Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 195 Rasa harus dan bahagia.


__ADS_3

Mereka memasuki kamar Melody yang mana Melody sudah siuman dan tubuhnya terasa begitu lemah sekali dengan tatapan matanya yang terasa kosong.


" Melody!" Dania langsung menghampiri Melody duduk di samping Melody dengan memegang tangan Melody sembari mengusap-usap rambut Melody.


" Melody kenapa mah? kenapa Melody sampai ada di sini? apa yang terjadi pada Melody?" tanya Melody dengan suaranya yang lemas. Yang lainnya juga iku masuk dan saling melihat yang mana sedih melihat Melody.


" Kamu tidak apa-apa sayang. Kamu hanya kecapean," jawab Dania.


" Tetapi kenapa perut Melody merasa tidak enak. Seperti ada sesuatu yang tidak biasa Melody rasakan. Dan Melody juga terasa mual-mual. Apa karena Melody belum makan?" tanya Melody yang mengakui kesehatannya belakangan ini menurun. Namun dia juga sadar penyebabnya karena dia memang makannya tidak teratur.


" Iya itu mungkin ada penyebabnya Melody," sahut Wawan.


" Tetapi sayang itu juga karena berpengaruh dengan kandungan kamu," sahut Dania.


" Kandungan?" tanya Melody heran.


" Iya sayang kamu sedang mengandung. Selamat ya sayang kamu sekarang sedang mengandung anak kamu," jawab Daniah yang membuat air mata Melody langsung jatuh.


" Melody hamil?" tanya Melody lagi yang tidak percaya.


" Iya sayang kamu sedang mengandung. Kamu sedang hamil sayang," ucap Dania sembari mengusap-usap rambut Melody.


Dia pasti bahagia dengan kabar kehamilannya. Namun pasti sedih karena suaminya sedang kritis. Makanya dia menangis dengan kabar yang bahagia itu yang sekarang sedang mengandung.


" Melody benar hamil mah?" tanya Melody dengan melihat mamanya dengan aliran air matanya. Dania mengangguk dengan mencium kening Melody.


" Benar sayang kamu sedang mengandung. Kamu mengandung 6 Minggu. Kamu harus jaga kesehatan kamu ya sayang. Jangan terus memikirkan apa-apa. Kasihan bayi kamu. Kamu harus menjaga kesehatan kamu dan juga kesehatan bayi kamu," ucap Daniah memberi saran.


" Benar kata mama kamu Melody. Kamu harus menjaga diri kamu Melody, jaga makan kamu Melody. Jaga kesehatan kamu, perhatikan diri kamu Melody," ucap Wawan yang memberikan saran pada anaknya.

__ADS_1


" Iya pah," jawab Melody.


" Lalu bagaimana mah, pah, Melody memberitahu kak Addrian tentang kehamilan Melody. Sekarang kak Ardian masih belum sadar. Jika dia sadar dia pasti bahagia mah. Bagaimana Melody harus memberitahunya?" tanya Melody dengan kesedihannya yang hamil tanpa di ketahui suaminya yang masih kritis.


" Pasti perasaan Melody sangat tidak tenang. Di mana perasaannya yang tidak bisa diucapkan. Karena kehamilannya tanpa ada suaminya di sampingnya. Ya Allah kapan Ardian akan sadar kasihan Melody," batin Rasti yang sedih melihat sahabatnya itu.


" Kamu sabar ya sayang, Ardian akan secepatnya bangun. Dia juga akan tau jika kamu sedang mengandung. Kamu jangan khawatir. Percaya sama mama. Ardian akan menyadari sendiri. Jika istrinya sedang hamil," ucap Daniah yang menahan air matanya.


Dania yang menahan diri untuk tidak menangis langsung memeluk Melody. Untuk menenangkan perasaan Melody. Widia tidak sanggup untuk tidak meneteskan air mata. Widia langsung menghampiri Melody dan mengusap-usap rambut Melody. Dania melepas pelukan itu dan memberikan Widia akses untuk dekat dengan Melody.


" Terima kasih ya Melody. Kamu telah mengandung cucu mama. Mama sangat bahagia mendengar ke hamilan kamu. Makasih sayang. Percaya sama mama dengan kehamilan kamu ini. Ardian akan segera bangun," ucap Widia yang memberikan semangat untuk Melody.


" Iya mah, Melody juga berharap seperti itu," jawab Melody.


" Iya Melody kamu telah menghadirkan anggota baru di dalam keluarga kami. Terima kasih Melody. Kamu harus terus jaga kesehatan kamu dan jangan sungkan-sungkan pada kami untuk meminta bantuan," sahut Eyang besar.


" Apa Chaca akan punya adek lagi ma?" tanya Chaca dengan polosnya.


" Iya Chaca kamu akan punya adik lagi," ucap Gadis.


" Horeee, Chaca akan punya banyak adik," sahut Chaca dengan bahagianya yang punya adik dari mama dan sekarang dari mimi nya. Yang lainnya tersenyum dengan Chaca.


Tangannya mengusap perutnya yang masih ramping.


" Sayang. Kamu kuat di dalam sana ya. Kamu harus tetap kuat. Agar nanti papa kamu bangun dia akan bahagia dengan kehadiran kamu. Terima kasih sayang kamu telah menjadi penguat mama untuk menunggu papa kamu," ucap Melody yang tidak henti-hentinya meneteskan air mata.


Rasa keharuan memenuhi ruangan itu. Mata mereka juga berkaca-kaca dengan kehamilan Melody dan bahkan meneteskan air mata saat merasakan perasaan Melody yang penuh dengan kesedihan.


" Ya Allah kasihan sekali Melody. Saat hamil seperti ini justru Ardian masih kritis. Kasian dia ya Allah yang tidak bisa memberitahu kehamilannya pada Ardian," batin Lea yang ikut terharu melihat Melody.

__ADS_1


" Melody dan Ardian tidak pernah di beri kesempatan yang banyak untuk saling bahagia. Kebersamaan mereka baru saja sebentar dan sekarang di landa lagi. Bahkan Ardian juga sedang berjuang antara hidup dan mati di dalam sana," batin Evan yang juga begitu terharu dengan perjuangan Ardian dan Melody.


Mungkin jika dia berada di situasi tersebut. Dia pasti tidak akan sekuat Ardian ataupun Melody.


" Mah apa Melody boleh melihat kak Ardian. Melody ingin memberitahukan kehamilan Melody?" tanya Melody.


Memang sebelumnya Dokter belum mengijinkan siapapun untuk melihat Ardian. Termasuk istrinya sendiri Melody. Permintaan Melody sendiripun belum bisa di jawab Dania. Daniah pun melihat Widia dan juga suaminya. Yang mana mereka juga tidak tau harus mengatakan apa.


" Pah, bolehkan pa. Tolong bilang sama Dokter pah, untuk Melody melihat kak Ardian. Melody minta tolong sama papa," ucap Melody yang memang sudah ingin sekali bertemu Ardian. Rasa rindunya sudah tidak tertahankan ingin memegang tangan suaminya itu.


" Melody Dokter belum mengijinkan siapapun untuk masuk. Kamu harus bersabar sayang," sahut Wawan yang membuat kekecewaan untuk Melody.


" Tapi pah, bukannya kak Ardian harus tahu semua ini?" tanya Melody yang ingin memaksakan diri untuk melihat suaminya.


Melihat Melody seperti itu membuat semua orang bingung. Dania memegang lengan suaminya.


" Sayang apa kamu tidak bisa usahakan untuk bicara lada Dokter. Aku yakin Dokter akan memberi izin," ucap Gadis memberikan saran.


" Benar kak. Kasihan kak Melody. Lagian hanya kak Melody saja. Febby rasa tidak akan ada salahnya," sahut Febby. Marsel melihat adiknya yang tampak tersiksa dengan keadaannya yang membuatnya juga pasti tidak tega.


" Kamu tenang ya Melody. Biar coba kakak tanyakan pada Dokter. Kakak akan berusaha supaya kamu bisa masuk kamu jangan khawatir," sahut Ilham. Melody mengangguk dengan cepat.


Marsel pun langsung keluar dari ruangan itu untuk bicara dengan Dokter.


" Semoga saja Dokter bisa memberikan kemudahan," sahut Shandra yang hanya bisa berharap.


" Aku juga berharap seperti itu Tante. Semoga ada harapan," sahut Rasti dengan hadapannya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2