
Mendengar nama Lea membuat Alvin terkejut. Bahkan matanya terbuka lebar yang melotot sampai ingin keluar.
" Apa Lea tidak pulang kerumah dan Melody ada bersamanya," batin Alvin yang tiba-tiba mendadak panik.
" Maaf jika mengganggu anda. Saya pikir Melody menemui anda. Saya sudah menghubungi dia tetapi tidak di angkat. Dan dia mengabari terakhir kali pukul 12 siang," jelas Ardian lagi sembari memijat pangkal hidungnya.
" Pantesan aku juga tadi menghubungi Lea dan tidak aktif sama sekali. Aku pikir dia sengaja mematikan handphonenya untum menghindariku," batin Alvin.
Alvin yang tadi memang akhirnya menelpon Lea. Dan ponsel Lea mati membuat Alvin tidak menelpon lagi dan hanya berpikir jika Lea menghindarinya. Alvin pun langsung bertekat ingin melupakan wanita itu.
" Ya sudah Alvin. Kalau begitu saya permisi dulu!" sahut Ardian yang berdiri dari tempat duduknya.
" Melody tidak menemui saya. Tetapi saya dan Lea yang bertemu," ucap Alvin jujur membuat Ardian yang tadinya ingin pergi menghentikan langkahnya dan melihat serius ke arah Alvin.
" Lea menemui anda?" tanya Ardian dengan wajah tanda tanyanya.
Alvin mengangkat kepalanya. Dan menganggukkan kepalanya.
" Untuk apa?" tanya Ardian penasaran.
" Ada hal yang harus kami bicarakan. Tetapi Lea datang sendiri dan saya juga jamin jika Melody tidak bersamanya," sahut Alvin.
" Tetapi istri saya mengabari kakak iparnya jam 12 siang yang mana dia bersama Lea dan Lea mengantarkannya kerumah orang tua Melody," sahut Ardian.
Alvin diam yang tidak tau harus apa lagi yang di katakannya.
Brukk
" Ardian!" Evan yang tadi tidak ikut masuk. tiba-tiba membuka kasar pintu dengan wajahnya yang semakin panik. Namun Evan menyadari kelancangannya dan menundukkan kepala kepada Alvin.
" Maaf saya mengganggu," sahut Evan.
" Tidak apa-apa," sahut Alvin.
" Ada apa Evan?" tanya Ardian.
" Aku baru dapat telepon dari Marsel. Kakaknya Melody mereka melacak pesan yang Melody kirim terakhir kali. Yang mana Melody mengirim pesan itu dari tempat ini," jawab Evan.
Alvin dan Ardian sama-sama terkejut.
" Jadi Melody benar-benar datang kemari," sahut Ardian yang semakin panik.
" Untuk memastikannya. Sebaiknya kita cek Cctv," sahut Alvin memutuskan.
__ADS_1
" Iya sebaiknya kita pastikan dari Cctv saja," sahut Evan. Ardian setuju dan mereka langsung keluar dari ruangan itu untuk mengecek Cctv untuk memastikan benar atau tidak Melody datang.
********
Tidak lama akhirnya mereka pun menuju ruangan Cctv untuk memeriksa Cctv tersebut. Evan, Alvin dan Ardian sudah berada di depan layar monitor yang melihat aktivitas yang terjadi seharian ini.
" Itu Lea!" tunjuk Evan saat melihat Lea keluar dari mobil dan langsung memasuki Perusahan tersebut.
" Alvin mengatakan Lea memang datang menemui Alvin," sahut Ardian, sebelum Evan bertanya untuk kenapa Lea bisa ada di Perusahan itu.
" Begitu rupanya," sahut Evan yang untungnya tidak bertanya lagi. Untuk apa Lea menemui Alvin. Alvin mungkin tidak punya jawaban untuk hal itu.
" Lihatlah, tidak ada Melody sama sekali. Lea datang sendiri dan tidak ada Melody," sahut Alvin.
Ardian hanya mengangguk dan Evan jelas mendapatkan info dari temannya jika Melody datang ke Perusahan itu.
" Bukannya itu Melody!" Ardian menunjuk saat melihat Melody benar-benar memasuki Perusahan itu beda beberapa menit dengan Lea
" Benar itu Melody," sahut Evan.
" Jadi Melody benar-benar datang dan bahkan terlihat mengikuti Lea. Apa jangan-jangan Melody mencurigai Lea dan bisa jadi Melody sudah tau semuanya," batin Alvin dengan wajahnya yang semakin bingung.
" Apa Melody juga menemui kamu?" tanya Evan.
" Aku tidak mungkin menunjukkan Cctv di bagian pertemuan ku dengan Lea. Mereka bisa melihat gerak-gerik ku dengan Lea yang seperti ada sesuatu," batin Alvin yang harus tetap menjaga privasinya. Walau di pikirannya. Melody sudah tau semuanya dan memang itu sudah kenyataan. Melody sudah mengetahui semuanya.
" Tunggu!" tiba-tiba Ardian mendadak serius dan semakin mendekatkan kepalanya ke layar monitor.
" Ada apa Ardian?" tanya Evan.
" Coba zoom bagian ini," sahut Ardian dengan wajah seriusnya menunjuk bagian yang membuatnya terlihat serius dan Alvin pun melakukannya yang mana tepatnya di parkiran.
Mereka ber-3 terkejut saat melihat ada 2 pria yang memakai jaket hitam dan penutup kepala yang masuk kedalam mobil Ardian yang di pakai Lea. Wajah 2 orang Pria itu tidak tertangkap Cctv sama sekali.
Hal itu sungguh mengejutkan yang membuat mereka saling melihat dengan wajah yang jelas sama-sama panik.
" Si_siapa mereka?" tanya Evan. Ardian menggelengkan kepalanya.
" Sial kenapa mereka masuk mobil Lea," umpat Ardian.
" Coba putar beberapa menit selanjutnya!" perintah Ardian dan Alvin melakukannya.
Yang terlihat Lea keluar dari Perusahaan itu dan ingin kembali memasuki mobil. Namun Melody tiba-tiba muncul di belakangnya dan terlihat mereka berdua pergi.
__ADS_1
" Mereka memang bersama," pekik Evan.
Alvin semakin mencepatkan putaran Cctv di bagian parkiran dan terlihat Lea dan Melody memasuki mobil dan langsung pergi dari parkiran.
" Jelas mereka berdua memang bersama," sahut Ardian.
" Dan ke-2 orang tadi sama sekali tidak keluar," sahut Alvin.
" Apa jangan-jangan mereka berdua....!" Evan tidak bisa melanjutkan perkataannya. Yang Alvin dan Ardian sebenarnya tau apa yang di pikirkan Evan.
" Melody dan Lea pergi begitu saja dan orang itu masuk kedalam mobil Lea tanpa mereka sadari," ucap Ardian yang semakin khawatir.
" Astaga Melody dan Lea, benar-benar dalam bahaya," sahut Evan semakin panik.
Ardian yang semakin panik pun akhirnya buru-buru pergi dari tempat itu.
" Ardian kamu mau kemana?" tanya Evan. Tidak mendapat jawaban dari Ardian yang akhirnya Evan pun menyusul Ardian.
" Sial, siapa mereka!" umpat Alvin dengan memukul meja dengan tangannya yang terkepal.
Tidak ingin hanya diam saja yang akhirnya Alvin pun menyusul Ardian dan juga Evan yang sepertinya Alvin mengkhawatirkanku Lea. Karena 2 orang yang memasuki mobil yang begitu mencurigai itu.
*********
Ternyata tadi Evan dan Ardian tidak pergi hanya berdua saja dan ada Rasti yang ikut dan Rasti dengan panik menunggu di luar mobil dan tiba-tiba Rasti melihat Ardian keluar dari Perusahan dengan wajah panik Ardian.
" Ardian, ada apa?" tanya Rasti.
" Melody dalam bahaya," sahut Ardian.
" Ardian tunggu!" Evan berlari menghampiri Ardian dan Rasti dan tidak lama Alvin pun menyusul mereka.
" Kita harus cepat lapor polisi!" ucap Ardian yang semakin panik.
" Aku setuju," sahut Evan.
" Tunggu dulu. Ada berita yang lebih mengejutkan," sahut Rasti tiba-tiba. Ardian dan Evan melihat dengan intens pada Rasti.
" Ada apa lagi Rasti?" tanya Evan.
" Aku baru melihat berita. Jika Raisa dan Tante Novi kabur dari penjara," jawab Rasti.
Ardian, Evan dan Alvin terkejut mendengarnya, sampai mata mereka yang terbelalak, betapa terkejutnya mendengar berita itu.
__ADS_1
Bersambung