Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 175 menemukan titik keberadaan.


__ADS_3

Ke-2 anak buah Novi dan Raisa kembali menutup kepala Melody dan Lea.


" Lepaskan kami apa yang kalian lakukan. Lepaskan!" Melody dan Lea berusaha memberontak dengan tubuh mereka terus bergerak-gerak. Agar penutup kepala itu tidak kembali menutup kepala mereka. Namun usaha mereka sia-sia. 2 anak buah itu berhasil melakukan apa yang di perintahkan bosnya.


" Kalian benar-benar brengsek! lepaskan kami!" teriak Melody dengan penuh amarah.


" Diamlah kalian di sini!" bentak pria itu dengan suaranya yang menggelegar. Melody dan Lea pun terdiam.


" Ayo kita pergi dari sini!" ajak Pria yang satunya. Temannya pun setuju dan akhirnya mereka pergi dari tempat itu membiarkan Lea dan Melody terikat tanpa bisa melihat apapun.


" Kurang ajar kalian semua!" umpat Lea yang begitu emosi.


" Sudahlah Lea. Kamu tenangkan diri kamu. Kamu jangan membuang tenaga kamu dengan berteriak-teriak. Sebaiknya kita memikirkan bagaimana caranya keluar dari tempat ini," ucap Melody memberi saran.


Lea mencoba menenangkan dirinya dengan menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan.


" Kamu benar. Tidak ada gunanya aku berteriak-teriak. Raisa dan Novi tidak bisa di hadapai dengan emosi. Orang licik seperti mereka harus di hadapi dengan bermain halus," ucap Lea dengan napasnya yang masih naik turun.


" Iya. Kamu benar, mereka itu orang-orang licik, yang tidak punya hati, mereka saja bisa bebas dari penjara dan pasti kebebesan itu di dapatkan dengan menghalalkan segala cara. Sama dengan kita mereka juga akan menghalalkan segala cara untuk menghabisi kita demi kepuasan mereka. Mereka bukan manusia tetapi iblis," sahut Melody.


" Lalu apa kita lakukan Melody? kita terikat dan bahkan tidak bisa melihat apa-apa. Belum lagi napas kita akan semakin sesak," sahut Lea yang tampak putus asa.


" Kita harus berusaha melepaskan apa yang terikat di tubuh kita. Kita serahkan ke pada Allah. Aku yakin usaha kita pasti tidak sia-sia," sahut Melody yang tidak melupakan Tuhannya dalam masalahnya.


" Baiklah kita akan mencoba terus," sahut Lea yang setuju.


" Ya Allah aku mohon selamatkan aku dan Lea. Aku mohon beri kami petunjuk dan juga suamiku agar bisa menemukanku secepatnya. Aku mohon ya Allah. Kak Ardian aku sedang berada di sini. Aku tidak tau tempat apa ini. Raisa ingin berbuat jahat kepadaku. Kak Ardian dengar lah suaraku. Selamatkan aku," batin Melody yang meminta pertolongan pada suaminya.


" Jika aku tidak membatalkan janji itu pada Alvin. Mungkin Alvin masih mengawasiku dan pasti Novi dan Raisa tidak bisa melakukan ini," batin Lea yang tiba-tiba melibatkan nama Alvin dalam insiden yang di alaminya.

__ADS_1


Melody dan Lea sama-sama berusaha untuk meloloskan diri, berusaha untuk membuka ikatan itu.


Sementara Ardian, Alvin, Evan, Rasti masih berusaha mencari 2 wanita itu. Di mana di pinggir jalan mobil mereka berhenti. Mereka ber-4 berada di luar. Ardian terliaht terus menelpon. Tetapi tidak tau siapa yang di telponnya. Wajahnya terlihat begitu gusar, panik, cemas yang di rasakannya.


Sementara Evan dan Rasti yang mana duduk di atas aspal yang terlihat Fokus pada tablet menunjukkan peta. Ke-2nya tampak begitu serius, bahkan berkali-kali Evan menuliskan sesuatu di kertas hps. Lain Alvin yang juga sibuk menelpon yang sedikit jauh dari mobil.


📞" Kalian periksa semua Cctv dari depan Perusahan sampai jalanan. Lacak handphone Lea!" titah Alvin dengan serius pada sang penelpon.


Dia memang terlihat begitu panik. Alvin selesai memberi perintah yang mungkin anak buahnya yang di telponnya tersebut.


" Arggg, sial. Jika benar Raisa dan Novi terlibat dengan semua ini. Aku tidak akan mengampuni kalian," umpat Davin dengan memijat pangkal hidungnya yang mana dia lebih terlihat khawatir.


Bahkan tidak sampai di situ saja. Alvin kembali terlihat menghubungi orang-orangnya lagi.


Rasti yang terlihat Fokus tiba-tiba melihat ke arah Alvin. Wajah Rasti menunjukkan banyak pertanyaan di kepalanya.


Mendengar pertanyaan kekasihnya membuat Evan menoleh ke arah Alvin, " aku mana tau memang ada apa?" tanya Alvin heran.


" Aku perhatikan doa begitu khawatir pada Lea. Apa mereka punya hubungan special?" tanya Rasti yang begitu penasaran.


" Setauku tidak Rasti. Karena setauku Alvin itu rekan bisnis keluarga dan aku juga tidak tau jika Alvin dan Lea saling mengenal," ucap Evan yang memang tidak tau apa-apa.


" Apa sudah ada titik terangnya," sahut Ardian yang tiba-tiba menghampiri 2 orang itu.


" Ardian,Hmmm kami belum menemukannya. Kami masih melacaknya," sahut Rasti.


" Kalau begitu cepatlah. Aku benar-benar khawatir pada Melody," sahut Ardian dengan wajah resahnya.


" Iya Ardian kami mengerti," sahut Rasti. Mereka kembali fokus melacak keberadaan Lea dan juga Melody.

__ADS_1


Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt.


Tiba-tiba ponsel Ardian bergetar lagi. Ardian melihat layar panggilan masuk itu yang tak lain adalah Marsel.


" Kak Marsel," gumamnya dengan suara pelan yang panik melihat Marsel menelponnya apa lagi yang di khawatirkan Ardian jika tidak Marsel yang pasti menanyakan keberadaan Melody dan jika Ardian mengatakan belum menikamnya. Pasti Marsel akan marah pada Ardian. Ardian pasti akan di salahkan kakak iparnya itu.


Ardian menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan. Lalu dengan yakin mengangkat telpon itu. Tanpa ingin menjadi pengecut.


📞" Hallo kak Marsel," sahut Ardian dengan suara beratnya.


📞" Aku menemukan titik di mana Raisa dan Novi. Jika keluarnya mereka dari penjaranya bersamaan dengan hilangnya Melody itu artinya hal ini berhubungan. Jadi aku menemukan mereka ber-2," ucap Marsel yang memberikan informasi.


Marsel menelpon bukan untuk memarahi Ardian melainkan memberi petunjuk atas keberadaan Melody yang 100 persen berkaitan dengan Raisa dan Novi.


📞" Kaka serius?" tanya Ardian yang dengan suara beratnya.


📞" Iya. Aku sudah menelpon polisi dan sekarang sedang menuju tempat itu. Aku akan kirim alamatnya. Jadi kamu menyusul lah, semoga Melody benar-benar ada di sana," ucap Marsel dengan harapannya pada Ardian untuk menemukan adiknya.


📞" Baik kak Marsel, terima kasih sudah membantuku!" ucap Ardian benar-benar lega mendapatkan petunjuk.


📞" Bawa adikku pulang dengan selamat. Kau sudah berjanji untuk membahagiakannya. Mungkin aku tidak akan mengampuni mu Ardian. Jika terjadi sesuatu pada adikku," sahut Marsel yang bicara dengan penuh penekanan dan penegasan pada adik iparnya itu.


📞" Aku janji kak, aku akan membawa Melody dengan selamat. Terima kasih kak untuk semuanya," ucap Ardian yang dengan janjinya.


📞" Aku pegang janjimu," sabun Marsel yang langsung mematikan telpon itu. Marsel menurunkan ponselnya dari telinganya.


" Semoga kamu tidak apa-apa Melody. Kakak yakin kamu kuat dan bisa di temukan Ardian," ucap Marsel dengan wajahnya yang tampak khawatir. Namun berusaha untuk tenang.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2