
Mobil yang di kendarai Ardian berhenti di rumah sakit jiwa kasih bunda. Rumah sakit itu pernah di lihat Ardian di Vidio Melody sewaktu histeris dan tidak sengaja Ardian melihat tulisan nama rumah sakit itu.
" Aku harus mencari tau apa yang terjadi selanjutnya. Tidak ada yang sepotong-sepotong. Aku benar-benar harus menyelesaikannya," batin Ardian yang keluar dari mobilnya dengan buru-buru, dia tidak peduli penampilannya dan juga wajahnya seperti apa.
Ardian memasuki rumah sakit itu, Ardian harus melewati orang-orang yang tidak waras yang bertingkah aneh-aneh. Dari berlari-lari seperti anak kecil padahal usia sudah tua, dari melempar-lempar boneka sampai menggendong- gendong anak dan lain segalanya yang menurut penyebab kenapa orang-orang itu bisa ada di sana.
Namun sepanjang Ardian berjalan melewati orang-orang itu. Ardian meneteskan air matanya yang melihat semua orang-orang itu adalah Melody yang teriak-teriak histeris. Dia juga mengingat perlakukan 3 temannya yang biadap kepada Melody. Kata penyesalan mungkin sudah tidak bisa di ucapkan lagi.
Sampai di titik di mana Ardian menemui suster yang menanyakan masalah Melody.
" Baik pak, bisa tunggu sebentar, saya cek dulu," sahut suster yang melihat laptopnya.
" Siapa namanya tadi pak?" tanya suster.
" Melody Citra Fariska," jawab Ardian.
" Hmmm, iya pak, Melody pernah jadi pasien di rumah sakit ini, sekitar 4 tahun lalu," jawab suster. Napas Ardian rasanya ingin berhenti mendengar kata-kata suster.
" Bu Melody sembuh setelah dirawat kurang lebih 4 bulan dan perawatannya di lanjutkan pada psikolog," jelas suster lagi.
" Jadi sungguh Melody benar-benar depresi setelah itu dan dia depresi bukan hanya perkara putus. Tetapi pasti karena kejadian itu," batin Ardian dengan napas beratnya.
" Melody menjadi satu-satunya pasien yang hamil yang ada di rumah sakit ini dalam gangguan jiwa dia harus mengandung," ucap suster lagi yang membuat Ardian terkejut. Tanpa di tanya lebih lanjut. Penemuan tespeck di dalam kamar Melody sudah terjawab jika Melody memang hamil.
" Hamil!" lirih Ardian dengan suara beratnya.
" Iya Pak," jawab suster.
" Lalu di mana anak yang di kandungnya?" tanya Ardian dengan tergesa-gesa dengan matanya yang sudah berkaca-kaca.
" Hmmm, kamu tidak tau Pak, karena saat kandungannya mulai membesar. Melody sudah tidak di sini lagi," jawab suster.
" Kenapa bisa tidak tau. Lalu siapa Dokter psikolog Melody," tanya Ardian yang ingin tau semuanya.
" Untuk apa kamu tau," tiba-tiba terdengar suara yang dingin membuat Ardian membalikkan tubuhnya dan melihat Pria itu adalah Marsel.
__ADS_1
" Kak Marsel," lirih Ardian.
" Saya permisi dulu," ucap suster yang langsung pergi. Ardian pun langsung menghampiri Marsel dan Marsel cukup kaget dengan Ardian yang begitu berantakan dan bahkan terluka.
" Ngapain kamu datang kemari dan untuk apa kamu mencari-cari tau tentang Melody?" tanya Marsel.
" Aku ingin tau apa yang terjadi," jawab Ardian dengan suara rendahnya.
" Semua sudah terlambat," sahut Marsel yang langsung pergi.
" Kak Marsel tunggu!" panggil Ardian yang langsung mengejar Marsel.
Ardian terus mengejar Marsel sampai ketempat yang sepi yang tidak ada orang sama sekali. Tidak ada siapa-siapa termasuk para pasien sakit jiwa.
" Kak Marsel aku mohon tunggu. Tolong beritahu kepadaku apa yang terjadi," ucap Ardian dengan menyetop tangan Marsel dan Marsel kalau sudah berhadapan dengan Ardian bawaannya langsung emosi dan langsung memukul wajah Ardian dan membuat Ardian terjatuh kelantai.
" Aku sudah bilang berengsek. Untuk apa lagi kamu mencari tau semuanya," teriak Marsel yang duduk di atas perut Ardian dengan menarik kerah baju Ardian dan menatapnya dengan tajam.
" Aku hanya ingin tau apa yang terjadi padanya," sahut Ardian dengan suara rendah.
" Lalu kenapa tidak mengatakan kepadaku. Jika Melody hamil," sahut Marsel.
" Bangsat!" teriak Marsel yang kembali memukul Ardian dan Ardian pasrah.
" Kau bertanya kenapa aku tidak memberitahumu hah! saat adikku di perkosa saja kau meninggalkannya bajingan!" teriak Marsel mendengar kata-kata itu membuat Ardian shock.
" Apa maksud kakak?" tanya Ardian. Marsel langsung melepas cengkraman tangannya dari kerah baju Ardian dan bangkit dari tubuh Ardian.
" Kau benar-benar laki-laki pengecut Ardian. Kau hanya meminta izin kepada keluarga kami untuk membawa Melody. Tapi apa yang kau lakukan. Kau tidak melakukan apa-apa saat adikku di perkosa. Kau bahkan meninggalkannya saat itu dan kau tau. Kau menemukan Melody saat ingin melakukan bunuh diri. Kau tau betapa hancurnya aku sebagai seorang kakak. Aku melihat adikku babak belur dengan kata-kata yang di katakan keluar dari mulutnya saat dia mengatakan dia di perkosa. Kau tau aku begitu hancur!" teriak Marsel dengan menunjuk-nunjuk Ardian.
Wajah Ardian Semakin shock mendengar, jika Melody di perkosa saat itu.
" Tidak mungkin itu terjadi," lirih Ardian yang merasa itu tidak mungkin.
" Lalu untuk apa aku memberitahumu masalah kehamilannya hah! aku datang saja kepadamu mengatakan apa yang terjadi pada adikku. Kau saja tidak peduli dan pacaran dengan wanita itu. Perbuatan kejimu yang menjaga adikku dengan baik membuat Melody hancur, berhenti sekolah, depresi dalam keadaan hamil itu semua karena perbuatanmu," teriak Marsel.
__ADS_1
" Tidak Melody kamu tidak mungkin di perkosa Melody itu tidak mungkin Melody, itu tidak mungkin Melody," batin Ardian dengan meremas rambutnya.
" Kau sudah menghancurkan hidup Melody dan bertanggung jawablah untuk mengembalikan kehancuran hidupnya walau semua tidak bisa di kembalikan lagi," ucap Marsel dengan dengan menenangkan dirinya dan langsung pergi dari hadapan Ardian yang masih terkejut.
" Untuk apa aku bertahan untuk menunggu giliran teman-temanmu,"
" Ardian sudah menyerahkan kamu kepada kami,"
Kalimat itu terlintas di pikiran Ardian dengan segala bayangkan yang terjadi yang di ingatnya antara dia dan Melody malam itu, rekaman Melody yang di siksa teman-temannya dan juga Vidio Melody yang depresi kata-kata suster kata-kata Marsel semua menjadi satu membuat Ardian memegang kepalanya yang sakit mengingat semua itu.
Ardian sudah seperti orang kesakitan dengan dengan memegang kuat kepalanya dengan ke-2 tangannya dengan wajah memerah dan air matanya yang menetes.
" Ardian kau sungguh bajingan, tidak mungkin, semuanya tidak mungkin terjadi tidak mungkin! aku akan membunuh kalian ber-3. Aku akan membunuh kalian!" teriak Ardian dengan suara menggelegar yang mana dia sudah menghancurkan hidup gadis 17 tahun.
Dia sudah merebut kehormatan wanita itu dan telah memberikannya pada teman-temannya dengan di siksa sehingga Melody depresi dan bahkan sampai melakukan percobaan bunuh diri. Semua hancur dalam sehari dan Ardian baru tau kejadian yang sebenarnya dan sekarang apa lagi yang mau di sesali.
Marsel memang tau itu kejadiannya. Dia hanya tau adiknya itu di perkosa menurut pengakuan Melody dan Marsel mana tau kalau Ardian dan Melody sudah melakukan hubungan terlarang dengan ikatan cinta tanpa pernikahan. Lain cerita kalau Marsel tau hal itu. Mungkin 4 tahun lalu Ardian pasti sudah menjadi mayat.
************
Lea berada di kamarnya dan membaca surat dari Lia.
" Apa ini Lia temanku," batin Lea yang penasaran dengan Lia siapa yang mengirim surat itu. Lea tidak ingin membuang-buang waktu dan langsung membacanya.
" Maafkan aku Ardian. Aku baru bisa memberitahumu sekarang. Ini juga aku memberanikan diri. Karena aku mendengar dari keluarga Melody jika kamu dan Melody menikah. Aku tidak tau apa yang terjadi Ardian. Aku hanya ingin memberitahu kejadian 4 tahun lalu. Ya aku dan kak Dimas menyaksikan semuanya di mana Rio, Ari, dan Boy berbuat jahat pada Melody seperti di dalam rekaman itu.
...Aku dan kak Dimas berusaha menolong Melody saat itu. Tetapi Melody tidak percaya pada kamu dan akhirnya Melody kabur sendiri. Melody melarikan diri Ardian saat Rio dan teman-temannya ingin melanjutkan aksi mereka. Ituah sebabnya Melody pergi saat itu....
...Namun Rio mengetahui aku dan kak Dimas yang membebaskannya. Sampai akhirnya mengancamku dan membuat kakakku sekarat. Aku diancam selama bertahun-tahun dan itu sebabnya aku tidak berani untuk memberitahumu Ardian....
...Maafkan aku Ardian. Aku benar-benar menyesal tidak memberitahumu. Semua yang di katakan Rio padamu, mengatakan Melody pergi dengan Pria lain adalah kebohongan semuanya bohong Ardian. Pada kenyataannya Melody lari untuk menjaga diriny. Tapi sekarang aku menjadi lega dengan kamu yang akhirnya tau dan Melody yang bisa sembuh dari depresinya....
^^^Lia sahabatmu.^^^
Membaca tulisan surat itu membuat Lea benar-benar shock yang tidak menyangka jika Rio ada di balik semuanya. Bukan hanya Rio, Boy, dan Ari juga mempunyai niat yang tidak terpuji dan selama ini tersembunyi selama 4 tahun lamanya.
__ADS_1
Bersambung