Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 102 Jebakan.


__ADS_3

Evan terus menyetir mengikuti 2 mobil tersebut yang begitu kencang melaju.


" Kali ini kita tidak boleh melewatkan bukti. Kita harus bisa membuat mereka mempertanggung jawabkan perbuatan mereka. Raisa, Novi dan Rio. Juga Boy dan Ari harus mempertanggung jawabkan perbuatan mereka yang terlibat dengan apa yang terjadi pada Melody," ucap Lea dengan mengepal tangannya.


" Rasti apa kamu sudah menghubungi semuanya?" tanya Evan menoleh sebentar ke arah Rasti.


" Aku sudah menghubungi semuanya dan juga sudah membuat GPS agar yang lain bisa langsung menyusul," jawab Rasti.


" Bagus kalau begitu, biar semua orang tau bagaimana kelakukan Raisa dan Novi yang sebenarnya," ucap Evan yang terlihat begitu geram dan bahkan sangat tidak sabaran.


" Yang penting kamu fokus menyetir Evan, jangan sampai kita kehilangan jejak," ucap Lea. Evan mengangguk dan tetap fokus menyetir untuk mengikuti dua mobil tersebut.


Tidak lama akhirnya mobil Raisa dan Rio berhenti di depan sebuah rumah yang tidak tau itu adalah rumah siapa. Mobil Evan berhenti lumayan jauh agar tidak terlihat oleh mobil Raisa dan juga Novi.


" Rumah siapa itu?" tanya Lea.


" Aku tidak tau," jawab Evan yang juga terus melihat Raisa, Novi, Rio yang akhirnya memasuki rumah tersebut dan terlihat ada 2 orang satpam yang menjaga di sana.


" Sebaiknya kita langsung masuk saja," sahut Lea yang tidak mau buang-buang waktu.


" Tetapi lihat ada satpam di sana. Bagaimana caranya kita akan masuk?" tanya Rasti kebingungan.


Mereka ber-3 saling melihat yang berusaha untuk mendapatkan ide secepatnya. Agar bisa masuk kedalam dan mengetahui apa yang terjadi sebenarnya di dalam. Karena Raisa, Novi dan Rio juga sudah masuk kedalam.


Raisa, dan Novi memasuki rumah itu bersama Rio yang berjalan terlebih dahulu dan sepertinya itu adalah rumah Rio, mereka langsung menuju ruang tamu yang mana ada Ari dan Boy di sana.


" Akhirnya kalian datang juga," ucap Boy yang langsung berdiri.

__ADS_1


" Apa situasinya aman?" tanya Ari. Raisa hanya mengangguk.


" Sialan, percuma aku mencelakai Lia, ternyata dia tidak mati dan koma sama dengan kakaknya itu yang juga tidak mati sampai sekarang dan sekarang polisi sedang menyelidiki kecelakaan itu," ucap Rio yang terlihat begitu kesal.


" Lalu bagaimana ini. Bagaimana jika polisi tau, kau yang mencelakainya. Itu artinya kita ber-2 juga ikut terlibat. Karena masalah Melody akan terungkap. Karena berita ini," sahut Ari yang tidak kalah paniknya.


" Kita tidak akan terlibat jika Melody dan Ardian tidak di temukan," sahut Boy. Raisa dan Novi hanya saling melihat dengan kepanikan 3 orang itu.


" Aku berharap Melody, Lia, Dimas harus mati supaya masalah ini selesai secepatnya, dan aku akan aman untuk selamanya," sahut Rio dengan mengepal tangannya.


" Apa yang kalian bicarakan," tiba-tiba terdengar suara yang membuat semuanya kaget dan langsung melihat ke arah suara tersebut.


Ternyata, Eva, Rasti, Lea, Eyang, Widia, Shandra, Bayu, Mila, dan Arya dan juga ada Marsel di sana. Tidak tau kapan tetapi orang-orang itu sudah ada di sana dan hal itu membuat Novi, Rasti, Rio, Boy dan Ari kaget.


" Ada apa ini, Raisa Novi, kenapa kalian ada di sini dan siapa mereka?" tanya Eyang.


" Semua orang sedang mencari Ardian dan Melody. Lalu kenapa kalian malah ada di sini dengan Pria- Pria ini," sahut Shandra dengan penuh kebingungan.


" Evan, jadi mereka orang yang sudah membuat Eyang dan yang lainnya datang kemari," batin Raisa dengan wajahnya yang begitu panik dan terlihat sangat shock.


" Apa lagi jika bukan untuk melihat kebusukan Raisa, dan Tante Novi juga sekutunya yang kejam-kejam ini," sahut Evan dengan menekan suaranya yang menatap tajam orang-orang itu.


" Sial, kenapa aku jadi terjebak seperti ini. Keluarga Ardian ada di sini," batin Rio panik dan sepertinya tidak bisa melakukan apa-apa.


" Sudah kuduga, kau Raisa ada di balik semua ini," sahut Lea yang langsung ingin menerkam Raisa.


" Apa maksud kamu Lea," sahut Raisa dengan wajah paniknya yang masih berpura-pura tidak tau.

__ADS_1


" Kau pikir kami tidak tau dengan apa yang kau lakukan hah! 4 tahun lalu kau sengaja membuat Drama dengan bantuan orang-orang ini untuk mencelakai Melody dan juga membuat Melody dan Ardian berpisah," sahut Lea dengan menunjuk-nunjuk tepat di wajah Raisa.


Pernyataan yang di katakan Lea membuat semua orang kaget dan langsung melihat tajam ke arah Raisa dengan tatapan ingin mendengar penjelasan.


" Apa yang kamu katakan Lea. Mencelakai Melody apa mereka perlakukannya?" sahut Marsel dengan wajahnya yang memerah yang sudah menahan diri sejak tadi.


" Kak Marsel, mereka ber-3 adalah perlakukannya. Aku, temanku, Ardian sengaja di buat pergi. Agar mereka bertiga bisa melecehkan Melody!" ucap Lea tanpa ampunan yang membuat Marsel kaget.


" Apa maksud kamu Lea?" tanya Widia dengan suara seraknya yang masih tidak mengerti dengan situasi yang membingungkan itu.


" Tante Widia, Tante harus tau, putusnya Melody dan Ardian bukanlah hal yang spele, semua itu karena Raisa dan orang-orang ini dan membuat Melody juga masuk rumah sakit jiwa dan kak Marsel itu bukan kesalahan Ardian, tetapi mereka. Karena Ardian juga tidak tau apa-apa dan hanya di jebak," ucap Lea dengan penjelasannya yang tepat dan benar.


" Jangan bicara sembarangan kamu Lea. Kamu menuduh Raisa dengan suka-suka kamu dengan melibatkannya pada mereka. Kamu tidak punya bukti untuk menuduh Raisa," sahut Novi membela Raisa.


" Aku tidak mengatakan hanya Raisa saja. Tetapi juga kau yang pasti ikut-ikutan dalam hal ini," sahut Lea.


" Kau menuduhku," sahut Novi.


" Tidak menuduh tetapi kenyataannya. Tanpa harus mempunyai bukti semua sudah jelas dengan kalian ber-2 bertemu dengan mereka ber-3 orang sudah mencelakai Melody, yang membuat Melody terluka dari fisik maupun Verbal, yang membuat Melody mengalami gangguan mental. Apa lagi namanya jika kalian tidak ikut-ikutan," sahut Lea menekankan yang membuat Raisa dan Novi kaget.


" Bukan hanya masalah Melody yang pasti kecelakaan dari Lia juga berurusan dengan kalian semua," sahut Evan menambahi.


" Dokter Lia, Dokter Melody yang sengaja di bunuh untuk menghilangkan bukti tentang perbuatan kalian. Tapi sayang Ardian sudah melihat semuanya dan mengetahui semuanya jika mereka ber-3 yang sudah memukul, mencekoki Melody dengan alkohol," lanjut Lea yang membuat semuanya semakin kaget.


Widia yang mendengarnya bahkan sampai bergetar sementara Marsel sudah mengepal tangannya dengan kuat yang ingin membunuh orang-orang yang sudah menghancurkan hidup adiknya.


" Kau tidak punya bukti, jika kami melakukan itu, kami tidak melakukan apa-apa pada Melody," sahut Boy.

__ADS_1


" Aku korban dari kalian," tiba-tiba terdengar suara yang membuat semua orang kaget dan melihat kearah suara itu yang ternyata Ardian dan Melody yang datang dengan tangan bergenggaman yang membuat semua orang semakin kaget lagi.


Bersambung


__ADS_2