
Kedatangan Chaca harus membuat Ardian harus kecewa dengan kehadiran Chaca yang ingin tidur bersama Ardian dan juga Melody.
" Aunty!" panggil Chaca lagi yang terus mengetuk Melody.
Ardian Melihat Melody dan Melody malah merasa canggung dan napasnya saja belum stabil masih naik turun karena merasa ada sesuatu yang hilang darinya.
Ardian membuang napasnya perlahan dan mencium lembut kening Melody. Dengan tatapan mereka yang sama-sama sendu. Yang masih sama-sama penuh dengan gairah.
" Mungkin belum waktunya," ucap Ardian, Melody mengangguk. Dia juga terlihat kecewa. Namun mau bagaimana lagi Chaca sudah ingin tidur bersama mereka.
Ardian pun harus bangkit dari tubuh Melody. Terlihat Melody membuang napasnya perlahan kedepan yang merasa lega dan Melody juga duduk.
" Aunty, Om, kenapa belum di buka pintunya," sahut Chaca yang terus mengetuk pintu. Ardian pun langsung melangkah mendekati pintu untuk membuka pintu.
" Sebentar Chaca," sahut Ardian yang akhirnya membuka pintu dan sudah melihat Chaca dengan bonekanya.
" Lama sekali buka pintunya," ucap Chaca dengan wajah kesalnya yang mulai manyun.
" Maaf sayang," sahut Ardian.
" Ya sudah apa Chaca boleh tidur sama Om dan sama Aunty?" tanya Chaca lagi.
" Boleh sayang," sahut Ardian mengacak-acak rambut Chaca, " Ayo kita masuk!" ajak Ardian, Chaca mengangguk dan langsung masuk bersama Ardian. Melody yang duduk di atas tempat tidur tersenyum pada Chaca.
" Aunty ngapain?" tanya Chaca.
" Tidak ngapa-ngapain sayang ayo mari dekat Aunty," ucap Melody dengan mengajak dengan tangannya dan Chaca pun langsung menaiki tempat tidur duduk di samping Melody. Chaca memperhatikan wajah Melody dan mendekati Melody dengan tangannya yang memegang bibir Melody yang membuat Melody heran.
" Kenapa bibir Aunty?" tanya Chaca memegang bibir Melody.
" Memang kenapa?" tanya Melody memegang bibirnya.
__ADS_1
" Kok basah?" tanya Chaca dengan polosnya. Membuat Melody melotot dan jadi salah tingkah di depan Chaca. Melody melihat kearah Ardian dan Ardian pura-pura tidak mendengarnya.
" Aunty kenapa?" tanya Chaca yang masih ingin tau.
" Hmmm, ini, ini itu tidak apa-apa Chaca, Aunty habis minum," jawab Melody dengan gagap. Karena mana mungkin Melody harus mengatakan dia dan Ardian habis berciuman dengan panas.
" Sayang ya sudah ayo kita bobo," ucap Melody yang langsung mengalihkan pembicaraan, agar mata Chaca tidak terus melihat bibirnya.
" Baik Aunty," sahut Chaca mengangguk.
Melody langsung merapikan tempat tidur untuk memberikan Chaca tempat untuk beristirahat di samping Melody.
" Om Ardian ayo bobo!" ajak Chaca.
" Iya sayang," sahut Ardian mengangguk dengan tersenyum dan langsung menaiki tempat tidur. Chaca di bagian pinggir dan Melody di sampingnya lalu Ardina di samping Melody.
" Selamat malam Aunty, Om," ucap Chaca pamit sebelum tidur.
" Selamat malam sayang!" sahut Ardian dan Melody dengan tersenyum Ardian memeluk Melody dari belakang dengan mencium pipi Melody.
" Malam," jawab Melody tersenyum. Pipi Melody masih saja merah karena masih di pengaruhi gairah dan belum lagi dengan Chaca yang bertanya kepadanya yang membuatnya begitu gugup.
" Tidak apa-apa. Jika malam ini aku dan Melody melakukan hal itu. Tetapi aku bersyukur dengan Melody yang sudah mulai bisa melawan segalanya. Aku berharap kedepannya Melody memang sembuh total dengan begitu dia juga akan mengingat Chaca tanpa aku harus memberitahu nya," batin Ardian dengan harapannya.
" Apa kak Ardian akan kecewa kepadaku ya," batin Melody yang memikirkan Ardian.
Bersambung
Karena Chaca akan pergi di bawa Marsel dan istrinya. Jadi kali ini Melody dan Ardian akan mengajak Chaca untuk berjalan-jalan, sekedar mendatangi tempat hiburan dan juga makan bersama.
Tidak Chaca dan tidak Melody ataupun Ardian mereka semua begitu bahagia dengan jalan-jalan bersama-sama. Ardian memang akan mengatakan kesempatan itu untuk jalan-jalan bersama anaknya. Dia harus kangen-kangenan pada Chaca yang tidak tau kapan Marsel dan istrinya akan pulang.
__ADS_1
Bahkan kali ini Ardian yang lebih banyak bermain-main dengan Chaca di bandingkan dengan Melody, Melody lebih banyak merekam Ardian dan juga Chaca untuk mengabadikan kenangan.
Sama dengan saat ini di mana Ardian menemani Chaca bermain ice skating. Kebetulan memang Chaca sangat pintar dalam permainan itu walau usianya masih begitu kecil. Tetapi walau Chaca begitu pintar melakukannya. Tetap saja Ardian harus menemaninya. Sedangkan Melody hanya merekamnya saja.
Siska sahabat Lea yang juga mengenal Melody tidak sengaja melihat Melody dan Lea terlihat mengamati Melody yang seakan ingin memastikan dulu apakah itu Melody yang di lihatnya atau tidak.
Sepertinya Siska menyadari jika wanita itu adalah Melody dan Siska langsung menghampiri Melody dengan memegang pundak Melody. " Melody!" tegur Siska!". Melody langsung melihat ke belakang dan Melody malah terlihat heran dengan siapa wanita itu.
Melody lebih terlihat mengingat-ingat wanita yang memanggilnya itu siapa yang mana Melody merasa tidak asing dengan wanita yang kenal dengannya itu.
" Hay, kamu masih ingat aku, aku Siska," sahut Siska dengan tersenyum yang membuat Melody heran.
" Siska, Siska siapa maksudnya," batin Melody dengan penuh kebingungan.
" Kamu di sini sama siapa?" tanya Siska lagi. Namun Siska melihat ke arah permainan ice skating dan melihat Ardian, " sama Ardian ya," ucap Siska yang sudah bisa menebak.
Siska bicara panjang lebar dan juga melihat anak kecil yang bersama Ardian.
" Itu anak kamu?" tanya Siska lagi, " ya ampun nggak nyangka ya kamu sama Ardian menikah juga dan bahkan punya anak dan lihatlah anaknya begitu cantik, sungguh sangat mirip dengan Ardian," ucap Siska lagi yang terus berbicara ini dan itu dan Melody hanya diam dalam pemikirannya yang berusaha mengingat-ingat wanita di depannya ini yang sangat dia tidak tau siapa wanita itu. Namun sangat tidak asing baginya.
" Cantik anak kamu, mirip papanya," lanjut Siska lagi. " Ya sudah ya Melody aku harus pergi dulu. Aku senang banget bisa ketemu kamu. Kita sudah lama ya tidak bertemu. Dan iya aku minta maaf ya tentang kejadian 4 tahun lalu," ucap Siska dengan menepuk bahu Melody yang membuat Melody kebingungan dengan semua apa yang di katakan Siska sendiri langsung pergi membiarkan Melody berdiri dengan kebingungan.
" Apa yang di bicarakannya, anak apa maksudnya," batin Melody dengan penuh kebingungan yang masih berpikir siapa wanita itu dan kenapa harus membicarakan masalah anak yang membuatnya penuh dengan kebingungan.
Ardian yang melihat Melody murung sangat heran.
" Melody kenapa, kok dia tiba-tiba malah menjadi diam," batin Ardian yang terus memperhatikan istrinya.
" Om kenapa?" tanya Chaca.
" Sayang kita kesana bentar ya, lihat Aunty," ucap Ardian.
__ADS_1
" Baik Om," sahut Chaca yang menganggukkan kepalanya.
Bersambung