Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 264 Bertemu.


__ADS_3

Kondis Rasti semakin membaik. Karena memang hanya tinggal pemulihan saja untuk Rasti. Bahkan Rasti sudah melakukan perawatan di Apertemen saja. Untuk pemulihannya. Yang mungkin sebentar lagi Rasti pasti akan sembuh.


Sementara di kediaman di rumah pasti sedang mempersiapkan pernikahan untuk Rasti dan Evan. Akan di adakan pesta lagi. Belum genap 1 tahun resepsi Ardian dan Melody. Alvin dan Lea sudah menggelar pernikahan dengan acara yang besar dan sekarang menyusul lagi Evan dan Rasti.


Tidak ada masalah sebenarnya. Karena mereka juga bukan saudara kandung yang katanya tidak boleh pesta dalam setahun. Mereka hanya saudara sepupu dan itu hal yang sangat wajar.


Melody dan Ardian menyempatkan diri untuk menikmati makan malam di salah satu Restaurant. Karena banyaknya masalah DNA ikut ambil andil dalam persiapan pernikahan Rasti dan Evan. Ke-2 pasangan itu jarang memiliki waktu berduaan. Pasangan itu tidak pernah menghabiskan waktu berduaan dan sekarang ada kesempatan pasangan itu memilih untuk dinner romantis.


" Kamu suka tempatnya?" tanya Ardian.


Melody mengangguk dengan melihat di setiap arah yang tempat di pilihkan suaminya memang sangat bagus dan begitu romantis.


" Aku menyukai tempatnya dan juga makanannya. Semuanya sangat enak. Aku menyukainya apa lagi yang membawaku kemari. Itu sangat aku sukai," jawab Melody.


" Kalau itu memang harus," sahut Ardian. Melody mengangguk-angguk dengan tersenyum lebar.


" Kamu makan lagi. Kamu ada yang mau di tambah lagi?" tanya Ardian.


" Hmmmm, apa ya,"? Melody melihat-lihat ke arah makanan yang tersaji di meja.


" Aku mau cumi gorengnya lagi," jawab Melody.


" Baiklah sayang aku akan pesan lagi," sahut Ardian. Melody mengangguk dan Ardian langsung melihat di sekelilingnya memanggil pelayan.


" Mbak!" sahut Ardian mengangkat tangannya memanggil pelayan.


" Ada yang bisa saya bantu pak?" tanya pelayan itu yang berdiri di samping Ardian dan Ardian belum melihatnya sama sekali.


" Raisa!" ucap Melody saat menyadari wanita yang memakai seragam pramusaji itu adalah Raisa dan Ardian juga langsung melihat ke sebelahnya.


" Melody Ardian," ucap Raisa yang juga terkejut dengan Ardian dan Melody.


" Kamu bekerja di sini?" tanya Melody. Raisa menganggukkan kepalanya dengan tersenyum.


" Kamu baik-baik saja?" tanya Ardian.


" Iya Ardian aku baik-baik saja. Semenjak aku pindah. Aku langsung dapat pekerjaan dan di sini sangat nyaman," jawab Raisa tersenyum yang merasa lebih baik dari sebelumnya.


" Syukurlah kalau begitu. Kalau ada apa-apa. Kamu bilang sama Eyang ya," ucap Ardian.


" Iya Ardian. Oh iya Melody aku belum sempat mengatakan maaf untukmu. Aku benar-benar menyesal dengan semua yang aku lakukan padamu. Mungkin hanya dengan maaf tidak akan bisa menebus kesalahanku. Tapi aku akan berusaha untuk menjadi lebih baik," ucap Raisa dengan tulus.

__ADS_1


Melody tersenyum mendengarnya.


" Sudahlah Raisa lupakan saja kejadian itu. Kalau tidak ada kejadian yang lalu tidak akan ada kebahagiaan. Jadi lupakan saja semuanya," ucap Melody yang berbesar hati memaafkan Raisa.


" Makasih Melody. Aku benar-benar bahagia. Aku jauh lebih leluasa sekarang," ucap Raisa. Melody mengangguk dengan tersenyum.


" Ya sudah kalau begitu. Kalian tadi pesan apa?" tanya Raisa.


" Aku mau cuminya lagi," jawab Melody.


" Baiklah!" Raisa tampak menulis pesanan Melody.


" Tunggu sebentar ya. Aku akan mengambilnya," ucap Raisa dengan ramah.


" Raisa sebentar!" Melody menghentikannya dan Raisa tidak jadi pergi. Melody terlihat mengambil sesuatu dari dalam tasnya.


" Minggu depan Evan dan Rasti akan menikah. Kamu datang ya. Mungkin Eyang juga akan mengundangmu. Tetapi aku ingin yang pertama mengundangmu," ucap Melody memberikan undangan pada Raisa.


" Evan dan Rasti akan menikah?" tanya Raisa cukup terkejut.


" Benar Raisa teman ribut mu akan menikah," sahut Ardian.


" Ya ampun nggak nyangka banget mereka berdua menikah juga akhirnya," ucap Rais dengan tersenyum.


" Iya Melody aku pasti datang. Makasih ya. Ya sudah aku ambil dulu pesanan kalian," ucap Raisa yang langsung pergi.


Melody melihat terus ke arah Raisa yang memang sekarang auranya sudah begitu positif.


" Benar kata mama dia sudah berubah," ucap Melody.


" Kita doakan saja semoga dia juga menemukan kebahagiannya selanjutnya," ucap Ardian.


" Iya sayang," sahut Melody yang melanjutkan makannya kembali berbincang-bincang dengan suaminya. Tidak lama akhirnya Raisa kembali datang untuk mengantarkan pesanan cumi Melody.


" Silahkan di nikmati," ucap Raisa.


" Makasih Raisa," sahut Melody.


" Kalian mau pesan sesuatu lagi?" tanya Raisa.


" Apa lagi ya," sahut Melody.

__ADS_1


" Hmmm, aku boleh tidak tambah jus jeruknya?" tanya Ardian.


" Pasti boleh, aku ambil sebentar ya!" ucap Raisa berbalik badan. Namun saking semangatnya dia tidak melihat wanita berjalan kearahnya dan akhirnya saling bertabrakan.


" Astaga!" pekik wanita itu terkejut. Saat gelas berisi minuman di pegangnya langsung tersiram pada bajunya yang membuat Raisa kaget, begitu juga dengan Melody dan Ardian.


" Ya ampun mbak maaf saya tidak sengaja," ucap Raisa dengan panik.


" Kamu itu buta ya. Lihat pakaian saya jadi kotor seperti ini," ucap wanita itu marah-marah.


" Maaf mbak tapi benar saya tidak sengaja. Saya akan membersihkannya," ucap Raisa dengan takutnya.


" Jangan menyentuh saya dengan tangan kotor kamu itu. Kamu itu benar pelayan goblok!" maki wanita itu.


" Mbak!" tegur Melody kesal dan langsung berdiri, " dia sudah minta maaf. Seharusnya mbak gak perlu berlebihan seperti itu," ucap Melody kesal dengan wanita yang memaki Raisa.


" Sudah Melody aku tidak apa-apa kok," sahut Raisa semakin takut membuat keributan karena orang-orang sudah memperhatikan mereka.


" Kamu siapa. Jangan ikut campur kamu. Lihat baju saya," sahut wanita itu dengan kesalnya.


" Mbak sudahlah jangan terlalu di besar-besarkan," sahut Ardian yang juga membela Raisa.


" Kalian berdua ini jangan ikut campur. Kalian pelayan juga di sini hah!" ucap wanita itu dengan kesal.


" Ada apa ini!" tiba-tiba suara seorang pria datang yang menghampiri keributan. Melody, Ardian dan Raisa melihat ke arah pria tersebut. Raisa begitu terkejut melihat pria yang di samping wanita itu.


" Axel!" batin Raisa.


" Raisa!" batin Axel yang juga terkejut melihat Raisa.


" Sayang lihat pakaian ku jadi kotor karena pelayanan bodoh ini," ucap wanita itu yang memanggil Axel sayang.


Raisa begitu terkejut mendengarnya dan melihat Axel dengan penuh tanya. Selama dia keluar dari rumah itu tidak sekalipun bertemu Axel, tidak ada kabar dan menghilang begitu saja dan sekarang wanita yang memakainya memanggil Axel dengan sayang.


Ada sakit yang tergores di hati Raisa mendengar hal itu. Banyak yang harus di pertanyakannya dan apa-apa saja yang harus di cernanya dengan pertemuannya untuk pertama kalinya dengan Dokter yang merawatnya selama ini.


...🌹Para readers ku jangan lupa ya mampir ke Novel terbaru aku. Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah....


...Menceritakan kisah Asyifa yang sudah dewasa. Kalau kalian membaca novel Tertulis Dalam Imamku. Ada sepenggallan cerita Asyifa saat kecil. Asyifa anak dari Rania dan Rendy. 🌹🌹🌹...


...Jadi yang menunggu-nunggu ceritanya sekarang sudah di up ya. Tinggalkan jejak, komet dan vote sebanyak-banyaknya ya. Terima kasih untuk semuanya....

__ADS_1



Bersambung


__ADS_2