadi tidak ada yang berselingkuh," sahut wanita itu dengan santai.


Lea sampai geleng-geleng dengan kelakukan mamanya, " keterlaluan mama. Apa mama pikir pernikahan itu segampang itu. Mau berapa kali mama menikah, bercerai, menikah bercerai. Apa mama tidak memikirkan anak-anak mama!" teriak Lea yang tampak emosi dengan mamanya.


" Kamu jangan ikut campur itu bukan urusan kamu. Kamu tidak tau apa-apa. Jadi pergi dari sini," sahut mamanya yang terus mengusirnya.


" Mama itu benar-benar bukan seorang ibu yang baik. Pergaulan mama itu sangat bebas yang suka gonta-ganti pasangan. Walau sudah menikah. Tetapi masih saja cek in dengan laki-laki lain. Mama itu seorang istri apa seorang pelacur," ucap Lea dengan kelancangannya yang membuat wanita itu melotot yang tampaknya emosi.


Plakkk.


Lea langsung mendapat tamparan dari wanita itu. Ternyata Alvin melihat dan mendengar semuanya. Karena penasaran Alvin memang mengikuti Lea dan berdiri di depan pintu dengan melihat semuanya.


" Jangan kurang ajar kamu bicara. Aku hanya ingin mencari kebebasanku," tegas mamanya.


" Kebebasan dengan cara seperti ini. Aku akan bilang sama Eyang semua kelakukan mama. Aku akan bilang sama Eyang kalau mama ada di Jakarta dan sedang bersenang-senang dengan Pria lain!" teriak Lea.


" Kamu bilang aja sana. Kamu pikir aku peduli. Terserah. Kamu sana bilang!" sahut mamanya yang tampak tidak takut.


" Keterlaluan. Seharusnya Eyang tidak heran dengan aku yang menjadi Liar. Karena punya orang tua yang tidak beres sepertimu," teriak Lea.


" Kau benar-benar kurang ajar ya Lea. Aku ini ibumu. Jaga bicaramu. Kau jangan menceramahiku. Sekarang aku bertanya kepadamu kenapa kamu bisa ada di sini. Kamu juga sedang cek in," sahut mamanya yang menatap Lea sinis.


" Iya aku sedang cek-in. Kenapa marah? tidak terima? mama tidak pantas marah. Karena buah tidak jauh jatuh dari pohonnya. Jadi jika mama seperti itu maka anaknya juga akan seperti itu, benarkan kataku," jawab Lea dengan enteng. Dia sudah sangat marah pada mamanya dan membalas perbuatan mamanya hanya dengan mengatakan yang tidak-tidak. Tetapi benar sih dia memang sedang cek in di hotel tersebut.


" Lakukan sesuka hati kamu. Aku tidak peduli sana bersenang-senang dan jangan ganggu kesenangan ku. Aku hanya mengingatkan awas hamil. Karena hamil di luar nikah itu merepotkan. Seperti kau yang harus aku lahirkan tanpa suami dan ini anak yang tidak berguna yang aku lahirkan itu. Seharusnya aku menggugurkan mu waktu itu. Supaya aku tidak melihat kekurang ajaran mu saat ini," ucap mamanya dengan kata-kata pedas yang sangat menyakitkan.


Lea sampai meneteskan air matanya dengan kata-kata mamanya yang sanggup mengatakan dirinya anak yang lahir di luar nikah. Ke-2 tangannya sampai mengepal yang menahan kemarahannya.

__ADS_1


" Jadi sana bersenang-senang. Ingat pesanku itu," sahut wanita itu dengan santainya.


" Keterlaluan, kau benar-benar wanita jahat!" teriak Lea yang langsung pergi dari hadapan wanita itu dan wanita yang ternyata ibu kandung Lea itu tampak tidak peduli dan merasa bersalah pun tidak. Hanya terlihat santai.


Lea melewati Pria yang menjadi kencan mamanya itu. Menatapnya dengan tajam dan Lea langsung pergi. Lea saat keluar dari kamar itu berhadapan dengan Alvin yang berdiri di depan pintu membuat langkah Lea terhenti dan saling melihat dengan Alvin.


Alvin hanya diam melihat wajah Lea yang penuh amarah. Namun tanpa di duganya wanita itu bisa menangis dan melihat air mata itu dengan jelas. Lea langsung menyeka air matanya dengan kasar.


" Ayo!" ajak Lea yang langsung pergi terlebih dahulu. Ekspresi Alvin hanya datar dan mengikuti Lea yang mana mereka ber-2 memasuki kamar yang sudah di pesan itu.


*********


Melody dan Ardian berhenti di depan hotel yang mana Lea dan Alvin ada di sana.


" Kamu yakin di sini?" tanya Melody yang melihat di sekitarnya.


" Iya Melody, aku jelas melihat Tante Iriana, adik ALM papa, mamanya Lea," jawab Ardian.


" Eyang melihat Tante Iriana kemarin dan menyuruhku untuk mencarinya. Eyang mungkin khawatir Tante Iriana melakukan hal yang tidak-tidak. Makanya sekarang kita harus membawanya menemui Eyang," jelas Ardian singkat.


" Lalu apa dia akan mau?" tanya Melody tidak yakin.


" Kita coba saja. Ayo turun!" ajak Ardian. Melody mengangguk dan bersama-sama turun dari mobil. Saat memasuki hotel Melody di fokuskan dengan mobil yang tidak asing baginya.


" Bukannya ini mobil kamu?" tanya Melody yang mengenali mobil itu.


" Iya ini mobil aku. Kok bisa ada di sini," sahut Ardian heran.


" Aku mana tau," sahut Melody.


" Tadi Lea yang meminjamnya. Apa Lea juga ada di sini," ucap Ardian menduga-duga.

__ADS_1


" Kemungkinan, dia sudah bertemu dengan Tante Iriana," sahut Melody yang menebak-nebak.


" Bisa jadi. Ya sudah sekarang sebaik kita masuk!" ajak Ardian.


" Iya," sahut Melody yang mana mereka berdua dengan bergandengan tangan yang akhirnya memasuki hotel tersebut.


***********


Saat Lea masuk kedalam kamar hotel dia langsung kekamar mandi dan mencuci wajahnya di wastafel, melihat dirinya di cermin dengan matanya yang memerah.


" Keterlaluan, kenapa aku harus di lahirkan dari wanita seperti itu," umpat Lea yang tampak masih begitu kesal dengan mamanya tersebut.


" Wanita jahat!" teriaknya dengan penuh emosi.


Alvin menunggu duduk di pinggir ranjang yang mana Alvin sudah membuka jasnya dan sekarang melonggarkan dasinya. Tidak lama dari itu Lea pun keluar dari kamar mandi yang tampaknya sudah Fress dan melihat Alvin hanya melihat Lea sebentar.


" Kau baik-baik saja?" tanya Alvin melihat ke arah wanita itu.


" Iya, kita mulai saja agar semuanya cepat selesai," ucap Lea yang tidak ingin basa-basi. Perasaannya sedang tidak tenang, marah, kesal, kecewa, semua bercampur aduk dan membuatnya tidak tenang yang sebaiknya dia juga menuntaskan urusannya dengan Alvin.


Alvin hanya memperhatikan kea yang berdiri di depannya yang sekarang sedang melepas ikat rambut Lea dan muka membuka kancing blouse yang di pakai Lea. Tangan Lea begitu bergetar membuka kancing itu dengan terburu-buru. Dengan napas Lea yang tidak stabil. Sampai akhirnya semua kancing sudah terbuka dan Lea langsung melapas blousenya dan di jatuhkan begitu saja di lantai.


Lea menggunakan tantop putih dan tangannya ingin membukanya. Namun Alvin berdiri dan menghentikan tangan Lea, Lea yang sedari tadi menunduk mengangkat kepalanya, melihat Pria yang menatapnya dengan iba tersebut.


" Istirahatlah, aku juga capek dan mau istirahat," ucap Alvin dengan lembut yang berlalu dari hadapan Lea dan langsung menaiki tempat tidur dan berbaring di sana.


Air mata Lea menetes dengan hembusan napas beratnya dan menaiki tempat tidur dan menarik selimut berbaring miring membelakangi Alvin.


Perasaannya yang tidak tenang membuatnya ingin mengeluarkan air matanya sebanyak-banyaknya, menangis di dalam ringkupan selimut.


Alvin menoleh kesampingnya dan melihat wanita itu sedang menangis sengugukan tanpa suara di dalam selimut. Tampaknya Alvin tidak mau mengganggunya dan membiarkannya saja Lea seperti itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2