
Lea hanya diam dalam pemikirannya yang masih schok mendengar ungkapan perasaan itu padanya. Dia tidak percaya jika akhirnya Alvin menyatakan kembali perasaannya dan kali ini di katakan benar-benar lengkap sampai membuatnya tidak bisa berkata-kata.
" Lea kenapa kamu diam?" tanya Alvin menegur Lea karena sejak tadi hanya diam yang Alvin juga tidak tau apa Lea mendengarkannya bicara atau tidak.
" Lea!" tegur Alvin lagi dengan memegang pipi Lea mengusapnya dengan lembut.
" Oh, tidak aku_ aku_ aku hanya kaget saja," jawab Lea yang mulai salah tingkah dan juga mendadak menjadi begitu gugup.
" Aku mengerti perasaanmu. Aku tau hal ini pasti mengejutkan untukmu tetapi sesuai dengan apa yang aku ucapkan sebelumnya. Ini adalah kenyataan jika aku benar-benar jatuh hati padamu," ucap Alvin yang sudah tidak tau keberapa kali mengucapkan kata-kata itu.
" Ya Allah dia mengatakannya lagi. Apa yang harus aku lakukan," batin Lea yang penuh dengan kebingungan.
" Hmmm, kau benar ini sangat mengejutkan ku dan hmmm aku juga tidak tau harus berbicara apa. Aku benar-benar bingung dan iya aku belum bisa memikirkan apa-apa, karena masalah ini dan itu lagi. Jadi aku tidak bisa merespon apa-apa. Karena pikiran ku masih buntu," ucap Lea yang berbicara terlihat terbata-bata.
" Apa Lea menolakku?" batin Alvin yang mendengar perkataan Lea seakan mendengarkan mendapat penolakan dari Lea.
" Aku akan terus memberimu waktu," ucap Alvin yang terlihat begitu sabar.
" Hmmm, iya. Ya sudah ada sebaiknya kita kembali ke mobil. Soalnya di sini dingin dan lagian hujan, mungkin yang lain juga sedang mencari kita," ucap Lea.
" Hmmm, baiklah kalau begitu," sahut Alvin yang terlihat kecewa. Karena tidak mendapatkan jawaban yang pasti dari Lea. Namun tetap dia akan memberikan waktu untuk Lea.
" Aku mengerti. Mungkin saja Lea masih butuh waktu untuk semua ini. Aku paham semua itu dia tidak mudah menerima perasaanku. Aku akan menunggu jawabanmu Lea. Mau selama apa waktu yang kau inginkan," batin Alvin yang berjalan sambil memayungi Lea ya mereka 1 payung berdua yang kembali berjalan ke mobil.
***********
Ternyata anak buah Raisa dan Novi masih terus mencari-cari di mana Melody dan yang lainnya. Banyak kemungkinan mereka begitu yakin jika Ardian dan yang lainnya masih berada tidak jauh dari tempat itu.
Anak buah itu memang semakin banyak yang terlihat begitu niat untuk mencari Melody dan yang Lea yang mungkin mereka tidak tau jika Ardian sudah menemukan Melody dan juga Lea.
Saat Lea dan Alvin berjalan tiba-tiba langkah mereka terhenti ketika tidak sengaja melihat cahaya senter. Mereka yang terlihat terkejut saling melihat dan langsung berjongkok agar tidak terlihat. Bersembunyi di balik semak-semak dan bahkan Alvin melepas payung itu. Karena pasti akan ketauan nantinya.
__ADS_1
Hujan juga hanya gerimis saja. Jadi mereka tidak terlalu basah tanpa menggunakan payung.
" Apa mereka orang-orang suruahan raisa dan Novi?" tanya Lea yang begitu panik.
" Pasti iya. Mereka adalah orang-orang suruhan 2 wanita iblis itu dan mereka sudah sampai sini," ucap Alvin.
" Lalu bagaimana ini. Bagaimana jika mereka menemukan mobil kita. Itu artinya mereka...." Lea begitu paniknya. Karena yang lainnya sedang tidur di mobil.
" Shuttt," Alvin meletakkan jarinya di bibir Lea menyuruh wanita itu diam dan tidak panikan seperti sekarang.
" Lea, kamu harus tenang. Mobil itu di tutupi dengan rumput-rumput sehingga tidak akan terlihat sama sekali. Jadi kamu jangan khawatir Meraka juga akan baik-baik saja ucap Alvin yang mencoba menenangkan Lea yang panik.
" Aku hanya khawatir dan takut jika mereka akan menemukan kita," jawab Lea.
" Jika itu terjadi maka aku akan melawan mereka. Karena tidak mungkin hanya di biarkan saja, sahut Alvin.
" Kamu ingin melawannya?" tanya Lea. Alvin menganggukkan kepalanya.
" Mereka pasti datang. Kamu jangan khawatir. Kita memang saling mengenal tetapi kamu juga pasti tau siapa aku. Raisa, Novi dan orang-orang itu tidak ada apa-apa untukku. Jadi kamu jangan khawatir. Aku akan menyelesaikan mereka semuanya," ucap Alvin sedikit menyombongkan dirinya.
" Lalu kenapa tidak melawan sekarang jika memang kau merasa paling hebat?" tanya Lea menantang Alvin.
" Semuanya butuh proses yang tidak bisa asal laksanakan saja. Semua butuh pikiran dan juga otak," jawab Alvin.
" Ohhhh, begitu rupanya," sahut Lea hanya mengangguk-angguk saja.
" Ada apa. Kau terlihat meremehkanku?" tanya Alvin menaikkan 1 alisnya ketika melihat wajah wanita itu berekspresi sesuatu.
" Siapa yang meremehkan mu!" sahut Lea dengan mengelak.
" Aku bisa melihat dari wajah mu. Kau dengar Lea. Kau mengenalku dan kau pasti tau siapa aku. Aku tidak bisa di kalahkan," ucap Alvin dengan wajah seriusnya. Lea mendengarnya mendengus kasar namun tersenyum sedikit.
__ADS_1
" Kau kembali seperti yang aku temui pertama kali sangat menyeramkan dan begitu angkuh," ucap Lea.
" Lalu kau menyukai yang mana?" tanya Alvin tiba-tiba dan dengan seketika Lea terdiam yang kesulitan menelan salivanya saling bertatapan dengan Alvin.
" Alvin, Lea," tiba-tiba terdengar suara memanggil dengan pelan yang membuat Lea dan Alvin kaget dan langsung melihat ke arah suara itu yang berasal dari belakang mereka.
Saat ke-2nya sama-sama melihat ke belakang mereka kaget yang ternyata, Rasti, Melody, Ardian dan Evan. Membuat Lea dan Alvin sama-sama menautkan ke-2 alis mereka yang mana mereka benar-benar begitu terkejut.
" Kenapa mereka ada di sana?" tanya Lea pada Alvin.
" Aku tidak tau," jawab Alvin yang juga penuh dengan keheranan.
" Sini!" panggil Melody dengan tangannya. Alvin dan Lea mengangguk dan mereka pun menghampiri Ardian, Melody, Rasti dan Evan dengan cara berjongkok sambil berjalan sampai akhirnya sampai pada orang-orang yang memanggil mereka.
" Kalian kok ada di sini?" tanya Lea dengan suara pelan.
" Evan tadi keluar mobil dan tidak sengaja melihat orang-orang itu. Lalu membangunkan kita semua dan kita langsung pergi dari mobil sebelum mereka menemukan kita,"jawab Rasti.
" Iya dan untungnya kalian juga menyadarinya dan tidak tertangkap. Karena jujur kita pikir kalian itu tertangkap makanya tidak balik-balik," sahut Evan.
" Iya kami, memang lama. Karena bersembunyi," ucap Lea memberi alasan yang bohong. Karena sebenarnya dia lama bukan karena hal itu.
Tetapi karena Alvin dan dia berbicara serius. Alvin juga melihat Lea yang berusaha menutupi kejadian itu.
" Syukurlah jika kalian benar-benar tidak apa-apa," sahut Melody.
" Jadi bagaimana dengan mobil. Apa aman?" tanya Lea.
" Mobil aman. Si pastikan mereka tidak akan melihatnya," sahut Ardian.
" Syukurlah kalau begitu. Jujur aku sangat takut," ucap Lea yang merasa lega.
__ADS_1
Bersambung