Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 234 Rencana pernikahan.


__ADS_3

Selama Raisa di rumah sakit Axel benar-benar sangat merawat Raisa dengan baik dengan penuh ketulusan. Raisa yang seperti biasanya selesai makan dan yang lain-lainnya dan sekarang Axel membantunya untuk berbaring.


" Kamu istirahat ya!" ucap Axel.


" Kamu di sini kan?" tanya Raisa.


" Iya Raisa jangan khawatir aku akan terus menemani kamu, aku tidak akan meninggalkanmu," jawab Axel.


" Makasih Axel," ucap Raisa. Axel mengangguk dan langsung berada di samping Raisa dan membawa Raisa kedalam pelukannya.


" Kapan aku akan pulang?" tanya Raisa yang terlihat sudah mulai bosan di rumah sakit.


" Secepatnya Raisa. Dokter bilang kamu akan pulang dalam waktu dekat dan mungkin saja besok sudah bisa pulang," ucap Axel.


" Benarkah?" tanya Raisa yang tampak terkejut.


" Iya benar," jawab Axel.


" Alhamdulillah kalau begitu. Aku sangat jenuh di rumah sakit," ucap Raisa yang terlihat semangat.


" Setalah pulang nanti. Kamu juga harus istirahat yang cukup. Karena akan langsung di hadapkan dengan kelelahan," ucap Axel membuat Raisa bingung.


" Maksudnya?" tanya Raisa heran melihat ke arah Axel.


" Kemarin aku bertemu dengan Eyang dan eyang mengatakan sudah mempersiapkan pernikahan untuk kita," jawab Axel mengejutkan Raisa sampai mata Raisa terbelalak kaget.


" Kamu serius?" tanya Raisa dengan terkejutnya.


" Aku serius lah. Masa iya aku berbohong," ucap Axel geleng-geleng.


" Tetapi kapan Eyang tau kalau kita mau menikah bukannya aku belum mengatakan apa-apa pada Eyang," ucap Raisa dengan wajahnya yang malah menjadi panik.


" Kamu memang belum mengatakan apa-apa kepada Eyang. Tetapi Eyang dan seluruh keluarga sudah tau dan menyetujui hubungan kita juga mempersiapkan pernikahan untuk kita," ucap Axel.

__ADS_1


" Ini seriusan. Ini tidak bohongkan?" Raisa masih saja tidak percaya.


" Iya Raisa ini serius. Masa iya harus berbohong," sahut Axel meyakinkannya.


" Axel aku benar-benar tidak percaya. Jika semuanya begitu cepat. Aku juga tidak percaya dengan Eyang dan keluarga lainnya yang merestui kita dan bahkan mempersiapkan semua untuk kita. Aku benar-benar sangat terkejut Axel," ucap Raisa dengan wajahnya yang tidak menyangka.


" Itu lah buktinya Raisa. Jika mereka adalah keluarga kamu. Mau sejahat apapun kamu. Mau seburuk apapun kamu. Mereka memaafkan kamu dan tidak meninggalkan kamu. Ini pelajaran yang berharga dalam hidup kamu. Kamu jangan pernah menyakiti orang-orang yang peduli kepada kamu. Percayalah Raisa. Jika kamu baik. Maka kebaikan akan datang untukmu," ucap Axel dengan tulus mengarahkan Raisa.


" Iya Axel kamu benar. Aku benar-benar sangat menyesali semua perbuatan yang aku lakukan dulu. Aku salah jalan dan akhirnya kehilangan banyak hal. Tetapi aku tidak menyangka tuhan masih mengampuniku. Keluarga yang selama ini bersamaku. Tidak pergi sama sekali dan bahkan tuhan memberikan hadiah yang terindah kepadaku. Ya itu kamu. Terima kasih Axel yang sudah hadir dalam hidupku. Membuatku memahami segalanya dan menjadikan ku benar-benar seorang manusia. Terima kasih," ucap Raisa dengan matanya yang berkaca-kaca.


Axel tersenyum dengan menatap dalam-dalam Raisa, " aku juga berterima kasih kepada mu. Karena kamu sudah memberiku banyak kesempatan. Kita memperbaiki segalanya dalam pernikahan. Semoga saja kita akan bisa menjalani semuanya dengan semestinya," ucap Axel.


Raisa mengangguk-anggukan kepalanya.


" Aku mencintaimu Raisa!" ucap Axel.


" Aku juga mencintaimu," jawab Raisa dengan tersenyum. Axel mendekatkan bibirnya pada Raisa dan mereka langsung berciuman dengan romantis yang saling membalas ciuman satu dengan yang lainnya.


*********


Raisa sangat bersyukur dengan pernikahannya yang di bantu oleh keluarga Ardian dan dia bahkan meminta untuk mengadakan pernikahan di rumah saja. Karena dia banyak menghabiskan waktu di rumah tersebut.


Makanya sekarang rumah sudah mulai di hias sedemikian rupa. Secantik dan seindah mungkin. Dan Mila pasti menjadi pengarah para tim yang ikut ambil alih dalam mengurus semuanya.


Melody sendiri berada di kamar yang masih bersiap-siap di depan cermin. Yang mana dia juga akan segera turun untuk membantu orang-orang di bawah.


Kayra yang memberi polesan make up di wajahnya. Tiba-tiba langsung di peluk dari belakang siapa lagi jika bukan Ardian suaminya yang masih memakai handuk yang di lilit di pinggangnya yang Ardian baru keluar dari kamar mandi.


" Sayang ada apa?" tanya Melody yang mana Ardian menempel-nempel pada lehernya dan bahkan mencium pipi Melody.


" Kamu mau kemana? Kenapa cantik sekali?" tanya Ardian


" Aku tidak kemana-mana. Aku hanya mau membantu di bawah saja," jawab Melody

__ADS_1


" Lalu kenapa secantik ini. Di bawah banyak laki-laki. Apa sengaja berpenampilan cantik supaya di lihat orang lain," ucap Ardian membuat Melody tersenyum.


" Jadi ceritanya lagi cemburu!" sahut Melody


" Aku tidak perlu cemburu dengan laki-laki yang tidak selevel denganku," ucap Ardian.


Melody menghadap Ardian dengan mengalungkan tangannya ke leher Ardian.


" Lalu apa namanya jika tidak cemburu. Kalau cemburu. Katakan saja cemburu. Apa susahnya," ucap Melody.


" Istriku yang cantik. Aku sudah mengatakan tidak cemburu. Hanya tidak mau. Kecantikan istriku di lihat oleh banyak mata laki-laki," ucap Ardian. Melody hanya tersenyum saja mendengarnya.


" Baiklah kalau begitu. Aku tidak akan cantik-cantik. Ya sudah sekarang ini sudah siang. Kamu kenapa belum siap-siap. Ayo pakai baju dan harus kekantor," ucap Melody.


" Aku tidak mau. Kau mau sama kamu di kamar ini," sahut Ardina.


" Mau ngapain di kamar. Kamu ini ada-ada saja," ucap Melody.


" Ingin bermesraan dengan istriku," ucap Davin dengan membelai pipi Melody.


" Bukanya tadi malam sudah," ucap Melody.


" Bagiku. Untuk hal itu tidak ada batas waktu," ucap Ardian.


" Tapi kamu harus kekantor sayang," ucap Melody mengingatkan.


" Aku tidak mau dan hanya menginginkan mu," ucap Ardian yang langsung mengangkat Melody ke atas meja rias membuat Melody kaget.


" Sayang!" ucap Melody memukul bahu Ardian.


" Aku ingin bersamamu di kamar seharian," ucap Ardian menatap intens Melody. Saat Melody ingin protes. Ardian sudah membungkam mulutnya dengan sebuah ciuman yang Melody tidak bisa apa-apa lagi dan menerima saja ciuman itu dan bahkan membalasnya.


Mereka belakangan memang sangat sibuk sampai hal-hal romantis jarang mereka lakukan. Jadi sangat wajar ke-2nya masih ingin Romantis-romantisan. Walau yang seperti Melody katakan tadi padahal mereka baru melakukan itu.

__ADS_1


Namun nyatanya pasangan itu saling memberi kenikmatan di pagi hari yang sudah berpindah pada ranjang mereka. Tanpa ada yang peduli. Mau ada pekerjaan atau tidak. Yang penting keduanya menghabiskan waktu bersama-sama.


Bersambung.


__ADS_2