Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 200 Keputusan Alvin.


__ADS_3

Keributan yang tadi terjadi antara Lea dan mamanya dan juga ada Alvin di sana membuat Lea harus kepikiran dan sekarang sedang berada di dalam mobil yang masih terparkir di rumah sakit bersama Alvin yang mana Lea tampak stres memikirkan mamanya dengan beberapa kali menyibak rambutnya kebelakang.


Alvin yang berada di sampingnya menghela napasnya dan mengambil air mineral membuka tutup botolnya dan langsung memberikan pada Lea.


" Kamu minumlah dulu!" titah Alvin. Lea menoleh ke arah Alvin dan mengambil minuman itu. Lalu langsung meneguk air tersebut. Setelah selesai. Lea kembali mengembalikannya pada Alvin.


" Apa sudah baikan?" tanya Alvin. Lea menggelengkan kepalanya yang mana mungkin dia secepat itu baikan setelah keributan yang terjadi dengan mamanya.


" Begitulah mama yang hanya akan terus memusuhiku dan menganggapnya aku adalah saingannya bukan anaknya," ucap Lea yang terlihat lelah menghadapi mamanya.


Alvin hanya menghela napas dengan meraih tangan Lea dan menggenggamnya dengan ke-2 tangannya membuatnya di atas pahanya.


" Sekarang apa sudah jauh lebih baik?" tanya Alvin merasa genggaman tangannya akan membuat Lea tenang. Lea mengangguk pelan kepalanya ya lumayan berkurang memang.


" Maafkan atas kejadian tadi. Tidak seharunya kamu ada di sana dan mendengar semuanya," ucap Lea yang merasa tidak enak pada Alvin.


" Ini bukan pertama kali untukku. Dan mungkin aku akan terus mendengarnya," sahut Alvin yang terlihat santai.


" Alvin jangan ikut campur. Aku tidak ingin mama semakin membuat ulah," ucap Lea.


" Aku harus ikut campur karena ini berhubungan dengan mu," jawab Alvin yang tidak peduli dengan siapapun yang akan menjadi penghalangnya.


" Tetapi Alvin," sahut Lea.


" Lea aku ini kekasihmu bukan orang asing. Jadi aku harus ikut campur apapun itu. Jika menyangkut dengan kamu dan iya Kita akan bicarakan hubungan kita pada keluargamu," ucap Alvin mengambil keputusan tiba-tiba tanpa membicarakan apa-apa kepadanya sebelumnya.


Jujur Lea langsung kaget mendengarnya dan melihat Alvin dengan serius. Yang tidak percaya jika Alvin mengatakan hal itu.


" Alvin. Apa maksud kamu?" tanya Lea menatap Alvin dengan serius, " kamu jangan bercanda," ucap Lea.


" Aku tidak bercanda aku serius. Aku akan mengatakan hubungan kita ke pada keluargamu," jawab Alvin menegaskan kembali apa yang tadi di katakannya.

__ADS_1


" Alvin kamu jangan aneh-aneh. Itu tidak mungkin," sahut Lea yang merasa tidak enak.


" Lea tidak ada gunanya sembunyi-sembunyi. Hubungan kita tidak salah. Aku juga tidak bisa melihatmu di rendahkan ibumu terus menerus. Menuduhmu yang tidak-tidak yang kamu tidak melakukan apapun. Jadi sebaiknya kita beritahu keluargamu tentang hubungan kita. Karena aku juga ingin serius kepadamu," ucap Alvin dengan menatap dalam-dalam Lea.


" Tidak mungkin Alvin. Semua tidak semudah dengan apa yang kamu pikir," sahut Lea yang tidak percaya diri.


" Apa yang kamu katakan Lea. Tidak mungkin apanya?" tanya Alvin heran.


" Alvin. Kamu lihat sendiri. Mama tadi bagaimana. Yang di pikirannya aku dan kamu berhubungan entah seperti apa dan mama juga pernah melihat kita di hotel. Hal ini saja sudah membuatku cemas dan tidak tau apa yang di katakan mama nanti pada Eyang. Apa lagi kamu yang tiba-tiba ingin memberitahukan hubungan kita kepada semua keluargaku. Yang akhirnya kesimpulan akan datang sendiri, mengenai aku dan kamu yang berhubungan sesuai dengan pikiran mama dan Eyang tidak akan setuju hal itu. Kamu juga harus tau bagaimana dengan Eyang," jelas Lea memberikan alasannya pada Alvin sebelum Alvin bertindak semakin jauh.


" Lea hubungan seperti apa. Mama kamu memang menemui kita di hotel. Dan kita tidak melakukan apa-apa dan apapun yang di pikirkan mama kamu aku tidak peduli karena yang aku pentingkan adalah hubunganku dengan kamu itu saja," ucap Davin dengan penuh penegasan dan juga penekanan.


" Bagaimana mungkin Davin kamu tidak peduli dengan mama. Mama kunci segalanya. Dia tidak akan setuju dengan kamu dan apa lagi yang terjadi barusan jadi sangat mustahil dia memberikan restu untuk hubungan kita," ucap Lea yang sudah tau akhir ceritanya.


" Kamu sendiri yang mengatakan Lea. Kamu tidak pernah hidup dengan ibu kamu. Kamu mempunyai orang tua kandung. Tetapi seperti tidak punya ibu. Kamu di tinggal di sana di sini tanpa ibu kamu dan kamu sendiri yang mengatakan dia menganggapmu bukan anak tetapi musuh. Jadi menurutku tidak apa-apa jika aku mengenyampingkan nya," ucap Alvin.


" Apa maksud kamu?" tanya Lea.


" Tapi Alvin," sahut Lea yang tidak yakin.


" Lea. Kasih aku kesempatan untuk membahagiakan mu. Aku sudah mengatakan tidak ada yang salah dalam hubungan kita. Dan walaupun ibumu mengatakan ini itu segalanya kejelekan mu dan semuanya yang ada di pikirannya mengenai kita pada keluargamu. Aku yakin keluargamu orang bijak, orang cerdas yang tau mana yang salah dan benar. Jadi kamu jangan khawatir jika aku akan membicarakan hubungan kita ini," ucap Alvin dengan lembut memberikan pengertian pada Lea.


" Tapi kamu juga belum mengenal Eyang bagaimana, semuanya tidak semudah yang kamu pikir," ucap Lea yang masih meragukan tindakan Alvin.


" Aku bisa mengatasinya. Aku mengambil keputusan ini karena sudah berpikir sebelumnya. Aku tau apa yang harus aku lakukan. Jadi jangan khawatir," ucap Alvin yang terus meyakinkan Lea.


Wajah Lea terlihat cemas yang tidak yakin dengan perkataan Alvin.


" Hey!" Alvin memegang pipinya sembari mengusap-usapnya dengan lembut.


" Jangan memikirkan apa-apa. Tidak baik jika kamu harus memikirkan apa yang tidak perlu. Kamu tenang saja Lea. Aku akan menghadapi semua ini. Aku akan membahagiakan mu," ucap Alvin yang benar-benar berjanji pada Lea.

__ADS_1


Dia memang ingin orang-orang tau hubungan mereka dan dengan begitu dia bisa terus bersama Lea dan juga semakin serius dengan Lea. Karena Alvin tidak tega melihat Lea yang terus berseteru dengan Iriana ibu kandungnya itu.


" Kamu percayakan kepadaku?" tanya Alvin yang meyakinkan Lea.


Lea mengangguk-angguk. Alvin tersenyum dan langsung meraih Lea kedalam pelukannya.


" Kita akan melewati semua ini bareng-bareng jadi percayalah semuanya akan baik-baik saja," ucap Alvin mengusap-usap rambut Lea.


" Iya aku berharap tidak akan ada masalah setelah ini," ucap Lea.


Alvin mengangguk saja. Lea memang harus memberikan Alvin kesempatan untuk bertindak. Karena bagaimanapun semua itu demi hubungan mereka nantinya.


Dratttt, Dratttt Dratttt Dratttt.


Ponsel Lea tiba-tiba berdering dan Lea langsung melepas pelukannya dari Alvin dan melihat panggilan masuk dari Rasti. Lea pun langsung mengangkatnya.


" Kenapa Rasti?" tanya Lea.


" Kamu serius?" tanya Lea yang tidak percaya.


" Ya sudah kalau begitu. Terima kasih atas kabarnya aku segera kesana," ucap Lea yang terlihat buru-buru dan mematikan panggilan telpon dengan cepat.


" Ada Lea?" tanya Alvin.


" Ardian sudah sadar," jawab Lea.


" Serius?" tanya Alvin yang tidak percaya. Lea menganggukkan kepalanya.


" Ayo kita lihat," ucap Lea yang buru-buru membuka pintu mobil dan Alvin pun langsung mengikut.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2