Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab220 Pertunangan.


__ADS_3

Hari ini bertepatan dengan lamaran Lea. Hari bahagia yang sudah di tunggu-tunggu Lea dan juga Alvin karena mereka akan sampai di pelaminan setelah menyelesaikan proses lamaran yang berjarak beberapa hari saja menuju pernikahan.


Lamarannya di adakan di rumah sendiri yang sejak kemarin sudah di hias sedemikian rupa dengan dekor-dekor tradisional. Karena memang tidak boleh lepas dari budaya yang ada.


Untuk tuan rumah sendiri memakai pakaian seragam kebaya berwarna ungu muda lengkap dengan rok batik lilit yang membuat para wanita tampil cantik dan anggun. Maupun yang paling tua sampai yang masih remaja tetap memakai pakaian senada tersebut. Untuk para lelaki di gunakan pakaian batik senada dengan rok yang di pakai para wanita.


Tamu-tamu yang di undang ke acara tersebut sudah mulai berdatangan begitu juga dengan keluarga Melody yang pasti memang akan datang.


" Kita sudah bisa mulai acaranya Eyang. Keluarga Alvin sudah datang!" ucap Ardian barusan menyambut keluarga Alvin dan bahkan sudah menduduki kursi yang di sediakan.


" Baiklah mari kita mulai saja acaranya.. Bagaimana dengan Lea apa dia sudah siap?" tanya Eyang.


" Iya Eyang, Lea sudah siap," jawab Ardian.


" Baiklah kita mulai saja acaranya," sahut Eyang besar yang terlihat cemas. Ya mungkin dia takut acaranya tidak akan berjalan dengan lancar.


Alvin yang duduk paling depan di barisan keluarganya terlihat gugup. Dia tidak pernah segugup ini sebelumnya. Padahal ini baru lamaran saja. Namun sudah begitu gugup. Bagaimana jika nanti ijab kabul mungkin Alvin akan keringat dingin.


Semua keluarga dan para tamu juga sudah menduduki tempat-tempat yang di sediakan sebelumnya dan termasuk dengan Ardian dan Melody yang sejak tadi Melody merangkul tangan Ardian.


" Lea lama sekali turunnya," ucap Ardian.


" Bentar lagi juga turun, Febby dan Aliya sedang memanggilnya," jawab Melody.


" Aku tidak percaya. Jika Lea dan Alvin bisa-bisanya akan menikah," ucap Ardian.


" Sama aku juga tidak percaya. Tetapi mungkin itulah jodoh," jawab Melody.

__ADS_1


" Iya sayang kamu benar. Karena kita tidak pernah tau jodoh kita itu siapa," sahut Ardian. Melody mengangguk saja.


" Itu Lea!" ucap Melody yang matanya melihat ke arah atas yang di ikuti oleh Ardian. Lea yang turun dengan Febby dan Aliya yang memegang tangannya di kiri dan di kanan.


Lea tampak begitu cantik dengan kebaya Toska dengan rok batik. Bagian rambutnya di sanggul secantik mungkin. Ya penampilannya begitu berbeda. Dia menjadi wanita yang sangat anggun dan terkesan pendiam.


Cantiknya Lea membuat Alvin tidak berkedip sama sekali. Mungkin penampilan Lea yang seperti ini baru pertama kali buat Alvin dan Alvin harus pangling dengan penampilan calon istrinya itu.


Ternyata mata Lea juga melihat fokus pada Alvin. Hal itu membuat Lea begitu gugup yang mendapat tatapan begitu dalam.


" Awas jatuh kak Lea!" tegur Febby.


Lea tersentak dan menggoyangkan kepalanya. Ya dia memang mungkin akan jatuh kalau masih saja melihati Alvin.


" Bentar lagi juga sampai kok Lea. Jadi bersabarlah," goda Aliya dengan senyum-senyum.


Setelah Lea sampai pada tempat untuk pertukaran cincin. Alvin pun melangkah bersama orang tuanya yang mengikuti arahan dari MC.


Alvin berdiri di depan Lea dengan memegang boucket bunga. Di mana mereka saling menatap dengan debaran jantung yang lebih kencang dari biasanya. Alvin tersenyum dan memberikan boucket tersebut pada Lea.


" Kamu sangat cantik hari ini!" puji Alvin yang masih sempat-sempatnya berbisik pada Lea dan itu membuat Lea semakin gugup.


" Baiklah sekarang kita langsung saja melakukan pertukaran cincinnya," sahut MC yang memberi arahan.


Cincin tersebut di bukakan oleh pihak keluarga Alvin yang akan di berikan pada Lea dan di bukakan pihak keluarga Lea yang di berikan pada Alvin.


Tidak menunggu lama akhirnya Alvin dan Lea sama-sama melakukan pertukaran cincin. Wajah Lea begitu berseri-seri ketika cincin itu sudah terpasang di jarinya. Begitu juga dengan Alvin yang sudah memakai cincin.

__ADS_1


Prok prok prok prok prok prok.


Mereka mendapatkan tepuk tangan yang meriah saat sudah resmi bertunangan. Lea dan Alvin sama-sama terharu yang tidak percaya jika mereka akan melangkah sejauh ini.


" Akhirnya aku bisa bertunangan dengan Alvin. Aku tidak percaya. Jika sebentar lagi aku akan menjadi istrinya Alvin," batin Lea yang tidak bisa menggambarkan kebahagiannya seperti apa yang terus menatap Alvin dengan senyuman yang indah. Alvin juga tersenyum kepadanya.


" Terima kasih Lea sudah memberiku banyak kesempatan untuk menjadi seseorang yang sempurna. Aku begitu beruntung bisa bertemu dengan kamu," batin Alvin yang menatap Lea begitu tulus.


Orang-orang yang menjadi tamu undangan dan juga keluarga dari ke-2 belah pihak juga sama-sama tersenyum tulus penuh kebahagiaan dengan melihat pasangan yang akan sampai menuju halal itu. Ternyata tidak untuk Iriana ibu kandung Lea.


Di mana dia yang ada di atas melihat acara tersebut. Iriana hanya mengepal tangannya dengan tatapan penuh kebencian melihat acara tersebut yang berjalan dengan lancar.


Bahkan dia tidak di libatkan sama sekali. Sebenarnya Eyang sudah membujuknya lagi dan memberi pengertian padanya. Tetapi tetap saja Iriana tidak mau dan tetap bersih keras dengan pendiriannya. Ya Eyang sudah tidak bisa mengatakan apa-apa lagi dan jika Iriana tidak mau ya sudah.


Makanya Iriana tidak ada di acara pertunangan itu. Karena dia masih tidak terima dan sekarang hanya melihat penuh kebencian dari atas.


" Kamu benar-benar tidak menganggapku Lea. Aku ibu yang melahirkanmu. Tetapi kau bisa-bisanya tersenyum bahagia seakan menganggapku sudah mati," batin Iriana yang menyorot tajam Lea di bawah sana.


Sampai akhirnya Lea pun melihat ke arah mamanya yang ada di sana.


" Aku tidak tau mah apa lagi yang harus aku lakukan. Agar mama bisa menerima Alvin. Kau sangat bahagia bersamanya dan terlebih lagi dia banyak membantuku dan sering melindungiku. Mungkin mama merasa. Kalau aku mengabaikan mama. Tetapi pada kenyataannya tidak lah seperti itu. Aku sudah berusaha semampuku untuk membuat kita berdamai. Tetapi mama yabg tidak membuka jalan itu untukku," batik Lea yang menatap sendu mamanya yang berada di atas sana.


Alvin menyadari jika calon istrinya itu sedang sedih. Karena matanya mengarah pada wanita yang menentang hubungan mereka sampai akhirnya membuat Alvin meraih tangan Lea dan menggenggamnya erat membuat Lea menoleh ke arah Alvin.


" Semuanya akan baik-baik saja. Dan apa yang terjadi bukan kesalahanmu. Kita sudah berusaha dengan semampu kita," ucap Alvin yang ingin membuat Lea tidak berpikiran tentang mamanya yang menentang hubungan mereka dan Lea hanya menganggukkan kepalanya saja.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2