Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 135 Membawanya pergi.


__ADS_3

Suasana di ruang tamu itu semakin tegang dengan kata-kata yang keluar dari mulut Melody yang menandakan sesuatu jika Melody sudah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


Dania sampai berdiri dan langsung menghampiri Melody dengan memegang pundak Melody. " Melody ada apa nak apa yang kamu bicarakan?" tanya Dania dengan lembut.


" Katakan pada kak Marsel mah, jangan membawa Chaca. Chaca bukan anak mereka," sahut Melody yang membuat semuanya semakin kaget. Tatapan Marsel langsung jatuh pada Ardian.


" Kenapa kamu bisa bicara seperti itu Melody?" tanya Gadis.


" Aku bicara apa adanya. Chaca bukan anak kalian," sahut Melody menegaskan.


" Jangan bicara seperti itu Melody. Chaca memang dekat dengan kamu. Tetapi bukan berarti dia itu anak kamu," sahut Gadis yang tampaknya belum siap dengan kenyataan jika Chaca akan di ambil Ardian dan Melody.


" Ardian, aku tidak percaya. Jika kamu benar-benar penghiyanat. Kamu mengingkari janji kamu. Kamu sungguh egois Ardian. Kamu tidak pernah memikirkan perasaan kami," sahut Gadis yang melampiaskan kemarahannya pada Ardian. Sementara Ardian sama sekali tidak tau apa-apa.


" Aku tidak bicara apapun kepadanya," sahut Ardian yang membela dirinya.


" Jika tidak bicara kepadanya. Mana mungkin dia mengatakan hal itu. Jadi jangan menjadi seorang pembohong," sahut Gadis menegaskan.


" Jadi benarkan Chaca bukan anak kalian," sahut Melody yang semakin yakin karena mendengar pertengkaran itu.


" Apa yang kamu bicarakan Melody," sahut Wawan.


" Jika Chaca anak kalian. Kalau begitu katakan di mana anakku?" sahut Melody menekankan yang memang dia pada akhirnya mengingat jika dia pernah hamil.


Yang lainnya semakin kaget dan saling melihat dan Dania merasakan tubuh Melody bergetar yang berusaha untuk mengingat-ingat sesuatu.


" Kenapa diam? Katakan anakku di mana. aku melahirkan saat itu dan saat itu juga aku juga mengingat menggendong bayi. Dan kak Gadis sama sekali tidak pernah hamil. Katakan di mana anakku," sahut Melody dengan air matanya yang ingin mengetahui semuanya yang mana dia yang berbicara sambil mengingat-ingat semuanya.


" Melody!" lirih Ardian.


" Kak Ardian kamu pernah bertanya padaku masalah anak dan aku mengingat semuanya. Jika saat itu aku pernah melahirkan. Dan bantu aku tanya pada mereka. Jika mereka menyembunyikan sesuatu dariku," ucap Melody dengan menguatkan Volume suaranya.

__ADS_1


" Katakan mah, dimana anakku. Chaca adalah anakku," sahut Melody dengan yakin dengan apa yang di tebaknya.


" Melody Chaca bukan anak kamu. Saat itu kamu melahirkan dan anak kamu yang kamu lahirkan sudah tiada," sahut Gadis dengan sedikit teriakan yang mengarang cerita.


Jujur Ardian saat itu sakit hati dengan apa yang di katakan gadis yang mengatakan anak mereka tiada. Tetapi dia sama sekali tidak bisa melakukan apa-apa.


" Bohong. Jika Chaca bukan anakku. Lalu kenapa darahnya bisa sama dengan darah Ardian dan darah kalian ber-2 sama sekali tidak sama. Semua kesamaan yang di miliki Chaca sama dengan Ardian dan bahkan banyak kemiripan. Jadi masih mengelak jika Chaca bukan anakku dan iya aku yakin jika Ardian sudah tau masalah ini dan kalian pasti sengaja pergi tiba-tiba ingin membawa Chaca dari ku," teriak Melody.


" Melody sayang kamu tenang dulu. Jangan seperti ini Melody. Kamu harus tenang," ucap Dania menenangkan Melody.


" Aku tidak bisa tenang mah. Mama dan yang lainnya menyembunyikan semuanya dariku dah sekarang membiarkan mereka membawa anakku tanpa memikirkan perasaanku," sahut Melody yang tidak bisa mengendalikan dirinya.


" Tidak aku tidak akan membiarkan semua ini terjadi. Aku tidak akan membiarkan kalian mengambil anakku. Tidak akan aku biarkan semua itu. Tidak akan," ucap Melody yang langsung berlari.


" Melody kamu mau kemana!" teriak Gadis.


Melody yang berlari dengan kencang ternyata memasuki kamar Chaca yang masih bersama Febby. Febby bahkan di kagetkan dengan suara bukaan pintu yang membuatnya terkejut.


" Mau kemana Aunty?" tanya Chaca heran yang sudah berada di gendongan Melody dan Melody langsung dengan cepat keluar dari kamar.


" Kak Melody mau kemana!" panggil Febby yang panik dan langsung keluar dari kamar.


Sementara di ruang tamu suasana semakin tegang dan mereka akhirnya melihat Melody yang menuruni anak tangga yang menggendong Chaca yang membuat Marsel dan yang lainnya kaget.


" Melody!" ucap Gadis yang menghampiri Melody, " mau kemana kamu?" tanya Gadis panik.


" Aku tidak akan membiarkan kalian membawa Chaca pergi," ucap Melody menyinggir dari hadapan Gadis.


" Melody kamu jangan seperti ini. Kamu tidak bisa membawa Chaca begitu saja," ucap Gadis yang tampaknya tidak terima.


" Kenapa? dia bukan anak kalian. Jadi jangan mencegahku," ucap Melody menegaskan yang takut jika Chaca akan di bawa pergi darinya.

__ADS_1


" Melody kamu dengarkan kakak dulu. Mari bicara baik-baik. Jangan seperti ini," ucap Marsel.


" Aku tidak akan mendengarkan kalian lagi. Kalian sudah membohongiku dan itu sudah cukup. Aku tidak peduli lagi dengan apa yang kalian katakan. Aku akan membawa Chaca bersamaku. Karena semua bukti adalah benar jika Chaca adalah anakku bukan anak kalian," tegas Melody dengan yakin.


" Melody kamu tenang dulu. Kamu jangan gegabah seperti ini," ucap Wawan.


" Tidak pah. Aku tidak gegabah justru mereka yang gegabah. Mereka begitu jahat kepadaku. Mereka ingin memisahkan ku dari Chaca. Ayo kak Ardian kita pergi dari sini!" ajak Melody yang melanjutkan langkahnya dan Marsel langsung menahan tangan Melody dengan berdiri di hadapan Melody.


" Turunkan Chaca!" titah Marsel dengan suara rendahnya. Sementara Chaca yang di gendongan Melody hanya diam yang tidak tau apa-apa sama sekali.


" Aku tidak akan menurunkannya," sahut Melody.


" Kakak bilang turunkan!" gertak Marsel dengan suara yang menggelegar namun Melody tetap kekeh dan tidak akan menurunkan Chaca dari gendongannya.


" Kamu tidak mendengar Melody. Turunkan kakak bilang!" teriak Marsel lagi.


" Kak Marsel cukup!" sahut Ardian yang pasang badan.


" Jangan ikut campur," sahut Marsel.


" Aku jelas ikut campur. Karena Melody adalah istriku. Jadi jelas aku ikut campur," sahut Ardian menegaskan.


" Pintar sekali kamu bicara Ardian. Setelah apa yang kamu lakukan dan kamu juga mengingkari janji kamu dan kalian berdua ingin membawanya pergi," sahut Marsel dengan wajahnya yang memerah yang benar-benar emosinya yang terpancing.


" Seperti apa yang aku katakan sebelumnya. Aku mengakui kesalahanmu dan menerima konsukuensinya dan terserah sejauh apa kakak ingin memisahkan ku dari anakku. Tetapi yang aku katakan lama kelamaan dia pasti kembali kepadaku tanpa aku harus memberi tahu kebenarannya," ucap Ardian.


" Jadi tolong jangan bentak Melody dan paksa Melody," tegas Ardian yang memegang tangan Melody dan langsung membawanya pergi bersama dengan Chaca yang di gendong Melody.


" Chaca!" teriak Gadis yang langsung berlari mengejar Chaca.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2