
" Tidak perlu Ardian kamu pergi dari rumah ini!" tiba-tiba suara wanita terdengar dari depan pintu membuat semua orang melihat ke arah pintu dan ternyata Lea yang datang dengan tersenyum miring dan langsung melangkah mendekati ruang tamu.
" Lea!" lirih semuanya yang heran melihat kehadiran Lea.
Lea yang sudah berdiri di depan semua orang tersenyum melihat ke arah Novi. Senyum itu seakan menggambarkan sesuatu.
" Lea apa maksud kamu?" tanya Evan.
" Sudah jelas yang aku katakan Ardian dan Melody tidak perlu pindah dari rumah ini. Karena apa yang tante Novi inginkan tidak akan terjadi. Raisa tidak akan terbebas dari penjara. Tetapi Tante Novi yang akan menyusulnya atau menemaninya masuk penjara," ucap Lea dengan sorot matanya melihat ke arah Novi.
" Apa maksud kamu?" tanya Novi yang langsung berdiri dari tempat duduknya yang tidak terima dengan kata-kata Lea. Dan perasaannya yang tiba-tiba tidak enak dan biasanya kalau Lea sudah bicara pasti ada sesuatu yang bahaya.
" Lea kamu itu bicara apa?" tanya Shandra.
" Apa yang di katakan Lea. Apa Lea sudah menemukan buktinya," batin Evan dengan harapan uang banyak.
" Lea bicara apa, atau jangan-jangan....." Melody juga sempat berpikiran yang sama yang sama-sama memikirkan apa yang di pikirkan Evan.
Dari wajah Ardian juga terlihat, berpikiran yang sama.
" Lea apa maksud dari perkataan kamu?" tanya Widia yang merasa terpotong dan tidak mengerti dengan kata-kata Lea.
" Untuk semuanya di sini. Persetan masalah hutang budi-budian. Karena dalam permasalahan hukum akan tetap berjalan dan Tante Novi akan menyusul keponakannya itu untuk menemaninya di penjara," ucap Lea yang mengulang kata-katanya kembali dengan penjelasan yang begitu akurat.
" Jangan sembarangan bicara kamu. Kamu hanya bocah yang tidak tidak tau apa-apa. Jadi kamu jangan samakan masalah Raisa dengan apa yang terjadi hari ini," ucap Novi yang tampak takut.
__ADS_1
" Baiklah bocah ini akan memberikan sesuatu yang tidak akan terduga oleh Tante Novi yang terlalu banyak bicara itu," sahut Lea dengan santai.
Orang-orang yang ada di sana heran dengan kata-kata Lea dan juga bingung dengan ucapan Lea. Rasa penasaran pasti tersimpan di dalam pikiran mereka. Ardian dan Melody saling melihat yang mereka juga tidak mengerti apa yang di katakan Lea.
Tanpa basa-basi, Lea pun langsung mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya, berupa lembaran kertas yang di letakkan di meja.
" Silahkan untuk di lihat!" ucap Lea dengan santai yang masih tetap berdiri di tempatnya.
Karena banyaknya kertas itu. Jadi semua yang ada ruangan itu kebagian semuanya. Mereka pun melihat dengan wajah terkejut. Wajah yang begitu serius melihat isi dari kertas itu.
Karena penasaran dengan apa yang di tunjukkan Lea dan melihat semua orang penuh dengan wajah terkejut. Akhirnya Novi pun melihat apa yang di lihat orang-orang yang ada di ruangan itu.
Betapa terkejutnya Novi saat melihat apa yang di lihat itu. Dengan matanya yang melotot dan bola matanya hampir keluar.
Novi langsung melihat ke arah Eyang. Yang mana Eyang sudah menatapnya dengan tajam.
" Jangan di tanya lagi Eyang. Semuanya sudah jelas dengan apa yang kalian lihat. Jika dia dan juga Raisa selama ini bekerja sama di sana sudah terlihat foto-foto, screenshot hasil chat dia dan juga Raisa. Bagaimana kejamnya dia. Wanita itu yang begitu jahat yang berbuat sangat tidak baik pada Melody. Menghancurkan hubungan Ardian dan Melody. Dan semua yang terjadi karena mereka ber-2. Jadi jangan heran jika Ardian dan Melody saling membenci sebelumnya. Karena itu perbuatan ular ini," jelas Lea yang terang-terangan membongkar semua kebusukan Novi dan juga Raisa.
" Itu semua bohong jangan percaya dengan kata-kata Lea. Dia itu pembohong!" sahut Novi membantah tuduhan Lea.
" Kamu masih bisa mengatakan bohong. Kamu tidak melihat apa yang sudah kamu lakukan," sahut Widia yang tidak habis pikir.
" Dan semuanya sudah jelas. Lihat perbuatan kamu. Kamu benar-benar jahat ya," sahut Shandra yang juga sama tidak habis pikir dengan perbuatan Novi.
" Ini tidak benar, ini ada kesalahan. Lea sedang menjebakku---"
__ADS_1
" Cukup!" bentak Eyang besar dengan menggebrak meja. Yang mana Eyang tampaknya begitu marah yang terlihat dengan wajahnya yang memerah dan matanya menatap tajam pada Novi, " sudah kuduga jika kamu dan Raisa hanya memanfaatkan situasi. Kamu hanya memanfaatkan masalah hutang Budi untuk menutupi kejahatan yang kamu dan Raisa lakukan. Keterlaluan!" sentak Eyang besar dengan menunjuk Novi.
" Ini tidak ada kaitannya dengan hutang Budi. Karena hutang Budi akan sampai kapanpun akan menjadi hutang Budi," sahut Novi.
" Sudahlah Tante Novi jangan membawa-bawa hutang Budi. Karena selama ini keluarga ini tidak pernah berhutang sepenuhnya pada keluarga Tante. Kakek Raisa hanya membantu untuk menutupi kebangkrutan keluarga ini. Tetapi selebihnya keluarga ini yang berusaha untuk mempertahankan semuanya. Jadi hutang Budi sudah terbalaskan dengan Tante dan Raisa yang selama ini di rawat di rumah ini. Jadi berhenti untuk berbicara masalah hutang Budi. Karena tidak ada hutang Budi lagi. Bahkan keluarga ini lebih memberikan kepada kalian. Dan justru kalian semua yang tidak tau diri yang sudah berbuat semau kalian," ucap Lea menegaskan.
" Tidak, ini tidak benar. Semua ini salah, dan aku..."
" Sudah hentikan!" sentak Eyang besar.
" Semuanya sudah terbukti. Sudah tau siapa yang salah dan siapa yang benar. Kamu benar-benar keterlaluan Novi dan kamu akan mendapatkan hukuman dari perbuatan kamu!" tegas Eyang.
" Aku akan telpon polisi," sahut Evan yang tidak mau membuang-buang waktu untuk memenjarakan Novi menyusul Raisa.
" Tidak perlu repot-repot Evan. Karena aku sudah memanggilnya," sahut Lea dengan santai yang melihat kearah pintu.
Yang benar saja memang ada 3 polisi yang memasuki rumah yang membuat Novi semakin panik.
" Tidak apa-apaan ini. Ini semua fitnah!" teriak Novi yang semakin bergetar.
" Pak bawa dia dan dengarkan semua penjelasannya di kantor polisi. Soalnya telinga saya pusing mendengar suaranya," ucap Lea yang masa bodo.
" Baik Bu. Ayo kamu ikut kami," sahut polisi itu yang langsung membawa paksa Novi dan jelas Novi berteriak-teriak tidak terima yang di bawa paksa oleh polisi.
" Kalian semua benar-benar jahat, kalian benar-benar jahat, lepaskan aku! lepas!" Novi berteriak-teriak minta di lepaskan. Yang lainnya tidak merespon dan geleng-geleng melihat Novi yang mereka tidak percaya Novi dan Raisa adalah iblis yang selama ini di pelihara dengan baik di rumah itu.
__ADS_1
Bersambung