Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 237 Ngidam yang aneh.


__ADS_3

Mereka semua yang pergi ke Jepang masih berada di dalam pesawat yang mana sekarang sedang menikmati makan malam di pesawat.


Melody dan Ardian sedang menikmati makan malam. Namun terlihat Melody makan malamnya seperti orang yang tidak bersemangat yang hanya melihat mengaduk-aduk makanan saja.


" Sayang di makan dong, jangan hanya di aduk-aduk dan di lihat terus," ucap Ardian.


" Aku nggak selera makan," jawab Melody dengan wajah lemasnya.


" Kenapa gitu sayang. Kamu itu harus makan. Kasihan bayi kita kalau ibunya sendiri saja nggak makan," ucap Ardian mengingatkan Melody. Jika ada janin yang juga yang harus di beri makan.


" Tapi makanan di sini tidak enak," sahut Melody dengan suara manjanya.


" Lalu kamu mau makan apa. Ini di dalam pesawat mana bisa kita pilih-pilih makanan," ucap Ardian.


" Aku itu pengen makan sate," jawab Melody.


" Sayang mana mungkin kita mendapatkan sate. Kamu itu aneh-aneh saja. Ini itu pesawat," ucap Ardian.


" Lalu bagaimana. Kalau makanannya yang ini aku tidak selera sama sekali," ucap Melody.


Ardian menghela napasnya panjang


kedepan ," sayang kamu makan apa adanya aja ya. Nanti kalau kita sudah sampai Jepang kita akan mencari sate untuk kamu," ucap Ardian membujuk Melody.


" Memang ada?" tanya Melody.


" Ada sayang. Apa yang tidak ada untuk kamu," ucap Ardian meyakinkan istrinya itu.


" Ya sudah deh. Tapi aku mau di suapi," sahut Melody akhirnya bujukan Ardian mempan. Tetapi dengan manjanya dia ingin di suapi dan dengan senang hati Ardian menurutinya. Supaya istrinya itu mau makan. Kadang memang Melody suka berulah. Namanya juga hamil jadi ribetnya kadang-kadang suka kumat.


Sementara Alvin dan Lea si pengantin baru yang juga sama-sama makan. Namun pasangan pengantin baru itu terlihat makan saling suap-suapan dan sesekali saling jahil.


" Ihhhhhh, sayang kamu ini ya," rengek Lea dengan manja saat mulutnya sudah terbuka. Namun Alvin tidak jadi menyuapinya dan malah memasukkan ke dalam mulutnya sendiri.


Lea jadi ngambek dan membuat Alvin tersenyum. Sepertinya memang sengaja membuat Lea ngambek.


" Iya, iya, maaf sayang," sahut Alvin yang langsung panik dan berusaha membujuk Lea.


" Aku kan lapar. Masa iya dari tadi kamu yang makan terus," ucap Lea kesal.

__ADS_1


" Iya maaf, nih aku kasih untuk kamu deh," sahut Alvin yang akhirnya membujuk Lea dan kembali menyuapi Lea. Namun Lea masih saja menutup mulutnya.


" Ayo sayang buka mulutnya!" bujuk Alvin. Lea masih menutup mulutnya.


" Aku minta maaf Lea cantik. Jadi sekarang ayo buka mulutnya kamu harus makan," bujuk Alvin lagi.


Karena suaminya terus membujuknya akhirnya Lea membuka mulutnya dan menerima suapan itu.


" Awas kalau kayak gitu lagi," ucap Lea dengan kesal dengan mulutnya yang penuh dengan makanan. Alvin hanya mengangguk-angguk saja.


Namun di bagian tempat duduk Rasti dan Evan. Terlihat hanya Evan saja yang makan. Namun Rasti tidak sama sekali yang membuat Evan heran dengan Rasti yang mendadak murung yang melihat ke jendela.


" Rasti kamu benar tidak mau makan?" tanya Evan memastikan.


" Iya, aku sudah kenyang," jawab Rasti tanpa melihat Evan.


" Kamu kenapa. Lagi tidak enak badan ya?" tanya Evan.


" Aku tidak apa-apa. Hanya sedikit pusing saja," jawab Rasti. Evan jadi khawatir mendengarnya.


Rasti melihat ke arah Evan dan melihat Evan yang begitu mengkhawatirkannya.


" Aku tidak apa-apa Evan," ucap Rasti meyakinkan Evan.


" Iya aku baik-baik saja," sahut Rasti, " kamu sebaiknya makan saja. Aku memang tidak lapar. Nanti kalau sudah lapar baru makan," ucap Rasti.


" Baiklah, kamu istirahat aja," ucap Evan. Rasti mengangguk dengan tersenyum tipis dan menyandarkan kepalanya ke kursi pesawat terlihat memejamkan matanya dan Evan masih memperhatikan Rasti.


" Perasaan dia sebelumnya baik-baik aja. Lalu kenapa tiba-tiba jadi seperti ini. Apa yang terjadi sebenarnya padanya. Papa Rasti ada masalah ya," batin Evan yang merasa jika kekasihnya itu sedang tidak baik-baik saja.


*********


Setelah melakukan perjalanan akhirnya, Melody, Ardian, Lea, Alvin dan Rasti sampai pada tujuan dan mereka langsung di jemput supir yang membawa ke penginapan. Mereka akan menginap di salah satu rumah yang sebelumnya sudah di siapkan Alvin. Karena Alvin yang mengatur dan menyediakan segalanya dalam liburan kali ini.


Supir memasukkan barang-barang ke dam bagasi yang di bantu dengan Ardian, Evan dan Alvin. Sementara wara wanita sudah memasuki mobil. Mereka sampai di pagi hari. Setelah semuanya sudah selesai. Akhirnya para pria itu memasuki mobil menyusun wanita-wanita mereka.


" Sayang katanya mau nyari sate!" ucap Melody pada Ardian yang sudah berada di sampingnya. Dia menagih janji Ardian saat di pesawat tadi.


" Kamu mau makan sate mel?" tanya Lea.

__ADS_1


" Iya lagi pengen sate," jawab Melody.


" Cari di mana sate di sini?" tanya Lea.


" Kalau di Indonesia sih banyak. Kalau di sini. Mau cari di mana ya?" tanya Evan.


" Mungkin ada tapi sate yang seperti apa sekarang," sahut Alvin.


" Benar. Karena biasanya kalau di luar Negri gitu satenya aneh-aneh," sahut Rasti yang berdasarkan pengalamannya.


" Ya sate ayam dengan bumbu kacang," jawab Melody yang memang ingin sate Indonesian punya.


Ardian, Lea, Evan, Alvin dan Rasti saling melihat. Karena mungkin sate yang di maksud Melody sangat mustahil di dapatkan di jepang.


" Pasti ada bukan?" tanya Melody.


" Ya, kita cari aja dulu," sahut Alvin tidak yakin.


" Ya sudah nanti saja kita ke hotel. Kita cari keinginan Melody dulu," sahut Evan memutuskan yang membuat Melody mengangguk dengan tersenyum.


Mereka semua tidak yakin sih apakah akan menemukan keinginan bumil yang jujur sangat merepotkan.


*********


Mereka semua berkeliling mencari keinginan Melody dan akhirnya menemukannya setelah lama berkeliling yang sudah memakan waktu entah beberapa jam dan tiba mereka menemukannya dan Melody sekarang menikmati sate ayam di salah satu Restaurant di Jepang.


Hanya Melody yang makan yang lain hanya melihati saja dengan menelan saliva mereka yang pasti kenyang melihat Melody yang makan dengan lahap.


" Sedikit berbeda ya bentukannya," komentar Melody dengan mulutnya yang penuh melihat sate yang di makannya lebih tebal-tebal potongannya.


" Sudahlah sayang makan aja sepuas kamu," sahut Ardian.


" Rasanya lebih enakan yang ada di indo," ucap Melody.


" Memang pasti enakan di Negara kita Melody," sahut Lea.


" Sudah Melody. Nikmati aja yang penting ada," sahut Evan.


" Iya-iya, kalian ini bawel aja dark tadi," ucap Melody yang melanjutkan makannya dengan lahap.

__ADS_1


" Gini amat orang hamil. Apa Lea nanti juga akan gitu permintaan aneh-aneh. Jauh-jauh ke Jepang yang di cari hanya sate," batin Alvin menggedikkan bahunya yang membayangkan bagaimana kalau istrinya nanti hamil seperti Melody.


Bersambung.


__ADS_2