
Setelah mengambil handphonenya Melody pun menghampiri Ardian yang sudah memasuki mobil. Dan Melody juga langsung memasuki mobil.
" Sudah?" tanya Ardian. Melody mengangguk sambil memakai sabuk pengamannya.
" Ya sudah sekarang kita pergi," ucap Ardian.
" Iya," jawab Melody dengan tersenyum. Ardian pun langsung melajukan mobilnya.
Raisa hanya bisa menguntit saja yang melihat kebersamaan Ardian dan Melody yang semakin lama semakin dekat.
" Mereka ber-2 benar-benar sudah menata hati kembali dan benar-benar begitu bahagia yang melupakanku dan bahkan tidak peduli denganku. Percuma juga aku berusaha jika mereka semakin lama justru semakin dekat dan Melody semakin menunjukkan kekuasaannya di depanku dan Eyang dan juga penghuni rumah ini terus mendengarkannya," batin Raisa yang hanya kesal dengan tangannya yang di lipat di dadanya.
Tiba-tiba seorang Pria datang dengan pakaian merah yang sepertinya pakaian kerja atau apa juga tidak dapat di ketahui.
" Permisi mbak," sapa Pria itu dengan ramah.
" Iya, siapa ya," sahut Raisa.
" Ini benar rumahnya mbak Lea?" tanya Pria itu.
" Lea kenapa dia mencari Lea. Memang siapa dia," batin Raisa penasaran yang terus mengamati pria itu dan bukannya menjawab pertanyaan Pria yang sekarang kebingungan itu.
" Kenapa mbak ini malah diam," batin Pria itu garuk-garuk kepala.
Tiba-tiba Lea melewati depan pintu yang terbuka dan melihat Raisa dengan seorang Pria yang di kenalnya.
" Mas Jeki," sahut Lea dari dalam dan langsung buru-buru keluar dari rumah menghampiri Pria yang bernama Jeki itu dan Lea melihat sinis Raisa yang terlihat kepo.
" Alhamdulillah ternyata benar, ini rumah Mbak Lea," sahut Pria itu.
" Mas Jeki kok datang kemari?" tanya Lea.
" Ini handphonenya mbak Lea, sudah kembali dan kemarin nomor telepon yang mbak Lea tuliskan untuk menghubungi mbak Lea hilang makanya saya bingung dan mencari-cari rumah Mbak Lea dan akhirnya ketemu," kelas Pria itu yang memberikan kotak yang tertutup rapat sepertinya Pria itu adalah tukang servies handphone.
" Ya ampun syukurlah, kalau hanphonenya sudah di perbaiki," sahut Lea yang buru-buru mengambilnya.
" Iya mbak Lea, ya sudah kalau begitu saya permisi dulu. Saya mohon maaf kalau ada sedikit data apa yang hilang nantinya. Soalnya Karin saya juga sudah mengatakan resikonya," sahut Pria itu.
" Hmmm, tidak apa-apa mas Jeki. Sekali lagi terima kasih sudah repot-repot datang kemari," sahut Lea.
" Iya mbak Lea, ya sudah kalau begitu saya permisi dulu," ucap Pria itu pamit. Lea menganggukkan kepalanya dan Pria itu pun langsung pergi.
__ADS_1
Raisa masih tetap di tempatnya yang pasti penasaran dan Raisa langsung melihat kearah Lea.
" Apa lihat-lihat kepo," sahut Lea.
" Kenapa juga harus kepo," sahut Raisa.
" Baguslah, kalau begitu," sahut Lea dengan sewot yang langsung masuk kedalam ruang
" Issss, dia pikir aku peduli apa. Tapi kenapa dia memperbaiki hanphonenya. Bukannya kalau rusak seharusnya bisa beli baru ya. Dia kayak orang miskin aja," batin Raisa yang akhirnya penasaran juga dengan handphone Lea yang sepertinya begitu penting.
***********
Lea memasuki rumah dengan menaiki anak tangga yang terus memegang hanphonenya yang di berikan dus paket itu.
" Aku berharap rekaman itu tidak hilang. Karena hanya itu satu-satunya bukti Raisa membakar Villa," batin Lea dengan terus berdoa yang mana hanphonenya telah rusak dan berusaha di perbaikinya dengan harapan yang tepat.
**************
Rumah sakit.
Akhirnya Melody dan Ardian tiba di rumah sakit dan mereka langsung mencari ruangan Chaca dan sampai akhirnya ruangan Chaca di temukan.
Ceklek.
" Melody!
" Kak Melody!"
Meski mengetahui Melody masih hidup. Tetapi keluarga itu pasti tidak menyangka jika wujud Melody bisa terlihat.
" Chaca!" Melody langsung menghampiri Chaca, memegang tangan Chaca yang begitu panas. Bahkan matanya berkaca-kaca dengan melihat kondisi keponakannya yang sakit dan tidak berdaya itu.
" Ya Allah Chaca, kamu kenapa bisa seperti ini," ucap Melody mengusap-usap pipi Chaca.
" Dia sepertinya merindukan kamu Melody, belum ada perubahan sama sekali. Dia tetap seperti ini," sahut Gadis yang setiap hari khawatir.
" Sayang, Aunty di sini," ucap Melody dengan air matanya yang jatuh. Ardian juga mendekat dan mengusap-usap pundak Melody untuk memberikan Melody ketenangan.
" Aunty!" lirih Chaca yang langsung bersuara ketika menyadari kedatangan Melody.
" Sayang kamu sudah bangun, ini Aunty," sahut Melody. Chaca membuka matanya perlahan.
__ADS_1
" Alhamdulillah, Chaca sudah siuman," sahut Gadis.
" Alhamdulillah ya Allah," sahut Dania dan Wawan yang begitu bahagia.
" Giliran kak Melody datang Chaca langsung bangun," batin Febby dengan wajah cemberutnya.
" Sayang, kamu sudah bangun," ucap Melody duduk di samping Chaca. Chaca langsung memegang erat tangan Melody.
" Chaca mimpi kalau aunty jatuh kesungai dan kesusahan untuk kedaratan, makanya Chaca tidak mau bangun. Chaca nungguin Aunty, jagain Aunty selama di hutan," ucap Chaca.
Melody mengangguk-angguk dengan meneteskan air matanya. Di mana Chaca seakan tau apa yang terjadi. Ya Chaca memang tau. Karena semua itu adalah kebenarannya
" Tapi Aunty sudah baik-baik saja. Seharusnya Chaca tidak nungguin Aunty. Aunty baik-baik saja sayang," ucap Melody.
" Chaca, sekarang Aunty Melody sudah ada di sini. Jadi Chaca jangan sakit-sakitan lagi ya," ucap Dania.
" Baik Oma," sahut Chaca.
" Chaca mau makan tidak, biar mama beliin," sahut Gadis.
" Iya, tapi di suapi Aunty Melody," jawab Chaca.
" Pasti Chaca, Aunty Melody akan suapin yang penting Chaca sembuh," ucap Melody.
" Ya sudah aku akan beli makanan sebentar," sahut Marsel.
" Febby ikut," sahut Febby.
" Ya sudah," sahut Marsel yang langsung keluar bersama dengan Febby. Chaca pun melihat Ardian.
" Om tampan ada di sini juga," sahut Chaca.
" Iya Chaca. Apa Chaca sudah agak enakan?" tanya Ardian.
" Sudah Om. Om juga nanti temani Chaca makan ya. Jangan pulang dulu," ucap Chaca.
" Iya, pasti. Om akan temani Chaca," sahut Ardian membuat Chaca tersenyum yang mana dia langsung pulih begitu melihat Aunty kesayangannya.
Dania, Gadis dan Wawan saling melihat yang mana mereka begitu bahagia, Melody anak mereka sudah kembali, begitu juga dengan Ardian yang telah kembali dan terlebih lagi Chaca yang sudah pulih kembali dan jelas itu membuat mereka begitu bahagia.
" Aunty tidak mau peluk Chaca?" tanya Chaca, Melody tersenyum dan langsung memeluk Chaca. Jujur dia juga merindukan Chaca.
__ADS_1
" Melody benar-benar dekat keponakannya. Aku juga melihat Chaca yang sangat sayang kepadanya," batin Ardian yang ikut tersenyum dengan kebahagian Chaca.
Bersambung