Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 255 Meminta maaf.


__ADS_3

Ternyata Lea tidak menunggu di mobil. Lea langsung pulang dan tidak peduli dengan Alvin yang mau seperti apa dengan Gita. Dan Alvin yang selesai bicara dengan Dokter Gita mencari istrinya tidak ketemu dan di telpon tidak di angkat sampai akhirnya Alvin memutuskan untuk pulang dan benar Lea ada di rumah yang duduk di ruang tamu.


Begitu Alvin datang Lea langsung berdiri dari ruang tamu dan meninggalkan Alvin.


" Lea tunggu sebentar!" cegah Alvin berhasil menahan tangan Lea dan Lea melepasnya dengan kasar.


" Lea kamu kenapa sih!" tanya Alvin heran.


" Aku kenapa? Ada apa denganku? Kamu yang kenapa?" tanya Lea dengan suara kerasnya.


" Aku kenapa. Memang apa yang terjadi. Kamu yang aneh yang sikap kamu tidak jelas sejak tadi," ucap Alvin menegaskan.


" Kamu bilang aku tidak jelas. Sekarang aku yang bicara pada kamu. Kamu bahkan tidak mengatakan apa-apa kepadaku tentang Dokter itu dan sekarang baru tau dan kamu masih bertanya," ucap Lea marah-marah.


" Apa yang kamu bicarakan Lea. Bukannya sebelumnya kita sudah sama-sama membahas Dokter itu dan kamu juga setuju dan bahkan belakangan ini aku berkomunikasi dengannya di depan kamu. Kamu tidak pernah protes sama sekali dan bahkan menyetujui apa yang terjadi dan sekarang apa yang kamu lakukan hah!" ucap Alvin yang marah-marah.


" Aku tidak berpendapat apa-apa dan membiarkan semuanya. Itu karena aku pikir baik-baik saja. Kamu tidak bicara dengan jelas. Dokter itu dari mana, dia wanita ayat tidak. Kamu hanya mengatakan teman kamu. Tapi ternyata apa teman wanita yang begitu dekat," ucap Rasti dengan menegaskan.


" Jadi hanya perkara dia seorang wanita?" tanya Alvin.


" Dan menurut kamu itu hal yang sangat aneh membuatku marah," sahut Lea.


" Jadi pada pointnya kamu cemburu?" tanya Alvin memastikan.


"Aku tidak tau harus cemburu apa tidak. Tetapi pada intinya dia seorang wanita yang belakangan sering berkomunikasi dengan suamiku dan aku tidak tau apa-apa tentang orang itu. Wanita itu yang berprofesi Dokter menelpon di malam hari hanya untuk membahas masalah pasien yang seharusnya di membahasnya pada pasiennya,"

__ADS_1


" Lea!" sahut Alvin.


" Tapi apa yang di lakukannya. Pasien saja tidak tau apa-apa dan malah memberi alasan jika hal itu biasa. Dia juga bahkan berbicara dengan semua orang, banyak orang. Tapi hanya 1 yang di anggapnya. Dan apakah menurutku itu wajar. Apa itu sangat pantas. Lalu apa aku tidak marah," lanjut Lea yang mengeluarkan semua unek-uneknya tentang kejadian hari ini dengan kedekatan Alvin dan Dokter itu.


" Lea kamu hanya salah paham. Ini hanya masalah Dokter dan pasien. Kamu terlalu berlebihan menanggapi semuanya," ucap Alvin berusahalah menenagkan istrinya.


" Ya menurut kamu aku berlebihan. Tetapi kamu bukan pasiennya pasiennya itu Rasti. Tetapi jika kamu tidak mengerti juga dan menganggap aku berlebihan. Ya sudah sana kamu tinggal saja dengannya. Agar kalian bisa lebih intens bicara," tegas Lea dan Lea langsung pergi dari hadapan Alvin.


" Lea tunggu!" panggil Alvin mengejar Lea yang memasuki kamar. Lea menutup pintu namun Alvin berusaha mendorongnya sampai akhirnya berhasil terdorong dan memasuki kamar.


" Aku tidak ingin bicara denganmu!" ucap Lea dengan napasnya yang naik turun. Namun Alvin langsung mendekati Lea dan membawa wanita itu ke pelukannya.


" Lepaskan aku! lepas!" lepaskan aku!" Lea terus meronta-ronta di.pelukan Alvin. Namun Alvin dengan keras tetap memeluk Lea agar Lea benar-benar tenang dan tidak marah- lagi.


" Maafkan aku Lea!" ucap Alvin dengan lembut. Lea melemah dan tidak memberontak di pelukan suaminya lagi.


" Kau membuatku kesal hari ini," ucap Lea dengan air matanya yang jatuh.


" Aku minta maaf Lea. Aku tidak bermaksud untuk seperti itu. Seharusnya aku menyadari kita sudah menikah dan seharusnya aku harus lebih detail lagi bicara dengan jelas kepadamu," ucap Alvin yang membujuk Lea


Alvin melepas pelukan itu dan bertatap muka dengan istrinya, Alvin memegang kedua pipi Lea dan mengusap air mata Lea dengan lembut.


" Jangan marah lagi. Aku tidak ingin melukaimu," ucap Alvin dengan lembut yang mencium kening Lea dengan lembut.


" Baiklah, aku tidak akan marah dan akan menganggap ini salah paham. Tetapi jangan seperti ini lagi. Kamu harus tau batasan kamu sampai mana dalam berhubungan dengan wanita. Aku tidak ingin pernikahan yang baru seumur jagung hancur sia-sia hanya karena kamu tidak tau batas kamu," ucap Lea yang berbicara serius.

__ADS_1


" Iya sayang. Maafkan aku ya sayang," ucap Alvin Lea mengangguk.


Alvin langsung meraih bibir Lea dan menciumnya dengan lembut. Lea juga membalas ciuman itu dengan mereka yang saling berciuman romantis dan Alvin juga menggendong Lea ke atas ranjang tanpa melepas ciuman itu mereka berciuman dengan romantis di atas ranjang dan pasti akan melakukan hal lebih jauh lagi dari sekedar ciuman saja. Karena Lea dan Alvin sudah sama-sama saling menggebu-gebu.


***********


Raisa dan Axel duduk berduaan di taman di salah satu kursi dengan Rais menyandarkan kepalanya ke bahu Axel dan Axel merangkul bahu Raisa. Agar Raisa tidak kedinginan.


" Eyang mengatakan kamu boleh kembali kerumah jika memang sudah benar-benar sembuh dan mungkin dalam Minggu ini kamu sudah bisa pulang," ucap Axel yang memang sudah konsultasi dengan keluarga Raisa. Yaitu Eyang besar yang menanggung jawabi Raisa.


" Tapi aku tidak mungkin kembali ke rumah Eyang. Karena aku takut itu hanya akan membuat Melody dan Ardian tidak nyaman," ucap Raisa yang memang sudah benar-benar move on dari Ardian. Karena hatinya sudah di kukuhkan Axel.


" Lalu apa yang akan kamu lakukan?" tanya Axel.


" Jika Eyang benar-benar masih bertanggung jawab padaku. Aku hanya meminta tempat tinggal yang lain yang jauh dari Ardian dan Melody agar mereka tidak terganggu dan mungkin aku akan mencari pekerjaan untuk kehidupanku. Itu sudah aku pikirkan," jawab Raisa. Axel tersenyum dan menghadap Raisa dengan memegang ke-2 bahu Raisa.


" Aku akan mendukung apapun yang ingin kamu lakukan. Aku juga setuju dengan kamu yang tidak berada di rumah itu agar tidak terjadi sesuatu lagi. Jadi aku akan mendukung appaun yang kamu inginkan," ucap Alvin.


" Terima Dokter," jawab Raisa.


" Jangan panggil Dokter. Kamu bukan pasienku. Panggil aku Axel," ucap Dokter Axel.


Raisa mengangguk dengan malu dan Axel langsung memeluknya.


" Terimakasih sudah menjagaku selama ini," ucap Raisa.

__ADS_1


" Aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan," jawab Axel memeluk Raisa erat yang membuat Raisa benar-benar begitu nyaman.


Bersambung


__ADS_2