Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 107 Lancarnya mulut Ardian.


__ADS_3

" Aku rasa tidak ada yang salah, karena aku dan Melody hanya ingin reflesing tanpa ada yang mengganggu termasuk orang ke-3," tegas Ardian lagi menatap Raisa tajam. Sementara Raisa sudah semakin marah yang hanya bisa mengumpat di dalam hati.


" Apa maksud Ardian dengan kata-katanya," batin Raisa.


" Benar kata Ardian, dia hanya membutuhkan ku mencari penginapan di resort mewah dan juga di Jakarta. Jika kebetulan Ardian dan Melody datang itu bukan menjebak atau berencana apa-apa. Karena sesungguhnya, aku Lea dan Rasti yang merencanakan semuanya yang ingin tau seperti apa Raisa sebenarnya dan kami hanya memanggil Ardian dan Melody, seperti mengabari Eyang dan yang lainnya," sahut Evan menambahi mengikuti alur Ardian bercerita.


" Jika kau mengarang cerita maka aku juga akan bisa," batin Evan menyunggingkan senyumnya melihat Raisa.


" Sial, mereka menyerangku terang-terangan dan Ardian benar-benar sudah masuk dalam perangkap Melody, sekarang aku yang malah terjebak," batin Raisa yang mengepal tangan.


" Eyang ayolah, aku sama Melody sering bertengkar apa salahnya jika kamu berbulan madu hanya sebentar saja," sahut Ardian.


" Tapi bukan begini caranya Ardian," sahut Mila.


" Iya, apa harus berbulan madu dengan cara tindakan kriminal," sahut Vivi.


" Ini bukan tindakan kriminal. Aku dan Melody memang jatuh dan kami hanya memanfaatkan kesempatan untuk berduaan saja. Itu saking susahnya bisa berduan, makanya sampai dengan cara seperti itu," sahut Ardian.


" Lalu bagaimana apa hubungan kalian membaik setelah membuat keheboan ini," sahut Shandra.


" 5 hari berbulan madu. Aku rasa hasilnya bisa di lihat bulan depan," sahut Ardian belak-blakan membuat Melody kaget dengan lancarnya mulut Ardian berbicara.


" Ardian!" tegur Melody.


" Ehemmm," akhirnya mereka salah tingkah semua ada yang batuk, berdehem dengan kata-kata Ardian yang mulai intim.


Widia hanya tersenyum geleng-geleng. Jujur dengan kata-kata Ardian sudah menjelaskan hubungan Melody dan Ardian membaik. Sementara Melody menjadi malu dan Raisa dan Novi kepanasan.


" Sial, apa itu artinya dan dan Melody benar-benar sedekat itu," batin Raisa kepanikan.


" Eyang, eyang kan tau sendiri. Bagaimana pernikahan ku dengan Melody. Eyang menegurku gara-gara aku melewatkan malam pernikahan ku. Dan aku mengatakan Melody butuh waktu untuk itu dan kejadian yang kemarin mendapat hikmah. Di mana aku dan Melody sudah....."


" Ardian tidak perlu di ceritakan secara detail," sahut Eyang mencegah Ardian yang bicara lebih intim lagi.


" Bukan hanya kamu yang menikah. Jadi jangan menceritakan, masalah itu. Orang juga tau," sahut Bayu yang malah malu mempunyai adik seperti Ardian tidak ada malunya cerita masalah ranjang. Padahal tidak terjadi sama sekali. Ardian hanya mengarang-ngarang saja.

__ADS_1


" Benar-benar ya kamu Ardian, masa iya masalah begituan, harus kamu ceritain di depan orang banyak," sahut Vivi.


" Ya habisnya kalian tidak memahami, aku dan Melody," sahut Ardian santai.


" Iya kami mengerti," sahut Mila.


" Kalau begitu semua sudah mengertikan dengan apa yang terjadi. Jadi ini bukan salah Melody. Dan tidak ada, hasut sana sini. Kamu minta maaf jika sudah membuat semuanya khawatir," ucap Ardian.


" Melody juga minta maaf," sahut Melody.


" Baiklah, jika ada hikmah dari kejadian ini. Maka kalian akan di maafkan dan tidak akan ada hukuman untuk kalian dan Eyang berharap bulan depan ada hasil dari skenario kalian berdua," ucap Eyang yang ternyata menganggap serius kata-kata Ardian. Melody sampai menelan ludah mendengar kata-kata Eyang.


" Ya kan belum tentu jadi Eyang," sahut Ardian yang mendadak panik.


" Eyang kan hanya mengatakan semoga," sahut Eyang. Ardian dan Melody bernapas Ardian.


" Ardian sih. Bicaranya kelewatan kan jadi kayak gini," batin Melody.


" Ya sudah kalau begitu masalah ini selesai. Aku mau istirahat dulu," ucap Ardian.


" Jangan lupa Melody untuk minta maaf pada keluargamu," ucap Shandra mengingatkan.


" Iya Tante, makasih," sahut Melody yang akhirnya berdiri bersama suaminya dan langsung pergi.


" Jadi mereka sekarang benar-benar sudah baikan. Tidak mungkin semudah itu," batin Raisa yang panas dengan tangan yang bergandengan itu.


" Huhhhh, bagaimana Raisa panas bukan. Jika selama ini hanya Melody yang bicara dan membuatmu kebakaran jenggot maka lihat Ardian yang bicara langsung dan itu membuktikan dia sudah muak kepadamu," batin Lea tersenyum miring melihat Raisa.


*************


Ardian dan Melody sudah berada di dalam kamar.


" Kamu mandilah duluan," ucap Ardian.


" Iya," sahut Melody. " Ardian," tegur Melody.

__ADS_1


" Ada apa?" tanya Ardian.


" Apa ada sesuatu lagi. Aku melihat kamu menghindari untuk melaporkan Rio ke kantor polisi dengan apa yang di lakukannya kepadaku," ucap Melody yang tau jika Ardian sedang di landa rasa khawatir.


Ardian meraih tangan Melody dan duduk di pinggir rajang dengan mereka yang saling berdekatan.


" Iya Melody, aku tidak tau benar atau tidak. Tetapi Rio mengancamku. Jika dia mempunyai Vidio kita berdua," ucap Ardian membuat Melody kaget.


" Apa itu benar?" tanya Melody panik.


" Aku tidak tau kebenarannya. Aku bingung Melody harus menempuh hal mana. Semua serba salah," ucap Ardian mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya.


Melody mendadak panik dan bahkan takut jika akan terjadi sesuatu. Ardian melihat kepanikan Melody langsung memeluknya untuk menenangkan Melody.


" Maafkan aku. Aku berpikir. Aku bisa menyelesaikan memberi keadilan untukku. Tetapi ternyata tidak mudah. Jika hanya itu satu-satunya. Maka akan aku lakukan. Mungkin aku juga harus mendapatkan ganjarannya atas perbuatanku kepadamu," ucap Ardian Melody kaget dan langsung melepas pelukannya dari Ardian.


" Apa maksud kamu Ardian?" tanya Melody.


" Hanya itu cara satu-satunya Melody. Aku juga akan di pidanakan karena melakukan hal itu kepadamu dan aku siap menerimanya," ucap Ardian membuat Melody kaget.


" Ardian apa yang kamu bicarakan, walau Vidio yang di katakan Rio sampai ketangan keluargaku ataupun keluargamu. Itu bukan salahmu saja. Kita melakukannya karena sama-sama suka dan kamu juga dalam pengaruh alkohol malam itu," ucap Melody.


" Jadi jangan mengkhawatirkan apa-apa. Ancaman Rio tidak akan berpengaruh. Karena apa yang terjadi waktu itu. Hanya masa lalu dan itu bukan salah kamu sepenuhnya," ucap Melody menegaskan.


" Ardian kita akan menyelesaikan semuanya dengan bersama-sama. Bukannya kita sudah sama-sama tau siapa musuh kita sebenarnya," sahut Melody dengan bijak.


" Iya ada sebaiknya kita memang harus menyelesaikan semuanya dengan tertata rapi. Kita bisa mengambil pelajaran dengan apa yang terjadi tadi. Kita sudah menyusun segalanya. Tetapi Raisa jauh lebih pintar dari pada kita," ucap Melody.


" Iya. Ya sudah kamu sekarang mandi. Eyang juga akhirnya memaklumi kita," sahut Ardian bernapas lega.


" Tapi seharusnya tidak bicara seperti tadi. Kan aku jadi malu," sahut Melody.


" Maaf, aku hanya ingin membuktikan kepada semua orang. Jika aku menjaga pernikahan ini," ucap Ardian. Melody tersenyum mendengarnya.


" Ya sudah aku mau mandi dulu," ucap Melody. Ardian menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2