Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 237 Axel Raisa.


__ADS_3

Raisa duduk di pinggiran kolam renang yang terdapat bangku di sana. Raisa hanya sendiri saja. Tidak ada suster yang menemaninya. Namun saat Raisa duduk dengan menatap kedepan dengan pandangan kosong. Tiba-tiba saja Raisa melihat Novi yang yang menyakiti Melody.


Di mana Novi mencekik Melody dan Melody menjerit meminta tolong yang membuat Raisa panik.


" Tante!" lirih Raisa yang langsung berdiri dengan wajah kagetnya.


Halusinasinya muncul membuatnya kehilangan pandangannya dan melihat apa apa yang terjadi.


" Tante jangan! lepaskan Melody, dia tidak salah Tante! lepaskan dia!" teriak Raisa yang begitu panik dan bahkan Raisa berjalan cepat ingin menyelamatkan Melody yang berada di sebrang kolam renang.


Tanpa Raisa sadari terus berjalan sampai akhirnya Raisa terjebur dan masuk kedalam kolam renang. Byurrrr.


Suara jatuhnya itu terdengar kuat yang sampai ke dengaran ke dapur yang mana ada Axel di sana.


" Suara apa itu. Apa yang jatuh," ucap Axel heran.


" Siapa pula yang berenang, 2 suster bukannya tadi katanya ke mini market. Lalu siapa yang berenang," gunanya dengan kebingungan. Namun tiba-tiba Axel kepikiran sesuatu yang sedemikan rupa membuatnya kaget.


" Tidak mungkin! ucap Axel merasa ada yang tidak beres, " Raisa!" ucapnya yang langsung berlari dengan kencang setelah menyadari tadi dia meninggalkan Raisa di pinggir kolam renang.


Benar saja sekarang Raisa sudah ke lelap yang mencoba meminta tolong. Rais mungkin bisa berenang. Namun karena dia sakit. Jadi tidak bisa berenang yang akhirnya Rais harus ke lelep yang masuk kedalam air dan kembali timbul kembali kepalanya.


" Raisa!" pekik Axel begitu terkejutnya saat melihat Raisa yang sudah kejebur. Tidak menunggu lama Axel langsung melompat ke kolam renang untuk menyelamatkan Raisa.


Reisa sudah kesulitan bernapas yang begitu lemahnya dan untung saja Axel cepat langsung datang dan membawanya ke daratan.


Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk


Raisa batuk-batuk setelah berada di pinggir kolam renang hang sudah basah kuyup sama seperti Axel.

__ADS_1


" Kamu tidak apa-apa?" tanya Axel panik dengan mengusap wajah Raisa dengan telapak tangannya.


Raisa tidak menjawab, tubuhnya menggigil yang kelihatan kedinginan.


" Raisa aku menyuruhmu hanya duduk. Aku hanya pergi sebentar. Lalu kenapa kamu tiba-tiba seperti ini?" ucap Axel dengan kesal.


" Aku ingin menyelamatkan Melody," ucap Raisa dengan suara seraknya.


" Apa maksud kamu?" tanya Axel heran.


" Tadi aku melihat ada Tante Novi yang mencekik Melody. Aku takut dia membunuh Melody," ucap Raisa yang begitu panik.


" Raisa kamu itu hanya halusinasi saja. Kamu jangan aneh-aneh. Tidak ada Melody di sini dan Tante kamu sudah tidak ada lagi," ucap Axel menerangkan.


" Tapi...." Raisa masih takut dan melihat terus ke arah yang tadi di lihatnya.


" Raisa sudah. Aku sudah mengatakan tidak ada. Jadi sudah ya sekarang ayo. Kamu harus ganti baju!" ajak Axel yang langsung menggendong Raisa ala bridal style. Dia tidak tega melihat Raisa yang kedinginan dan ada baiknya Raisa mengganti pakaiannya.


Setibanya di dalam kamar Axel langsung mendudukkan Raisa di atas tempat tidur, Axel mengambil handuk dan melap kering rambut Raisa beserta wajah Raisa.


Sementara Raisa kembali seperti orang linglung yang kembali seperti biasanya. Setelah Axel selesai mengeringkan rambut Raisa ala kadarnya. Alvin berjalan menuju lemari Raisa dan mengambil 1 stel pakaian tidur untuk Raisa dan kembali menghampiri Rais.


" Sekarang kamu ganti pakaian kamu. Agar tidak masuk angin!" ucap Axel. Raisa tidak mengangguk, dia tidak menanggapi apa yang di katakan Axel.


" Aku letakkan di sini pakaian kamu!" ucap Axel yang meletakkan di samping Raisa. Lalu iya pun pergi.


Saat Axel menutup pintu Raisa sama sekali tidak menyentuh pakaian itu. Axel menghela napasnya yang menjadi gusar melihat Rais.


" Suster lama sekali kembalinya. Raisa tidak akan mengganti pakainnya sama sekali. Dia juga tidak akan peduli. Tetapi dia bisa masuk angin," ucap Axel khawatir pada Raisa. Namun 2 suster yang membantu dirinya mengurus Raisa sedang pergi.

__ADS_1


Axel berdecak kesal dan kembali memasuki kamar.


" Raisa aku tidak ingin kau sampai kenapa-kenapa. Kau akan masuk angin. Jika kau tidak mengganti pakaian mu. Jadi aku mohon sekarang ganti pakaian mu!" ucap Axel membujuk Raisa. Namanya orang gila. Jadi masa bodo apa yang di katakan Axel Dia tidak peduli sama sekali.


Axel beberapa kali menghela napas melihat Raisa. Sampai akhirnya dia harus bertindak. Dari pada pasiennya kenapa-kenapa?


Axel mengambil pakaian yang tadi di ambilnya dan mematikan lampu kamar itu. Lalu menghampiri Raisa. Alex tidak punya pilihan lain selain mengganti sendiri pakaian Raisa dengan tangannya sendiri.


Alex sedikit gugup dengan apa yang di lakukannya. Saat perlahan tangannya menurunkan res dress yang di kenakan Raisa.


Raisa memang tidak akan melawan dan membiarkan saja Axel melakukannya apapun padanya. Dia juga mungkin tidak sadar saat pakaian itu sudah di di lepas dari tubuhnya dan sekarang sedang di ganti yang baru.


Tidak lama akhirnya Axel selesai melakukan pekerjaannya dan kembali menghidupkan lampu dan Raisa sudah memakai pakaian yang baru dan untung saja Alvin mudah memakainya dan tidak salah sama sekali.


" Sekarang kamu istirahat lah!" ucap Axel yang membantu Rais untuk merebahkan dirinya di atas tempat tidur. Namun terlihat Raisa menahan tubuhnya yang seperti tidak ingin berbaring.


" Kamu belum tidur?" tanya Axel.


" Aku kedinginan," jawab Raisa yang baru mengeluarkan suaranya.


" Kalau begitu kamu istirahat. Aku akan menyelimutimu!" ucap Axel. Raisa menggelengkan kepalanya dan memeluk ke-2 lututnya yang mana dia benar begitu kedinginan. Axel juga bisa melihat itu dari tubuh Raisa yang bergetar.


Axel menghela napasnya kembali. Lalu mendekati Raisa Axel duduk di belakang Raisa, mengambil selimut dan menutup ke tubuh Raisa dan Axel bahkan memeluknya dengan erat dari belakang. Raisa tampaknya terbantu dan memegang tangan Axel yang melingkar di dadanya.


Axel terlihat begitu gugup saat melakukan hal itu. Mungkin tidak pernah dia sepertian yang berlebihan ke pada pasien dan sekarang dia bahkan memeluk pasiennya untuk memberikan pasiennya kenyamanan.


" Ada apa denganmu Axel. Kenapa jantungmu berdetak begitu kencang. Tidak mungkin kan Axel kau...."


" Tidak apa yang mau pikirkan Axel, ini hanya hal biasa yang mau lakukan dan tidak ada masalah sama sekali. Kau hanya ingin dia baik-baik saja. Kau tidak ingin dia kenapa-kenapa. Hanya itu saja. Kau jangan berpikiran yang aneh-aneh Axel. Ingat dia adalah pasien mu. Tugasmu untuk memberinya kesembuhan," batin Axel dengan perasaannya yang aneh.

__ADS_1


Tidak tau apa yang di rasakannya. Dia terus bergetar hebat dengan perasaannya yang menggebu-gebu saat memeluk Raisa yang begitu nyaman di pelukannya.


Bersambung


__ADS_2