
" Benar kalian jangan bicara sembarangan, jangan menuduh dan sok tau dengan semuanya," sahut Novi menambahi.
" Melody katakan apa yang terjadi sebenarnya. Apa mereka terlibat," sahut Marsel yang kembali bertanya pada adiknya. Namun Melody langsung melihat Ardian dan justru Ardian tampak panik yang membuat Melody heran.
" Maaf, kami tidak tau apa yang terjadi pada Melody dan kata-kata 4 tahun lalu. Kami sungguh tidak mengerti," sahut Raisa menegaskannya.
" Jangan mengelak Raisa kau dalang di balik semuanya," sahut Rasti menegaskan.
" Aku tidak terlibat, jadi jangan menuduh," sahut Raisa kembali membantah.
" Tidak terlibat katamu, di sini ada Melody dan jelas jika dia korban dari Rio, dan teman-temannya," sahut Lea.
" Dia korban, lalu apa hubungannya denganku," sahut Raisa.
" Katakan Melody apa yang terjadi?" tanya Marsel lagi.
" Kak aku adalah korbannya saat di Villa mereka ber-3 yang sudah memukulku, mencekoki dengan alkohol," ucap Melody membenarkan semuanya setelah merasa yakin untuk berbicara.
" Apa, jadi kalian orangnya," sahut Marsel dengan mengepal tangannya yang ingin ikut-ikutan dengan Ardian menghajar orang-orang itu yang seharusnya dari dulu di lakukan.
" Bajingan!" teriak Marsel yang menghampiri untuk memukul. Namun di cegah oleh Arya.
" Sudah cukup, kendalikan diri kamu jangan melakukan sesuatu yang merugikan kamu," ucap Arya memberi peringatan.
" Apa yang sebenarnya terjadi, Raisa Novi, ada apa lagi dengan kalian, apa yang kalian lakukan pada Melody?" tanya Eyang.
" Sudah jelas Eyang, mereka ber-2 bekerja sama untuk menyakiti Melody," sahut Lea.
" Lea, kamu jangan menuduh kami ikut-ikutan dalam hal ini. Aku dan Tante Novi tidak terlibat sama sekali. Dan kamu juga tidak punya bukti jika aku terlibat. Hanya perkataan Melody saja itu tidak cukup," sahut Raisa menegaskan yang masih mengelak.
" Bukti kamu bilang, hey Raisa dengan kamu ada disini. Itu sudah menjelaskan kamu terlibat," sahut Rasti menegaskan.
" Raisa, apa-apaan kamu ini. Apa lagi yang kamu lakukan, apa benar semua ini," sahut Shandra.
__ADS_1
" Jadi kalian menjebakku," sahut Raisa tiba-tiba dengan santai bicara.
" Iya kami memang menjebakmu dan apa kamu masih mau mengelak dengan otak kejahatan ini. Kamu akan di penjara bersama dengan mereka semuanya," sahut Evan menambahi.
" Selamat siang," tiba-tiba terdengar yang membuat mereka melihat kebelakang dan ternyata ada 4 Polisi yang membuat semuanya kaget.
" Polisi, siapa yang memanggil. Perasaan kami belum ada melapor Polisi," batin Lea bingung.
" Kenapa tiba-tiba ada Polisi," batin Evan yang terlihat bingung.
" Jadi Lea langsung menghubungi Polisi," batin Ardian yang sepertinya mereka tidak mengerti kenapa ada Polisi di tempat itu.
" Selamat siang Pak," sahut Eyang. 4 Polisi itu menghampiri yang lainnya.
" Kami dari kepolisian ingin membawa, saudara Rio, Ari, dan juga Boy," sahut Polisi tersebut yang membuat Rio kaget.
" Apa-apaan ini. Apa salah saya," sahut Rio.
" Anda di tahan, atas laporan dari ibu Raisa," sahut Polisi tersebut yang membuat semua orang semakin kaget dan melihat kearah Raisa yang tersenyum.
" Raisa, melaporkan Kepolisi ada apa ini," batin Evan.
" Apa lagi yang di lakukan Raisa," batin Ardian melihat ke arah Melody.
" Iya aku yang menelpon polisi untuk menangkapmu untuk mempertanggung jawabkan perbuatanmu," sahut Raisa menegaskan.
" Apa yang kau katakan Raisa," sahut Rio yang tidak habis pikir, jika Raisa otak di balik datangnya Polisi.
" Aku tidak percaya jika usahaku dan Tante Novi di anggap seperti ini. Lea kamu mengatakan jika aku berada di sini. Adalah bukti jika aku dan Tante Novi terlibat dengan semuanya. Tapi kamu salah aku berada di sini untuk menjebak Rio karena ingin memenjarakannya karena kasus Dokter Lia dan aku juga tidak tau jika Rio punya masalah dengan Melody," sahut Raisa dengan tenang yang mengembalikan keadaan.
Ardian, Melody, Rasti, Lea dan Evan kaget dengan jalan cerita yang sudah lari dari jalur.
" Jangan bersandiwara kamu Raisa. Kamu otak di balik semua ini!" sahut Melody menekankan.
__ADS_1
" Aku sudah mengatakan apa kamu punya bukti," sahut Raisa.
" Raisa, aku salah satu buktinya. Di mana kamu membuat Drama dengan menjebak aku dan Melody yang membuat kami putus," sahut Ardian.
" Apa yang aku lakukan Ardian. Aku tidak melakukan apa-apa. Kamu dan Melody hanya menduga-duga saja," sahut Raisa dengan tenang.
" Saya benar-benar tidak menyangka, jika usaha saya dan Raisa sia-sia. Hanya karena pikiran kalian yang buruk kepada kami. Tidak percaya jika Lea, bersandiwara, menghubungi semua orang untuk memfitnah kami," sahut Novi dengan wajah sedihnya.
" Cukup! aku sudah mengatakan jangan bersandiwara di sini!" bentak Ardian.
" Ardian. Sandiwara apa. Kamu dan Melody yang bersandiwara dengan kalian pura-pura hilang dan membuat semua orang mencari kalian. Tetapi apa kamu dan Melody bekerja sama untuk memfitnah kami. Kamu termakan hasutan Melody dan mereka semua," sahut Raisa dengan suaranya yang mengeras.
" Raisa, kamu jangan membalikkan kata-kata. Semua orang juga tau apa yang sudah kamu lakukan," sahut Melody.
" Cukup Melody. Aku tau kamu membenciku. Tapi kamu tidak perlu menuduhku seperti ini. Aku menjebak Rio, karena dia membuat Dokter Lia kecelakaan, dan aku juga tidak tau jika Rio ada urusan dengan kamu. Dan kamu malah menuduhku dengan apa yang tidak aku lakukan!" tegas Raisa.
" Diamlah Raisa!" sahut Ardian mendekati Raisa bahkan berteriak di depan Raisa.
" Aku sudah tau semuanya dan kata-kata mu ini hanya bualan saja. Kau wanita yang licik," ucap Ardian menunjuk tepa di depan wajah Raisa yang tidak menyangka Raisa bermain dengan pintar.
" Apa kau punya bukti. Aku terlibat dengan apa mereka lakukan kepada Melody," ucap Raisa menantang Ardian dengan mata Ardian yang begitu tajam menatap Raisa yang ingin menerkam Raisa.
" Apa hanya kata-kata saja Ardian, dugaan dan juga kesimpulan berdasarkan bukti," sahut Raisa lagi.
" Setelah kejadian itu. Kau mengirim pesan dan juga foto kepadaku," sahut Melody.
" Hanya itu saja. Bagaimana jika aku mengatakan apa yang aku kirim adalah kebenarannya," sahut Raisa.
" Apa yang kau katakan Raisa. Kau jangan berusaha mencari kesalahanku," sahut Ardian menekankan.
" Baiklah, anggap itu adalah bohong, foto editan. Lalu kenapa jika aku melakukannya. Agar kalian putus dan bukan berarti aku terlibat dengan Rio kepada Melody.
" Sial, si Raisa dia benar-benar menjebakku," batin Rio yang masuk perangkap oleh Raisa. Bahkan Lea dan yang lainnya pun telah berhasil di adu Raisa dan Novi yang ternyata jauh lebih licik dari pada yang mereka duga sebelumnya.
__ADS_1
Bersambung