Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 70 Teringat.


__ADS_3

Melody dan Ardian sekarang sedang menikmati makanan yang di masakan Dania khusus untuk kedatangan anak dan menantunya itu. Dia memang begitu bahagia karena kedatangan Melody.


" Melody kamu makan lagi sayang sotonya. Ini kesukaan kamu bukan," ucap Dania.


" Iya mah, Melody sudah lama tidak memakannya sama sekali," sahut Melody yang begitu lahap memakan.


" Kamu juga Ardian makan. Ini pertama kali kamu kerumah ini. Jadi makanlah yang banyak," sahut Dania yang tidak lupa melayani menantunya. Ardian hanya mengangguk yang duduk di samping Melody yang juga menikmati makanan itu.


" Mama salah bicara. Sebelumnya bukannya dia sering datang. Namun setelah membuang anak orang dengan suka-sukanya ini pertama kalinya dia datang," sahut Marsel penuh sindiran pada Ardian. Ardian mendengarnya diam saja yang pasti tau kakak iparnya itu membencinya.


" Marsel kamu ini ya," tegur Dania menyenggol putranya itu. Melody menoleh ke arah Ardian yang terlihat diam dan pasti tidak nyaman dengan kata-kata Marsel yang membuat meja makan menjadi tegang.


" Sudah Ardian kamu tambah lagi Ardian," sahut Wawan yang mencairkan suasana.


" Iya pa," sahut Ardian dengan tersenyum tipis


" Om Ardian suka makan suka mau sup kacang merah," tanya Chaca.


" Suka Chaca," jawab Ardian.


" Chaca juga suka. Tapi tidak suka dengan kacang merah. Tapi kalau di buat sup Chaca suka," ucap Chaca.


" Oh, iya kalau begitu kita sama Chaca. Om juga seperti itu," sahut Ardian.


" Benarkah!" tanya Chaca. Ardian mengangguk tersenyum.


" Hore Chaca ada temennya," sahut Chaca yang begitu happy dengan mengangkat ke- tangannya ke atas. Yang lain hanya tersenyum melihat kebahagian Chaca. Mereka pun melanjutkan makan dengan obrolan sedikit.


************


Ardian dan Melody memang akan menginap di rumah orang tua Melody untuk beberapa hari kedepan. Ardian memasuki kamar Melody yang mana koper mereka ada di sana dan pasti akan tidur di sana.


Ardian melangkah masuk ke dalam kamar yang bertemakan klasik Eropa itu dengan kepalanya yang berkeliling melihat di sekitarnya.


" Melody tidak satupun menyimpan foto atau berhungan dengan kami waktu dulu," gumam Ardian yang melihat kamar itu tidak menyimpan satupun yang berkaitan dengan masa lalu mereka. Mungkin Melody memang benar-benar move on dari Ardian.


Ardian berjalan menuju jendela kamar yang langsung menuju teras kamar. Ardian melangkah dan mendekati pagar teras itu dengan ke-2 tangannya yang di letakkan di sana.


Mata Ardian turun kebawah dan melihat Melody yang bersama dengan Chaca yang mana sedang bermain di dalam kolam renang dengan wajah Melody yang begitu bahagia tanpa ada beban sama sekali.

__ADS_1


" Kau lupa kau sudah menghancurkan kehidupan wanita yang masih sekolah," kata-kata yang tadi pagi di ucapkan Melody teringat di pikiran Ardian dan seakan wajah itu menunjukkan rasa penyesalan.


" Aku tidak lupa dengan hal itu dan aku tidak tau jika kamu mengingatnya. Jika hal itu terjadi. Lalu kenapa pergi Melody. Kenapa harus pergi saat itu. Kau yang pergi Melody bukan aku," batin Ardian yang terus melihat ke arah Melody.


" Ardian!" tegur Dania yang membuat Ardian tersentak kaget yang melihat ibu mertuanya sudah ada di belakangnya.


" Ma," sahut Ardian.


" Ini mama buatkan teh untuk kamu," sahut Dania yang memberikan secangkir teh untuk Ardian.


" Makasih ma, seharusnya tidak repot-repot," sahut Ardian yang merasa tidak enak.


" Mana ada menantu datang kerumah ini. Lalu merepotkan itu tidak ada Ardian," sahut Dania.


" Kalau begitu terima kasih ma. Mama dirumah juga menitip salam untuk mama," ucap Ardian.


" Kalau begitu Walaikum salam dan sampaikan balik salam mama untuknya," sahut Dania.


" Iya ma nanti Ardian sampaikan," jawab Ardian. Dania mengangguk tersenyum.


" Hmmm, ya sudah kalau begitu mama kebawah dulu. Mau menyiapkan makan malam," sahut Dania.


" Iya ma," sahut Ardian mengangguk. Dania tersenyum lalu pergi.


" Iya ada apa?" tanya Dania heran.


" Apa aku tanya sesuatu?" tanya Ardian ragu.


" Boleh silahkan mau bertanya apa?" sahut Dania.


" Mana mungkin aku tanyakan pada mama. Kenapa Melody sampai mengalami gangguan jiwa saat itu. Jawaban mama pasti karena aku dan itu sama saja aku menimbulkan keributan," batin Ardian yang terlihat ragu untuk mempertanyakan apa yang ingin di utarakannya.


" Ardian!" tegur Dania yang menunggu Ardian bertanya.


" Tidak jadi ma," sahut Ardian yang mengurungkan niatnya untuk bertanya yang membuat Dania kebingungan.


" Tidak jadi," sahut Dania heran. Ardian mengangguk.


" Hmmm, baiklah kalau begitu mama pergi dulu," sahut Dania penuh kebingungan dan langsung pergi. Wajah Ardian terlihat murung yang merasa tidak puas karena tidak jadi bertanya pada mertuanya itu.

__ADS_1


************


Lea turun dari mobil di depan sebuah Restaurant.


" Hmmm, untung saja ingat pesanan Eyang. Jika tidak Eyang bisa marah-marah karena aku begitu teledor ulahku," ucap Lea yang memasuki Restaurant itu dengan tangannya yang merogoh tasnya untuk mencari sesuatu. Karena tidak fokus melihat jalan Lea pun harus bertabrakan dengan seorang wanita.


" Auhhh," lirih Lea memegang bahunya.


" Ya ampun maaf-maaf," sahut wanita itu merasa bersalah.


" Tidak apa-apa," sahut Lea mengangkat kepalanya dan saat Lea melihat wanita itu. Lea begitu kaget dengan matanya yang melotot dan begitu juga wanita muda itu yang juga terlihat kaget.


" Lea," pekik Wanita itu yang mengenali Lea.


" Siska," lirih Lea dengan suara pelan yang tampak schock melihat Lea.


" Ya ampun Lea aku tidak percaya jika kita bisa bertemu setelah 4 tahun berpisah. Aku ingat terakhir kita bertemu saat berada di Vila bersama temanmu Melody dan juga sepupumu Ardian," sahut wanita itu dengan wajah cerianya.


Berbeda dengan Lea yang mendadak panik dengan wajahnya yang tiba-tiba pucat dan jantungnya berdebar kencang tidak menentu..


" Astaga Lea. Sekarang Melody bagaimana ya kabarnya. Aku jadi ingat nakalnya kita berdua terhadap Melody dan Ardian waktu itu," sahut wanita itu dengan tertawa-tawa.


" Hmmm, kalau di ingat-ingat lucu juga ya, aku jadi ingin ketemu Melody dan bertanya padanya karena setelah malam itu aku tidak bertanya apa- kepadanya," sahut Siska.


" Cukup Siska," sahut Lea dengan suaranya yang berat.


" Kamu ngapain di sini. Bukannya kamu ada di Luar Negri?" tanya Lea yang berusaha untuk menenangkan dirinya.


" Iya sih sejak kejadian itu aku kan kabur. Bukannya kamu juga kabur," sahut Siska.


" Siska jangan bercerita tentang kejadian dulu. Aku hanya bertanya ngapain kamu di sini," ucap Lea dengan wajah seriusnya.


" Aku sekarang tinggal di Jakarta," sahut Siska.


" Siska kamu dengarkan aku. Kamu sekarang tinggal di Jakarta. Aku berharap jika kamu bertemu sama Melody jangan bicara apapun kepadanya. Kamu sebaiknya seperti orang asing. Jangan melakukan hal bodoh," ucap Lea menegaskan.


" Loh kenapa?" tanya Siska heran.


" Jangan bertanya lakukan saja. Aku permisi dulu," sahut Lea yang langsung pergi begitu saja setelah memberikan peringatan untuk wanita yang di kenalnya dan juga di kenal Melody dan Ardian itu.

__ADS_1


" Aneh, kenapa dia melarangku untuk menemui Melody," batin Siska yang penuh dengan wajah kebingungan.


Bersambung


__ADS_2