Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 240 Memberikan kejutan.


__ADS_3

Melody sedang beres-beres di dalam kamarnya. Mengeluarkan barang-barang yang di bawanya dari dalam koper. Dan Ardian yang keluar dari kamar mandi menghampirinya dan memeluknya dari belakang dengan menempelkan pipinya pada Melody.


" Sayang aku lagi beres-beres, jangan mepet-mepet dulu!" ucap Melody.


" Memangnya kenapa kalau mepet-mepet apa tidak boleh. Suami istri itu memang harus selalu mepet-mepet. Supaya hubungannya semakin dekat," ucap Ardian.


Melody mengkerutkan Dahinya mendengar pernyataan suaminya itu, " sejak kapan ada teori seperti itu?" tanya Melody heran.


" Sejak saat ini," jawab Ardian mencium pipi Melody dan membalikkan tubuh Melody langsung menghadap dirinya. Dengan menarik pinggang Melody sampai Melody menabrak dada bidang Ardian dengan wajah mereka yang saling berdekatan dan tangan Ardian mengelus-elus rambut Melody.


" Kamu siap-siap lah. Aku ingin mengajakmu ketempat sesuatu," ucap Ardian.


" Kemana?" tanya Melody heran.


" Rahasia," jawab Ardian.


" Kenapa pakai rahasia-rahasiaan segala?" tanya Melody.


" Istriku yang cantik jangan bertanya terus. Suamimu hanya memintamu untuk siap-siap," ucap Ardian dengan mengusap pipi Melody.


" Sekarang?" tanya Melody lagi. Ardian menganggukkan kepalanya.


" Baiklah aku akan bersiap-siap," jawab Melody. Ardian mengangguk. Namun masih terus menatap Melody tanpa melepas tangannya dari pinggang Melody.


" Tapi bagaimana aku mau siap-siap. Kapan suamiku yang tampan ini akan melepasku," ucap Melody dengan menaikkan 1 alisnya.


" Kamu harus menciumku dulu," ucap Ardian mengarahkan pipinya pada Melody. Melody tersenyum dan langsung melakukannya. Namun Ardian minta tambah dan memberikan pipi yang satunya lagi dan Melody melakukannya.


" Apa masih ada lagi?" tanya Melody.

__ADS_1


Ardian menunjuk bibirnya, Melody pun melakukannya dengan mengecup bibir Ardian. Bukan Ardian namanya. Kalau melepas begitu saja. Ya terakhirnya Ardian dan Melody saling berciuman romantis dengan Melody yang sudah mengalungkan tangannya di leher Ardian.


**********


Setelah bersiap-siap akhirnya Melody Ardian pun ke luar rumah. Di Jepang sekarang musim gugur. Melody yang memakai mantel berwarna coklat yang sama dengan Ardian. Namnya juga dingin. Jadi mereka harus memakai pakaian dingin.


Mereka berjalan-jalan dengan tangan mereka yang saling bergandengan dan wajah penuh kebahagiaan. Bukan hanya mereka yang ada di jalanan, beberapa orang juga ada yang berpapasan sama seperti mereka.


" Kita mau kemana sebenarnya?" tanya Melody yang sejak tadi hanya di ajak jalan-jalan. Namun tidak tau tujuannya entah kemana.


" Sebentar lagi akan sampai," jawab Ardian.


" Kenapa kita hanya pergi berdua saja. Kenapa tidak mengajak yang lainnya?" tanya Melody.


" Mereka itu punya pasangan masing-masing. Kalau kita ajak. Jadi aneh. Lagian aku juga tidak mau di ganggu," ucap Ardian tersenyum lebar yang sembari berjalan bersama istrinya.


Tidak tau kemana Ardian mengajaknya sampai mereka sudah tiba di pinggir jembatan dan berhenti di sana. Di mana di bawah jembatan itu terdapat sungai yang tenang. Melody meletakkan ke-2 tangannya di pagar jembatan dan melihat air yang tenang di bawah sana dan Ardian tiba-tiba memeluknya dari belakang dengan erat.


Tiba-tiba muncul tulisan. Will you marry me. Melody tertawa melihat tulisan itu dan menoleh sebentar ke arah Ardian yang ada di belakangnya.


" Kamu menyukainya?" tanya Ardian.


" Itu tulisan untukku?" tanya Melody heran melihat tulisan yang di sinari lampu-lampu yang berada di udara itu.


" Iya," jawab Ardian. Melody merasa lucu dan membalikkan tubuhnya menghadap Ardian


" Sayang kamu itu aneh sekali. Kita itu sudah menikah. Lalu kenapa mengajakku menikah lagi. Lihat aku bahkan sudah mengandung anak kita. Tetapi malah melamarku," ucap Melody merasa lucu dengan apa yang di tunjukkan Ardian.


" Tetapi aku ingin melamarmu. Aku ingin memberikan kesempurnaan untukmu. Aku ingin kamu tidak pernah kurang sedikitpun. Aku merasa bersalah. Karena menikahimu begitu saja dan membuatmu sedih ketika kamu melihat proses acara lamaran Lea dan Alvin sampai ijab kabul mereka. Jadi aku ingin melakukan semua itu untukmu," ucap Ardian mengusap-usap pipi Melody dengan mata Ardian yang penuh ketulusan saat berbicara.

__ADS_1


" Apa yang kamu katakan Ardian. Siapa yang sedih. Aku tidak pernah memikirkan apa-apa. Apa lagi iri. Mungkin aku tidak seberuntung Lea. Tetapi aku sangat bahagia. Jadi kamu jangan berpikir. Jika cara pernikahan kita tidak membuatku bahagia. Aku sangat bahagia Ardian. Aku bahagia yang bisa melewati banyak proses denganmu sampai detik ini. Aku tidak pernah merasa kurang sedikitpun," ucap Melody.


" Tapi apapun itu aku tetap ingin melamarmu dan menunggu jawabanmu," ucap Ardian.


" Kamu itu aneh sekali. Jika yang sudah menikah di lamar suaminya kembali. Pasti jawabannya iya kan tidak mungkin tidak," sahut Melody geleng-geleng.


" Kalau begitu aku ubah pertanyaannya," sahut Ardian. Melody mengkerutkan dahinya bingung dengan perkataan Ardian. Ardian memegang ke-2 bahu Melody dan membalikkan tubuh Melody kembali melihat tulisan itu.


Yang terlihat merangkai huruf satu persatu dengan kata-kata yang di rangkai.


...Melody aku mencintaimu sangat mencintaimu maukah kau terus menjadi istriku sampai kakek nenek sampai maut memisahkan kita!"...


Melody tersenyum melihat tulisan itu. Dia merasa bahagia dengan hati yang berbunga-bunga dan Melody kembali membalikkan tubuhnya melihat ke arah suaminya.


" Aku menunggu jawabmu," ucap Ardian dengan lembut.


Melody mengangguk-anggukkan kepalanya.


" Aku juga mencintaimu dan akan tetap menjadi istrimu sampai kapanpun. Bagiku kamu Pria yang bertanggung jawab yang memberikanku banyak kebahagian. Aku sangat bahagia menjadi istrimu dan akan menemanimu sampai kita tua nanti, sampai maut memisahkan kita," ucap Melody dengan tersenyum dan air matanya menetes yang menggambarkan ke haruan harinya.


Ardian tersenyum dan mengusap lembut air mata Melody. Lalu mencium kening Melody lembut.


" I love you," ucap Ardian.


" I love you too," jawab Melody. Ardian mengangkat tubuh Melody untuk duduk di pagar jembatan. Lalu memegang dagu Melody untuk mendekatkan bibirnya pada Melody, " kamu sama seperti Melody yang aku kenal dulu, Melody kecilku yang aku cintai," ucap Ardian. Melody hanya mengangguk pelan saja.


Lalu Ardian menempelkan bibirnya pada istrinya itu dan menciumnya dengan dalam. Mata Melody dan Ardian sama-sama terpejam dengan ciuman yang saling menuntun dengan wajah mereka yang terkadang kekiri dan kekanan demi mendapatkan kenikmatan dalam ciuman yang penuh dengan perasaan cinta dari pasangan suami istri itu.


Ciuman itu juga di sertai dengan ledakan kembang api yang meriah yang tidak tau siapa yang berperan meledakkan kembang api yang menemani ciuman pasangan suami istri yang sampai sekarang belum selesai berciuman dan terus memberi kenikmatan dalam setiap ciumannya dengan perasan cinta yang semakin besar di antara ke-2nya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2