Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 56 Kartu ATM


__ADS_3

" Kamu pikir bisa menang dari ku Melody," ucap Raisa dengan suaranya menekan.


" Raisa kita tidak bersaing. Mana ada persaingan untuk istri sah dengan wanita yang tidak ada status. Jadi menang dan kalah itu tidak ada untuk ku. Karena pasti status yang sudah memenangkan segalanya," sahut Melody dengan santai. Raisa menyunggingkan senyumnya mendengarnya.


" Kau bangga sekali dengan status mu itu. Apa gunanya kau memiliki status itu. Jika keluarga ini lebih menganggapku dan apa gunanya statusmu itu. Jika Pria yang kau katakan suamimu itu lebih mencintaiku. Jangan bangga Melody dengan pernikahan yang kau dapatkan dengan hasil curian. Ardian mempertahankan semua itu. Karena keluargamu yang seolah mendesak. Jadi status yang kau katakan istri itu hanya lah status desakan. Kau sangat tidak berpengaruh apa-apa di rumah ini," sahut Raisa yang menegaskan pada Melody yang membuat Melody kali ini terdiam.


Namun tetap untuk menanggapi pertanyaan itu Melody tetap tenang dan mengeluarkan senyumnya.


" Cinta katamu. Ardian mencintaimu. Raisa jika Ardian mencintaimu. Dua tidak akan peduli dengan diriku yang koma. Tapi apa dia menunda pernikahan mu dengan Ardian hanya karena aku. Jadi cinta yang kau katakan itu tidak terlihat sama sekali. Kau hanya kepedean yang di cintai Ardian," sahut Melody dengan tersenyum miring.


" Raisa sudahlah jangan berdebat denganku Maslaah pernikahan itu sama sekali tidak ada gunanya. Karena aku lebih berkuasa di bandingkan dirimu. Hmmmm aku tidak tau apa lagi ya yang harus aku lakukan sebagai istri," ucap Melody dengan santai yang tersenyum mengejek Raisa yang penuh dengan kemarahan. Melody membuang napasnya perlahan kedepan dan pergi dari hadapan Raisa dengan santai.


" Melody yang dulu akan kembali menderita," ucap Raisa yang membuat langkah Melody terhenti.


" Melawanku sangat tidak mungkin Melody. Karena kau gadia bodoh yang bermain dengan perasaan. Sementara aku jika ingin mendapatkan sesuatu. Aku akan menyampingkan perasaanku sehingga tujuanku berhasil. Itu cara yang aku lakukan dulu untuk membuat Ardian mencampakkanmu. Cara kita berbedakan Melody dan sekarang aku akan kembali menggunakan cara itu untuk membuat Ardian kembali kepadaku," ucap Raisa, Melody diam mendengarnya. Namun dia tidak terpancing dan langsung pergi begitu saja.


" Kita lihat Melody sampai kapan kamu akan bertahan," batin Raisa yang menatap penuh kebencian punggung Melody yang berjalan semakin jauh.


************


Pagi hari kembali tiba-tiba. Rumah itu seperti biasa. Kalau pagi-pagi lumayan sepi. Karena Aliya, Dani, yoga sedang berangkat ke sekolah. Sementara Vivi dan suaminya Arya juga sama-sama bekerja. Anak mereka yang masih bayi pasti yang menjaga Mila dan suami Mila Bayu juga berangkat bekerja.


Widia, Eyang besar, dan Shandra yang biasanya di rumah kalau mereka tidak ada aktivitas. Terlihat Raisa dan Novi yang berada di ruang tamu yang bersiap-siap sepertinya ingin pergi.


" Raisa kita mendingan shopping aja," ucap Novi yang memberikan saran.


" Iya Tante, aku juga sudah lama tidak ke Mall. Aku ingin belanja, kesalon. Biar tidak stress," sahut Raisa yang kelihatan begitu semangat.


" Ya sudah ayo kita pergi," ucap Novi. Raisa mengangguk dan mengambil tasnya. Tetapi saat mengambil tasnya tiba-tiba sebuah tangan merampasnya yang membuat Raisa kaget yang ternyata orang itu adalah Melody.

__ADS_1


" Apa yang kau lakukan!" bentak Raisa dengan matanya yang melotot. Melody membuka tas itu dan Raisa ingin mengambilnya dan Melody menjauhkannya.


" Kurang ajar kau Melody kembalikan tasku," sahut Raisa dengan penuh emosi yang berusaha mengambil tasnya. Melody tidak peduli. Melody langsung membukanya dan mengambil dompet Raisa. Raisa dan Novi kaget dengan keberania Melody.


Melody mengambil kartu kredit Raisa yang limited edition dan juga 2 kartu ATM Raisa dan membuang dompet itu di meja dengan sembarangan.


" Melody!" teriak Raisa.


" Apa-apaan kau Melody!" bentak Novi.


" Aku hanya mengambil milikku," sahut Melody dengan santai.


" Apa maksudmu milikmu?" tanya Melody kesetanan.


" Ini punya suamiku. Yang itu artinya ini adalah hakku. Kamu bukan siapa-siapa yang berhak menggunakan uang suamiku," sahut Melody menegaskan. Raisa dan Novi sama-sama melotot yang ingin menerkam Melody.


" Heh Melody. Ardian memberikan itu kepadaku. Aku tidak peduli dia suamimu atau tidak yang terpenting itu milikku. Jadi kembalikan!" teriak Raisa.


" Kurang ajar kamu Melody!" teriak Raisa.


" Ada apa ini?" gertak Eyang yang datang bersama Shandra. Evan dan Ardian juga yang kebetulan menuruni anak tangga. Ardian harus menghela napas dengan Melody dan Raisa yang kembali ribut.


" Eyang lihat apa yang di lakukan Melody. Dia telah kurang ajar mengambil kartu ATM dan kredit Raisa," sahut Novi mengadu. Eyang melihat arah Melody dan memang iya Melody memegang benda yang di maksud Novi.


" Melody apa yang kamu lakukan. Kembalikan itu," sahut Shandra yang marah.


" Aku hanya mengambil apa yang menjadi hakku. Ini milik Ardian. Dan aku istrinya. Jadi ini adalah milikku. Dan dia tidak berhak menggunakannya," sahut Melody dengan santai.


" Ardian memberikan itu kepadaku dan itu buktinya hubungan kami jauh lebih berarti dari hubunganmu dengan Ardian," sahut Raisa. Melody hanya tersenyum menanggapinya.

__ADS_1


" Terserah apa katamu, yang penting ini adalah milikku dan masa bodo dengan yang lainnya. Kamu bukan siapa-siapa yang harus di biayai suami orang. Sana cari suami. Biar bisa memakan uangnya. Jangan memakan uang suami orang," sahut Melody dengan sinis.


" Kurang ajar kamu Melody!" bentak Raisa.


" Cukup!" bentak Ardian yang langsung mendatangi 2 wanita yang tidak ada hari jika tidak ribut.


" Kamu lihat Ardian apa yang di lakukan Melody hah! dia mengambil apa yang kamu berikan kepadaku. Lihat Ardian apa yang di lakukannya," sahut Raisa yang mencari pembelaan.


" Melody, kamu itu seharusnya tau. Jika Raisa tanggung jawab keluarga ini. Dan itu belum seberapa yang di berikan kepadanya," sahut Novi yang menambahi masalah.


" Dia tanggung jawab keluarga ini. Bukan tanggung jawab Ardian. Tanggung jawab Ardian sudah tidak ada semenjak aku menjadi istrinya. Urusannya dengan keluarga ini dan Ardian dengan ku. Apapun yang masih di berikan Ardian kepadanya termasuk ini. Itu adalah milikku. Karena aku istrinya. Jadi jelas jangan marah-marah lagi," sahut Melody dengan santai.


" Kamu pikir kamu siapa?" teriak Raisa.


" Jangan pura-pura budek. Aku sudah mengatakan aku istrinya dan itu juga adalah salah satu kekuasaan istri dan kamu bukan siapa-siapa," sahut Melody menekankan. Raisa yang panas ingin mendekati Melody yang ingin menarik rambutnya. Namun Ardian menghentikannya.


" Sudah Raisa cukup!" bentak Ardian.


" Kamu lihat dia yang mencari masalah. Aku ingin kamu ambil itu dan kembalikan kepadaku," sahut Raisa dengan menatap tajam Ardian.


" Itu sudah menjadi milik Melody. Kamu bukan tanggung jawabku," sahut Ardian yang membuat Raisa dan Novi kaget. Mata mereka sampai melotot. Namun Melody tersenyum tipis mendengarnya.


" Raisa aku sudah menikah dan Melody adalah prioritas utamaku. Kau memang tanggung jawab di rumah ini. Tapi bukan aku yang menanggung jawabnya tapi keluargaku dan mama akan mengurusnya. Jadi stop membuat masalah dan juga keributan," ucap Ardian menegaskan.


" Ardian kamu!" geram Raisa yang tidak habis pikir dengan Ardian.


" Aku harus kekantor," sahut Ardian yang tidak mau mendengar apapun lagi dan langsung pergi. Evan juga menyusulnya.


" Hmmmmmm, itulah kekuasaan dari istri," ucap Melody tersenyum penuh kemenangan dan pergi begitu saja dari hadapan Raisa yang penuh dengan kesetannan

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2