
Begitu lolos dari Rio Melody yang ingin melarikan diri dan melihat dari jendela kaca Lea dan Siska yang memasuki mobil yang seperti ingin pergi.
" Lea!" panggil Melody yang langsung berlari keluar untuk mengejar mobil itu dan saat itu. Mobil yang sudah melaju.
" Lea tunggu!" teriak Melody yang terus mengejar. Namun tiba-tiba tangannya di tarik 2 pria yang tak lain teman Ardian yang tadi bicara dengan Ardian.
" Mau kemana kamu!" ucap Ari yang terus menarik tangan Melody.
" Lepaskan aku! lepaskan aku!" teriak Melody.
" Jangan pergi sayang, sekarang kamu harus sama kita," sahut boy yang satunya.
" Apa yang kalian inginkan. Lepaskan aku lepaskan aku!" teriak Melody memberontak yang berusaha untuk lari.
" Jangan lari sayang, layani kita dulu, kita bersenang-senang dulu dan Ardian sudah menyerahkan kamu kepada kita. Ayo sayang kita bersenang-senang duku," sahut Ari.
" Nggak mungkin! itu tidak mungkin! tidak mungkin!" teriak Melody yang terus menangis .
" Bawa gadis sialan itu kemari!" teriak Rio yang berhasil lolos, Melody melihat Rio yang menetes darah dari dahinya dan Melody semakin takut.
" Aku kuberi dia pelajaran," ucap Rio yang penuh emosi.
" Lepaskan aku, lepaskan aku!" teriak Melody yang terus memberontak namun Ari dan boy menarik Melody masuk kembali kedalam rumah, menarik paksa Melody dan begitu sampai di ruang tamu Melody langsung di jatuhkan kelantai sehingga terduduk.
" Mau apa kalian bajingan!" umpat Melody. Rio yang berdiri di depannya langsung menampar Melody.
Plakkkkkkk, tamparan itu tidak sekali sampai beberapa kali sehingga keluar darah dari hidung Melody dan ujung bibirnya yang terluka.
" Wanita sombong. Kau berani melukaiku dan sekarang kau terima akibatnya," teriak Rio dengan penuh emosi. Melody hanya menahan sakit dengan kekerasan yang di dapatkannya dan rasanya ingin mati.
Rio mengambil botol alkohol yang masih berisi dan langsung mengguyur sampai ketubuh Melody. Melody hanya menagis dengan perlakukan Rio yang tertawa-tawa dengan tindakan yang di lakukannya pada Melody.
Rio berjongkok di depan Melody mencengkram pipi Melody dengan ke-2 tangannya sehingga wajah Melody tepat di depan Rio.
__ADS_1
" Kau masih ingin jual mahal. Pacarmu sudah menyerahkan mu kepada kami yang sebelumnya dia sudah memberikan testimoni di mana di katakannya kamu begitu nikmat," ucap Rio.
Cuiihhhh.
Melody langsung meludahi Rio dan hal itu membuat Rio kembali murka.
" Kau benar-benar kurang ajar!" bentak Rio yang kembali menampar Melody dengan wajah Melody yang sudah tertutup oleh rambutnya.
" Kau tau wanita bodoh, Ardian sudah menyerahkan mu kepada kami. Kau tidak percaya kau bisa mendengar ini," ucap Rio yang mengambil handphone dan memperdengarkan rekaman suara pada Melody.
" Aku sudah selesai dan jika kalian ingin makan silahkan lakukan sepuasnya," suara rekaman yang jelas dengan suara Ardian mendengarnya Melody benar-benar schock.
" Kau bisa dengar sendiri kan dia nenyerahkanmu kepada kami. Dia ingin membaginya," sahut Rio tersenyum miring>
" Tidak mungkin!" ucap Melody tidak percaya dan berusaha untuk berdiri.
" Pegang dia!" perintah Rio pada Ari dan Boy. Ari dan boy langsung memegang tangan kanan dan tangan kiri Melody sementara Rio mengambil alkohol lagi dan memaksa Melody meminumnya meski Melody menutup mulutnya namun banyak minuman yang masuk kedalam mulutnya.
Melody di paksa minum dengan keji oleh teman-teman Ardian dalam hal itu Melody hanya mengingat kebersamaannya dengan Ardian yang terasa menyakitkan untuknya.
" Dasar wanita murahan!" ucap Rio setelah meminumkan minuman itu pada Melody yang sudah begitu lemah dan bahkan dia sudah tergeletak di lantai.
" Ayo siapkan mobil dan kita bawa dia pergi. Jangan di tempat ini kita menikmatinya. Waktunya sangat mepet," ucap Rio.
" Baiklah! sudah tidak sabar ingin melihat keliarannya nanti," sahut boy. Mereka tertawa terbahak-bahak dan mereka langsung pergi meninggalkan Melody beberapa menit untuk mempersiapkan apa yang belum mereka siapkan dan Melody hanya bisa mengeluarkan air matanya yang tidak percaya jika hal ini akan terjadi di dalam hidupnya. Dia yang begitu lemah terus berusaha untuk menggunakan kesempatan untuk melarikan diri.
Melody pun bangkit, dengan mengumpulkan tenaganya untuk duduk.
" Melody!" tiba-tiba Lia dan Dimas datang yang tak lain adalah teman Ardian juga.
" Melody kamu tidak apa-apa?" tanya Lia panik dengan Melody.
" Apa lagi yang kalian inginkan," sahut Melody yang pasti semua orang-orang di vila itu tidak ada yang benar dan hanya ingin menghancurkannya.
__ADS_1
" Apa yang kamu bicarakan," sahut Lia.
" Sebaiknya kamu ikut kami," sahut Dimas yang berusaha untuk membantu Melody.
" Untuk apa untuk kamu mendahului mereka ber-3," sahut Melody.
" Melody apa yang kamu katakan. Dimas ini kakakku dan teman Ardian apa kamu pikir dia ingin berniat jahat kepada kamu," sahut Lia.
" Mereka juga teman Ardian. Tapi mereka melakukan ini. Dan kamu meski wanita juga tidak akan peduli. Aku mohon bunuh aku sekarang," ucap Melody yang pasrah dengan hidupnya.
" Melody kamu jangan samakan kami dengan mereka. Kami tidak ada niat untuk menyakitimu dari pada kamu berpikiran buruk. Sekarang kamu ikut kami. Ayo kita pergi dari sini," ucap Lia. Melody hanya tersenyum mendengarnya yang memang tidak akan percaya dengan hal itu.
" Melody kamu masih punya kesempatan yang banyak untuk lari. Jika kamu tidak mempercayai kami maka pergilah. Ini tas mu," sahut Dinas memberikan tas kecil Melody.
" Handphone mu juga ada didalam pergilah dan lakukan apa yang bisa kamu lakukan. Kamu bisa tidak ikut dengan kami dan kami akan mengulur waktu agar Rio, boy dan juga Ari tidak bisa mengejarmu," ucap Dima yang memberikan Melody pilihan.
Melody tidak bicara apa-apa dan langsung mencoba berdiri dengan sekuat tenaganya yang berusaha untuk meloloskan diri.
" Kamu lewat pintu belakang di depan ada mereka," ucap Lia yang memberikan saran dan Melody mengikutinya dan dengan tertatih-tatih Melody berusaha untuk lari.
" Ayo Lia, kita pergi dari sini. Jangan sampai Rio tau kita yang membebaskan Melody," sahut Dimas.
" Iya ayo!" sahut Lia.
************
Hujan turun yang begitu deras membasahi bumi dan terlihat Melody yang berjalan tertatih-tatih yang penuh luka untuk menyelamatkan dirinya yang sedari tadi menangis. Melody tidak tau siapa yang harus di percayai nya lagi. Ardian pergi meninggalkannya saat itu dan membiarkan teman-teman Ardian untuk memperkosanya.
Sementara Ardian di dalam mobil yang menyetir.
" Aku harus cepat kembali ke Vila Melody pasti sudah menungguku. Lagian pom bensin jauh sekali. Jadi sangat lama meninggalkannya. Apa lagi Lea dan Siska tadi mengatakan pulang mendadak karena orang tua Siska masuk rumah sakit. Melody pasti menungguku. Aku harus cepat kembali..Aku tidak akan membiarkan kamu ketakutan dan terus memikirkan masalah itu Melody," ucap Ardian yang melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi yang mengkhawatirkan Melody.
Sementara dia tidak tau jika Melody berjalan di pinggir jalan dengan tubuh lemas yang tertatih-tatih yang terus menagis dengan mengusap-usap lengannya kuat yang merasa dirinya sudah hancur di tangan Ardian dan di tinggalkan begitu saja setelah Ardian mendapatkan tubuhnya, merusak hidupnya dan bahkan begitu jahat memberikan dirinya pada teman-temannya. Melody mengingat hal itu hanya penuh dengan tangisan.
__ADS_1
Bersambung