
Lea masih saja bengong yang berdiri di depan pintu. Sementara Iriana sudah memasuki kamar dan duduk di pinggir ranjang.
" Lea!" tegur Iriana.
" Ha iya mah," sahut Lea yang mendadak panik.
" Kamu kenapa diam saja? Ayo masuk! duduk di sini!" ajak Iriana menepuk tepat di sebelahnya. Lea hanya mengangguk dan menutup pintu kamar lalu mendekati Iriana dan duduk di samping Iriana.
" Ada apa ya mah. Mama kok tumben datang menemui Lea?" tanya Lea.
" Apa tidak boleh mama masuk kamar anaknya?" tanya Iriana.
" Hmmm, boleh tidak ada yang melarang sama sekali. Hanya saja. Lea heran dengan mama yang tiba-tiba datang," jawab Lea.
" Mama mengerti. Kita kalau dekat seperti ini sangat canggung bukan. Jadi mama sangat paham dengan kamu yang sekarang banyak bertanya," ucap Iriana. Lea hanya mengangguk saja.
" Ya ampun sebenarnya mama mau mengatakan apa sih. Kenapa basa-basinya lama sekali. Aku benar-benar jadi risih," batin Lea yang jadi gelisah.
" Mama tau Lea kamu sekarang sedang panik, cemas, grogi karena besok adalah hari pernikahan kamu. Mama sangat paham dengan perasaan kamu yang seperti itu. Mama juga dulu seperti itu. Saat mau menikah mama begitu gugup," ucap Iriana. Lea mengangguk saja.
" Mama berdoa semoga saja pernikahan kamu dan Alvin lancar ya besok," ucap Iriana yang membuat Lea terpekik kaget.
" Mama mendoakan pernikahan aku dan Alvin lancar?" tanya Lea dengan heran. Yang merasa mungkin dia sedang salah dengar.
" Iya Lea. Mama sekarang sadar. Keras kepalanya mama tidak menghasilkan apa-apa. Mungkin mama hanya ingin yang terbaik untuk kamu. Makanya sampai menentang pernikahan kamu dan Alvin. Tetapi pada kenyatannya mama bisa melihat Alvin adalah Pria yang baik yang sepertinya akan membahagiakan kamu," ucap Iriana yang bicara begitu lembut dan terlihat wajahnya penuh dengan penyesalan.
" Apa aku tidak salah dengar dengan semua kata-kata mama ini?" tanya Lea yang benar-benar shock dan tidak percaya mamanya bisa bicara seperti itu.
" Mama mengerti Lea. Mungkin kamu shock dengan mama yang tiba-tiba seperti ini. Mama memang salah dan bahkan banyak salah. Mama tidak melaksanakan kewajiban mama sebagai seorang ibu dan bahkan membiarkan kamu terlantar tanpa kasih sayang seorang ibu. Dan tiba-tiba ada yang ingin menikahi kamu, memberi kamu kebahagian. Mama malah menentang hubungan kamu ya mama benar-benar merasa bersalah pada kamu Lea," ucap Iriana yang sekarang menghapus air matanya yang menetes satu.
__ADS_1
" Maafkan mama Lea!" lanjut Iriana yang tertunduk menahan kesedihan.
" Mama sungguh-sungguh minta maaf pada Lea dan merestui hubungan Lea dan Alvin?" tanya Lea yang tidak percaya.
Iriana mengangguk-angguk cepat, " benar Lea mama tidak ingin menjadi musuh kamu. Karena mama hanya ingin menjadi orang penting dalam hidup kamu yang selalu ada untuk kamu," ucap Iriana.
" Ya ampun tidak menyangka. Ternyata apa yang di katakan Melody benar-benar terjadi. Bahkan tidak perlu menunggu besok. Hati mama sudah terketuk," batin Lea yang terharu dengan perubahan mamanya yang sangat drastis.
" Kamu memaafkan mama?" tanya Iriana dengan wajahnya yang ingin di kasihani.
" Iya Lea sudah memaafkan mama. Karena semua masalah ini kita anggap saja sudah selesai. Perselisihan di antara kita tidak baik untuk di ingat-ingat. Yang penting kita ber-2 sama-sama menyadari kesalahan kita dan Lea juga banyak salah pada mama," ucap Lea dengan tulus memaafkan mamanya.
" Makasih Lea. Mama sekarang lega dan besok mama akan ikut dalam acara pernikahan kamu," ucap Iriana. Lea tersenyum mengangguk yang jelas dia jauh lebih bahagia.
" Ya sudah mama mau istirahat dulu. Oh iya ini mama tadi tiba-tiba kepikiran kamu. Jadi membuatkan kamu susu. Ini supaya kamu lebih tenang dan tidak grogi. Biar besok kamu jauh lebih fress," ucap Iriana memberikan gelas itu pada Lea
Namun Lea tidak langsung mengambilnya dan merasa ragu untuk mengambilnya.
" Tidak mah. Tapi kan aku tidak minum susu," sahut Lea.
" Mama tau. Tetapi kan ini untuk menambah stamina kamu," jawab Iriana. Lea benar-benar ragu melihat segelas susu itu, " Ayo di minum Lea!" ucap Iriana yang mendesak Lea.
Lea tersenyum dan mengambil gelas itu dengan penuh keraguan.
" Minumlah, biar sekalian gelasnya mama bawa kedapur," ucap Iriana yang memaksa Lea.
" Tidak usah mah. Biar aku saja yang membawanya. Mama kalau mau istirahat sebaiknya istirahat saja," ucap Lea.
" Sial! aku mana mungkin meninggalkan Lea tanpa melihatnya meminum susu tersebut," batin Iriana yang mengumpat kesal.
__ADS_1
" Mama hanya ingin melihat kamu, meminum pertama kali apa yang mama buatkan. Tetapi ya sudah mungkin memang aku ibu yang tidak sempurna dan sampai kapanpun tidak akan merasakan kesempurnaan itu. Karena dia saat ada kesempatan putriku sendiri sangat berat untuk menerimaku. Bahkan tidak mau meminum apa yang aku buat," ucap Iriana mendadak sedih.
" Mama. Apa yang mama bicarakan. Bukan begitu maksudku!" ucap Lea.
" Tidak apa-apa Lea. Mama mengerti," ucap Iriana yang begitu sedihnya.
" Tidak mah. Mama hanya salah paham. Aku tidak memikirkan apa-apa. Dan aku sangat menghargai apa yang mama berikan," sahut Lea.
" Kalau begitu minumlah Lea!" titah Iriana lagi.
Lea mengangguk. Dia memang ragu untuk meminum susu tersebut. Namun Lea juga tidak bisa bisa berbuat apa-apa dan dengan penuh keraguannya Lea perlahan meminum susu itu dan Iriana tersenyum miring ketika melihat Lea meminum apa yang di buatnya dan bahkan sekarang tanpa ragu dan susu itu habis di minum Lea yang membuat Iriana tersenyum.
" Sudah habis," ucap Lea mengusap mulutnya.
" Iya Lea. Apa buatan mama sangat nikmat?" tanya Iriana.
" Iya mah ini sangat nikmat," jawab Lea.
" Maka nikmati juga reaksi dari semuanya," batin Iriana yang senyumnya sudah berubah menjadi senyum iblis.
" Ya sudah kalau begitu. Kamu istirahat lah. Mama mau istirahat juga," ucap Iriana.
" Iya ma," jawab Lea menganggukkan kepalanya. Iriana tersenyum dan membiarkan Lea untuk beristirahat. Iriana pun tidak mengatakan apa-apa lagi. Bahkan basa-basi saja sudah tidak ada dan langsung pergi begitu saja.
" Aneh sekali!" gumam Lea yang baru menyadari ke anehan sang mama setelah keluar dari kamarnya.
Iriana yang keluar dari kamar Lea menyunggingkan senyumnya.
" Akhirnya rencanaku berhasil juga. Kamu pikir bisa menikah begitu saja. Dasar anak bodoh. Hanya itu saja bisa tertipu. Jangan merasa menang kalian semuanya. Aku tetap yang pemegang kendali. Jadi untuk kalian semuanya terima akibatnya dan Lea sekarang kau akan merasakan reaksi dari apa yang kau minum," batin Iriana yang begitu jahatnya yang ingin mencelakai anaknya sendiri.
__ADS_1
Bersambung