Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 74 Yang terjadi 2


__ADS_3

Malam semakin larut dan party para anak-anak muda itu terlihat semakin gila Lea dan dan Siska bahkan saat itu sudah mulai mabuk dengan pengaruh alkohol.


Namun Melody hanya mengasingkan diri yang tidak mau ikut-ikutan. Alkohol yang di minumnya sedikit tadi sudah membuatnya begitu pusing dan dia hanya melihat kekasihnya yang bersama dengan teman-temannya yang membuatnya begitu panik.


" Lea kita kerjain anak-anak yuk," sahut Siska.


" Mau ngapain?" tanya Lea yang sudah begitu pusing. Siska tiba-tiba mengeluarkan obat dari dalam sakunya yang berupa serbuk.


" Apa itu?" tanya Lea heran.


" Kita lihat aja malam ini siapa yang akan benar-benar tepar," ucap Siska yang tersenyum yang langsung memasukkan serbuk itu kedalam botol minuman beralkohol.


" Siska kamu mau ngapain?" tanya Lea yang masih di penuhi kebingungan. Namun Siska terus menjalankan aksinya dan ternyata Melody dari kejauhan melihat Siska dan Lea yang berbuat aneh yang membuat Melody tanda tanya.


Bahkan melihat Lea membagi-bagikan minuman yang sudah di campur itu kepada teman-teman Ardian dan termasuk Ardian yang meminumnya.


Melody merasa mulai tidak nyaman dan langsung berdiri ingin membawa Ardian keluar dari tempat itu. Saat Melody berjalan yang buru-buru tiba-tiba tertabrak Rio.


" Maaf-maaf," ucap Melody yang panik.


" Tidak apa-apa Melody, kamu terlihat buru-buru mau kemana?" tanya Rio.


" Aku mau tidur," sahut Melody yang langsung pergi, namun Rio menahan tangannya dan membuat Melody panik.


" Mau di temani," ucap Rio dengan nakalnya yang membuat Melody kaget dan semakin panik.


" Tidak perlu, lepaskan aku!" ucap Melody berusaha untuk melepaskan tangannya dan Rio tetap memegang kuat pergelangan itu sehingga membuat tangan Melody hampir putus.


Tiba-tiba sebuah tangan menjauhkan tangan Rio dari tangan Melody yang ternyata adalah Ardian.


" Apa yang kau lakukan!" ucap Ardian dengan menatap tajam Rio yang merasa Rio kurang ajar yang sudah mengganggu pacarnya.

__ADS_1


" Aku hanya menangkapnnya saat dia jatuh," sahut Rio mencari alasan dengan menyunggingkan senyumnya pada Melody dan Melody tampak takut pada Rio.


" Jangan ganggu dia," ucap Ardian menegaskan dengan suara rendah.


" Ayo Melody!" ajak Ardian yang langsung membawa Melody pergi.


" Ya bilang aja lo mau bersenang-senang dengannya," desis Rio yang terus menyeringai nakal melihat Melody.


*********


Ardian mengantarkan Melody sampai ke depan kamar Melody.


" Kamu istirahat lah, ini sudah malam!" ucap Ardian memegang pipi Melody. Yang mana wajah Melody begitu pucat. Melody langsung memeluk Ardian.


" Ayo pulang. Aku tidak mau di sini. Aku takut," ucap Melody yang memang begitu ketakutan.


" Ada apa Melody, aku ada di sampingmu apa yang kamu takutkan?" tanya Ardian yang tubuhnya juga tiba-tiba merasa tidak enak. Apa lagi saat Melody memeluknya seakan darahnya berdesir hebat.


" Melody aku tidak bisa menyetir dan ini sudah larut malam. Besok pagi saja kita pulangnya," ucap Ardian dengan lembut yang tidak memungkinkan untuk menyetir dengan kondinyasi yang di pengaruhi alkohol.


" Kalau begitu jangan kemana-mana tetap di sampingku, aku benar-benar takut," ucap Melody.


" Baiklah," sahut Ardian dan Melody bernapas lega. Ardian pun memasuki kamar yang sama dengan Melody yang dia juga tidak ingin Melody sendirian dan sampai kenapa-kenapa nantinya.


" Kak Ardian tidak apa-apa?" tanya Melody yang melihat Ardian seperti orang yang tidak sehat. Mata Ardian terlihat kosong.


" Tidak apa-apa Melody. Kamu istirahatlah," ucap Ardian.


" Benar tidak apa-apa. Tapi kenapa aku melihat kak Ardian tidak sehat," ucap Melody dengan memegang pipi Ardian dah wajah Ardian yang di sentuh Melody begitu panas.


Napas Ardian tiba-tiba tidak stabil dan suhu tubuhnya yang berubah yang membuat gairahnya bangkit.

__ADS_1


" Apa yang terjadi padaku," batin Ardian yang mulai tidak fokus.


" Kak!" tegur Melody. Sejujurnya Melody juga merasa tubuhnya tidak enak. Padahal dua hanya meminum alkohol sedikit.


" Aku tidak apa-apa Melody sahut Ardian menepis tangan Melody dari pipinya yang ingin mengontrol dirinya yang sudah berpikir entah kenapa-kenapa.


" Melody kamu istrirahat sendiri. Aku sebaiknya tidak di sini. Aku akan panggil Lea untuk menemanimu," ucap Ardian mengambil keputusan untuk menghindari apa yang terjadi.


Ardian pun langsung melangkah menuju pintu dan ingin membuka pintu. Namun Melody memeluk Ardian dari belakang yang membuat Ardian semakin gila.


" Aku takut, aku tidak tau siapa yang harus aku percaya. Aku sudah mengatakan ingin pulang dan jika kakak tidak bisa membawaku pulang jangan meninggalkanku sedikitpun. Aku telpon kak Marsel untuk menjemputku. Tunggulah sebentar," ucap Melody yang memang tidak mau di tinggalkan.


Ardian merasa tubuhnya semakin panas. Bahkan apa yang di katakan Melody tidak di dengarnya dan hanya gairahnya yang semakin tidak bisa di kendalikannya dengan kondisi seperti itu Ardian berbalik badan dan menatap wajah Melody dalam-dalam memegang pipi Melody mata Ardian langsung turun pada bibir Melody dan langsung menempelkan bibirnya tanpa meminta izin.


Melody yang kaget yang tiba-tiba di serang mendadak yang tidak bisa melakukan apa-apa. Namun dengan perlahan Melody memejamkan matanya yang juga merasa nyaman dengan ciuman panas yang yang di berikan Ardian.


Ardian mencium dalam-dalam Melody untuk mengeluarkan semua hasratnya dengan lidahnya yang bermain di dalam mulut Melody bahkan Ardian juga menggendong tubuh Melody ala bridal style ke atas tempat tidur, tanpa melepas ciuman itu.


Pengaruh alkohol dan juga obat membuat Ardian semakin liar yang sekarang menindih Melody dengan ciuman semakin panas yang tidak bisa mengontrol dirinya.


Lama berciuman Ardian melepas ciuman itu dari Melody dan membuka matanya perlahan bersamaan dengan Melody dan dengan napas mereka yang saling memburu dan mata-mata yang sama-sama bergairah.


" Aku mencintaimu Melody," ucap Ardian dengan suara seraknya.


Melody yang merasa tubuhnya seperti kepanasan hanya diam dan Ardian kembali mencium bibir Melody dan ciuman itu juga turun pada leher Melody memberikan tanda-tanda kepemilikan di sana dengan tangan Ardian yang membuka perlahan baju Melody dan juga pakaiannya sendiri.


Tanpa di sadari dan tidak tau kapan terjadi pasangan kekasih itu sudah sama-sama polos dengan selimut putih yang menutupi. Air mata Melody menetes dengan meremas seprai saat Ardian telah menembus titik kehormatannya yang telah hancur di saat usianya 17 tahun.


Gairah yang semakin panas tidak mampu membuat Ardian untuk berhenti dengan menyetubuhi kekasihnya Ardian menautkan tangannya pada ke-2 telapak tangan Melody yang terus meremas separai yang memberikan kenyamanan untuk Melody. Suara dentuman musik di luar sana tidak terdengar lagi. Karena pasangan itu sudah sama-sama merasakan kenikmatan di luar kesadaran mereka masing-masing.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2