Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 185 Akhirnya menerima perasaan itu.


__ADS_3

Hening di antara Lea dan Alvin terlihat hening hanya suara jangkrik yang terdengar di antara ke-2nya. Mata ke-2nya saling bertemu yang sama-sama saling bicara.


Tangan Lea perlahan-lahan naik ke pipi Alvin dan langsung mengusap pipi Alvin. Alvin heran dengan tangan dingin yang menyentuh pipinya.


Di detik berikutnya terasa benda kenyal yang menempel di bibir Alvin yang tak lain adalah Lea yang sudah mengecupnya. Hal itu jujur membuat Alvin kaget dengan matanya yang terbuka lebar yang tidak percaya jika Lea akan menciumnya.


Lea hanya mengecup sebentar dan melepasnya dengan rasa canggung yang sekarang menghampirinya karena kenekatannya.


" Maaf aku tidak sengaja," ucap Lea yang mengalihkan pandangannya dari Alvin yang terlihat salah tingkah karena kebababblasan.


Alvin tersenyum miring dan langsung memegang ke-2 tengkuk leher Lea dan membalas ciuman itu. Awalnya Lea kaget. Namun dengan perlahan dia memejamkan matanya yang benar-benar menerima ciuman itu dari Alvin.


Ya mungkin Lea sudah menerima perasaan Alvin. Makanya refleks mencium Alvin dan sekarang Alvin dan Lea saling berciuman dengan lembut yang saling menuntun satu sama lain.


Tidak Lea ataupun Alvin mereka ber-2 saling membalas. Yang sekalian menggambarkan perasaan mereka yang ternyata saling memiliki perasaan satu sama lain.


Lama berciuman akhirnya ke-2 nya melepas ciuman yang penuh romantis itu. Mereka ber-2 sama-sama membuka mata perlahan dengan napas yang sama-sama saling naik turun. Lea menunduk dengan mengatur napasnya yang seketika tidak berani untuk menatap Alvin.


Alvin yang juga masih mengatur napasnya tersenyum kepada Lea dan memegang ke-2 pipi Lea dengan tangannya, mengangkat wajah yang sekarang merah merona itu sejajar pada wajahnya dan Alvin langsung mencium lembut kening Lea membuat Lea kembali memejamkan matanya dan membukanya setelah ciuman itu selesai.


" Terima kasih Lea kau sudah menerimaku," ucap Alvin dengan lembut.


" Aku tidak tau bagaimana pastinya perasaanku kepadamu. Tetapi aku tidak bisa terus menerus merasakan perasaan yang aneh tanpa bisa aku jelaskan dan tadi dalam kita berciuman seperti ada rasa lega dari hatiku," ucap Lea yang mengungkap isi hatinya.


Alvin tersenyum mendengarnya, " itu artinya apa yang aku rasakan sama dengan apa yang kamu rasakan. Kita sama-sama mempunyai hati yang tidak bisa kita jelaskan. Yang mana kita ber-2 sama-sama saling menyukai dan bahkan lebih dari perasaan suka yang kita rasakan ber-2 yang kita alami berdua dan kita sama-sama tidak tau kapan itu ada," ucap Alvin yang menjelaskan masalah hati Lea yang mengganjal yang membuat Lea galau.


" Benarkah karena seperti itu?" tanya Lea.


Alvin menganggukkan kepalanya, " iya Lea. Aku juga tidak tau kenapa aku bisa tiba-tiba harus mempunyai perasaan yang aneh kepadamu," ucap Alvin.

__ADS_1


" Jadi kau benar-benar menyukaiku?" tanya Lea yang ingin memastikan lagi perasaan itu.


" Aku menyukaimu dan bahkan sangat mencintaimu," ucap Alvin membenarkan perasaannya pada Lea.


" Kalau begitu apa aku bisa bertanya?" tanya Lea.


" Apa yang ingin kamu tanyakan?" tanya Alvin.


" Apa yang membuatmu harus menyukaiku?" tanya Lea.


" Aku tidak tau. Awalnya aku penasaran padamu. Aku tidak pernah bertemu wanita yang begitu berani dan tanpa basa-basi. Dan aku juga harus salut kepadamu di mana kau yang melakukan perjanjian itu hanya karena orang lain. Ya banyak hal yang membuatku harus mempunyai perasaan itu kepadamu," ucap Alvin dengan tulus mengungkapkan isi hatinya dengan lengkap kepada Lea.


" Alvin. Tapi kau juga melihat saat itu aku bersama ibuku dan kau tau bagaimana hubunganku dan dia. Apa itu tidak masalah untukmu?" tanya Lea.


" Lea aku hanya mengenalmu dan perasaanku hanya untukmu. Bukan untuk ibumu atau siapapun. Mau kamu seperti apa. Keluarga mu seperti apa. Itu bukan urusanku dan lagian kau juga tidak tau apa-apa bagaimana aku dan juga keluargaku," ucap Alvin yang menatap dalam-dalam Lea.


" Sudahlah Lea," Alvin langsung memotong pembicaraan Lea, " aku tidak ingin kau terus bicara masalah hal yang tidak perlu di bicarakan. Bagiku kau adalah yang terpenting dan yang paling utama masalah kita berdua yang harus sama-sama menata hati untuk hubungan kita kedepannya," ucap Alvin menekankan pada Lea.


" Iya kamu benar. Jika perasaanku yang aneh terjawab dengan kata-kata kamu barusan. Maka tidak ada salahnya untuk saling menata," sahut Lea yang benar-benar mantap menerima Alvin dalam hidupnya.


Alvin menganggukkan kepalanya dengan tersenyum lebar dan kembali mencium kening Lea lembut dan langsung memeluk wanita yang sudah menerimanya itu dan pasti dengan banyak pertimbangan.


" Terima kasih Lea," ucap Alvin dalam pelukannya.


" Sama-sama," sahut Lea yang memang merasa jauh lebih lega dengan perasaannya yang terjawab dan bahkan hubungannya dengan Alvin sudah bukan masalah canggung- canggungan lagi. Tetapi sekarang hubungan mereka benar-benar jelas yang ke-2nya sama-sama mengungkap hati dan pasti untuk tujuan hidup kedepannya dengan saling menata hati dengan baik.


**********


Alvin dan Lea akhirnya jadian. Sekarang Rasti dan Evan malah saling bertengkar di jalanan, walaupun Rasti berada di gendongan punggung Evan. Tetapi pasangan kekasih yang sudah berhubungan lama itu tetap saja saling bertengkar.

__ADS_1


" Ya kamu sendiri ngapain coba mau ikut-ikutan," ucap Rasti dengan marah-marah.


" Apaan sih Rasti kenapa hal itu di ungkit- ungkit terus. Aku jelas ikut mencari Lea dan Melody mereka itu keluarga aku," ucap Evan menekankan dengan berjalan kewalahan yang menggendong beratnya pacarnya itu.


" Ya kan lihat sekarang kita ber-2 jadi seperti ini. Malah tidak tau lagi ini ada di mana," ucap Lea yang tampak begitu kesal.


" Yang menyuruh kamu ikut siapa. Aku sudah mengatakan biar aku dan Ardian yang mencari Melody dan Lea. Kamu yang mau ikut-ikutan," ucap Evan menyalahkan Rasti.


" Ya kan ada kamu makanya aku ikut," sahut Rasti yang tidak mau di salahkan.


" Jadi kenapa nyalahin aku," sahut Evan.


" Ya kan memang salah kamu," sahut Rasti dengan kesal, wajahnya yang merengut.


" Udah ya Rasti kita jangan main salah-salahan sekarang. Nggak ada gunanya. Ribut seperti ini tidak akan membuahkan hasil apa-apa. Sekarang yang kita pentingin itu bagaimana caranya supaya kita bisa keluar dari tempat ini.


" Caranya?" tanya Rasti.


" Dengan kamu diam dan jangan menyalahkan aku," jawab Evan.


" Itu bukan caranya," sahut Rasti semakin kesal.


" Sudah ya Rasti jangan bicara lagi. Kamu itu tambah berat kalau bicara terus menerus," ucap Evan yang mengeluhkan berat badan itu.


" Kenapa nggak bilang dari tadi. Ya sudah turunkan aku!" ucap Rasti.


" Aku mana mungkin membiarkanmu berjalan dalam keadaan kaki seperti itu. Jadi kamu tetap aku gendong dengan catatan kamu harus diam," ucap Evan. Hal itu membuat Rasti tersenyum di dalam gendongan itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2