Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 56 Menyuapi.


__ADS_3

Tidak lama akhirnya Melody kembali lagi yang datang membawakan makanan. Di dalam Ardian sedang bersama suster yang mana suster hanya mengecek kesehatan Ardian saja. Melody pun memasuki ruangan itu.


" Bagaimana keadaannya?" tanya Melody pada suster.


" Sudah baik-baik saja Bu," jawab suster.


" Hmmm begitu rupanya," sahut Melody yang santai saja yang meletakkan makanan itu di atas meja yang di dekat sofa.


" Baik Bu kalau begitu saya permisi dulu," ucap suster yang pamitan.


" Hmmm, baiklah kalau begitu terima kasih untuk semuanya," sahut Melody. Suster mengangguk dan langsung pergi meninggalkan Ardian dan juga Melody.


Ardian hanya duduk dengan menyandarkan punggungnya di kepala ranjang dan melihat saja ke arah Melody yang sudah membuka kantung plastik yang berisi makanan itu.


Setelah itu Melody menghampiri Ardian dan membawakan 1 kotak makanan.


" Makanlah!" ucap Melody dengan ketus yang hanya memberikan begitu saja.


" Begini caramu memberikan aku makanan," ucap Ardian melihat Melody dengan wajah serius.


" Memang harus seperti apa?" tanya Melody dengan santai.


" Di depan orang banyak kau berlagak sok menjadi istri. Tidak ada orang kau begini memperlakukan ku, memberi makan saja dengan suka-suka mu," ucap Ardian. Melody mengkerutkan wajahnya yang mendengar kata Ardian.


" Apaan sih ni anak jadi dia mau aku harus seperti apa memberinya makan, harus pakai persembahan gitu," batin Melody heran.


" Suapi aku," sahut Ardian. Melody mendengarnya membulatkan matanya.


" Kenapa harus menyuapi mu apa kau tidak bisa makan sendiri," jawab Melody dengan ketus.


" Kau tidak melihat tangan ku saki," sahut Ardian yang memberikan alasannya.

__ADS_1


Melody melihat ke arah tangan Ardian yang memang memakai gifs. Melody yang berdecak kesal. Mau tidak mau harus menyuapi Ardian. Dengan terpaksa dia melakukannya. Duduk di samping Ardian dan membuka kotak makanan itu.


Sangat terlihat tidak ikhlas dengan wajahnya yang begitu terpaksa yang menyendokkan dengan asal-asalan.


" Buka mulutmu," ucap Melody dengan terpaksa. Ardian tidak membukanya dan hanya melihat Melody.


" Apa yang kau lihat, cepat buka. Mau makan apa tidak," sahut Melody yang lama-kelamaan geram dengan Ardian.


" Aku itu suamimu bukan anak tiri. Jadi bersikaplah sebagai seorang istri yang baik. Jangan hanya mengatakan kau istri di saat orang lain ada," ucap Ardian menyindir halus. Melody pun mengeluarkan senyum palsunya untuk Ardian.


" Ayo Ardian makanlah supaya kamu tidak lapar, ayo makan ya,"ucap Melody dengan lembut yang terpaksa mengatakan hal itu. Ardian hanya mendengus kasar dan akhirnya memakan suapan pertama Melody.


Ya Melody menjadi 2 orang yang berpura-pura manis dan Melody yang ketus. Ardian pun hanya menerima suapan itu saja walau dia tau Melody tidak pernah iklas memberikannya. Tapi sudah syukur Melody masih mau melakukan itu.


***********


Ardian tidak perlu di rawat di rumah saki lama-lama. Kondisinya memang sudah pulih dan juga sudah bisa pulang kerumah kembali. Evan dan Bayu membantu Ardian memasuki kamar yang di ikuti dengan yang lainnya.


Eyang, Widia, Shandra, Mila, Raisa, Novi dan juga Rasti. Tidak ada Melody yang mungkin masih di bawah dan akan menyusul ke dalam kamar.


" Pelan-pelan Evan," ucap Shandra memberikan saran.


" Iya mah," sahut Evan.


" Sudah aku tidak apa-apa," sahut Ardian yang merasa cukup di bantu. Raisa yang ada di sana langsung gercep untuk mencari kesempatan yang membawakan air putih dan langsung duduk di samping Ardian.


" Ayo Ardian kamu minum dulu," ucap Raisa yang terlihat memaksa. Ardian pun meminumnya dengan perlahan yang di bantu oleh Raisa.


" Sekalian Raisa kamu berikan pulut kuningnya untuk Ardian agar kelak tidak terjadi kecelakaan naas ini lagi," sahut Novi yang menambahi yang juga mengambil kesempatan itu.


" Iya Tante," sahut Raisa yang mendapat kesempatan banyak. Pulut kuning di atas nampan yang di pegang mila itu pun langsung di berikan Mila pada Raisa.

__ADS_1


Raisa memang tidak akan menghilangkan kesempatan itu. Raisa langsung menyuapi Ardian dengan sendok dan saat itu Melody memasuki kamar bersama Lea dan melihat Ardian dan Raisa yang begitu mesra.


Saat itu Melody terlihat aura-aura cemburu. Novi melihat kehadiran Melody tersenyum miring.


" Dasar ya wanita ini mengambil kesempatan dalam kesempitan," batin Lea yang terlihat begitu kesal.


" Kita jadi ingat ya. Waktu mereka kecil. Saat Raisa jatuh dari sepeda saat itu harus memakan pulut kuning. Tetapi Raisa tidak mau dan Ardian harus membujuknya dan akhirnya mau dan makan sekarang Raisa jadi mau makan pulut kuning karena bantuan dari Ardian," sahut Novi yang memanas-manasi Raisa.


" Dan aku selalu memakan bekas dari Ardian. Aku tidak tau kenapa menurutku itu sangat enak," sahut Raisa yang langsung memakan bekas pulut yang tersisa di sendok Ardian.


Lea yang melihatnya malah begitu jijik sampai menggedikkan bahunya. Raisa memang melihat ke hadiran Melody yang diam saja yang pasti begitu kesal kepadanya. Dan Raisa sengaja melakukan itu di depan Melody.


" Sangat menjijikkan dan begitu murahan," sahut Melody yang ternyata tidak bisa menahan diri. Kata-kata itu langsung begitu pedas keluar dari mulutnya yang membuat orang kaget dan melihat ke arah Melody.


" Apa maksud kamu Melody?" sahut Shandra.


" Aku yang bertanya kepada kalian semua? apa yang kalian lakukan. Kalian membiarkan dia melakukan itu. Kalian sadar tidak jika anak, atau cucu kalian itu sudah menikah. Tapi apa yang kalian lakukan. Kalian membiarkan hal ini seakan aku di anggap mati hah!" ucap Melody yang terlihat terpancing emosi.


" Melody apa yang kamu bicarakan. Kamu sungguh tidak punya sopan santun. Orang yang di sekitar kamu orang dewasa semua. Jaga sopan santun kamu," sahut Novi yang menambahi masalah.


" Sopan santun, apa yang kalian katakan sopan santun. Lihat siapa yang punya sopan santun. Lihat dia yang justru tidak punya sopan santun. Di mana etikanya melakukan itu di depan seorang istri," sahut Melody dengan emosi yang menatap sinis Raisa.


" Ini salahku, aku hanya terbawa kebiasaan," sahut Raisa.


" Itu memang salahmu. Dan kau memang suka mencari kesalahan," ucap Melody.


" Sudah cukup!" sahut Ardian yang mencegah keributan.


" Kenapa cukup. Kau sangat suka melihat hal ini. Bagaimana jika aku yang seperti itu. Bagaimana jika di depan matamu. Ada Pria yang memperlakukan aku seperti itu hah!" sahut Melody yang terlihat semakin emosi. Ardian menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan.


" Baiklah Melody, kita bicara sebemtar. Mah, Eyang dan semuanya. Sebaiknya kalian keluar semuanya aku mau istirahat," sahut Ardian memutuskan.

__ADS_1


" Baiklah kami sebaiknya memang harus keluar. Kamu istirahatlah," sahut Widia. Yang lain mengangguk setuju dan akhirnya keluar dari kamar Ardian dan Melody termasuk Raisa yang juga akhirnya pergi. Yang penting dia sudah membuat Melody kesal dan pasti akan bertengkar dengan Ardian.


Bersambung


__ADS_2