Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 136 Sulit untuk di terima.


__ADS_3

Melody dan Ardian keluar dari rumah itu dengan menggendong Chaca yang tetap diam namun kebingungan. Mereka malah lebih seperti membawa Chaca kabur dari Marsel dan Gadis.


" Melody tunggu!" Gadis yang berlari sejak tadi akhirnya mendapati Melody dan menahan Melody untuk membawa Chaca memasuki mobil, " aku mohon jangan bawa dia pergi. Dia anakku," ucap Gadis yang tetap ingin memperjuangkan Chaca sebagai anaknya.


Melody mendengarnya mendengus dengan sedikit senyum pada kakak iparnya itu, " anak kakak bilang. Dia bukan anak kakak, dia anakku," sahut Melody dengan yakin.


" Melody kamu jangan menduga-duga. Bagaimana mungkin seorang anak. Anak yang mana. Anak kamu dan Ardian. Anak itu sudah mati!" tegas Gadis.


Sementara orang-orang yang tadinya masih ada di rumah sudah keluar semua dan mendekati Melody, Ardian dan gadis yang berada di dekat mobil.


" Mati, dia tidak pernah mati. Aku tidak bodoh. Aku ingat semuanya, jika saat itu melahirkan, aku juga menggendong seorang bayi. Aku mengingat semuanya. Jadi jangan membohongiku," ucap Melody dengan suaranya yang bergetar.


" Tidak Melody yang kamu pegang adalah bayiku. Anak kamu tidak ada. Jadi kembalikan Chaca kepadaku," Gadis pun berusaha untuk merebut Chaca dari tangan Melody dan Melody menghindar. Sementara Chaca mulai takut bertanya-tanya kenapa dia di perebutkan.


" Jangan sentuh dia!" bentak Melody yang berusaha untuk menjauhkan Chaca dari Gadis. Chaca sudah meneteskan air mata. Namun tidak terdengar suara tangis. Dia bingung takut dan bercampur aduk.


" Hentikan semua ini!" bentak Wawan yang berdiri di tengah untuk mencegah perebutan ini.


" Pa, Chaca anakku. Katakan pada Melody Chaca itu anakku," ucap Gadis yang dengan tangisannya.


Wawan juga bingung harus seperti apa. Wawan melihat Melody dan Melody geleng-geleng yang tidak mau di pisahkan dari Chaca.


" Papa tau kan apa yang terjadi. Jangan menyembunyikan apapun dari Melody. Chaca hak Melody bukan kak Gadis," sahut Melody yang tetap mempertahankan haknya.


" Cukup Melody!" sentak Marsel berdiri di samping istrinya dengan merangkul istrinya, " kakak rasa kamu pahami semuanya. Baru bertindak dan melakukan semua dengan suka-suka kamu," ucap Marsel dengan tegas.


" Aku tidak bertindak. Tetapi kakak dan istri kakak yang bertindak. Kalian ingin membawa Chaca pergi dari hidupku. Kalian melakukan itu. Karena Ardian sudah tau semuanya. Jadi bukan aku yang bertindak. Tetapi kakak dan kak Gadis," tegas Melody.

__ADS_1


" Terserah kamu mau berpikir apa. Tetapi kamu harus tau segalanya dan jika kamu masih tetap ngotot untuk membawa Chaca pergi. Maka jangan salahkan aku. Suami yang kamu bangga-banggakan itu akan aku masukkan ke penjara," ucap Marsel memberikan ancaman pada Ardian.


Pernyataan Marsel membuat semuanya kaget. Termasuk Ardian dan juga Melody.


" Marsel apa yang kamu bicarakan," sahut Dania.


" Dua orang ini sangat tidak tau diri. Sudah membuat malu. Membuat drama. Membuat heboh. Tidak tau terima kasih dan sekarang lihat apa yang mereka lakukan dengan seenaknya ingin mengambil Chaca. Maka jika kalian berdua tetap ingin melakukan itu. Maka aku juga tidak akan main-main dengan apa yang akan aku lakukan," tegas Marsel.


" Tidak kakak tidak bisa melakukan itu," sahut Melody.


" Jangan menantangku. Aku masih diam dan meloloskannya. Tetapi aku tidak akan diam lagi. Kau akan melihat bagaimana suami itu masuk penjara," ucap Marsel dengan wajah seriusnya.


Air mata Melody menetes dengan tubuhnya yang bergetar saat mendengar apa yang di katakan kakaknya. Melody melihat ke arah Ardian yang mana Ardian seakan serba salah.


" Melody kamu tetap bersama Chaca. Aku akan mempertanggung jawabkan perbuatanku," sahut Ardian yang rela di penjara asal Melody mendapatkan haknya.


" Chaca adalah hak kamu. Perjuangkan dia. Aku akan jujur pada keluargaku dan jangan khawatir mereka akan membantu kamu," ucap Ardian. Melody geleng-geleng yang mana mungkin bisa membiarkan Ardian berada di penjara.


" Silahkan lakukan Ardian. Kamu memang harus membusuk di penjara," sahut Marsel.


Melody semakin takut dengan kata-kata kakaknya, " aku mohon jangan lakukan itu. Biarkan aku dan Ardian hidup bahagia. Jangan pisahkan kami dengan cara seperti itu. Ini masa lalu. Aku menerima semuanya," ucap Melody dengan suara tangisnya.


" Kamu menerimanya karena kamu itu perempuan bodoh. Tetapi keluarga tidak menerima perbuatannya dan aku rasa mama dan papa akan setuju dengan ku kali ini," ucap Marsel yang melihat ke-2 orang tuanya secara bergantian. Namun tidak ada tanggapan dari ke-2 orang tuanya itu.


" Baiklah aku tidak akan membawa Chaca," sahut Melody dengan berat hati. Ketikan di suruh memilih dalam hidupnya. Antara suami dan juga anaknya.


" Melody jangan lakukan itu," ucap Ardian. Melody diam dan pasrah.

__ADS_1


Gadis yang melihat hal itu langsung mengambil Chaca dari gendongan Melody, saat itu Melody tidak menahan dan pasrah saat anaknya sudah tidak di gendongannya lagi.


Melody hanya melihat Chaca yang diam namun air mata Chaca yang terus menetes dan melihat dirinya. Di mana tatapan anak dan ibu yang sama-sama terharu.


" Bawa Chaca masuk!" titah Marsel. Gadis mengangguk dan langsung membawa Chaca masuk. Melody pun terus melihat Chaca yang memasuki rumah sama dengan Ardian yang hanya bisa melihat tanpa bisa memegang anaknya. Chaca terus melihat Melody sampai akhirnya dia memasuki rumah.


" Pergi kalian ber-2 dari sini! jangan pernah datang kerumah ini lagi!" usir Marsel.


" Marsel!" gertak Dania.


" Aku rasa mama dan papa akan setuju dengan ku. Mereka yang membuat perselisihan ini. Membuat onar dan ingin seenaknya. Jadi jika kaku benar-benar sangat membela suamimu. Pergi kepadanya dan jangan menginjakkan kaki di rumah ini. Karena pintu rumah ini sudah tertutup untuk kamu," tegas Marsel.


" Apa yang kamu bicarakan Marsel. Dia itu adik kamu," bentak Wawan.


" Aku sudah tidak menganggapnya keluarga. Aku sudah tidak peduli kepadanya. Karena tingkahnya sendiri. Jadi biarkan dia pergi dan tidak kembali lagi kerumah ini," tegas Marsel.


" Ayo kita masuk!" ajak Marsel yang membawa orang tuanya untuk masuk. Dania mana bisa melakukannya. Namun terlihat Marsel yang begitu memaksa Dani untuk masuk.


" Kamu juga masuk Feby!" tegas Marsel dan Febby serba salah yang tidak tau harus ala. Namun dia pun masuk. Wawan sendiri pun memijat kepalanya yang terasa berat.


" Bawa istrimu pergi dan jaga dia baik-baik," hanya kata-kata itu yang di katakan Wawan sebelum dia pergi.


" Chaca!" teriak Melody yang langsung terduduk dan menangis senggugukan. Ardian langsung berjongkok di depannya dan memeluk Melody.


" Chaca, Chaca!" hanya kata-kata itu yang terus di ucapkan Melody.


" Maafkan aku Melody, kamu harus menderita lagi karena perbuatanku," ucap Ardian yang merasa bersalah.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2