Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 63 Kebusukan yang terbongkar.


__ADS_3

" Ardian!" lirih Raisa yang begitu schoknya melihat kehadiran Ardian yang datang tiba-tiba.


Ardian melangkah menghampiri Melody dan yang lainnya yang di ikuti oleh Evan. Tubuh Rais sudah bergetar yang penuh dengan ketakutan dengan Ardian yang mendengar pembicaraannya dan pasti dia sudah mengarang cerita.


" Sial, kenapa Ardian harus pulang segala," batin Novi yang juga ikut ketakutan.


" Aku sama sekali tidak mengatakan apapun kepadamu. Kau yang mendatangiku saat aku ingin pergi. Dan kau bicara seolah mengetahui apa yang terjadi dan kau mengatakan. Kau mengetahuinya karena mendengar aku dan Melody bertengkar. Tetapi dari apa yang kau katakan. Kau mengetahuinya saat di meja makan," ucap Ardian yang membuat semua orang kaget dan mata mereka melihat ke arah Raisa yang ingin meminta penjelasan dari Raisa.


" Makanan itu memang asin dan kalian juga sudah mencobanya dan itu sudah benar. Tapi aku mengenaskan aku tidak bercerita apapun kepada Raisa. Aku tidak mungkin harus menceritakan pertengkaran ku kepada orang lain," lanjut Ardian lagi yang menegaskan. Melody membuang napasnya perlahan yang benar-benar sedikit lega.


" Jika Ardian tidak mengatakan apa-apa kepadamu. Dari mana kamu tau makanan itu asin dan tidak," sahut Melody yang langsung menggunakan kesempatan untuk bertanya kepada Raisa.


" Kamu juga taunya saat masih di meja makan, kok bisa," sahut Evan yang juga ikut mengintrogasi Raisa yang mulai ketakutan.


" Dari pada bertanya seperti itu. Mending kita tanyakan mereka ngapain pagi-pagi ada di meja makan," sahut Lea yang datang tiba-tiba yang mana Lea langsung menghampiri orang-orang yang penuh ketegangan itu.


" Apa maksud kamu Lea?" tanya Mila.


" Jangan tanya aku kak. Tapi tanya mereka ngapain di meja makan pagi-pagi. Saat Melody selesai menghidangkan makanan," sahut Lea.


" Jangan asal bicara kamu Lea. Kami tidak ada di meja makan sama sekali. Bahkan semua orang sudah ada di sana baru kami datang," sahut Novi yang langsung membela diri.


" Baiklah jika kalian tidak mau menjawabnya maka aku yang akan menjawabnya," sahut Lea yang langsung menghidupkan handphonenya dan memberikan pada Eyang.

__ADS_1


Di mana terputar rekaman yang mana ternyata sangat jelas Raisa dan Novi menaburkan sesuatu ke makannya Ardian dan pasti itu garam. Eyang, Shandra, Mila dan Widia yang melihat hal itu kaget sampai menutup mulut mereka yang tidak percaya dengan apa yang di lakukan Novi dan juga Raisa.


Setelah melihat apa yang terjadi. Mila memberikan handphone itu pada Ardian dan Ardian yang juga penasaran langsung melihatnya bersama Evan. Mereka sama-sama melihat apa yang terjadi dan pasti begitu terkejut.


" Raisa!" lirih Ardian menekan suaranya yang langsung menatap tajam Raisa dan Melody pasti merasa lega yang terbukti tidak bersalah sama sekali.


" Apa-apaan ini Novi dan kaku Raisa," sahut Eyang dengan suara sedikit keras. Raisa dan Novi mendadak diam yang tidak bisa berkutik lagi.


" Jadi jelas Raisa dan Novi tau makanan itu asin. Karena memang itu ulah mereka," sahut Lea yang memperjelas semuanya. Orang-orang yang ada di sana benar-benar tidak menyangka dengan apa yang di lakukan Raisa dan Novi yang benar-benar nyata di depan mata.


" Aku sudah mengatakan di awal. Makanan yang aku buat akan enak. Jika tidak ada yang merubah rasanya. Dan kamu yang mengubah rasanya dan seperti orang yang tidak tau malu memojokkanku di depan orang lain, seakan aku yang bersalah. Tetapi kamulah orang yang ada di belakang semua ini," sahut Melody dengan menunjuk tepat di wajah Raisa yang sekarang Melody punya kekuasaan yang banyak untuk memaki Raisa.


" Sangat hina kalian ber-2 benar-benar sangat hina," lanjut Melody yang terus mengeluarkan kata-kata pedasnya.


" Apa maksud semua ini Raisa. Apa yang kalian lakukan?" tanya Widia yang baru bersuara.


" Cukup Raisa!" bentak Ardian, " aku tidak percaya jika kamu akan melakukan hal murahan seperti ini. Bisa-bisanya kamu punya pikiran seperti itu," ucap Ardian yang begitu marah kepada Raisa.


" Ardian aku bisa jelaskan semuanya," sahut Raisa.


" Tidak ada yang perlu di jelaskan. Semuanya sudah jelas. Jika apa yang terjadi ulah kamu dan Tante Novi. Sekarang juga kamu minta maaf kepada Melody," sahut Ardian yang penuh penekanan dan penegasan yang menyuruh Raisa untuk meminta maaf pada istrinya.


" Ardian!" lirih Raisa yang tidak mungkin melakukan hal itu.

__ADS_1


" Minta maaf aku bilang!" teriak Ardian dengan suaranya yang menggelar yang membuat Raisa tersentak kaget.


" Kalian ber-2 sudah keterlaluan. Minta maaf pada Melody dan tetap perbuatan yang kalian lakukan akan mendapat konsekuensi dari Eyang," sahut Eyang menambahi. Raisa dan Melody semakin kaget mendengarnya.


" Sial kenapa semuanya bisa seperti ini. Kenapa Lea bisa mempunyai rekaman itu dan sekarang aku dan Tante Novi sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Nama kamu bahkan sudah jelek di mata semua orang," batin Raisa yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


" Kenapa kalian ber-2 masih diam, ayo minta maaf pada Melody," sahut Widia yang juga ikut mendesak Raisa dan Novi untuk meminta maaf.


" Kami minta maaf Melody," sahut Novi yang langsung meminta maaf.


" Apa begitu caranya untuk meminta maaf," sahut Eyang. Novi menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan.


" Melody kami minta maaf kepadamu dan kami menyesalinya," sahut Novi dengan lembut dan yakin itu pasti tidak ikhlas sama sekali.


" Aku juga minta maaf, apa yang terjadi hanya di luar kendali kami. Kami benar-benar khilaf," sahut Raisa yang juga meminta maaf.


Melody hanya diam saja yang tidak merespon permintamaafan ke-2 orang itu yang dia tau juga tidak akan iklas dengan apa yang di lakukan orang-orang itu.


" Baiklah masalah ini sudah jelas. Melody tetap berhasil dengan apa yang aku perintahkan. Dan untuk makanan yang di makan Ardian itu bukan kesalahannya melainkan Raisa dan juga Novi. Dengan itu kalian ber-2 ikut saya. Jelas siapa yang salah akan mendapatkan hukumannya," sahut Eyang besar yang penuh penekanan dan penegasan pada Raisa dan juga Novi. Eyang besar pun langsung pergi meninggalkan tempat itu.


" Pergilah Raisa dan kamu Novi untuk menemui Eyang!" titah Widia.


Raisa dan Novi mau tidak mau pun harus pergi. Melody bernapas lega dan benar-benar terbukti dia tidak bersalah. Melody melihat Ardian yang mana Ardian juga melihatnya. Namun Melody langsung pergi menaiki anak tangga yang tidak ingin bicara apa-apa.

__ADS_1


" Memang dasar mereka ber-2, pasti akan terus seperti itu lagi," sahut Lea geleng-geleng yang juga langsung pergi. Yang penting dia sudah membongkar kebusukan Raisa dan juga Novi.


Bersambung


__ADS_2