Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 228 Rumah sakit.


__ADS_3

Akhirnya mereka sudah tiba di rumah sakit yang menunggu Lea yang masih di tangani oleh Dokter. Di mana mereka semua menunggu dengan penuh ke khawatiran. Karena Lea sudah di tangani hingga lebih 2 jam.


" Semoga saja Lea tidak apa-apa," ucap Melody dengan paniknya.


" Dia pasti tidak apa-apa Melody, Dokter sudah mengatasinya tadi. Jadi percayalah. Dia akan baik-baik saja," sahut Ardian yang merangkul bahu Melody.


" Apa kita tidak menghubungi Alvin?" tanya Evan.


" Eyang rasa tidak usah. Nanti keluarga Alvin panik. Kita tunggu saja Dokter dan kita lihat kondisinya. Setelah itu baru kita perlu menghubungi Alvin atau tidak," sahut Eyang memutuskan.


" Apa yang di katakan mama ada benarnya. Kita jangan memutuskan semuanya begitu saja. Kita harus tenang dulu," sahut Widia.


" Tante Iriana benar-benar keterlaluan. Hanya karena tidak merestui Lea dan Lea tetap ingin menikah. Dia sampai tega ingin melenyapkan Lea. Sangat tidak manusiawi," sahut Evan yang begitu shock dengan tindakan Iriana di luar nalar.


" Ini semua salahku. Seharusnya kalau sudah curiga aku terus saja mengamati gerak-gerik Tante Iriana. Jadi pasti Lea tidak akan masuk perangkapnya dan hal ini tidak akan terjadi," sahut Melody yang sekarang merasa bersalah.


" Sayang itu bukan salah kamu. Kamu juga tidak tau apa-apa dan hanya merasa jika Tante Iriana baik dan tidak mungkin berbuat aneh-aneh. Jadi jangan menyalakan diri kamu," ucap Ardian.


" Benar Melody. Justru karena adanya kamu. Jadi kita semua tau. Jika semua ini adalah perbuatannya. Kamu tidak bersalah. Justru sangat membantu," sahut Shandra.


" Lalu sekarang bagaimana dengan Tante Iriana?" tanya Evan.


" Aku sedang menyuruh Arya dan Bayu untuk mengatasi semuanya. Jadi jangan khawatir mereka sudah membawa Maslaah ini pada pihak yang berwajib dan Iriana juga sudah di bawa ke kantor Polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya," sahut Eyang besar.


" Syukurlah kalau begitu. Memang sekali-kali Iriana harus di beri pelajaran," sahut Shandra.


" Kita sekarang berdoa saja. Semoga Lea baik-baik saja. Semoga tidak terjadi apa-apa padanya. Karena besok dia akan menikah. Ya semoga saja konsinyasi benar-benar stabil," sahut Widia yang hanya berharap yang baik-baik untuk keponakannya.


" Iya kita doakan saja Lea," sahut Ardian.


Mereka tetap menunggu Lea dengan penuh kecemasan. Dan tidak lama akhirnya Dokter pun keluar.

__ADS_1


" Dok bagaimana keadaan cucu saya?" tanya Eyang besar.


" Iya Dokter apa Lea baik-baik saja?" tanya Melody yang tidak kalah paniknya.


" Alhamdulillah kami tim Dokter sudah berhasil membersihkan racun di tubuhnya dan Lea sudah jauh lebih baik dari sebelumnya," jawab Dokter membuat semua orang bernapas lega.


" Alhamdulillah," sahut semuanya dengan serentak dengan mengusap wajah mereka.


" Jadi Lea tidak apa-apa kan Dok?" tanya Widia.


" Tidak apa-apa Bu. Dia sudah baik-baik saja. Karena untung cepat di bawa kerumah sakit. Jadi kondisinya sangat tertolong," jawab Dokter.


" Apa itu artinya Lea juga sudah sadar?" tanya Evan. Dokter menganggukkan kepalanya.


Lalu apa kami boleh melihatnya Dok?" tanya Ardian.


" Silahkan!" sahut Dokter.


" Terima kasih Dokter," sahut Shandra. Dokter hanya menganggukan kepalanya. Lalu pergi. Setelah kepergian Dokter mereka semua pun akhirnya memasuki ruangan Lea untuk mengecek kondisi Lea yang kata Dokter sudah baik-baik saja.


Mereka memasuki rumah sakit dan memang benar apa kata Dokter Lea sudah baik-baik saja.


" Lea!" lirih Melody yang langsung mendekati Lea, " kamu tidak apa-apa kan?" tanya Melody dengan paniknya melihat kondisi Lea.


" Aku tidak apa-apa Melody. Aku baik-baik saja," sahut Lea dengan suaranya yang pelan.


" Syukurlah kalau begitu aku benar-benar sangat mengkhawatirkan mu," sahut Melody.


" Lea apa yang terjadi. Kenapa bisa Iriana memberikan mu minuman itu?" tanya Eyang besar.


" Ini semua salahku Eyang. Aku terlalu mudah masuk perangkap mama sampai tidak menyadari apa-apa. Saat aku mau tidur mama datang ke kamar dan bicara panjang lebar yang pada intinya dia menyesal selam ini dan malah merestui hubunganku dengan Alvin dan setelah kami saling berdamai walau aku ragu. Dan mama menyuruhku meminum susu itu dan aku minum," jelas Lea yang bicara masih pelan-pelan. Karena memang dia sedikit lemah.

__ADS_1


" Kamu percaya begitu saja. Masa iya kamu tidak mencurigainya?" tanya Evan yang Setaunya Lea selama ini wanita yang sangat teliti dan tidak mudah di tipu.


" Aku jelas curiga Evan. Karena jelas mama tidak mungkin semudah itu mau berdamai denganku. Apa lagi saat mama mendesak ku untuk meminum susu itu. Kecurigaan ku semakin bertambah. Dan aku hanya ingin melihat apa yang di lakukan mama dan ini lah hasilnya," jelas Lea.


" Lea kamu itu sudah curiga. Tetapi kamu malah main-main dan menantang nyawa," sahut Shandra.


" Aku hanya ingin melihat Tante. Sejahat apa mama kepadaku dan ternyata inilah dia sangat jahat," sahut Lea. Dia memang mencurigai gerak-gerik mamanya. Tetapi dia ingin melihat apa yang di lakukan mamanya yang berharap mamanya tulus padanya.


" Apapun itu Lea. Seharusnya kamu tidak berbuat seperti itu. Lihat kondisi kamu dan besok kamu menikah. Bagaimana tadi kalau kamu semakin parah atau kemungkinan buruk tidak tertolong," ucap Widia yang begitu cemas dan sangat takut dengan kenekatan Lea yang bermain-main dengan nyawa.


" Benar Lea. Apapun itu Eyang minta sama kamu jangan melakukan hal ini lagi!" tegas mengingatkan Lea.


" Semua orang khawatir Lea. Jadi kalau apa-apa itu. Kamu pikir dulu. Jangan bermain dengan nyawa," sahut Ardian yang juga marah dengan nekatnya Lea.


" Maaf Tante, Eyang dan semuanya yang sudah mengkhawatirkanku. Aku janji tidak akan melakukan hal ini lagi," sahut Lea yang merasa bersalah.


" Ya sudah kamu benar-benar lain kali harus hati-hati. Pokoknya kejadian ini jangan terulang lagi!" tegas Widia.


" Iya Tante. Makasih untuk selalu mengingatkanku dan iya mama sekarang bagaimana?" tanya Lea.


" Sudah di penjarakan Eyang," sahut Evan yang menjawab.


" Serius Eyang?" tanya Lea.


" Iya. Dia juga sangat kelewatan dan harus di beri pelajaran," jawab Eyang masih geram dengan anaknya itu.


" Ya terserah Eyang ajalah," sahut Lea yang sepertinya tidak mau ambil pusing dengan mamanya.


" Ya sudah kamu sebaiknya istirahat dulu sampai beberapa jam kedepan. Biar kondis kamu stabil. Ingat kamu besok menikah. Apa mau pernikahan kamu di tunda," sahut Shandra.


" Jangan!" sahut Lea dengan cepat yang sudah tidak sabaran mau menikah.

__ADS_1


Cepatnya Lea menjawab membuat semua orang yang ada di ruangan itu tertawa-tawa dan Lea malu sendiri yang terlihat sangat tidak sabaran menunggu hari esok.


Bersambung


__ADS_2