
" Pak tangkap dia pak, dia yang menyebabkan Dokter Lia kecelakaan, jadi tangkap dia pak," ucap Raisa.
" Jangan bicara sembarangan kamu Raisa, kamu tidak punya buktinya," sahut Rio yang membantah tuduhan Raisa.
" Aku ada buktinya," sahut Raisa dengan mengeluarkan handphonenya dan langsung memberikan rekaman suara Polisi.
Di mana semua orang mendengarkan suara Rio yang panik dengan kecelakaan Lia.
..." Sialan, percuma aku mencelakai Lia, ternyata dia tidak mati dan koma sama dengan kakaknya itu yang juga tidak mati sampai sekarang dan sekarang polisi sedang menyelidiki kecelakaan itu...
..." Lalu bagaimana ini. Bagaimana jika polisi tau, kau yang mencelakainya. Itu artinya kita ber-2 juga ikut terlibat. Karena masalah Melody akan terungkap. Karena berita ini,"...
Rio kaget mendengarnya. Jika Raisa dan Novi ternyata menjebaknya.
" Raisa, kau!" desis Rio.
" Sudah jelas kan Pak, jika dia pelakunya dan bapak bisa menyelidiki lebih lanjut lagi. Jika memang dia otak di balik semuanya," sahut Raisa menegaskan.
" Yang pasti bukan aku saja yang melakukannya, dia juga ikut campur melakukannya. Kamu bekerja sama untuk membunuh Lia. Agar masalah Melody tidak terungkap," sahut Rio menegaskan yang tidak mau terperangkap sendiri.
" Kau dengar Raisa. Jika kau terlibat dalam semua ini," sahut Ardian menegaskan.
" Aku sudah mengatakan tidak terlibat dan dia tidak punya buktinya," sahut Raisa menegaskan yang merasa menang.
" Jika kau tidak terlibat. Lalu kenapa kau membakar Villa itu," sahut Lea membuat Raisa dan Novi kaget.
" Apa, Villa. Villa apa maksudnya?" tanya Eyang
" Eyang, Raisa tidak pergi ke Kalimantan dia berada di Jakarta. Aku dan Ardian sudah menyelidikinya dan di bakar olehnya," sahut Lea menegaskan.
" Tidak tidak mungkin, Lea tau masalah itu dan Ardian tau aku dan Tante Novi tidak ke Kalimantan. Aku tidak percaya jika Ardian benar-benar sudah menyelidiki," batin Raisa mendadak panik.
__ADS_1
" Kamu kenapa diam Raisa, kamu mau mengelak lagi," sahut Rasti.
" Iya aku dan Lea melihatnya ada di Vila, saat kebakaran," sahut Ardian menegaskan.
" Raisa apa yang kalian lakukan. Apa lagi ini," sahut Eyang dengan wajahnya yang tampak marah.
" Kalian tidak menjalankan hukuman Eyang dan malah membakar Villa. Apa maksudnya ini," sahut Shandra yang juga tidak habis pikir.
" Ini salah saya," sahut Novi mengambil alih bicara.
" Apa lagi yang ingin kamu jelaskan. Kamu dan Raisa sama saja," sahut Rasti.
" Aku yang tidak menyuruh Raisa untuk ke Kalimantan. Karena untuk menjalankan semua ini. Untuk membongkar kejahatan Rio yang ingin melenyapkan Ardian," sahut Novi yang membuat opini baru.
" Apa lagi yang di rencanakan Raisa dan Novi. Kenapa mereka begitu mudah untuk membuat keadaan berbalik," batin Melody yang terlihat lelah.
" Apa maksud kalian, aku tidak pernah ingin melenyapkan Ardian," sahut Rio membela diri.
" Di sana sudah jelas, jika Rio ingin melenyapkan Ardian dan Villa itu bukan Raisa yang membakarnya. Tetapi Rio yang ingin menghilangkan jejak. Di situ juga terlihat ada buktinya dan Raisa ada di lokasi. Karena mengikuti Rio dan mungkin kamu Lea dan Ardian tidak sengaja mengikutinya dan menuduh Raisa yang membakarnya. Karena kalian juga tidak punya bukti jika Raisa membakarnya. Namun aku punya bukti jika Rio membakarnya," sahut Novi menjelaskan.
" Wau, sungguh hebat Raisa dengan sekejap dia membalikkan keadaan. Mata ku jelas melihat dia membakar Villa. Aku memang tidak mempunyai buktinya. Sungguh benar-benar. Aku tidak percaya jika dia bisa selicik itu. Sungguh aku tidak habis pikir," batin Lea angkat tangan dengan Raisa dan Novi.
" Raisa benar-benar gila. Aku tidak percaya mereka ber-2 ternyata pemain handal," batin Evan yang tidak habis pikir.
" Sudah kuduga mereka pasti ada saja cara untuk lolos," batin Rasti geleng-geleng.
" Jadi semuanya sudah jelaskan pak Polisi. Jika Raisa tidak terlibat sama sekali dalam kecelakaan Dokter Lia dan kamu Rio juga tidak punya bukti. Jika Raisa terlibat dan tindakan kekerasan yang kamu lakukan kepada Melody dan yang paling utama Raisa tidak ada dalam pembakaran Villa, karena itu semata-mata aku dan Raisa hanya ingin menyelamatkan Ardian," sahut Novi menjelaskan dengan santai.
" Tante Novi ternyata sangat cepat bertindak," batin Raisa dengan menyunggingkan senyumnya.
" Baiklah kalau begitu. Terima kasih Bu Raisa sudah membantu kami," sahut Pak polisi, " Ayo bawa mereka!" perintah polisi.
__ADS_1
" Tidak lepaskan aku, lepaskan, lepaskan!" Rio dan teman-temannya memberontak saat Polisi menyeret mereka untuk keluar.
" Raisa kamu tidak pernah aku lepaskan. Kurang ajar kamu Rais kamu sungguh menjebakku. Aku tidak akan mengampunimu!" teriak Rio dengan penuh kemarahannya yang di seret paksa Polisi.
" Kalau begitu kami permisi dulu," sahut Pak Polisi.
" Terima kasih Pak," sahut Raisa mengulurkan tangannya dan Pak Polisi langsung pergi.
" Hmmm, kami tidak percaya. Jika kalian bisa berpikiran sejelek ini ke pada saya dan juga Raisa. Padahal kami banyak berkorban dan terlebih lagi hanya untuk melindungi Ardian. Tetapi pada kenyataannya dengan jahatnya, kamu Melody mengajak mereka bekerja sama untuk memfitnah Raisa dan bahkan kamu berpura-pura hilang untuk menjalankan rencanamu," ucap Novi yang sekarang memojokkan Melody.
" Hentikan omong kosong kalian!" bentak Ardian yang sedari tadi menahan amarah.
" Ardian sudah," sahut Melody mencegah Ardian dengan memegang lengan Ardian.
" Jangan, percuma, kita tau keadaan yang sebenarnya. Jadi percuma apa yang mereka katakan tidak ada gunanya. Jangan melakukan sesuatu yang membuat kita semakin salah," ucap Melody mengingatkan suaminya.
" Kamu pintar Melody bersandiwara, dengan mempengaruhi semua orang," sahut Raisa.
" Raisa kamu dengarkan aku. Aku tau apa yang terjadi. Jadi percuma kamu melakukan ini itu atau menyalahkan Melody. Semua ini jelas ada hubungannya dengan mu dan aku akan membuktikan itu. Kau wanita yang licik, sangat rendah," ucap Ardian menegaskan dengan menunjuk tepat di wajah Raisa.
" Ardian kamu sudah di bantuin. Bukannya berterima kasih malah menyalahkan Raisa," sahut Novi.
" Sudah cukup jangan membicarakan lagi masalah ini itu. Ini tidak ada gunanya lagi. Sekarang semuanya sudah jelas. Ardian dan Melody sudah kembali dan masalah yang lainnya kami tidak bisa mengerti, dan semuanya cukup!" bentak Eyang menegaskan.
" Masalah ini sudah clear," sahut Shandra.
Ardian menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan dan menggenggam tangan Melody membawanya pergi dari tempat itu.
Yang lain pun akhirnya menyusul untuk pergi dari tempat itu tinggal Raisa dan Novi yang saling melihat dan sama-sama tersenyum yang mana dengan liciknya mereka bisa memutar keadaan.
Bersambung
__ADS_1