
Setelah menikmati makan bersama dan lain sebagainnya. Mereka kembali mengobrol-ngobrol di ruang tamu dengan menikmati hidangan penutup. Pekerjaan untuk menyambut Ardian memang lama. Tetapi menghabiskan segalanya begitu cepat.
Termasuk makanan yang banyak yang di siapkan Mila sebelumnya. Mulut terus berbicara. Tetapi tetap saja terus makan. Semua punya porsi masing-masing dalam cerita dengan grub masing-masing. Ardian dan Melody yang duduk bersebelahan mendengarkan berbagai cerita orang-orang di sana. Namun tiba-tiba mata Melody melihat ke arah pintu yang melihat Lea yang datang dari pintu bersama Alvin.
" Lea!" tegur Melody heran. Semua mata tertuju pada Alvin dan juga Lea dan pasti orang-orang di sana akan heran dengan kehadiran Lea dan Alvin yang selalu saja datang bersama.
" Lihat mereka ada hubungan bukan," bisik Rasti pada Evan kekasihnya.
" Ya mungkin," jawab Evan.
" Isss, kenapa mungkin lihatlah. Mereka ber-2 bersama terus," ucap Rasti.
" Sudahlah biarkan saja. Kita lihat apa yang mereka lakukan," ucap Evan. Rasti hanya menghela napasnya dan melihat apa yang akan di lakukan Lea dan Alvin lagi.
" Kamu baru sampai Lea?" tanya Eyang.
" Iya Eyang," jawab Lea dengan gugup.
" Bagaimana ke adaan kamu Ardian?" tanya Alvin basa-basi.
" Aku baik-baik saja," jawab Ardian.
" Syukurlah kalau begitu," sahut Alvin. Ardian mengangguk tersenyum saja.
" Hmmm... ayo duduk nak Alvin jangan berdiri saja," sahut Widia dengan ramah. Alvin mengangguk dan akhirnya duduk bersama dengan Lea yang juga duduk di sampingnya yang mana Lea terlihat semakin gugup.
" Sepertinya ada yang ingin di sampaikan Lea dan juga Alvin," batin Melody yang melihat ekspresi ke-2 orang itu yang terlihat gugup. Ya walaupun Alvin terlihat cuek dan berusaha tenang. Tetapi tidak bisa bohong Alvin. Jauh lebih gugup.
" Alvin kamu mau minum apa?" tanya Mila menawarkan dengan ramah.
" Tidak usah kak. Jangan repot-repot," sahut Alvin merasa tidak enak.
__ADS_1
" Tidak merepotkan. Tamu harus di layani dengan baik. Kakak buatkan jus jeruk saja ya," sahut Mila.
" Itu pun jadi," sahut Alvin menganggukkan kepalanya dan Mila langsung membuatkan Alvin jus jeruk.
" Ehmmmm, apa kedatangan nak Alvin kemari. Hanya sekedar melihat Ardian. Atau ada maksud lain?" tanya Eyang yang kelihatannya punya firasat jika tujuan Alvin datang ada sesuatu. Apa lagi saat datang bersama Lea.
" Akhirnya ada juga yang sepemikiran denganku," batin Rasti yang memang sejak tadi begitu kepo.
" Mama itu bicara apa. Lagian ada maksud apa," sahut Shandra.
" Tetap apa yang Eyang katakan benar. Selain untuk melihat Ardian, mengetahui kondisi Ardian. Saya juga ada maksud lain untuk datang kerumah ini," ucap Alvin menegaskan.
Yang lainnya saling melihat, begitu dengan Melody dan Ardian yang terlihat jauh lebih penasaran dan penuh dengan tanda tanya.
" Kalau begitu katakan Alvin apa tujuan kamu datang kemari?" tanya Eyang yang tidak ingin basa-basi. Alvin melihat ke arah Lea yang sudah begitu dek-dekan dan di pastikan jantung Lea tidak akan aman.
" Saya ingin menyampaikan hubungan saya dan Lea bukan hanya sekedar kenal, teman atau apapun. Tapi kami mempunyai hubungan yang spesial," ucap Alvin dengan perlahan merangkai kata-kata itu.
" Tuh kan dugaan ku benar," ucap Rasti pelan mengatakan lagi pada Evan.
" Shuttt," Evan menegur kekasihnya itu untuk diam dan mendengarkan saja apa yang di bicarakan Alvin selanjutnya.
" Special dalam kata apa?" tanya Eyang dengan wajahnya serius yang melihat Alvin seperti mengintimidasi Alvin.
" Seperti yang saya katakan lebih dari apapun. Saya mencintai Lea dan tujuan saya pada intinya ingin menikah dengan Lea," ucap Alvin to the point yang semakin mengejutkan semua orang yang mendengar kata kalimat menikah itu.
" Menikah!" pekik semuanya dengan suara pelan saja.
" Pak Alvin. Memang kapan bapak menjalin hubungan dengan Lea?" tanya Bayu.
" Mungkin tidak lama ini. Tetapi saya sudah mengenal Lea sebelum acara di rumah ini di adakan dan itu bukan pertama kali saya bertemu Lea dan keseriusan hubungan kami memang baru terjalin tidak lama. Tetapi saya yakin untuk menjadikan Lea sebagai istri saya," jawab Alvin yang bicara dengan tenang.
__ADS_1
" Ya Allah semoga saja. Keluarga ini tidak banyak tanya lagi. Jantungku sudah hampir ingin lepas," batin Lea dengan perasaannya yang semakin tidak tenang.
" Ini sangat mengejutkan pastinya bagi kami. Karena Lea sebelumnya tidak mengatakan apa-apa. Dan saat di rumah sakit kemari pun. Lea bahkan memperjelas tentang tidak adanya hubungan di antara kalian. Jadi jelas semua ini sangat mengejutkan kamu," ucap Eyang.
" Maafkan Lea eyang. Kemarin ada sesuatu yang membuat Lea belum bisa mengatakan apa-apa," sahut Lea yang merasa bersalah.
" Alvin Lea apa kalian sungguh yakin ingin menikah?" tanya Widia yang ikut mengambil alih untuk bicara.
" Kami berdua yakin," jawab Alvin mewakili sekalian jawaban Lea.
" Hamil berapa bulan!" tiba-tiba terdengar suara membuat mereka terkejut dan mata semua mengarah ke arah suara itu yang mana dari anak tangga sudah berdiri Iriana dengan meletakkan tangannya di dadanya.
" Mama!" lirih Lea yang menjadi panik. Iriana dengan sinisnya menuruni anak tangga dan menghampiri acara lamaran yang singkat itu.
" Apa yang kamu bicarakan Iriana?" tanya Shandra.
" Aku hanya bertanya. Lea kamu hamil berapa bulan?" tanya lagi Iriana melihat ke arah Lea.
" Mama bicara apa siapa yang hamil," sahut Lea terpancing emosi.
Melihat ada anak-anak di sana. Vivi pun bertindak yang membawa, Chaca, Febby, Aliya, Dani dan Yogi memasuki kamar. Karena pasti pembahasan itu sudah lari dari jalur dan tidak pantas untuk di perdengarkan usia seperti mereka.
" Iriana jaga bicara kamu. Di sini bukan hanya keluarga kita. Ada orang tua Melody jadi jaga sopan santun kamu!" tegur Widia yang merasa tidak enak dengan Dania, Wawan, Marsel dan Gadis.
" Lagian pertanyaan kamu itu apa. Bisa-bisanya kamu bicara seperti itu. Tidak tau tempatnya," sahut Eyang yang harus marah kembali pada anaknya itu.
" Mah, Lea tiba-tiba ingin menikah dengan pria itu. Ya apa lagi kalau bukan anak ini sudah hamil," sahut Iriana dengan santainya.
" Mah, cukup apa yang mama bicarakan?" tanya Lea dengan kesal.
" Sudahlah kamu itu jangan sok suci. Kamu pikir aku lupa apa dengan Pria yang kau bawa itu. Bukannya dia temanmu cek-in saat kemarin kita bertemu dan bahkan sama-sama cek-in di hotel yang sama," ucap Iriana yang membuat semua orang terkejut dengan pernyataan Iriana. Alvin sudah mengepal tangannya saja dengan pernyataan dari Iriana yang terkesan menjelekkan Lea.
__ADS_1
...Bersambung...