
Besok adalah hari pernikahan Lea dan Alvin. Setelah melakukan persiapan yang banyak dan semuanya lancar. Tinggallah hari esok di pernikahan Lea dan juga Alvin.
Di kediaman rumah Ardian sedang ramai-ramainya orang untuk mempersiapkan hari esok. Pernikahan Lea dan Alvin memang tidak di adakan di rumah. Melainkan di adakan di gedung pernikahan.
Hanya saja saudara-saudara dan para kerabat menginap di rumah. Karena rumah Ardian mang luas dan tidak perlu menginap di hotel.
Malam ini begitu ramainya dengan orang-orang yang sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Ada yang cerita- cerita dan para anak-anak yang berlarian kesana kemari.
Namun Lea di dalam kamarnya terlihat gelisah. Lea mondar-mandir seperti setrikaan di dekat ranjang. Wajahnya panik entah apa yang di pikirkannya. Ya mungkin saja dia grogi untuk acara pentingnya besok.
Krekkkk
Pintu kamarnya terbuka yang ternyata Melody memasuki kamarnya.
" Mel," sahut Lea yang menghela napas. Kedatangan Melody membuatnya begitu takut.
" Kamu kenapa Lea?" tanya Melody yang memasuki kamar dan duduk di pinggir ranjang.
" Aku tidak tau, tiba-tiba saja aku itu merasa sangat takut, gemetar dan lihat tanganku basah," jawab Lea duduk di samping Melody dan juga menunjukkan tangannya yang basah.
" Hal yang wajar. Kamu itu akan menikah. Jadi kamu itu dek-dek an. Sampai seperti ini," ucap Melody dengan mengusap bahu Lea memberikan Lea ketengan.
" Hmmmm....Kamu benar aku memang dek-dekan. Tapi Melody masa iya sampai separah ini. Kalau begini ceritanya. Aku tidak akan bisa tidur," ucap Lea yang menjadi panik.
" Hey, kamu tidak boleh tidak tidur. Jangan sampai kamu tidak tidur. Kamu itu ya aneh-aneh aja. Kalau kamu tidak tidur mau besok mata kamu bengkak. Masa iya menjadi pengantin yang jelek," ucap Melody mengingatkan Lea.
" Habisnya bagaimana. Aku itu dek-dek an terus," ucap Lea.
" Lea kamu itu harus tenang dan percayalah besok semuanya akan lancar-lancar saja," ucap Melody menggengam tangan Lea yang begitu dingin.
" Aku juga berharap seperti itu," sahut Lea yang hanya berusaha untuk tenang.
" Jadi dengarkan apa yang aku katakan. Kamu sebaiknya istirahat dan jangan memikirkan apa-apa. Berdoa semoga besok acaranya berjalan dengan baik," ucap Melody memberikan pesan.
__ADS_1
Lea hanya menganggukkan kepalanya
" Huhhhhhh, aku tidak percaya Melody. Jika aku benar-benar akan menjadi seorang istri. Ya seandainya mama merestui hubungan kami. Pasti aku akan jauh lebih tenang lagi dan mungkin mama yang akan ada di sini. Yang akan memberiku ketengan sekarang," ucap Lea yang tiba-tiba mendadak begitu sedih.
" Aku mengerti perasaanmu. Kita berdoa saja. Semoga saja ada keajaiban yang membuat Tante Iriana luluh dan besok dia mendampingi kamu seperti ibu pada umumnya," ucap Melody.
" Amin. Aku juga hanya berharap seperti itu," sahut Lea.
" Ya sudah kamu istirahat aja sekarang. Kamu tenang. Ya walau sulit untuk istirahat karena rumah lagi rame. Tapi yang penting kamu istirahat aja. Agar besok kamu lebih fresh," ucap Melody memberikan saran. Lea hanya menganggukan kepalanya saja.
" Ya sudah aku pergi dulu ya. Aku juga mau istirahat juga," ucap Melody pamit.
" Iya Melody. Makasih ya sudah memberiku ketenagan. Aku merasa jauh lebih lega sekarang dan mungkin akan bisa beristirahat sekarang," ucap Lea yang merasa terbantu.
Melody mengangguk dan iya pun langsung keluar dari kamar Lea setelah melihat kondisi Lea. Ya dia tau Lea memang pasti dek-dek an. Makanya dia sengaja datang untuk melihat kondisi Lea.
*********
" Apa yang di lakukan Tante Iriana?" batin Melody yang penuh dengan tanya.
" Tante!" tegur Melody. Iriana tersentak kaget dan langsung panik yang secepatnya menyembunyikan botol kecil yang di pegangnya kedalam saku bajunya.
" Sial ada Melody," batin Iriana yang benar-benar seperti orang ketakutan.
" Eh, Melody," sahut Iriana tersenyum untuk menutupi rasa paniknya yang padahal jantungnya berdetak dengan kencang.
" Tante sedang apa?" tanya Melody yang berjalan ke arah Iriana dan Iriana mengaduk-aduk minuman yang di buatnya.
" Oh, ini Tante lagi buat susu," jawab Iriana yang terlihat tenang.
" Untuk?" tanya Melody.
" Sial. Kenapa juga dia harus bertanya untuk siapa. Apa dia juga melihatku tadi sebelumnya," batin Iriana yang terlihat begitu gugup.
__ADS_1
" Tante!" tegur Melody lagi. Membuat Iriana membuyarkan lamunannya.
" Hmmm, ya untuk Tante lah, untuk siapa lagi. Kamu ini pertanyaannya aneh-aneh saja. Sangat tidak masuk akal," sahut Iriana yang terlihat tenang.
" Hmmm, ya sudah Tante mau kekamar dulu!" Iriana buru-buru pergi membawa segelas susu yang di tuangnya. Dia melewati Melody dengan tenang. Namun Melody heran sampai membalikkan tubuhnya melihat punggung Iriana yang semakin lama semakin jauh.
" Susu untuknya. Tetapi apa yang di masukkannya," batin Melody yang memang melihat apa yang di masukkan Iriana kedalam susu itu. Melody jadi kepikiran dan bahkan pikirannya kemana-mana yang muncul rasa curiga.
" Argggghhh Melody!" Melody menggeleng-gelengkan kepalanya, " apa yang kau pikirkan. Lagian Tante Iriana membuatnya untuk di minumnya. Jadi apapun yang di masukkannya kelas itu tidak penting, sudahlah," ucap Melody yang berusaha untuk berpikiran positif. Karena memang susu yang di buat itu untuk Iriana. Ya tidak ada yang harus di pikirkan Melody.
***********
Lea sudah mulai merasa tenang. Apa lagi Melody sudah memberinya masukan sedikit.
" Sebaiknya aku beristirahat," gumamnya yang hendak menarik selimut.
toko-tok-tok-tok.
Ketukan pintu membuat Lea tidak jadi merebahkan dirinya, " siapa lagi? Apa Melody lagi? tanya kebingungan dan langsung turun dari tempat tidur untuk membuka pintu.
Saat membuka pintu Lea di kagetkan dengan Iriana yang berdiri di depan pintu dengan membawa segelas susu.
" Mama!" pekik Lea yang begitu kagetnya.
" Apa mama boleh masuk?" tanya Iriana dengan lembut. Lea sampai kebingungan dengan mamanya yang bisa-bisanya bicara lembut padanya. Bahkan wajah sang mama sangat teduh yang tidak biasanya melihatnya penuh dengan kebencian.
" Lea, kamu kenapa diam?" tanya Iriana.
" Oh, iya boleh," sahut Lea yang tiba-tiba memang menjadi gugup. Iriana tersenyum dan langsung memasuki kamar Lea terlebih dahulu. Sementara Lea masih berdiri di depan pintu yang penuh dengan kebingungan.
" Tumben sekali mama bicara selembut itu dan tumben juga dia ingin masuk. Ada apa ini?" Lea bertanya-tanya di hatinya. Sangat wajar memang karena Iriana tidak pernah bersikap seperti itu sebelumnya.
Bersambung
__ADS_1