
Evan memang menyiapkan semuanya untuk Rasti. Bukan tipe yang romantis namun dia mampu melakukan itu untuk membahagiakan pacarnya. Dan sepertinya berhasil membuat Rasti tidak bisa berkata apa-apa.
" Evan ini semua kamu yang lakukan?" tanya Rasti membalikkan tubuhnya dan saat berbalik. Sudah ada Evan yang berlutut dengan membukakan kotak cincin yang membuat Rasti terkejut. Benar-benar nyata Evan melamarnya.
Tar. 1 ledakan kembang api meledak membuat Evan kaget
" Kenapa meledak kan belum waktunya," batin Evan bingung. Namun tetap bersifat cool di depan Rasti.
" Sayang kok kamu tembakkan sih!" tegur Lea yang ternyata pekerjaan Alvin.
" Salah sasaran," sahut Alvin yang ternyata tidak sengaja.
" Alvin nanti di ledakkan kalau sudah Rasti menerima cincinnya, lalu mereka berciuman. Baru kita ledakin. Jangan sekarang," jelas Melody.
" Iya-iya maaf, namanya juga tidak sengaja," sahut Evan.
" Sudah-sudah jangan ribut kita lihat lagi drama mereka," sahut Ardian.
" Rasti aku mencintaimu. Aku ingin hidup lebih lama lagi denganmu. Maukah kamu menjadi istriku," ucap Evan melamar Rasti.
Air mata Rasti menetes mendengarnya dengan tangannya yang di bawah sana meremas ujung dressnya yang begitu dek-dekan.
" Kita tidak pernah membicarakan pernikahan. Karena kita hanya bertengkar terus. Belakangan ini hubungan kita sangat baik dan bahkan kita berdua sering kode-kodean untuk menuju ke arah sana. Dan dalam kesempatan ini aku benar-benar serius denganmu. Aku ingin kau menjadi istriku dan ibu dari anak-anak ku. Di mana kita akan menjadi keluarga kecil bersama anak-anak kita nanti," ucap Evan.
Air mata Rasti dan rasa takut terlihat di wajahnya. Bibirnya bergetar yang hanya melihat ketulusan Evan yang berlutut padanya.
" Jadi menikahlah denganku!" lanjut Evan yang meraih tangan Rasti.
Dengan perlahan Evan memasukkan cincin yang di siapkannya ke jari manis Rasti. Namun tiba-tiba Rasti memundurkan tangannya membuat Evan kaget dan mengangkat kepalanya melihat ke arah Rasti yang sepertinya tidak mau cincin itu di masukkan ke jarinya.
__ADS_1
" Maaf Evan, aku_aku_ aku ti_aku tidak bisa menikah denganmu," ucap Rasti dengan gugup membuat Evan terkejut.
Seperti ada ledakan yang mengejutkan bagi Evan saat mendengar pernyataan Rasti. Hal itu juga mengejutkan untuk Ardian, Melody, Lea dan Alvin yang sekarang saling melihat.
" Apa yang kamu katakan Rasti?" tanya Evan dengan suara rendahnya yang berharap salah dengar.
" Evan aku rasa tidak berjodoh. Kita sudah menjalani hubungan selama bertahun-tahun. Tetapi aku tidak bisa memastikan jika kamu pria yang tepat untuk di hidupku. Aku tidak bisa menikah denganmu," jelas Rasti sembari meneteskan air matanya yang membuat Evan semakin terkejut dan Evan langsung berdiri.
" Rasti kau jangan bercanda. Apa kau belum siap dengan semua ini?" tanya Evan berusahalah untuk tenang.
" Aku memang tidak siap dan ada baiknya kita juga mengakhiri hubungan kita. Kamu bisa mencari wanita lain yang menjadi istrimu dan ibu dari anak-anak mu," ucap Rasti yang berbicara dengan suara bergetar.
" Apa yang kau katakan Rasti. Kau kau belum siap menikah ya sudah. Kau tidak perlu menyuruhku mencari wanita lain. Yang kuinginkan itu kau. Aku ingin kau menjadi istriku dan ibu dari anak-anakku," tegas Evan.
" Tapi aku tidak bisa melakukannya!" bentak Rasti membuat Evan terkejut.
" Maafkan aku Evan, aku bukan yang terbaik untukmu. Ini tidak ada kaitannya dengan apa yang kita jalani. Hanya saja aku tidak bisa menikah denganmu. Aku tau impianmu dan aku tidak bisa mewujudkan itu," ucap Rasti dengan suara rendahnya.
Evan hanya mendengar saja dengan dadanya terasa sesak yang napasnya saling memburu. Rasti mendekatinya dan mengecup bibir Evan dengan air mata Evan dan Rasti saling berlomba untuk keluar.
" Maafkan aku!" ucap Rasti yang langsung pergi dari hadapan Evan yang terlihat diam seperti orang linglung. Cincin yang masih terpegang di tangan Evan langsung jatuh ke kaca yang terdengar suara hentingan. Evan berlutut yang seolah merasa hancur. Sementara Rasti sudah pergi dengan berlari.
" Evan!" teriak Melody dan yang lainnya yang langsung menghampiri Evan yang berlutut lemas.
" Evan kau baik-baik saja?" tanya Lea panih melihat Evan yang seperti orang linglung.
" Ada apa ini sebenarnya. Tidak mungkin Rasti menolak begitu saja," ucap Melody.
" Ayo kita kejar Rasti!" Ardian langsung berdiri menarik tangan istrinya untuk menyusul Rasti .
__ADS_1
" Evan kamu tenang, ini pasti hanya salah paham saja," ucap Lea memegang pipi Evan di penuhi air mata yang terlihat Evan begitu shock dan pandangannya kosong.
" Kita sebaiknya bawa dia pulang," ucap Alvin.
" Iya kita bawa dia pulang," sahut Lea yang merangkul Evan bersamaan dengan Alvin.
Tempat yang di siapkan itu hanya seperti itu. Semuanya tidak sesuai rencana. Tidak tau ada apa dengan Rasti yang tiba-tiba menolak semuanya yang membuat rencana berantakan.
*********
Rasti yang berlari tiba-tiba langsung terjatuh dengan ke-2 lututnya menyentuh tanah. Dia masih menangis sama seperto tadi.
" Kau ingin kau menjadi istriku. Ibu dari anak-anakku, kita akan membesarkan anak-anak kita," teringat perkataan Evan dengan tulus membuatnya begitu hancur.
" Argggghhh," teriak Rasti dengan suara menggelegar dengan memegang kepalanya dengan ke-2 tangannya bahkan meremas rambutnya.
" Kenapa semuanya seperti ini. Kenapa harus aku. Kenapa?" Rasti berteriak dengan suara yang menggelegar yang tidak tau apa yang terjadi sebenarnya.
Dia tau acara lamaran yang akan di siapkan Evan padanya. Saat Evan bicara dengan mamanya. Rasti begitu bahagianya mendengarnya dan tidak sabaran untuk hal itu.
Semua baik-baik saja. Bahkan saat mereka berangkat. Rasti masih happy-happy aja
Bahkan calon ibu mertuanya yang di pastikan begitu sayang kepadanya beberapa kali mengingatkan Rasti dan memberi pesan.
Perubahan Rasti di mulai dari pesawat. Dan beberapa hari di Jepang yang kelihatan tidak semangat. Takut, panik menghantuinya dan bahkan Melody yang memberikan dress kepadanya membuatnya takut. Dia tau Dress itu pasti untuk pendukung acara yang di siapkan kekasihnya untuknya.
Rasti yang kelihatan tidak semangat hanya mengikuti saja. Meski terlihat mencemaskan sesuatu.
Dia juga begitu terharu dengan lamaran Evan. Antara terharu dan sedih. Karena pada nyatanya dia Tidka bisa menerima lamaran itu yang membuat banyak pertanyaan. Apa yang terjadi sampai Rasti seperti itu?.
__ADS_1
Bersambung.