Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 83 Melihat Raisa.


__ADS_3

Ternyata tidak lama untuk Ardian sampai ke daerah puncak. Namun baru ingin sampai pada Villa itu. Tiba-tiba Ardian melihat kobaran api.


" Kebakaran di mana kebakaran," batin Ardian yang melihat terus kedepan.


Ardian langsung memberhentikan mobilnya dan keluar dari mobilnya dengan buru-buru dan langsung berlari menuju kebakaran. Betapa terkejutnya Ardian saat melihat dari kejauhan di mana Vila yang ingin di masukinya telah terbakar.


" Astaga," ucap Ardian panik dengan menutup mulutnya dengan wajahnya yang panik yang tidak percaya dengan Villa yang ingin di temukannya bukti itu ternyata terbakar di depan matanya.


" Apa yang terjadi, bagaimana Villa ini terbakar sama sekali tidak ada orang kenapa tiba-tiba bisa terbakar," Ardian bergerutu sendiri yang panik dan tidak tau juga harus berbuat apa. Vila keluarganya itu berada jauh dari pemukiman warga dan Ardian juga tidak tau harus meminta tolong pada siapa.


" Aku baru saja ingin mencari tau sesuatu di tempat ini yang satu-satunya menjadi bukti. Tetapi apa sekarang tempat ini sudah hancur. Argggghhh!" teriak Ardian dengan mengusap kasar wajahnya.


Tiba-tiba di tengah kepanikan Ardian. Ardian melihat seorang wanita yang berlari buru-buru. Mata Ardian mengamati dengan jeli untuk mengetahui siapa wanita itu sebenarnya.


" Raisa!" lirih Ardian yang begitu terkejut ketika melihat Raisa berpakaian hitam, celana dan jaket hitam yang berjalan buru-buru.


" Raisa kenapa bisa ada di sini. Bukannya dia di Kalimantan. Kenapa dia ada di Villa ini. Dan Villa ini terbakar," gumam Ardian yang penuh tanda tanya.


" Ini tidak mungkin, aku harus tanya padanya," ucap Ardian yang melangkah ingin mengejar Raisa. Namun tiba-tiba sebuah tangan menahannya membuat Ardian berhenti dan melihat kebelakang nya.


" Lea!" pekik Ardian yang lebih di kejutkan lagi dengan keberadaan Lea.


" Ngapain kamu di sini?" tanya Ardian bingung.


" Kamu sendiri mau ngapain. Kamu mengejarnya. Mau bertanya padanya dan kamu akan mendengarkan jawaban yang sudah di karang olehnya," ucap Lea. Ardian melepaskan tangannya dari Lea.


" Apa maksud kamu?" tanya Ardian.


" Kamu lihat Vila ini. Villa ini terbakar dan dia ada di sini padahal Eyang sedang menghukumnya," ucap Lea.

__ADS_1


" Justru itu aku ingin bertanya kepadanya," sahut Ardian.


" Ardian semua sudah jelas dan kamu tidak perlu lagi bertanya kepadanya. Semuanya sudah jelas dia ada di sini dan membakar Villa ini. Karena tau kamu akan datang kemari untuk mencari tau apa yang terjadi pada Melody," ucap Lea.


" Apa maksud kamu Lea. Dan kamu tau apa. Dan juga kenapa kamu bisa ada di sini dan kenapa kamu bisa mengatakan jika Raisa yang membakar Villa ini," ucap Ardian.


" Aku datang kemari. Jelas tujuannya sama dengan mu ingin menemukan sesuatu yang membuatmu dan Melody saling menyalahkan dan aku mengatakan Raisa membakar Villa ini. Karena memang kenyataannya," ucap Lea mengambil handphonenya dan menunjukkan pada Ardian.


Ardian pun langsung melihat rekaman yang di putar Lea. Ardian langsung terkejut ketika melihat rekaman itu yang tak lain pada kenyataan Villa itu Raisa yang membakarnya.


" Saat aku datang kemari. Aku melihatnya sendiri dan sengaja tidak menghentikannya. Jika aku menghentikannya akan muncul drama baru dan sampai kiamat kamu tidak akan seperti apa dia," ucap Lea.


" Kenapa dia membakarnya?" tanya Ardian dengan suara menekan.


" Kesimpulannya sudah jelas jika apapun yang terjadi saat itu. Berakhirnya hubungan kamu dan juga Melody karena ada kaitannya dengan Raisa dan membakar Villa ini agar kamu tidak menemukan apa-apa," ucap Lea yang dengan cepat menarik kesimpulan.


Sementara Raisa langsung memasuki mobilnya dengan buru-buru.


" Aku harus pergi dari sini secepatnya," ucap Raisa memakai sabuk pengamannya dengan tergesa-gesa.


" Akhirnya tidak ada lagi yang tersisa dengan kejadian dulu. Rio sudah mengirim Lia dan juga Dimas ke neraka dan tempat itu sudah jadi Abu dan sampai kapanpun Melody dan Ardian akan tetap saling membenci. Walau Ardian berusaha untuk mencari tau. Tetapi akan sia-sia. Karena Ardian tidak menemukan apa-apa dan hanya akan menganggap Melody mengkhianatinya dan berpura-pura merasa paling tersakiti," batin Raisa menyunggingkan senyumnya yang merasa rencananya sudah berhasil dengan benar.


Raisa yang tidak ingin ketahuan akhirnya menjalankan mobilnya pergi dari tempat itu. Padahal tidak tau saja. Ardian dan Lea sudah mengetahui dirinya ada di sana dan sekarang Lea dan Ardian berada di dalam mobil.


" Kalau begitu aku tanya kepadamu Lea. Apa yang kau berikan pada Melody malam itu dan juga kepadaku?" tanya Ardian dengan suara menekannya.


" Kenapa kamu diam hah! kamu hanya merasa paling benar. Tanpa kamu ketahui semua ini berasal dari perbuatanmu dan kabur begitu saja," ucap Ardian menekan suaranya yang baru sekarang marah pada Lea masalah kejadian itu.


" Oke, aku mengakui aku yang salah aku dan Lea menaruh obat pada minuman mu dan juga Melody saat itu aku juga mengijinkannya untuk minum alkohol. Aku juga kondisi mabuk Ardian dan aku tidak berpikir akibatnya," sahut Lea mengakui kesalahannya.

__ADS_1


" Kau tau kan akibat perbuatanmu," sahut Ardian.


" Aku tau. Karena aku melihatmu dan Melody masuk kedalam kamar. Aku tau Melody pasti akan memakiku setelah kejadian itu dan aku memilih pergi paginya dengan Siska dengan alasan orang tua Siska sakit. Ya aku menyadari aku pengecut saat itu dan tidak berani menemui Melody," sahut Lea dengan wajahnya yang merasa bersalah.


" Lalu kamu sendiri bagaimana. Jika memang kamu dan Melody terjadi sesuatu akibat perbuatanku. Lalu kenapa kamu meninggalkannya? Yang paling brengsek itu kamu," ucap Raisa.


" Aku tidak meninggalkannya. Aku hanya pergi mengurus mobil. Saat kembali dia sudah pergi dengan laki-laki lain," jawab Ardian.


" Apa," pekik Raisa yang baru mendengarkan hal itu.


" Iya, anak-anak mengatakan dia di jemput laki-laki lain dan terlihat mesra di dalam mobil dan itu bukan hanya perkataan aku juga melihat buktinya yang di tunjukkan Rio kepadaku," sahut Ardian.


" Ardian. Tapi itu tidak mungkin. Melody tidak dekat dengan laki-laki lain selain kamu dan juga kakaknya," sahut Lea.


" Aku juga tidak percaya. Tapi itu kenyataan dan kamu pikir aku tidak berusaha untuk menayakannya dan segalanya kepadanya. Tapi apa dia menghilang dan setelah beberapa bulan kak Marsel langsung datang kepadaku mengatakan kondisi adiknya dan menyalahkanku saat aku berpacaran dengan Raisa," jelas Ardian.


" Kamu juga masalah kamu sama Melody tidak selesai. Lalu kenapa pacaran sama Raisa," geram Lea.


" Aku capek dengan Melody dan melakukan pelarian padanya," jawab Ardian dengan hembusan napasnya yang berat.


" Jadi yang brengsek itu jelas kamu dan juga Raisa," sahut Lea.


" Apa maksud kamu?" tanya Ardian.


" Semuanya sudah jelas Ardian. Kamu menyalahkan Melody dan Melody menyalahkanmu dan Villa ini di bakar Raisa. Dan kamu juga melihat kebencian Melody bukan hanya padamu. Tetapi juga Raisa dan itu artinya Raisa yang menulis skenario ini," jelas Lea menarik kesimpulan.


Ardian berpikir tampak yang seakan sependapat dengan apa yang di katakan Lea dia dan Lea pun saling melihat yang sama-sama pikiran mereka seakan benar.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2