
Melody berada di dalam kamar yang terlihat gelisah. Ardian memasuki kamar dan melihat Melody berdiri di depan jendela. Ardian pun melangkah mendekati Melody dengan berdiri di belakang Melody dan memegang ke-2 pundak Melody, membuat Melody sedikit kaget dan langsung menghadap Ardian.
" Ada apa Melody?" tanya Ardian yang tau jika Melody ada sesuatu.
" Perasaanku tidak enak, aku merindukan Chaca, aku khawatir kepadanya. Aku tidak tau apa yang terjadi tapi aku sangat takut dan begitu gelisah," ucap Melody dengan wajah paniknya.
" Ardian, ayo kita kembali. Aku merasa terjadi sesuatu, ayo Ardian," ucap Melody yang mendesak Ardian. Dia memang mengkhawatirkan keponakannya.
" Melody kamu tenang dulu ya," ucap Ardian yang langsung memeluk Melody dengan mengusap-usap punggung Melody.
" Semuanya akan baik-baik aja. Kamu jangan Khawatir, Chaca tidak akan kenapa-kenapa, percayalah kepadaku," ucap Ardian yang terus menenangkan Melody.
" Tapi aku mengkhawatirkannya," sahut Melody yang tidak bisa tenang.
" Aku mengerti Melody, tapi kita tidak bisa kembali sekarang," ucap Ardian membuat Melody heran dan langsung melepas pelukan dari Ardian melihat Ardian.
" Kenapa?" tanya Melody dengan wajah herannya.
" Kamu akan tau jawabannya nanti. Tetapi hari ini kita akan keluar dari rumah ini. Tapi tidak kembali ke Kerumah," ucap Ardian yang membuat Melody semakin bingung. Dia justru tidak tau apa sebenarnya yang di rencanakan Ardian.
**********
Akhirnya Ardian dan Melody pun berpamitan kepada Ibu dan bapak yang menolong mereka. Di mana mereka sudah berpamitan di depan rumah.
" Kalian yakin akan bisa pulang sendiri?" tanya Ibu itu.
" Yakin Bu, bukannya kita hanya akan naik bus nanti di terminal dengan tujuan Palembang," ucap Ardian.
" Tapi kan itu sangat jauh, ini juga menuju terminal sangat jauh. Apa tidak ingin bapak mengantarkan kalian, bapak bisa meminjam mobil sayur pak RT untuk mengantar kalian ke terminal," ucap Bapak menawarkan bantuan.
" Tidak usah pak, kami nanti menumpang saja dengan kendaraan yang lewat sampai terminal. Kami sudah banyak merepotkan bapak. Jadi kamu akan pergi sendiri. Jadi bapak jangan khawatir," sahut Ardian.
" Hmmmm, ya baiklah, kalau memang seperti itu," ucap bapak.
__ADS_1
" Ya sudah pak. Kalau begitu kami sebaiknya permisi, sekali lagi terima kasih untuk bantuan bapak dan juga ibu," ucap Ardian.
" Benar pak, saya juga berterima kasih dengan kebaikan bapak dan juga ibu," sahut Melody menambahi.
" Iya sama-sama. Kalian hati-hati ya," ucap bapak.
" Iya pak, ya sudah pak, kami kembali dulu. Assalamualaikum," ucap Ardian pamit.
" Walaikum salam," sahut bapak dan ibu.
" Ayo Melody!" ajak Ardian Melody mengangguk dan mengikuti suaminya yang akhirnya pamitan. Di mana tangan mereka yang saling menggenggam akhirnya pergi dari rumah tersebut.
**********
Melody dan Ardian berjalan di pinggir jalan yang masih berada di lokasi perkampungan dan sudah sangat jauh dari rumah yang telah menolong mereka. Tangan mereka masih saling bergenggaman.
" Kita mau keterminal naik bus. Memang uanganya dari mana?" tanya Melody heran dengan melihat ke arah suaminya. Ardian diam dan sama sekali tidak menjawab pertanyaannya yang membuat Melody semakin penasaran.
" Ardian, kenapa tidak menjawab pertanyaanku?" tanya Melody lagi.
" Ayo!" ajak Ardian membuat Melody semakin bingung.
" Ayo apa?" tanya Melody heran.
" Ayo masuk!" ucap Ardian yang langsung mengajak Melody masuk dan Ardian sudah membuka pintu mobil bagian belakang dan Melody pun masuk yang di susul Ardian.
Betapa terkejutnya Melody saat melihat Pria yang menyetir dan wanita yang di sampingnya.
" Evan, Rasti," pekik Melody begitu kagetnya melihat sepupu Ardian dan pacarnya.
" Hay Melody, kamu tidak apa-apa kan, aku sangat bersyukur jika akhirnya kamu dan Ardian baik-baik saja," sahut Rasti yang masih melihat Melody bingung. Namun Ardian terlihat santai.
" Semua orang masih mencari kalian. Dan kita lebih hati-hati lagi. Agar rencana tidak berantakan," sahut Evan yang sudah mengemudi mobil tersebut.
__ADS_1
" Tunggu-tunggu ini sebenarnya ada apa dan kenapa kalian ber-2 bisa ada di sini dan iya maksudnya bagaimana rencana dan apa maksudnya," sahut Melody yang semakin bingung yang tidak mengerti dengan Evan dan Rasti.
" Melody kamu jangan bingung, jangan memikirkan apa-apa. Nanti aku akan jelaskan sama kamu," ucap Ardian yang masih mengulur waktu untuk menjelaskan pada istrinya. Mungkin Ardian mencari tempat yang terbaik untuk bisa berbicara pada Melody.
Melody harus menunggu Ardian menjelaskan semuanya, sementara dia sudah penasaran di tambah Evan dan Rasti yang tiba-tiba ada, Melody hanya seperti orang gila yang penuh dengan kebingungan.
Lama di perjalanan Melody dan Ardian yang di jemput Rasti dan juga Evan sudah sampai di Jakarta. Mereka sampai di malam hari. Mobil yang di kendarai Evan berhenti di resort yang membuat Melody semakin heran dan penuh tanda tanya.
Pada akhirnya mereka semua keluar dari mobil tersebut dan Evan berjalan terlebih dahulu yang sepertinya akan menunjukkan salah resort dan tiba berada di depan resort dan yang lebih mengejutkan untuk untuk Melody ada Lea di depan pintu itu.
" Lea, kenapa dia bisa ada di sini," batin Melody semakin penasaran dan bertanya juga percuma Ardian sudah mengatakan akan menjelaskan nanti. Jadi Melody hanya menunggu saja kapan Ardian akan menjelaskannya.
" Lea apa semuanya aman?" tanya Ardian.
" Kamu tenang saja. Semuanya sudah aman dan aku juga bersyukur kalian sampai tepat waktu, ayo kita masuk. Nanti ada yang melihat," ucap Lea. Yang lain mengangguk dan akhirnya mereka semua masuk dan Melody juga mengikut dengan wajah bingungnya.
Resort tersebut cukup besar dengan ruang tamu yang menyatu dengan dapur dan terdapat sebuah kamar. Tetapi bukan itu yang menjadi pusat pikiran Melody dia penuh kebingungan kenapa orang-orang itu bisa bersama dan Ardian terlihat begitu santai.
" Aku sudah meletakkan pakaian ganti kalian di dalam kamar, aku rasa itu cukup. Aku mengambilnya dari lemari kalian dan di pastikan tidak ada yang tau," ucap Lea.
" Makasih Lea," sahut Ardian.
" Ada apa sih ini sebenarnya?" tanya Melody lagi. Lea melihat Ardian.
" Melody belum tau semuanya. Nanti aku akan menjelaskannya padanya," sahut Ardian.
" Baiklah kalau begitu. Melody jangan berpikiran yang aneh-aneh. Semuanya akan baik-baik saja, aku Evan dan Rasti hanya membantu kalian," ucap Lea. Apapun yang di katakan Lea. Melody tetap bingung.
" Ya sudah baiklah, kami sebaiknya pulang dulu ini sudah malam. Nanti ada apa-apa kamu telpon kami dan kami ber-3 akan menuntaskan masalah yang di sana. Kalian jangan khawatir dan tetap di sini. Sampai semua selesai," ucap Evan dengan wajah seriusnya.
" Ya sudah kalau begitu, terima kasih untuk bantuan kalian," ucap Ardian. Lea, Rasti dan Evan mengangguk.
" Kami permisi," sahut Rasti yang langsung keluar bersama yang lainnya dan tinggal Melody dan Ardian yang berada di penginapan tersebut dengan wajah Melody seperti orang bodoh dan ingin mendapat penjelasan secepatnya dari suaminya.
__ADS_1
Bersambung