Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 236 Perasaan aneh.


__ADS_3

Akhirnya Raisa pun di bawa pergi ke tempat yang sebelumnya di katakan Alvin kepada keluarga Ardian. Mobil yang di setiri langsung Axel berhenti di depan sebuah rumah yang tidak terlalu besar dan tidak kecil juga. Tempat itu juga terlihat asri dengan pekarangan rumah yang banyak pohon-pohon dan bunga-bunga yang indah.


Axel turun dari mobil bersamaan dengan pintu belakang yang terbuka yang adanya 2suster yang keluar terlebih dahulu dan kemudian suster itu membantu Raisa keluar dari mobil.


Raisa melihat di sekelilingnya dengan tatapan mata yang kosong yang penuh pertanyaan masalah di mana keberadaannya sekarang. Tidak juga itu ada di pikirkannya atau tidak.


" Ayo Raisa!" ajak Axel dengan lembut.


" Di mana ini?" tanya Raisa.


" Ini rumah baru kamu. Mulai sekarang kamu akan tinggal di sini," jawab Axel.


" Rumah baru. Apa aku akan sendirian?" tanya Raisa.


" Tidak Raisa. Mana mungkin kamu sendirian. Suster akan menemani kamu ada juga penjaga dan pasti Dokter akan sering datang untuk memeriksa kondisi kamu," jawab Axel.


Raisa hanya diam yang tidak bicara lagi dan melihat di sekitarnya kembali dengan penuh kebingungan.


" Ayo Raisa kita masuk!" ajak Dokter. Raisa diam saja. Dokter memberi arahan pada suster untuk menuntun Rais masuk kedalam rumah. Suster mengamgguk dan akhirnya membawa Raisa masuk.


" Semoga setelah ini kondisi kamu jauh lebih baik," batin Alex yang penuh harapan.


Setelah memasuki rumah Axel yang menuntun Raisa menuju kamarnya. Sementara 2 suster itu masih membantu para penjaga untuk mengeluarkan bartang- dari mobil beserta alat-alat medis yang di dalam mobil yang satunya. Karena 2 mobil yang menuju rumah itu. Satu dengan mobil pribadi dan satu mobil dari rumah sakit khusus untuk peralatan medis.


" Ini kamar kamu!" ucap Axel yang masuk perlahan bersama Raisa ke kamar Raisa. Seperti biasa Rais hanya melihat saja dengan tatapan kosong.


Axel pun menuntun langkah Raisa untuk ketempat tidur agar Rais bisa beristirahat dengan baik.


Namun saat mendekati tempat tidur, kaki Raisa dan Axel terlihat saling bersenggolan membuat Axel kehilangan keseimbangannya dan akhirnya dia dan Rais sama-sama jatuh keatas ranjang dengan Axel menindih tubuh Raisa yang mana Rais berada di atas ranjang dan Axel di tubuhnya dengan jarak wajah yang berdekatan.


Raisa yang memang mengalami gangguan jiwa hanya melihat-lihat ke sekitar kamar yang tidak mempedulikan Pria di atasnya yang mana Axel sedang menatap wajahnya yang terlihat mencari-cari.

__ADS_1


Tidak tau apa yang membuat Axel tidak bisa untuk berkedip dengan mengamati wajah polos Raisa, bahkan tangan Axel menyinggirkan anak rambut yang menutupi pipi Raisa. Dan pasti Rais tidak melihat Axel sama sekali dan tidak gugup walau Axel menatapnya dengan jarak dekat dan hembusan napas yang menerpa wajahnya.


" Axel ada apa denganmu. Kenapa kau terus melihatnya," batin Axel yang merasa begitu gugup yang terus melihat Raisa. Axel bahkan kesulitan menelan salivanya.


Namun tidak lama Axel menyadarkan dirinya dan langsung bangkit dari atas tubuh Raisa.


" Maaf!" ucap Axel yang tiba-tiba salah tingkah dan Raisa sendiri hanya diam ya namanya juga tidak mengerti apa-apa.


Huhhhhhh, Axel menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan ke depan dan mengusap wajahnya kasar. Lalu ke luar dari kamar itu. Dia merasa tiba-tiba sangat aneh dan lebih baik pergi menyuruh suster mengurus Raisa.


************


Hari ini keberangkatan, Ardian, Melody, Lea, Alvin, Evan dan Rasti ke Jepang untuk menemani pengantin Baru bulan madu. Ya memang harus apa. Harus di temani.


Keluarga besar itu sedang mengantarkan mereka sampai depan rumah yang mana orang-orang yang pergi itu juga sekalian berpamitan.


" Mah, kami berangkat dulu ya," ucap Ardian yang pamitan pada mamanya Sam jl memeluk mamanya dengan erat dengan mengusap-usap punggung mamanya.


" Pasti mah," sahut Ardian yang sudah melepas pelukan itu dan di lanjutkan Melody yang juga memeluk mertuanya itu.


" Melody pamit ya mah," ucap Melody.


" Iya sayang, kamu baik-baik ya. Jagain Ardian. Kalau Ardian buat ulah. Kamu bilang sama mama," ucap Widia.


" Iya mama tenang aja," sahut Melody dengan tersenyum yang sudah melepas pelukan itu.


" Kalian semua baik-baik di sana. Jaga diri dan jangan aneh-aneh," ucap Eyang besar mengingatkan.


" Kalau Melody, Ardian, Lea dn Alvin aneh-aneh tidak masalah Eyang. Mereka sudah menikah. Evan dan Rasti yang harus di pertanyakan," sahut Vivi menyindir Evan.


" Aku lagi yang kenak," sahut Evan.

__ADS_1


" Sudah-sudah. Intinya kamu juga Evan baik-baik di sana dan jangan melakukan apa-apa. Ingat pesan mama," tegas Shandra yang terus mengingatkan Evan.


" Iya Evan. Rasti itu anak orang jangan kamu apa-apain," sahut Mila yang juga memberi ingat.


" Iya-iya aku tau, kalian ini takut amat. Lagian aku itu sudah dewasa," sahut Evan lama-lama kesal. Ardian dan Melody hanya tersenyum melihat Evan yang di Bully.


" Benar Tante aku sama Evan nggak akan ngapain- ngapain kok," sahut Rasti.


" Iya-iya Tante percaya kalian berdua," sahut Shandra.


" Ya sudah kalau begitu kami sebaiknya pergi, pesawatnya sebentar lagi akan take off. Kami juga takut ketinggalan," ucap Lea.


" Jangan lupa ya bawa oleh-oleh ya," sahut Dani.


" Benar, oleh-oleh yang banyak untuk kita semua," sahut yoga.


" Yang seperti sudah kami minta sebelumnya. Jadi jangan sampai ada yang ketinggalan oleh-olehnya. Itu hal yang paling penting," tambah Aliya lagi.


" Kalian ini ya, seharusnya doain selamat di jalan. Jangan minta oleh-oleh aja," sahut Mila.


" Masalah oleh-oleh aman. Kalian semua jangan khawatir," sahut Melody.


" Ya sudah sana kalian semua berangkat. Jangan semakin lama di sini," sahut Eyang yang mengusir halus.


Ya akhirnya mereka semua kembali berpamitan kepada satu persatu orang yang ada di sana dan langsung pergi memasuki mobil yang juga mereka di antar supir sampai Bandara yang semoga perjalanan liburan mereka berjalan dengan lancar.


Tidak lama mereka sampai ke bandara dan sekarang tinggal urus masing-masing saja. Yang mana Ardian pasti mengurus istrinya perjalanan dan yang lainnya dan Alvin juga mengurus segala prosedur dan juga Evan yang mengurus Rasti.


Sampai akhirnya setelah semuanya di urus mereka pun akhirnya menaiki pesawat untuk perjalanan menuju Jepang dan semoga perjalanan mereka baik-baik saja. Tanpa ada masalah sedikit pun. Ini menjadi liburan pertama untuk Melody dan juga Ardian setelah menikah dan mereka tidak liburan berdua. Melainkan ber-3 dengan janin yang ada di kandungan Melody.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2