Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 210 Perkataan tulus.


__ADS_3

Di sisi lain di luar rumah Ternyata mobil Alvin berada di dekat rumah. Di mana Alvin dan Lea ada di dalam sana dengan tangan mereka yang berpegangan.


" Aku melihat rumah kamu ramai. Apa ada acara?" tanya Alvin yang melihat ke arah rumah Lea yang pintunya terbuka dan bolak balik orang keluar masuk di dari rumah itu.


" Aku juga tidak tau," jawab Lea yang mana mungkin tau apa-apa. Sementara dia saja bersama Alvin terus.


" Ya sudah sekarang kita masuk yuk!" ajak Alvin. Pasti tujuan Alvin bukan hanya mengantar Lea pulang. Tetapi juga untuk melamar Lea. Seperti apa yang di janjikan Alvin.


" Kamu masih ragu?" tanya Alvin melihat wajah Lea yang terlihat ragu.


Lea menggelengkan kepalanya, " aku tidak ragu sama sekali. Tetapi kalau nanti ada sesuatu kamu jangan marah ya. Kamu harus maklumi bagaimana keluargaku," ucap Lea mengingatkan terlebih dahulu pada Alvin. Alvin tersenyum dengan memegang tengkuk Lea dan mengusap lembut pipi itu dengan menatap matanya dalam-dalam.


" Aku akan memakluminya. Lea tujuanku untuk melamarmu dan menjadikan mu sebagai istriku yang artinya apapun yang terjadi nanti di dalam sana. Pasti aku akan memakluminya dan akan menghadapi apapun," ucap Alvin menyakinkan Lea.


" Iya. Aku percaya sama kamu," jawab Lea. Alvin tersenyum dan mencium lembut kening Lea.


" Ya sudah sekarang bagaimana. Apa sekarang kita sudah bisa masuk?" tanya Alvin. Lea menganggukkan yakin. Alvin tersenyum. Saat mereka yakin ingin keluar dari mobil. Tiba-tiba 3 mobil berhenti di depan rumah membuat Alvin dan Lea tidak jadi keluar dan melihat mobil yang berhenti itu siapa aja yang keluar.


" Ardian sudah keluar dari rumah sakit?" tanya Alvin.


" Aku juga baru tau," jawab Lea yang membuka tasnya untuk mengambil handphonenya. Lea langsung membuka handphone memeriksa notif -notif yang masuk.


" Astaga semalam Melody memberitahuku. Tapi aku tidak melihat ponsel sama sekali. Jadi tidak tau apa-apa," ucap Lea menepuk jidatnya yang terlihat resah.


" Jadi itu alasannya makanya rumah kamu seramai itu?" tanya Alvin.


" Iya. Ini salah satu tradisi keluarga kami. Ya Eyang masih mematuhi peraturan-peraturan dan tradisi kental nenek moyang. Jadi seperti inilah tidak luput dari penyambutan dan pasti ada arti di baliknya," jelas Lea.


" Lalu mereka tidak mencarimu. Karena menurutku ini hal besar dan pasti bertanya-tanya kenapa kamu tidak ada?" tanya Alvin.


" Kamu benar. Tetapi sebelumnya aku mengatakan pada Eyang kalau aku ada urusan beberapa hari. Jadi mungkin itu alasannya Eyang tidak lagi menanyakan ku," jawab Lea.


" Urusannya apa. Urusan kita berdua?" tanya Alvin dengan menaikkan sebelah alisnya.


" Iya urusan kita berdua. Kemarin kan aku terus bersamamu sampai hari ini," jawab Lea tersenyum tipis. Alvin juga tersenyum mendengarnya.

__ADS_1


" Lalu apa kau tidak bosan?" tanya Alvin.


" Tidak sama sekali. Yang aku herannya kita selalu bersama, di tempat-tempat yang begitu begitu intim dan bahkan berduan dan ini itu. Tetapi kenapa ya kamu tidak pernah khilaf sama sekali," ucap Lea menatap Alvin dengan tatapan yang begitu dalam.


Alvin tersenyum dengan tangannya membelai rambut Lea, " lalu apa kau ingin aku khilaf padamu?" tanya Alvin.


" Tidak juga sih. Aku hanya heran saja," sahut Lea.


" Hmmmm, atau jangan-jangan kamu meragukan ke jantanan ku?" tanya Alvin degan suaranya yang serak yang terlihat begitu menggoda.


" Tidak juga Alvin," jawab Lea.


" Lalu kenapa bertanya seperti itu!" tanya Alvin.


" Aku hanya ingin tau saja," jawab Lea.


Alvin meraih tangan Lea dan mencium tangan itu dengan lembut, " aku ingin menjagamu dan mendapatkanmu setelah kau sah menjadi istriku. Lea aku tidak perduli dengan masa lalumu. Mau kau lahir seperti apa. Ibu seperti apa. Siapa ayahmu dan ini itu. Aku sama sekali tidak perduli. Aku hanya ingin menjadikan mu yang teristimewa yang berbeda dari orang lain. Walaupun aku menginginkan hal yang lebih dari dirimu. Tapi aku tidak akan melakukannya. Sebelum kau sah menjadi istriku dan seperti yang kamu inginkan kamu juga ingin memberikan hal yang berharga dalam hidupmu untuk pria yang sudah menjadi suamimu. Jadi hanya itu alasanku untuk tidak melakukan hubungan semakin jauh padamu," jelas Alvin dengan tulus membuat mata Lea berkaca-kaca.


" Aku sangat beruntung bisa bertemu dengan mu Alvin," ucap Lea.


" Terima kasih Alvin untuk semuanya," ucap Lea.


" Sama-sama Lea," jawab Alvin dengan mencium lembut kening Lea.


" Aku mencintaimu," ucap Alvin melepas ciuman di kening itu dan berpindah mengecup bibir Lea.


" Kau juga mencintaimu," jawab Lea.


" Jadi sekarang bagaimana?" tanya Alvin.


" Kita tunggu mereka masuk sebentar, baru kita menyusul. Biarkan acaranya berjalan dulu. Nanti setelah itu baru kita masuk," jawab Lea.


" Baiklah! kalau itu mau kamu. Lalu kita menunggu di mana?" tanya Alvin.


" Di sini saja," sahut Lea yang langsung memeluk Alvin, bermanja di dada bidang Alvin.

__ADS_1


" Aku ingin berduan sebentar dengamu," ucap Lea dengan memeluk erat Alvin. Alvin tersenyum dengan mengusap rambut Lea dan sembari mencium pucuk kepala Lea.


***********


Sementara Ardian sudah memasuki rumah yang di bantu Marsel memegang lengan Ardian. Maklum Ardian masih harus di tuntun. Setelah Ardian duduk di Sofa. Semua keluarga juga ikut duduk dan Eyang besar langsung mendekati Ardian memberikan Ardian kue.


" Selamat datang kembali di rumah ini. Semoga kedepannya kamu tidak apa-apa. Dan tidak akan ada lagi kejahatan-kejahatan yang akan datang pada keluarga kita. Pernikahan kamu dan Melody akan baik-baik saja kedepannya," ucap Eyang besar menyuapkan Ardian kue yang di pegangnya.


" Makasih Eyang. Ardian juga berharap hal yang sama," jawab Ardian.


" Kamu juga makan Melody!" titah Eyang yang juga menyuapi Melody yang duduk di samping Ardian.


" Semoga kamu juga tidak akan kenapa-kenapa lagi. Kamu dan bayi kamu semoga baik-baik saja dan orang-orang jahat di sekitar kita di jauhkan dari kita semua," ucap Eyang dengan penuh harapannya.


" Amin Eyang," sahut Melody.


" Selamat datang kembali Om Ardian," sahut Aliya.


" Iya Aliya, terima kasih ya kamu sudah doakan Om," sahut Ardian tersenyum.


" Sama-sama Om, semoga nanti Om dan kak Melody baik-baik saja. Tidak kenapa-kenapa lagi," ucap Aliya.


" Amin," sahut semuanya serentak.


" Ya sudah sebaiknya sekarang kita makan. Ayo mbak Dania, mas Wawan dan yang lainnya semoga makanan yang di siapkan cocok untuk di lidah," ucap Widia basa-basi.


" Terima kasih mbak," sahut Dania.


" Ya sudah sekarang kita makan saja," sahut Mila.


" Hmmm, Lea mana, belum pulang juga?" tanya Shandra yang tidak melihat Lea.


" Sebentar lagi mah, katanya lagi di jalan," sahut Evan.


" Oh, begitu," sahut Shandra.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2