Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 150 Masalah bersih.


__ADS_3

Akhirnya masalah benar-benar terselesaikan dengan baik. Tidak ada rahasia-rahasian lagi. Semua masa yang terkubur 4 tahun lalu terungkap dan orang-orangnya mendapat pelajaran dengan perbuatan mereka masing-masing.


Hanya cara belajar dari setiap masalah yang ada itu yang harus di lakukan. Karena semuanya mendapatkan hikmah dari setiap kejadian. Ardian harus lebih banyak belajar lagi untuk menghargai wanita. Dari Melody dan sayangnya Marsel pada Melody membuat Ardian sadar jika dia sampai menyakiti Melody lagi maka memang kematian yang pantas untuknya.


Karena keluarga Melody banyak berkorban untuk Melody termasuk Marsel Ndan Gadis yang mengorbankan Chaca, ya harus merelakan Chaca untuk Melody dan Ardian. Karena memang yang berhak Melody dan Ardian.


Masalah itu juga pasti memberi pelajaran tersendiri untuk Gadis dan Marsel yang kedepannya akan menjadi orang lebih baik lagi, lebih dewasa dan semoga rasa ikhlas mereka ber-2 mampu membuat mereka memiliki keturunan. Ya semoga saja Allah segera menghadiahkan keturunan itu kepada mereka.


Sama dengan halnya Melody yang juga akan menarik pembelajaran dari setiap masalah. supaya dia menjadi orang yang jauh lebih sabar lain kali, karena pada nyatanya dia juga sekarang sudah menjadi seorang ibu.


Sama dengan Evan juga yang harus lain kali harus bertanggung jawab dengan apa yang di lakukannya dan paling utama harus bijak dalam penyelesaian masalah dan tidak bisa sedikit-sedikit menyuruh orang menyelesaikan masalahnya. Ya semuanya ada hikmahnya.


Setelah pembahasan masalah itu selesai keluarga itu berlanjut dengan makan-makan dan saling mengobrol.


Eyang, Widia, Shandra, Dania mengobrol di ruang tamu. Kalau ibu-ibu pasti ada saja yang di obrolin. Sementara Marsel, Wawan, Bayu, suami Mila dan juga Arya yang sudah pulang dari kantor mengobrol sambil ngopi-ngopi.


Sementara Mila, Gadis dan Vivi yang tumben-tumbennya ikut-ikutan bergabung mereka membuat makanan di dapur yang sejak tadi tidak ada selesainya.


Chaca bermain bersama Aliya dan Febby juga bayi kecil Vivi di dalam kamar. Ya Aliya dan Febby memang sangat dekat dan mengobrol juga asyik. Karena mereka sama-sama masih pelajar.


Melody sendiri berada di pinggir kolam renang bersama dengan Lea. Di mana mereka berdua duduk di pinggir kolam renang dengan ke-2 kaki mereka yang di masukkan kedalam air.


" Makasih ya Lea!" ucap Melody yang masih belum puas mengucapkan terimakasih pada Lea.


" Kamu sudah mengatakan itu berkali-kali," sahut Lea.


" Mungkin seribu kali juga tidak akan cukup untuk tidak mengucapkan terima kasih kepadamu," ucap Melody.


" Jangan berlebihan Melody. Itu sudah sewajarnya aku lakukan," sahut Lea. Melody hanya tersenyum yang merasa bahagia.

__ADS_1


" Aku minta maaf ya sama kamu," ucap Lea. Membuat Melody mendengus tersenyum.


" Kamu sudah mengatakan itu berkali-kali," sahut Melody menjawab seperti apa yang di katakan Lea sebelumnya tadi. Yang akhirnya membuat mereka ber-2 sama-sama tertawa dengan kepala mereka yang geleng-geleng.


" Hmmmm, oh iya Lea. Bagaimana melakukan semua ini?" tanya Melody yang penasaran.


" Aku membutuhkan bantuan Rio dan memang harus di aku karena bantuannya semuanya berhasil, karena dia kuncinya. Selain itu aku menemui Lia dan juga Dimas yang Alhamdulillah mereka juga sudah bangun dari koma," jawab Lea.


" Lia yang waktu itu adalah Dokter Lia?" sahut Melody memastikan.


" Kamu benar, Lia yang menyelamatkan mu yang menyuruhmu pergi adalah Dokter mu dan selama ini Lia dan kakaknya di ancam. Tapi sudahlah masalahnya sudah selesai. Jadi mereka berdua juga minta maaf karena tidak mengatakan dari dulu. Mereka tidak sempat bertemu dengan mu. Karena pesawat mereka di majukan penerbangannya," jelas Lea.


" Mereka mau kemana?" tanya Melody


" Mau Australia. Keluarga mereka ada di sana. Tetapi sebelumnya mereka sempat pamit kok sama Tante Dania dan Om Wawan dan mereka juga membantuku menjelaskan semuanya makanya semuanya seperti ini. Tetapi seperti yang aku katakan. Mereka tidak sempat menemui dan juga Ardian," jelas Lea.


Yang ternyata Lia dan Dimas juga ambil andil dalam penyelesaian masalah ini.


" Iya aku ikut mendoakan semoga kamu benar-benar bisa menemui mereka," sahut Lea.


" Aku tidak percaya aku bisa berada di titik ini," ucap Melody yang benar-benar merasa lega.


" Itu karena kesabaran kamu. Karena memang apa yang menjadi milik kamu akan menjadi milik kamu," sahut Lea membuat Melody tersenyum.


" Kalau begitu Rio bagaimana selanjutnya?" tanya Melody.


" Tidak adalah masalah dengannya. Aku sudah mengatakan. Masalah ini sudah selesai, jadi jangan memikirkan apa-apa lagi. Mau ada imbalan atau tidak. Tetapi pada kenyataannya orang yang bersalah akan tetap di hukum walau dia memberi kebenaran untuk kejahatan seseorang. Tetapi kalau dia juga jahat dan punya banyak kesalahan juga akan mendapat hukuman," ucap Lea dengan santai.


Melody mengangguk-angguk saja dengan tersenyum yang penting dia lega dengan masalahnya dan Ardian benar-benar tuntas.

__ADS_1


**********


Ardian sendiri bersama dengan Evan berada di ruang gym. Dengan Evan yang fokus pada handphone.


" Ardian lihat ini!" Evan dengan wajah paniknya memperlihatkan layar handphonenya pada Ardian dan Ardian sendiri langsung melihat apa yang ingin di tunjukkan Evan.


" Jatuhnya helikopter di hutan salak, menewaskan 2 kru dan 1 penumpang dan penumpang tersebut adalah Rio yang tak lain Nara pidana yang melarikan diri dari penjara dan ke-3 orang itu di nyatakan tewas setelah melakukan pencarian selama 24 jam," ucap pembacaan berita yang mengabarkan masalah insiden kecelakaan dan ternyata Rio ada di sana.


" Jadi Rio sempat melarikan diri?" tanya Ardian yang tidak percaya dengan melihat berita itu.


" Ya seperti yang kamu lihat. Dia melarikan diri. Tetapi akibatnya dia malah salah sasaran melarikan dirinya terlalu jauh sampai ke alam sana," sahut Evan yang bicara begitu santai.


" Aku tidak percaya, sudah banyak kesalahan masih saja ingin bebeas. Ya itu resikonya siapa suruh kabur-kaburan," ucap Rendy dengan geleng-geleng kepalanya.


" Ya namanya juga usaha," sahut Evan.


" Aku tidak menyangka masalah ini bisa tuntas juga," sahut Ardian yang begitu lega. Walau tidak percaya jika semuanya sudah selesai. Semua orang sudah tau dan ternyata tidak semenakutkan dengan apa yang di pikirkannya selama ini.


" Lea memang the best, gimana ya dia bisa menyelesaikan dengan sempurna. Pasti ada orang penting yang membantunya. Kalau tidak mana mampu dia menyelesaikannya sendiri," ucap Evan.


" Dia memang pintar dan teman-temannya juga banyak. Dia juga suka membantu teman-temannya dan wajar aja jika akhirnya masalah ini juga terselesaikan di tangannya. Karena wawasannya banyak," sahut Ardian.


" Ya kamu benar, nggak kayak kamu, nggak pintar-pintar amat," sahut Evan main celetuk aja sembarangan.


" Sembarangan, kau juga tidak pintar-pintar amat," sahut Ardian yang tidak terima di katai sembarangan.


" Iya-iya, jangan langsung baper, biasa aja kali," sahut Evan.


" Terserah!" sahut Ardian yang langsung kesal dan kembali pada tempatnya dan Evan pun melanjutkan kegiatannya yang berolahraga.

__ADS_1


" Aku mending buat janji makan malam sama Rasti, ya kita mau hapy-hapy dulu," batin Evan yang sudah mengatur rencana terlebih dahulu untuk membahagiakan pacarnya.


Bersambung


__ADS_2