
" Chaca soalnya mencari kamu," ucap Melody yang memang mencari suaminya. Karena Chaca tiba-tiba ingin bertemu Ardian.
" Benarkah!" sahut Ardian.
Melody menganggukkan kepalanya, " kamu sih hilang tiba-tiba. Chaca pikir kamu tidak mau menjenguknya padahalkan dia baru siuman," ucap Melody.
" Ya sudah nanti aku akan melihatnya. Apa kondisinya sudah membaik?" tanya Ardian.
" Iya Dokter bilang, besok juga Chaca sudah boleh pulang, dia benar-benar sudah sembuh aku sangat lega melihatnya yang sudah sembuh," jawab Melody.
" Alhamdulillah kalau begitu," sahut Ardian. Melody tersenyum dan meletakkan kepalanya di bahu Ardian.
" Maafkan papa Chaca. Bukannya papa tidak ingin menemui kamu. Tapi papa tidak mau egois nak, maafkan papa," batin Ardian yang setiap hari harus bergejolak batinnya.
*************
Hari ini Melody dan Ardian pulang kerumah, semenjak Chaca masuk rumah sakit mereka belum pernah pulang dan hari mereka berdua pulang. Karena kondisi Chaca juga sudah semakin membaik. Baru membuka pintu dan ingin menaiki anak tangga. Novi sudah menghadang pasangan suami istri itu dengan tatapannya yang sinis pada Melody.
" Ada apa Tante?" tanya Ardian dengan suara beratnya.
" Kamu sengajakan Melody menggunakan keponakan kamu. Untuk membuat Raisa di penjara," ucap Novi.
" Apa yang Tante bicarakan," sahut Melody.
" Jangan bersandiwara kamu. Kamu hanya memanfaatkan situasi," sentak Novi yang terlihat marah-marah.
" Cukup Tante!" bentak Ardian, " jangan menyalahkan Melody atas apa yang terjadi pada Raisa. Raisa di penjara karena perbuatan dan iya bukan hanya karena mencelakai Chaca. Tetapi juga banyak tuntunan yang lainnya. Raisa hanya tinggal menunggu saja dan Tante juga tinggal menunggu giliran," tegas Ardian membuat mata Novi terbelalak kaget.
" Apa maksud kamu. Kamu juga ingin membuat skenario agar aku juga di penjara," sahut Novi yang terlihat sebagai wanita yang tanpa merasa ikut-ikutan.
" Aku tidak perlu membuat skenario. Tetapi apa yang di lakukan Raisa sangat bisa di pastikan jika Raisa melakukan semua itu pasti tidak sendirian dan pasti Tante ada di belakangnya," ucap Ardian menegaskan.
" Jangan menuduh kamu Ardian!" tegas Novi yang tidak mungkin mengakui hal itu.
" Aku tidak menuduh dan aku pastikan akan membuktikan sendiri. Jadi stop mengusik kehidupan Melody. Aku bukan Ardian yang dulu yang selalu merasa jika Tante dan Raisa adalah wanita yang baik. Pandanganku salah dan aku tidak akan mengulang kesalahan itu lagi. Jadi stop mencari masalah. Tante juga akan mempertanggung jawabkan perbuatan Tante," tegas Ardian membuat Novi diam dan mendadak panik yang tidak bisa berkata apa-apa.
__ADS_1
" Ayo Melody!" Ardian mengajak istrinya dengan memegang tangan istrinya membawanya pergi dan Melody mengikut saja suaminya melewati Novi yang terlihat begitu sinis kepadanya.
" Argggghhh, sial!" umpat Novi yang hanya bisa marah dengan tangannya yang mengepal.
" Tidak akan Ardian. Aku tidak akan terseret dalam masalah Raisa. Permainan ini belum selesai. Belum ada pemenangnya dan aku pastikan aku yang menang," batin Novi dengan kekesalannya yang menatap 2 punggung itu dengan penuh kebencian.
************
Ardian dan Melody pun memasuki kamar di mana mereka berdua yang berdiri saling berhadapan.
" Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Ardian memegang ke-2 bahu Melody.
" Tidak aku tidak apa-apa?" tanya Melody, " aku sekarang begitu lega Raisa sudah di penjara dan hanya tinggal Tante Novi dan iya aku juga lega dengan kamu yang sekarang jauh lebih tegas," ucap Melody.
Ardian tersenyum dengan mencium kening istrinya dengan lembut, " aku hanya ingin memperbaiki segalanya. Aku rasa kebodohanku sudah cukup selama ini. Aku tidak ingin menjadi bodoh lagi yang pada akhirnya menyia-nyiakan banyak kesempatan dan terlebih lagi menyia-nyiakan kamu," ucap Ardian menatap dalam-dalam istrinya sambil mengusap-usap pipi Melody.
Melody tersenyum mendengar kata-kata Ardian, " makasih ya," ucap Melody. Ardian mengangguk dengan memeluk erat Melody.
" Aku mencintaimu Melody," ucap Ardian.
Mereka berpelukan saling mendekatkan hati masing-masing. Sama-sama berdamai dengan perasaan mereka masing-masing. Baik Melody maupun Ardian pasti sudah sama-sama lega dengan kehidupan mereka yang jauh lebih baik.
*************
Keesokannya Melody dan Ardian harus kerumah sakit. Karena hari ini Chaca sudah bisa pulang. Pasangan suami istri itu menuruni anak tangga menuju ruang tamu yang di sana ada Shandra, Widia, dan Eyang besar.
" Kalian mau kerumah sakit?" tanya Widia
" Hmmm, iya mah," jawab Ardian.
" Apa Chaca sudah baik-baik saja?" tanya Eyang besar.
" Chaca sudah baik-baik saja dan hari ini Dokter sudah mengijinkannya untuk pulang," jawab Melody.
" Alhamdulillah kalau begitu. Kami titip salam ya untuk Chaca," sahut Shandra.
__ADS_1
" Iya Tante nanti di sampaikan," sahut Melody yang tersenyum.
" Ya sudah mah, kami pergi dulu," ucap Ardian pamit. Ardian dan Melody mencium punggung tangan satu persatu wanita yang di hormati itu.
" Kalian hati-hati," ucap Widia yang berpesan. Melody dan Ardian menganggukkan kepala dan langsung pergi.
***********
Setibanya di rumah sakit mereka juga langsung memasuki ruangan Chaca dan ikut bercerita. Sebenarnya tidak bercerita mereka hanya mendengar cerita Chaca yang begitu banyak. Maklum sudah lama tidur. Jadi sekalinya mau bercerita pasti sangat banyak yang membuat mereka ketawa-ketawa yang lumayan terhibur oleh Chaca.
" Ya sudah Chaca sudah begitu banyaknya bicara. Apa sekarang kita sudah bisa pulang tuan putri?" tanya Marsel.
" Papa bosan ya dengar Chaca cerita," sahut Chaca dengan wajahnya mendadak cemburu yang tanpa dia sadari cemberutnya itu membuatnya semakin menggemaskan.
" Anak mama kenapa sih, sekarang ngambekan," sahut Gadis.
" Habisnya papa jahat," sahut Chaca.
" Siapa yang jahat sayang, kamu ini ya," sahut Marsel.
" Chaca hanya bercanda, hanya ngeprank doang," sahut Chaca dengan senyum mengembangnya. Membuat yang lain tertawa-tawa.
" Ya sudah sekarang kita pulang. Ayo turun!" ucap Melody. Chaca mengangguk dan melihat Ardian yang berdiri sedikit jauh yang sejak tadi hanya diam.
" Om Ardian ayo gendong Chaca!" sahut Chaca tiba-tiba membuat orang-orang kaget dan melihat kearah Ardian. Ardian sendiri juga bingung harus bertindak apa.
" Chaca jangan manja. Enak aja suami Aunty yang gendong, sama papanya dong," sahut Melody.
" Isss, Chaca kan mau di gendong om Ardian. Di gendong papa kan sering. Jadi mau di gendong om Ardian sekarang," ucap Chaca sedikit merengek. Ardian jelas tidak bisa mengatakan iya. Gadis dan Marsel saling melihat dan situasi di tempat itu menjadi begitu canggung. Hanya Melody yang tidak tau apa-apa.
" Om tidak mau gendong Chacha?" tanya Chaca memastikan. Ardian hanya diam.
" Gendonglah dia," sahut Marsel yang mengalah dan pasti rasanya berat hati. Gadis yang di dekat Chaca pun bergeser untuk memberikan jalan pada Ardian untuk menggendong Chaca.
Mendapat izin, akhirnya Ardian pun menggendong Chaca yang membuat Chaca begitu bahagia dengan wajahnya yang tersenyum lebar.
__ADS_1
Bersambung