
Mentari pagi kembali tiba. Keluarga besar itu seperti biasa akan bersiap-siap untuk melakukan aktivasi masing-masing. Ada yang bekerja dan ada yang sekolah juga dan pasti sebelum semuanya di lakukan. Harus melakukan aktivitas awal yaitu mengisi perut sekedar untuk sarapan bersama.
Di meja makan itu semua sudah berkumpul tanpa ketercuali dengan semua yang menikmati sarapan yang pasti sudah di sediakan sebelumnya.
" Karena Ardian sudah pulang dan kemarin terjadi sedikit malah. Jadi Eyang ingin menuntaskan masalah itu pagi ini juga," sahut Eyang yang belum sarapan sama sekali yang duduk tegap dengan kedua tangannya saling mengatup di atas meja dengan wajahnya yang tampak serius dan membuat semua orang berhenti sarapan sejenak melihat ke arah Eyang yang bertanya-tanya apa yang ingin di selesaikan Eyang.
" Masalah apa Eyang?" tanya Ardian.
" Masalah yang jelas ada. Masalah Iriana, Lea dan juga pasangannya," jawab Eyang.
Iriana berdecak kesal mendengarnya, " aku tidak mau membahas masalah pasangannya Lea," sahut Iriana yang berdiri yang ingin meninggalkan sarapannya yang belum selesai.
" Duduk kamu Iriana!" tegas Eyang membuat Iriana tidak jadi melangkah pergi.
" Aku mau tidur dan tidak punya waktu untuk membahas masalah anak durhaka itu," sahut Iriana membuat Lea kesal dan hampir terpancing.
" Mama bilang duduk!" tegas Eyang besar lagi.
Irian tidak peduli dan tetap ingin pergi.
" Duduk! bentak Eyang membuat semua orang terkejut mendengar suara menggelegar itu dan Iriana pun dengan terpaksa harus duduk ya memang seperti itu caranya agar dia bisa mendengarkan apa yang di katakan Eyang.
" Apa perlu mama membentakku di depan semua orang," sahut Iriana yang merasa malu dan terhina.
" Kenapa kamu malu? apa kamu punya rasa malu dengan semua yang kamu lakukan hah! bisa juga kamu malu," sahut Eyang membuat Iriana terdiam yang lain juga hanya terdiam yang tidak berani mengeluarkan suara apa-apa lagi-lagi.
__ADS_1
" Semuanya yang ada di sini dengarkan baik-baik. Jangan membuat keluarga ini semakin menjadi-jadi. Apa yang terjadi kemarin sangat memalukan di depan keluarga Melody dan terlebih lagi pasangan Lea. Eyang sudah memikirkan semuanya semalaman dan Eyang memutuskan akan menerima lamaran dari Alvin," tegas Eyang yang membuat semua orang terkejut termasuk Lea yang tidak percaya jika Eyangnya akan bertindak secepat itu dan itu kabar yang membahagiakan baginya.
Yang lainnya kelihatan memang setuju sehingga terukir senyuman tulus di wajah mereka. Termasuk Ardian dan Melody yang saling melihat. Yang pasti hanya Iriana yang menunjukkan ketidak sukaannya dengan keputusan Eyang yang mana dia mengepal tangannya dengan kuat.
" Tapi aku tidak setuju!" sahut Irina membantah persetujuan itu.
" Iriana jangan mencari masalah. Semua ini demi kebahagiaan Lea!" sahut Shandra.
" Laki-laki itu tidak benar dan aku juga ingin mendapatkan menantu yang benar. Aku ibunya bukan dan pasti menginginkan yang terbaik untuk Lea," sahut Iriana yang baru bicara masalah ibu. Selama ini kemana saja tidak menganggap sama sekali mempunyai anak.
" Alvin adalah anak yang baik dan mama bisa buktikan itu. Sebelum mama memutuskan semua ini. Mama sudah menyelidiki semuanya termasuk berbicara pada Melody yang mana Melody tau semuanya dan bahkan menceritakan apa yang terjadi dan dari apa yang di ceritakan bisa di simpulkan Alvin Pria yang baik dan sangat tulus kepada Lea," tegas Eyang.
Lea mendengarnya melihat ke arah Melody dan Melody mengangguk, memang benar apa adanya. Karena Eyang merasa Melody tau sesuatu jadi Eyang harus bertanya pada sumbernya dan Melody mengatakan apa yang di ketahuinya.
" Itu hanya akal-akalan Melody saja. Karena dia berteman dengan Lea dan pasti Melody hanya mengarang -ngarang saja. Supaya mama tertipu oleh mereka," sahut Iriana yang tetap tidak terima.
" Benar kata Ardian. Lagian Tante ini tumben-tumbenan amat sok kepikiran tentang kebahagiaan Lea dan sok tau mana yang terbaik untuk Lea. Memang selama ini Tante kemana aja. Kok baru nongol sekarang," sahut Evan yang tidak kalah menyindir lagi.
Lea yang merasa di bela keluarganya hanya mengeluarkan senyum. Apa yang di katakan keluarganya sudah terwakilkan semuanya. Jadi dia tidak perlu ambil alih untuk bicara lagi.
" Jadi semuanya sudah jelas jika Lea dan Alvin akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat ini. Lea kamu suruh Alvin untuk datang melamar kamu secara resmi," tegas Eyang yang langsung gercep tanpa basa-basi lagi.
" Iya Eyang. Terima kasih untuk persetujuan Eyang," sahut Lea yang merasa begitu lega dengan kabar bahagia yang tidak pernah di bayangkannya.
" Pokoknya aku tetap tidak setuju!" protes Iriana yang tidak mau kalah lagi.
__ADS_1
" Iriana hilangkan ego kamu. Lea itu anak kamu bukan musuh atau saingan kamu. Jangan seperti ini Iriana sangat tidak baik," ucap Widia memberikan masukan kepada adiknya yang keras kepala itu.
" Jika pernikahan tetap ada. Maka aku akan kembali ke Luar Negri. Aku tidak akan peduli lagi dengan mama dan peraturan mama," ucap Iriana menegaskan yang memberi ancaman membuat semua orang kaget.
" Iriana jaga bicara kamu," sahut Shandra.
" Aku akan melakukannya. Jika itu di perlukan. Karena tidak ada yang menghargai ku di tempat ini," sahut Iriana yang memberikan ancaman.
" Tante, jangan melakukan hal itu," sahut Mila.
" Benar Tante. Sudahlah restui aja Lea, Tante itu seharusnya bersyukur punya menantu tampan dan kaya," sahut Vivi yang tetap mengunyah makannya.
" Lagian semua ini kita lakukan demi kebaikan Lea. Syukur ada yang tulus kepadanya dan menerimanya apa adanya," sahut Arya.
" Jadi Tante sebagai seorang ibu seharusnya mendukung bukan malah menjadi penghalang," sahut Bayu menambahi.
" Percayalah Tante Alvin orang yang terbaik dan Melody yakin itu," sahut Melody menambahi.
Mereka semua berusaha membujuk Iriana agar mau mendengarkan mereka. Agar hati Iriana juga luluh.
" Jangan menasehati ku. Aku bilang tidak maka tidak. Jadi aku lebih baik kembali dari pada tidak ada yang menghargaiku," tegas Iriana.
" Ternyata mempertahankan anak sepertimu memang tidak ada gunanya," sahut Eyang tiba-tiba membuat semua orang melihat ke arah Eyang.
" Jika kau berani angkat kaki. Maka saat itu juga aku sudah siap kehilangan anak sepertimu dan sebaiknya kau memang tidak berada di dalam daftar keluarga ini," tegas Eyang dengan bijaksana mengambil tindakan yang mengejutkan semua orang termasuk Iriana sendiri yang tidak percaya mendengar hal itu.
__ADS_1
Bersambung