Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 180 Lea dan Alvin.


__ADS_3

Sementara di pinggir sungai di atas batu Lea tampak mencuci wajahnya.


" Auhhhhh!" lirihnya merasa perih saat menyentuhkan air dingin itu ke wajahnya yang terluka.


" Ya ampun aku lupa kalau masih terluka. Ini gara-gara Ratu iblis sama dedemit itu, seenaknya memukuliku," gerutu Lea dengan kesalnya yang wajahnya keperihan dan memaki Rais dan Novi. Agar hatinya benar-benar lega.


" Makanya lain kali hati-hati!" tiba-tiba terdengar suara yang tidak asing bagi Lea dan membuat Lea membalikkan tubuhnya yang ternyata benar dia adalah Alvin yang berdiri di belakangnya.


" Alvin!" lirih Lea tampak begitu gugup.


Alvin pun duduk di samping Lea di atas batu yang sama.


" K- kau kenapa bisa ada di sini?" tanya Lea gugup.


Alvin tidak menjawab dia menghadap Lea dan melap wajah Lea dengan handuk kecil yang sejak tadi di pegangnya. Hal itu justru membuat Lea gugup bahkan tidak bisa menelan salivanya.


" Ya ampun kenapa jantungku seperti ini tiba-tiba," batin Lea dengan wajahnya tampak memerah, melihat pria dingin di hadapannya yang melap wajahnya.


" Aku bisa sendiri!" Lea menarik handuk itu dari tangan Alvin dan langsung melap sendiri dan mengalihkan wajahnya lurus kedepan agar tidak saling bertatapan dengan Alvin.


" Kau tidak apa-apa kan?" tanya Alvin tampak lembut.


Lea menggelengkan kepalanya yang berusaha untuk tenang, " kau belum menjawab pertanyaan ku. Kenapa kau bisa bersama Evan, Rasti dan Ardian?" tanya Lea lagi yang memang begitu penasaran.


" Ardian mendatangiku," jawab Alvin.


" Kok bisa?" tanya Lea dengan wajah kagetnya yang sekarang melihat Alvin.


" Dia mencari istrinya. Ada yang mengatakan jika istrinya ke Perusahan ku. Mungkin saja istrinya mengikutimu. Lalu untuk memastikan kebenarannya kami melihat Cctv dan benar Melody memang datang dan terlihat memang mengikuti mu dan kami juga melihat 2 Pria masuk kedalam mobilmu tanpa kau dan Melody sadari. Jadi ketika Ardian dan yang lainnya ingin mencari mu dan Melody aku ingin ikut dan mereka tidak masalah," jelas Alvin apa adanya.


" Hmmmm, begitu rupanya," sahut Lea.

__ADS_1


" Melody mencurigai mu. Apa dia juga sudah tau semuanya?" tanya Alvin yang tampak begitu penasaran.


" Iya dia sudah tau semuanya. Dia memang mengikutiku. Karena belakangan ini mencurigaiku dan akhirnya dia juga tau apa yang terjadi. Karena mendengar obrolan kita. Jadi aku tidak bisa mengelak lagi dan akhirnya menceritakan yang sebenarnya terjadi," jelas Lea.


" Ya mau bagaimana lagi. Sudah ketahuan," sahut Alvin. Lea hanya mengangguk saja.


Alvin memperhatikan wajah Lea dengan intens dan refleks memegang ujung bibir Lea yang terluka yang membuat Lea kaget saat tangan lembut itu menyentuhnya.


" Kau terluka, aku akan mengobatimu," ucap Alvin dengan lembut membuat jantung Lea semakin tidak bisa di kondisikan.


" Tunggu sebentar di sini. Aku akan kembali," ucap Alvin. Lea mengangguk dengan lempangnya.


Alvin langsung berdiri dan langsung pergi membuat Lea baru bisa bernapas setelah itu.


" Ya ampun ada apa denganku. Kenapa aku benar-benar jantungan seperti ini dan Alvin kenapa dia bersikap seperti itu," batin Lea tidak mengerti perasaannya dengan mengusap dadanya yang jantungnya terus berdebar tidak menentu.


***********


Akhirnya Alvin sekarang benar-benar membantu Lea untuk mengobati luka di wajah Lea dan juga di bagian kakinya dan tangannya yang terlihat terluka.


" Alvin itu tidak seperti wajahnya yang terlihat sangar dan mematikan. Ternyata dia itu laki-laki yang lembut dan begitu perhatian. Terbukti mengabulkan permintaan ku untuk membatalkan janji itu dan sekarang ikut bersama Ardian, Evan dan Rasti untuk menyelamatkanku dan Melody dan detik ini mengobati ku dengan lembut," batin Lea yang mengagumi sosok Alvin yang sejak tadi terus membuat jantungnya berdetak tidak menentu.


" Apa sakit?" tanya Alvin mengangkat kepalanya melihat Lea. Membuat Lea tersentak kaget dan dengan cepat mengalihkan wajahnya yang membuat Alvin menyunggingkan senyumnya yang mendapati Lea melihatnya sejak tadi.


" Tidak kok, tidak sakit lagi," jawab Lea yang berusaha untuk tenang.


" Baiklah, sudah selesai," sahut Alvin menyusun obat-obatan tersebut mengembalikan kedalam kotak.


" Aku melihat lukamu sepertinya terjadi pertempuran hebat di sana," ucap Alvin menebak.


" Ya seperti yang aku bilang sebelumnya. Mereka mencoba memukul ku dan Melody. Tapi aku membalasnya," sahut Lea mengulang kembali apa yang sebelumnya sudah di ceritakan nya.

__ADS_1


" Hmmm, begitu rupanya," sahut Alvin tampak santai.


Lea terus melihat Alvin yang sepertinya ada yang ingin di tanyakannya. Namun takut salah.


" Alvin!" tegur Lea.


" Iya kenapa?" tanya Alvin tanpa melihat Lea yang hanya tetap menyusun obat-obatan itu.


" Kenapa melakukan semua ini ?" tanya Lea. Alvin mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Melody.


" Melakukan apa?" tanya Alvin dengan heran.


" Seharusnya kau tidak ikut mencariku dan Melody dan seharunya tidak melakukan hal ini. Bukannya aku sudah membuatmu marah. Mungkin jika kita masih dalam tahap perjanjian pasti kau akan melakukan ini. Karena Raisa dan Novi adalah tanggung jawabku Dan kita sudah tidak dalam tahap perjanjian yang seharusnya kau tidak perlu melakukan hal ini," ucap Lea yang ingin tau alasan Alvin melakukan ini.


" Apa aku harus memberi alasan untuk apa yang aku lakukan?" tanya Alvin.


Lea menganggukkan kepalanya, " Aku hanya merasa aneh. Karena hubungan kita sebelumnya tidak baik dan aku butuh alasan karena semua ini," ucap Lea.


" Bagaimana alasanku karena aku mengkhawatirkan mu," sahut Alvin to the point.


Mendengarnya Lea langsung terkejut yang mendengar pernyataan Alvin yang tidak dapat di percayanya. Alvin dengan jelas mengatakan karena mengkhawatirkan dirinya. Lea seharunya menjadi wanita yang sekarang harus melompat-lompat yang bisa-bisanya di khawatirkan Pria seperti Alvin.


Tapi dia masih tidak yakin dan mungkin saja tadi salah dengar.


" Aku ikut mencarimu. Jelas punya alasan. Jika aku tidak mengenalmu mungkin aku tidak akan peduli dan aku begitu khawatir terjadi sesuatu padamu makanya aku ikut mencarimu. Karena aku peduli kepadamu," jelas Alvin lagi yang membuat Lea semakin tidak bisa berkata-kata.


Sudah 2 kali Alvin mengatakan khawatir kepadanya dan sekarang perkataan peduli.


" A-a-apa artinya kepedulian dan rasa khawatir mu?" tanya Lea yang kelihatanya benar-benar harus tau lebih jelas lagi maksud dari Alvin.


Alvin diam sesaat menatap mata Lea dalam-dalam dan Lea juga melihat mata Alvin yang sepertinya ingin menyampaikan sesuatu .

__ADS_1


" Aku menyukaimu!" ucap Alvin membuat Lea semakin terkejut mendengar pernyataan yang keluar dari mulut Alvin yang lebih tidak mungkin lagi rasanya.


Bersambung


__ADS_2