
" Cukup Iriana apa yang kamu katakan!" bentak Eyang besar berdiri dengan mempertanyakan apa yang di bicarakan Iriana.
" Kamu itu keterlaluan Iriana. Lea itu anak kamu. Tetapi apa yang kamu katakan. Bisa-bisanya kamu mengatakan hal itu di depan semua orang. Kamu itu benar-benar keterlaluan," ucap Widia yang juga ikut bicara.
" Yang aku bicarakan sudah jelas semuanya. Jika Lea yang tiba-tiba ingin menikah. Karena pasti sudah hamil dan kalian semua jangan menayalahkanku dan membelanya," tegas Iriana.
" Cukup mah!" bentak Lea, " Kenapa mama tega mengatakan semua ini di depan semua orang. Aku ini adalah anak mama. Kenapa malah memfitnah ku dengan cara murahan seperti ini," ucap Lea yang merasa begitu sakit hati sampai matanya berkaca-kaca. Karena perlakuan ibunya sendiri.
" Fitnah kamu bilang. Sudahlah Lea kamu itu jangan berakting. Sekarang coba kamu jelaskan pada Eyang dan semua orang di sini. Kenapa kamu ada di hotel dengan pria itu di kamar 606 yang juga berdekatan dengan kamarku," sahut Iriana yang memang begitu memojokkan Lea. Alvin sejak tadi sudah menahan dirinya yang kekasihnya itu habis-habisan di pojokkan wanita yang akan menjadi ibu mertuanya itu.
" Hmmmm, kamu tidak bisa jawab. Apa mungkin Ardian dan Melody bisa menjawabnya," sahut Iriana yang melempar pada Ardian dan Melody. Jelas Ardian dan Melody terkejut dengan mereka yang begitu saja di di libatkan.
" Kenapa harus membawa anak saja," sahut Dania.
" Maaf ya mbak. Karena Melody dan Ardian juga ada di sana dan sepertinya mereka memang tau. Dan itu artinya apa yang aku katakan adalah kebenarannya. Jika dia dan dia sedang cek-in di hotel dan tiba-tiba datang pasti dia sedang mengandung," ucap Iriana yang dengan tersenyum sinis.
" Tante tidak bisa bicara seperti itu. Lea bukan orang yang seperti itu," sahut Melody yang angkat bicara karena Iriana terus saja memojokkan Lea.
" Benarkah. Melody kamu membelanya. Padahal apa yang aku katakan. Kamu tau itu kebenarannya. Tetapi kamu malah membelanya, menutupi kenyataan itu. Apa itu karena kamu dan Lea itu sama-sama....."
" Cukup Iriana," bentak Eyang besar memotong pembicaraan Iriana. Sebelum Iriana melanjutkan kalimatnya yang mungkin itu mengenai kehamilan Melody di masa lalu yang pasti akan menimbulkan kegaduhan karena mulut Iriana.
__ADS_1
" Mama terus saja membentakku. Mama mengatakan aku yang ini itu. Sekarang lihat anak ini seperti apa dan aku mengatakan ini karena kenyataannya," sahut Iriana.
" Apa Tante bisa membuktikannya," sahut Alvin menekan suaranya yang baru bicara karena sejak tadi sudah lelah menahan dirinya. Alvin menghela napasnya panjang dan membuangnya perlahan ke depan dan langsung berdiri.
" Tadinya aku tidak percaya dengan apa yang di katakan Lea. Jika dia mempunyai seorang ibu. Tetapi namanya saja seorang ibu. Tetapi menganggapnya hanya sebagai musuh. Ya ternyata semua itu kebenarannya dan kau lebih parah. Jika aku benar-benar bisa melihat kalau wabita seperti itu memang nyata di depanku," ucap Alvin dengan sinis menatap Iriana.
" Apa yang kau katakan. Berani sekali kau bicara seperti itu kepadaku," ucap Iriana dengan kesalnya menatap tajam Alvin.
" Maaf untuk semuanya. Jika kedatangan saya membuat kekacauan. Saya akan perjelas kembali bagaimana saya bertemu Lea. Kami bertemu karena pekerjaan yang mana Lea datang kepada saya untuk meminta bantuan mengenai Raisa dan juga tantenya yang sudah tiada. Ya kami melakukan negoisasi sampai akhirnya deal dan di penjaranya Rais dan tantenya saat itu karena campur tangan saya,"
" Karena masalah itu saya dan Lea sering bertemu dan termasuk di hotel yang di katakan oleh Wanita yang mengakui dia sebagai ibu Lea. Saat di sana Ardian dan Melody juga ada. Tapi bukan itu yang ingin saya katakan. Saya hanya ingin mengatakan. Karena di hotel itulah di mana saat itu saya melihat seorang anak yang bicara pada ibunya, yang seorang anak menangis karena melihat ke lakukan ibunya dan di situlah saya jatuh cinta pada wanita yang di samping saya. Jadi pertemuan kami di hotel bukan karena apa-apa. Tetapi karena suatu hal yang membuat saya memang harus bertemu Lea dan di situ saya jatuh cinta padanya.
" Tidak semudah itu untuk membuat hubungan kami menjadi sekarang ini. Banyak lagi yang terjadi yang tidak seharusnya saya jabarkan dengan teliti. Intinya apa yang di tuduhkan wanita ini tidak benar. Lea tidak hamil dan saya menikahinya bukan karena sudah berhubungan dengannya dan saya bisa buktikan semua itu," tegas Alvin yang berbicara panjang lebar.
" Berarti semuanya sudah jelas dan saya mengenal Alvin. Keluarga kita juga tau dia. Jadi Tante Iriana jangan menuduh yang tidak-tidak," sahut Ardian.
" Kamu ini benar-benar keterlaluan Iriana. Kamu bukannya bersyukur. Jika ada Pria tulus yang mau menikah dengan Lea. Kamu malah menjelek-jelekkan Lea," sahut Shandra yang terlihat kesal dengan kelakukan adiknya itu.
" Untuk semuanya. Sekali lagi saya mohon maaf untuk kegaduhan ini dan sekali lagi tujuan saya datang kemari hanya untuk melamar Lea. Jadi mohon untuk restunya," ucap Alvin menegaskan kembali.
" Kamu pikir semudah itu untuk menikahi Lea. Saya orang yang pertama kali tidak menyetuji semua itu," sahut Iriana yang langsung menolak lamaran Alvin.
__ADS_1
Sontak hal itu mengejutkan semua orang termasuk Lea.
" Apa yang kamu bicarakan Iriana," sahut Widia.
" Sudah jelas semuanya. Lea itu anakku dan yang berhak memberikan restu itu hanya aku. Jadi aku tidak akan membiarkan dia menikah dengan pria ini," sahut Iriana menegaskan pada sekali lagi.
" Tetapi aku tidak meminta restumu," sahut Alvin yang sudah tidak peduli mau berbicara seperti apa kepada Iriana.
" Alvin!" lirih Lea memegang lengan Alvin, menegurnya untuk tidak bicara kasar pada mamanya.
" Jika kau seorang ibu yang baik. Kau tidak akan memperlakukan anakmu seperti ini. Dan aku juga merasa tidak pantas harus meminta restu dari mu," ucap Alvin menegaskan dengan tatapan matanya yang begitu tajam.
" Kau!" Iriana geram dan ingin maju yang mungkin akan memukul Alvin.
" Sudah cukup!" bentak Eyang, " Iriana kamu itu jangan terus membuat kegaduhan. Kita juga sedang ada tamu. Jadi sekarang mama minta kamu masuk kekamar kamu. Kamu tenangkan diri dulu. Baru keluar!" tegas Eyang besar.
" Aku ibunya Lea dan aku yang menentukan semuanya," tegas Iriana.
" Mama bilang masuk. Jangan membicarakan hal yang tidak perlu di bicarakan!" tegas Eyang besar.
" Baiklah. Tapi kamu ingat Lea. Sampai kapanpun aku tidak akan memberikan mu restu ingat itu," tegas Iriana yang akhirnya pergi meninggalkan tempat itu dengan penuh kekesalan karena sudah kalah malu.
__ADS_1
Bersambung