Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 59 Menikmati sarapan dari Melody.


__ADS_3

Melody terus menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga tersebut. Yang benar-benar sibuk di dalam dapur. Hanya butuh satu jam untuk Melody menyiapkan semua makanan itu dan sudah menatanya di atas meja dengan rapi.


Meski hanya sarapan ternyata Melody membuat begitu banyak jenis makanan. Ada nasi goreng special, bubur ayam, sate kerang, lengkap dengan telur dadar, telur mata sapi lalapan dan juga satu yang berbeda yang di buatkan Melody. Dan ada 1 piring nasi goreng yang berbeda yang sepertinya itu untuk orang special.


" Akhirnya selesai juga aku memasaknya. Hmmmm ini baru jam setengah 7. Sebentar lagi mereka akan menuju meja makan. Sebaiknya aku mandi dulu," ucap Melody yang sudah selesai menata semuanya dan langsung pergi meninggalkan apa yang sudah terhidang.


Baru beberapa menit Melody pergi. Raisa dan Novi sudah berada di meja makan dan kaget melihat makanan yang banyak.


" Tante dia menyiapkan semua ini," ucap Raisa yang tidak percaya jika Melody bisa menyiapkan semua itu.


" Tante juga tidak percaya Raisa. Dia akan mendapat banyak pujian dan keunggulannya di rumah ini akan semakin meningkat. Jika orang-orang rumah ini melihat ke ahliannya," jawab Novita dengan panik.


" Nggak Tante itu tidak boleh terjadi. Hanya aku yang boleh menjadi unggul di keluarga ini," sahut Raisa dengan wajah paniknya. Novi melihat semua jenis makanan itu dan benar-benar tidak percaya dengan apa yang telah terlihat. Novi pun langsung kedapur.


" Tante mau kemana?" tanya Raisa heran. Tidak lama Novi kembali lagi dengan membawakan toples kecil.


" Apa itu?" tanya Raisa heran. Novi memperlihatkan tulisannya yang bertuliskan garam.


" Untuk?" tanya Raisa.


" Makanannya boleh jadi. Tapi rasanya yang harus di ubah. Supaya dia tidak berhasil menjalankan tugas yang di berikan dan dia tidak akan pernah mendapat keunggulan apa-apa," ucap Novi tersenyum piring.


" Tante benar," sahut Raisa yang menyunggingkan senyumnya.


Raisa melihat 1 piring nasi goreng tepat di depannya dan langsung mengambil garam itu dan langsung menabur dan tidak lupa mengaduk-aduk dan kembali merapikannya seperti sedia kala.


" Ayo Tante masukkan yang lainnya," ucap Raisa. Novi mengangguk.


" Pelan, Yogi nanti jatuh," terdengar suara Mila membuat Raisa dan Novi kaget dan Novi tidak sempat memberi garam pada makanan yang lain.


" Sial!" desis Raisa.


" Ayo kita pergi Raisa!" ajak Novi yang langsung buru-buru menarik tangan Raisa yang meninggalkan meja itu sebelum ada yang melihat mereka.

__ADS_1


Mila menghampiri meja makan, bersama yogi anak dari Vivi dan Arya. Mila cukup takjub melihat makanan yang terhidang di meja makan.


" Melody memasak semua ini," ucapnya tidak percaya dengan ke ahlian Melody.


" Dia sebenarnya bisa melakukan apapun dan sudah menjadi yang sempurna. Hidupnya saja yang tidak tertata dengan Ardian," ucap Mila yang melihat jenis makanan yang banyak itu.


************


Akhirnya sarapan tiba. Satu persatu orang-orang di rumah itu menuju meja makan mengisi kursi masing-masing. Termasuk Raisa dan juga Novi. Ardian juga ada di sana dengan duduk di samping Melody.


" Banyak sekali jenis makanannya Melody," sahut Widia yang tidak percaya dengan apa yang di lakukan Melody.


" Tidak banyak ma, hanya sedikit saja," sahut Melody.


" Ya ampun kalau sarapan seperti ini banyaknya yang ada pada kekenyangan," sahut Evan.


" Aku tidak percaya Melody kamu bisa menyiapkan semua ini. Aku pikir kamu hanya akan menyiapkan roti saja," sahut Vivi yang tidak menyangka.


" Memang dia kamu apa," sahut Arya.


" Makanya belajar," sahut Arya.


" Iyaaa," jawab Vivi yang tidak ikhlas


" Semua itu sudah menandakan jika memang Melody pantas untuk menjadi menantu. Ardian tidak salah pilih untuk menikahinya," sahut Lea yang menambahi yang membuat Raisa kesetanan.


" Makanan ini hanya terlihat saja. Tetapi belum tau rasanya. Jadi tidak ada hal yang harus di banggakan terlebih dahulu sebelum rasanya di cicipi," sahut Novi.


" Kita coba dulu rasa makannya. Karena rasa paling utama," sahut Shandra.


" Rasanya tidak akan berubah dari apa yang di masak. Jika tidak ada yang mengubahnya," sahut Melody yang melihat Raisa dan Novi dengan tersenyum tipis yang membuat Raisa dan Novi mendadak panik.


" Hmmm, Melody benar, terkadang itu yang di takutkan," sahut Lea.

__ADS_1


" Ada sebaiknya kita mencoba dulu. Jangan hanya melihati makanan ini," sahut Eyang besar.


" Ini untukmu," sahut Melody memberikan nasi goreng yang berbeda untuk Rendy, " ini tanpa bawang putih. Kamu tidak suka nasi goreng di campur bawang putih dan ini untukmu, aku sudah memasakkan berbeda," ucap Melody yang melihat Ardian.


" Kamu memang paling tau Melody apa yang di sukai dan tidak di sukai Ardian. Wajar sih kamu dulu pacaran dengannya," sahut Evan.


" Jadi itu untuk Ardian. Aku tidak salah sasaran. Kamu bisa tersenyum Melody lihat apa yang terjadi selanjutnya," batin Raisa menyunggingkan senyumnya yang saling melihat dengan Novi.


" Silahkan di coba. Semoga semua makanan ini semoga cocok untuk lidah kalian," ucap Melody. Yang lain pun mulai mengambil makanan masing-masing dan mulai mencicipi masakan Melody dengan pelan-pelan seakan menikmati rasanya dulu.


" Nasi gorengnya enak sekali kak Melody," sahut Aliya yang langsung mengeluarkan pujiannya.


" Bahkan hanya telur saja tapi rasanya berbeda," tambah Dani lagi yang terlihat lahap.


" Ini mang sangat enak, bubur ayamnya sangat lezat," sahut Mila lagi, " kamu suka kan Yogi?" tanya Mila.


" Suka Tante, sangat enak," jawab Arya.


" Kamu sangat keren Melody semua rasanya sangat enak," sahut Vivi yang juga harus mengakui makanan itu enak. Eyang juga merasa masakan Melody enak, saking enaknya dia tidak bisa berkomentar apa-apa sementara untuk Ratih dan Shandra juga melakukan hal yang sama.


" Sial, kenapa orang-orang memujinya. Aku terlambat sedikit," batin Raisa yang merasa kesal.


" Rendy cobalah makanan istrimu. Atau kamu sudah tau masakan Melody memang sangat enak," sahut Evan.


" Ya pasti Taulah. Kan seperti kamu bilang mereka itu dulu dekatnya sangat lama. Pasti dulu Melody memanjakan lidah Ardian dengan masakannya," sahut Lea yang menambahi yang semakin membuat panas Raisa.


" Ayo Ardian makanlah, makanan yang sudah di asingkan untukmu," sahut Bayu. Ardian mengangguk dan mulai menyendokkan nasi goreng itu.


Raisa dan Novi saling melihat yang sama-sama menyunggingkan senyum mereka. Yang mana makanan itu yang pasti satu-satunya berbeda. Ardian pun langsung menyendokkannya dan mencicipi perlahan. Mulutnya berhenti mengunyah saat merasa asin pada makanan itu.


" Enak Ardian?" tanya Mila. Melody melihat Ardian yang menunggu jawaban Ardian. Ardian juga menoleh kearah istrinya itu.


" Semua orang menunggu jawaban kamu Ardian. Jadi jawablah," sahut Novi.

__ADS_1


" Iya enak," sahut Ardian bohong. Melody tersenyum lega mendengarnya. Ardian mungkin tidak ingin mengacaukan pagi itu. Walau apa yang di makannya begitu asin.


Bersambung.


__ADS_2