Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 128 keputusan yang berat.


__ADS_3

Wawan melihat ke arah Ardian yang mana Ardian tidak bisa berpendapat apa-apa. Wawan juga tidak bisa bicara apa-apa dan hanya menepuk bahu Ardian yang tidak tau artinya.


" Mungkin memang iya, aku tidak pantas harus bersama Chaca. Aku membiarkan Melody berjuang sendiri dan bahkan keluarganya banyak berkorban dan sekarang aku ingin memilikinya yang harus bersamaku. Mungkin adalah hukuman untukku yang tidak akan di beri kesempatan untuk bersama darah dagingku. Ya ini hukuman dan rasanya begitu sakit," batin Ardian.


Ardian menyadari segalanya dan bahkan merenungi yang pasrah jika memang harus di takdirkan hanya tau tanpa memiliki. Dia sadar diri dengan posisinya yang tidak pantas mendapatkan segalanya dengan mudah.


*********


Marsel duduk termenung di salah satu bangku di luar rumah sakit. Wajahnya yang terlihat murung.


" Melody benar aku yang membuat dia dan Ardian yang akhirnya memulai segalanya. Karena marah dan ingin Ardian menebus kesalahannya. Aku memaksanya tetap mempertahankan rumah tangganya dan pada akhirnya apa yang terjadi. Apa yang seharusnya menjadi rahasia malah terbongkar di waktu yang seharusnya belum waktunya," batin Marsel yang tidak tau apa kah dia menyesal atau tidak.


" Sekarang semuanya sudah terbongkar. Aku melihat mama dan papa berpihak pada Ardian tanpa memikirkan perasaan Gadis. Aku juga tidak bisa melakukan apa-apa kepada Gadis," batin Marsel.


Gadis yang sedari tadi mencari suaminya akhirnya menemukannya dan langsung duduk di samping suaminya. Gadis menggenggam tangan suaminya itu.


" Apa Chaca akan di ambil Ardian?" tanya Gadis yang pasti pikirannya langsung mengarah ke arah sana. Marsel diam yang tidak bisa menjawab apa-apa.


" Saat kamu mengetahui Melody di perkosa. Kamu begitu membenci orangnya dan saat Melody hamil. Kamu juga rasanya tidak ingin ada bekas dari perbuatan Pria jahat terhadap Melody. Namun ego kamu di kalahkan saat melihat foto USG pertama Melody. Kita menerimanya dengan baik bahkan menjadikan Chaca sebagai anak kandung kita dan aku juga seakan lupa untuk fokus hamil dan melakukan program ini itu. Karena aku sudah merasa memiliki anak,"


" Sayang apa ini terlalu cepat untuk kita. Apa panggilan mama dari Chaca tidak akan ku dengar lagi," Gadis pasti berat menerima kenyataan itu. Jika apa yang di pikirkannya harus terjadi.


Mungkin ini tidak pernah di pikirkan Gadis maupun Marsel. Karena memang mereka taunya Melody di perkosa orang yang tidak di kenal dan pasti sangat tidak mungkin Pria itu akan muncul. Tetapi malah tidak di duga jika anak yang mereka anggap anak sendiri darah daging Ardian. Ardian dan Melody sudah menikah dan pasti kenyataannya akan berbeda dari sebelumnya.

__ADS_1


" Aku juga melihat mama dan papa akan memberikan Chaca pada Melody dan Ardian. Lalu aku bagaimana kita. Apa kita tidak akan bisa bersamanya lagi.?" tanya Gadis yang merasa begitu sesak.


" Maafkan Gadis, aku tidak bisa melakukan banyak hal, mungkin sudah takdir," sahut Marsel dengan memeluk istrinya yang akhirnya menangis. Dia juga pasti takut jika akhirnya Chaca bersama orang tua kandungnya.


" Aku tidak tau harus seperti apa. Kenapa rasanya aku takut. Jika akhirnya itu terjadi," ucap Gadis.


" Jika itu terjadi. Maka kita harus siap," sahut Marsel. Mendengar kata-kata suaminya membuat Gadis semakin menangis yang begitu takut kehilangan Chaca.


************


Melody yang sudah agak enakan. Melody langsung kekamar Chaca untuk melihat kondisi Chaca di mana Melody duduk di samping Chaca dengan mengusap-usap rambut Chaca.


" Kapan keponakan Aunty akan bangun. Apa keponakan Aunty sudah tidak sayang pada Aunty. Chaca harus tau Aunty sudah kangen sama Chaca," ucap Melody dengan wajahnya yang senduh melihat terus Chaca yang tidak iya ketahui anaknya sendiri.


Ardian berdiri di depan pintu yang melihat Melody di dalam sana. Ardian hanya diam yang tidak tau harus berpendapat seperti apa.


" Ardian!" tegur Dania. Ardian membalikkan tubuhnya yang melihat ke-2 mertuanya ada di belakangnya.


" Kami hanya orang tua yang mempunyai anak dan haru adil pada anak kami. Kami juga harus memikirkan perasaan anak kami dan juga tidak bisa terus menutupi segala sesuatunya. Tapi selama puluhan tahun ini lah yang paling berat yang kami hadapi ber-2. Di mana saat ini kami tidak menjadi orang tua yang adil," ucap Dania yang tidak bisa memutuskan apa-apa.


" Ardian, kami berusaha untuk tidak ikut campur dan sekarang kami hanya menyerahkan semua kepadamu. Tapi tolong jangan berpikir untuk 1 titik saja," sahut Wawan yang menyerahkan semua pada Ardian.


Ardian menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan dengan wajahnya yang tampak sendu. " Biarkan semuanya tetap seperti ini. Aku tidak berniat untuk merusak apapun. Dan juga tidak berniat untuk merebut Chaca. Jika hukuman untukku. Maka aku akan jalani. Jadi biarkan Chaca tetap menjadi keponakan Melody," ucap Ardian dengan keputusannya.

__ADS_1


Dania dan Wawan saling melihat yang pasti tidak percaya dengan keputusan Ardian. Sebelumnya Ardian sudah memikirkan semuanya.


" Mungkin nanti ada waktunya Melody tau semuanya. Tetapi biarlah untuk sekarang semua tetap seperti ini," lanjut Ardian.


" Apa kamu sungguh akan melakukan ini?" tanya Dania.


Ardian menganggukkan kepalanya, " tapi tolong jangan pisahkan aku dari Melody. Aku akan memperbaiki semuanya dan memulai semuanya dengannya. Aku akan mengganti lukanya dengan kebahagian," ucap Ardian yang meminta syarat.


Dania dan Wawan harus mengakui jika apa yang di katakan Ardian begitu tulus. Terlihat dari mata Ardian yang berbicara dengan serius yang memang ingin belajar dari kesalahan.


" Melody walau batin kamu bergejolak yang kamu tidak tau kenapa dan pasti membuat kamu bingung. Tetapi aku tidak punya pilihan. Kita harus mengalah. Percayalah jika memang takdir ingin kita menjaga dan membesarkan Chaca. Maka itu akan datang sendiri. Walau kita mengalah. Kita akan kehilangannya," batin Ardian dengan berat hati memberikan keputusan itu.


" Kamu tidak apa-apa Ardian untuk semua ini?" tanya Dania.


" Aku sudah memikirkannya dan pasti begitu berat. Tetapi aku tidak punya pilihan. Jika kalian memberiku maaf dan banyak kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Lalu kenapa tidak aku juga harus bisa mengambil keputusan dengan bijak tanpa menyakiti siapapun," sahut Ardian.


Di sisi lain ternyata Gadis dan Marsel mendengarkan apa yang di bicarakan Ardian. Pasangan suami istri itu saling melihat.


Febby juga tidak jauh dari sana yang mendengar segalanya.


" Kasihan kak Ardian, dia tau anaknya siapa. Tetapi tidak bisa bersama anaknya. Kak Marsel dan Kak Gadis juga kasihan yang harus kehilangan Chaca," batin Febby yang hanya bisa menjadi penonton.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2