Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 165 Tiba khawatir.


__ADS_3

" Tante benar-benar keterlaluan ya, bisa-bisanya Tante berbuat seperti ini," ucap Ardian yang tampaknya begitu emosi dengan kelakuan Iriana.


" Sudahlah Ardian. Kamu jangan ikut campur saya bukan anak kecil lagi," sahut Iriana yang tampaknya tidak peduli dengan kemarahan Ardian.


" Tante memang bukan anak kecil. Tante sudah dewasa dan seharusnya tau apa yang benar dan salah. Tante harus sadar Tante itu punya anak dan juga suami dan Lea juga buruk seorang ibu," sahut Ardian menasehati tantenya itu.


" Kamu tidak usah berlebihan. Urusan rumah tangga saya. Itu urusan saya dan Lea dia juga tidak membutuhkan ibu. Jadi kamu jangan menceramahi saya," sahut Iriana yang tampak tidak peduli dengan marahnya Ardian.


" Aku tidak berlebihan dan tidak bermaksud untuk ikut campur. Tetapi aku datang kemari hanya atas perintah Eyang untuk membawa Tante kehadapan Eyang," sahut Ardian menegaskan.


Iriana mendengarnya hanya tersenyum sinis yang sepertinya tidak peduli dengan kata-kata Ardian, " kamu bilang saja sama Eyang kamu itu. Jika aku tidak akan bertemu dengannya. karena aku bukan anak kecil lagi yang harus di atur-atur hidupnya," sahut Iriana yang tidak mau mengikuti Ardian.


" Tante bisa protes pada Eyang nantinya. Yang penting tugasku untuk membawa Tante pergi dari sini," sahut Iriana.


" Tetapi saya tidak mau," jawab Iriana yang tetap pada pendiriannya yang tidak ingin pergi bersama Ardian dan Melody.


" Ya ampun mamanya Lea ternyata keras kepala juga," batin Melody yang hanya jadi penonton dalam perdebatan Ardian dan tantenya itu.


" Sudah ya Ardian. Saya itu banyak urusan. Jadi kamu pulanglah. Jangan menggangguku," ucap Iriana menegaskan dengan tersenyum tipis dan langsung pergi begitu saja dari hadapan Ardian dan Melody.


" Tante!" Panggil Ardian yang sama sekali tidak di pedulikan Iriana dan pergi begitu saja.


" Sial," desis Ardian dengan memegang kepalanya yang tiba-tiba begitu pusing.


" Kak Ardian tenanglah," ucap Melody dengan mengusap lengan Ardian.


" Aku tidak bisa mengatasi Tante Iriana. Dia memang selalu merasa benar," ucap Ardian dengan wajahnya yang tampak berpikir keras.


" Lalu sekarang bagaimana?" tanya Melody.


" Yang penting kita sudah menemuinya dan sudah menyampaikan apa yang di katakan Eyang. Kita juga sudah mengajaknya bertemu dengan Eyang. Kita sudah berusaha dan itu sudah cukup. Sebaiknya sekarang kita pulang," ucap Ardian memutuskan yang tidak mau lagi mengejar atau memaksa Iriana untuk menemui Eyangnya.


" Ya sudah kalau begitu, ayo kita pulang. Ini juga sudah malah," sahut Melody. Ardian mengangguk dengan menggenggam tangan Melody lalu berjalan. Dan Lea yang ternyata sedari tadi di depan pintu langsung menutup pintu kembali memasuki kamar itu kembali saat Ardian dan Melody melewati kamarnya dan Alvin kembali.

__ADS_1


Lea memang ingin keluar kamar tadinya yang berniat ingin pulang. Namun melihat Ardian dan Melody yang berhadapan dengan mamanya membuat Lea tidak jadi pergi. Karena memang mana mungkin pergi yang bisa-bisa Ardian dan Melody akan mengetahui dia berasal dari kamar yang mana sebelumnya ada Alvin di sana.


" Mereka sudah pergi?" tanya Alvin yang sedari tadi di belakang Lea.


" Iya mereka sudah pergi dan sepertinya Ardian dan Melody datang ke hotel ini bukan untuk mencariku. Tetapi mencari mama. Dan mereka sepertinya salah kamar," ucap Lea yang setelah mendengar percakapan tadi. Dapat menarik kesimpulan.


" Baguslah kalau begitu," sahut Alvin..


" Ya sudah kalau begitu aku pulang dulu. Nanti kamu bisa mengabariku. Kapan ingin bertemu," ucap Lea.


" Iya pulanglah," jawab Alvin. Lea mengangguk dan membuka pintu kembali.


" Lea tunggu!" panggil Alvin membuat Lea menghentikan langkahnya dan kembali menghadap Alvin..


" Ada apa!" tanya Lea.


" Hati-hati," sahut Alvin. Lea cukup terkejut mendengar kata-kata Alvin yang singkat. Namun baginya sangat bermakna yang mampu membuatnya bengong sebenar.


" Terima kasih," sahut Lea mengeluarkan senyum tipisnya dan langsung pergi keluar dari kamar itu.


********


Lea merasa lega yang akhirnya berhasil keluar dari hotel itu dan Lea langsung menuju parkiran untuk memasuki mobilnya.


" Lea!" tiba-tiba terdengar suara memanggil Lea saat ingin membuka pintu. Jantung Lea langsung berdetak kencang saat mengenal suara itu. Dengan perlahan Lea membalikkan tubuhnya dan terkejut yang memanggilnya adalah Melody.


Wajah Lea begitu terkejutnya melihat ke hadiran Melody dan Ardian.


" Melody, Ardian!" lirih Lea dengan wajah paniknya yang begitu gugup.


" Kamu Kon bisa ada di sini?" tanya Melody.


" Gawat, apa yang harus aku katakan," batin Lea yang semakin panik dengan Ardian dan Melody.

__ADS_1


" Lea!" tegur Ardian.


" Hmmm, aku, aku tadi," Lea begitu gugup yang tidak bisa menjawab apa-apa.


" Apa kamu juga mengikuti tante Iriana," sahut Ardian.


" Oh jadi kamu juga melihat mama," sahut Lea yang tampaknya memanfaatkan pertanyaan Ardian yang menggunakan sebagai alasan.


" Iya, kami bahkan melihatnya di dalam," jawab Ardian.


" Iya, aku juga tadi melihat mama dan begitu terkejut melihat mama yang ada di Jakarta," ucap Lea yang memberi alasannya.


" Sama aku juga sudah berusaha mengajaknya pulang. Tetapi Tante Iriana menolak," sahut Ardian.


" Ya sudahlah biarkan saja. Biar Eyang yang akan mengurusnya," sahut Lea.


" Iya kamu benar," sahut Ardian.


" Hmmm, ya sudah kalau begitu aku pulang dulu. Kalian juga langsung pulangkan?" tanya Lea.


" Iya kami juga langsung pulang. Ini juga sudah malam," sahut Melody.


" Ya sudah mari pulang," sahut Lea.


" Iya mobil kami ada di sana. Kami pulang ya sampai ketemu di rumah," ucap Melody. Lea mengangguk. Ardian dan Melody langsung pergi menuju mobil mereka yang tidak jauh terparkir dari lokasi Lea.


" Huhhhhhhhh," Lea langsung membuang napasnya panjang kedepan, " syukurlah Ardian dan Melody tidak mencurigaiku," batin Lea yang merasa lega dan langsung memasuki mobilnya yang langsung pergi dari Hotel itu.


Ternyata Alvin juga langsung keluar dari hotel itu begitu Lea pergi. Dia berdiri yang tidak jauh dari tempat Lea bersama Ardian dan Melody. Alvin seakan merasa lega dengan Lea yang tidak sampai ketahuan Ardian dan Melody.


" Syukurlah jika dia tidak apa-apa," ucap Alvin yang merasa lega.


" Astaga Alvin, kenapa sih. Kamu jadi mengkhawatirkannya. Hey, kau dan dia hanya partner dan lagian apa yang aku lakukan. Jangan berlebihan. Hubungan kalian juga akan berakhir. Kalau dia sudah membayar janjinya. Jadi stop khawatir apa lagi memikirkannya," Alvin mengoceh sendiri.

__ADS_1


" Argggghhh, sudahlah sebaiknya aku pulang. Aku capek memikirkan dia terus menerus," ucap Alvin geleng-geleng dan langsung pergi meninggalkan Hotel tersebut.


Bersambung.


__ADS_2