
Karena panik Ardian pun akhirnya di larikan kerumah sakit. Acara resepsi pun harus terhenti. Sebenarnya acara resepsi hampir selesai. Hanya saja terjadi insiden yang harus membuat resepsi itu terhenti karena kondisi Ardian yang mendadak memprihatinkan
Melody juga ikut kerumah sakit. Bahkan masih dengan gaun pengantin yang di pakainya saat resepsi. Melody terlihat masih begitu terkejut, terlihat panik. Sama dengan keluarga lain yang juga kepanikan yang menunggu di depan gawat darurat di mana Ardian sedang di tangani oleh Dokter.
Yang menunggu di depan ruangan UGD, Melody, Dania, Wawan, Marsel, Raisa, Novi, Widia, Shandra, Evan, Rasti, dan Eyang besar. Sementara yang lainnya seperti Bayu, Mila, Vivi, Arya dan yang lainnya sedang mengurus acara pesta. Mereka juga harus berbagi tugas untuk membuat tamu tidak kecewa.
Dania terus merangkul Melody yang terlihat begitu panik dan khawatir. Mungkin karena Ardian menyelamatkannya makanya Melody menjadi seperti itu. Melody terlihat merasa bersalah.
" Semua ini gara-gara kamu," sambar Raisa yang langsung menyalahkan Melody.
" Apa maksudmu?" tanya Melody.
" Jangan bertanya lagi. Yang kamu sudah tau apa maksudku. Kalau saja bukan kamu Ardian tidak akan seperti ini dan lihat apa yang terjadi Ardian terluka parah gara-gara kamu," ucap Raisa yang marah-marah yang terus menyalahkan Melody.
" Kamu jangan menyalahkan anak saya sembarangan," sahut Dania yang pasti akan membela putrinya.
" Tapi apa kata Raisa memang benar. Wanita ini pembawa sial untuk keluarga kami. Semenjak kedatangannya banyak masalah yang terjadi dan gara-gara terobsesi dengan resepsi lihat apa yang terjadi Ardian seperti itu," sahut Novi yang menambah-nambahi masalah dengan menyudutkan Melody.
" Kalian ber-2 jangan sembarangan menyalahkan Melody. Apa yang terjadi pada Ardian. Itu adalah kecelakaan. Jadi stop menyalahkan Melody. Karena ini bukan kesalahannya," sahut Marsel dengan penuh penegasan.
" Kecelakaan yang terjadi karena keegoisannya. Jika tidak keegoisannya. Kecelakaan ini tidak akan terjadi," sahut Raisa.
" Cukup!" bentak Eyang besar, " bisa-bisanya kalian ribut di rumah sakit. Kalian tidak melihat hah! di dalam sana ada Ardian yang sedang di tangani. Jangan main salah-salahan di sini. Bukannya berdoa malah sibuk berdebat," ucap Eyang besar yang memberi penekanan dan penegasan pada semuanya.
" Sudah-sudah jangan berisik lagi. Hentikan semuanya jangan ada yang heboh sana, heboh sini lagi. Raisa apa yang terjadi bukan salah Melody. Jadi tolong jangan memancing keributan," sahut Widia yang menegaskan yang mana Widia begitu membela Melody.
" Lagian Melody adalah istri dari Ardian. Bukannya memang seharusnya seorang istri di lindungi suaminya. Jadi apa yang terjadi bukan salah Melody. Karena Ardian hanya menjalankan tugasnya," sahut Ratih menambahi yang membuat Raisa semakin panas.
" Ya ampun ternyata Rasti semakin bijak bicara," batin Evan yang terlihat senang dengan kekasihnya itu.
" Sialan wanita selalu ikut-ikutan," batin Raisa yang bertambah muak dengan Rasti.
__ADS_1
" Semua orang malah membela Melody. Raisa lama-lama benar-benar tidak akan dianggap. Dan tadi apa yang terjadi. Bisa-bisanya jebakan ku meleset," batin Novi yang tampak kesal dan menyayangkan masalah itu.
" Semoga saja Ardian tidak kenapa-kenapa. Kenapa bisa semua itu terjadi tiba-tiba," batin Melody yang begitu kepikiran tentang Ardian.
***********
Setelah di tangani Dokter akhirnya Ardian pun sudah datar dan untunglah Ardian tidak apa-apa. Ardian masih baik-baik saja. Mereka semua pun langsung memasuki ruangan Ardian dan di mana Ardian juga sadar. Namun tidak ada Melody, Dania, Marsel, dan Wawan di sana.
" Apa kamu benar-benar baik-baik saja?" tanya Widia yang mengusap-usap kepala pucuk kepala Ardian.
" Aku baik-baik saja mah, Dokter bilang punggungku hanya luka-luka," jawab Ardian memang terlihat baik, dia juga bicara dengan lancar yang memang memperlihatkan bahwa dia tidak apa-apa.
" Alhamdulillah jika seperti itu. Untung saja kamu tidak terluka parah," sahut Widia yang merasa lega.
" Aku begitu khawatir kepada kamu Ardian.
Untung saja kamu benar-benar tidak apa-apa," sahut Raisa yang langsung cari muka.
" Di mana Melody?" tanya Ardian yang ternyata mencari istrinya. Bukannya menanggapi kata-kata Raisa dia malah bertanya di keberadaan istrinya. Sontak hal itu membuat Raisa semakin kesal. Dia ada di sana. Tetapi yang di cari malah Melody.
" Kenapa mencarinya. Kalau dia tidak ada di sini. Itu tandanya dia tidak peduli," sahut Raisa.
" Melody tadi pulang Ardian. Tadi ada di sini. Namun keluarganya membawanya pulang," sahut Evan.
" Menunggu sebentar saja tidak bisa. Wanita apa itu," sahut Novi yang memperbesar masalah.
" Apa dia baik-baik saja mah," sahut Ardian yang terlihat khawatir. Ardian seakan menutup kupingnya dengan kata-kata Raisa ataupun Novi yang menyudutkan Melody.
" Melody baik-baik saja. Kamu jangan khawatir kepadanya," sahut Widia.
" Kenapa sih. Ardian harus menanyakan dia. Apa Ardian tidak melihatku di sini," batin Raisa yang semakin kesal.
__ADS_1
" Ya sudah Ardian. Sebaiknya kamu istirahat saja agar kondisi kamu lebih baikan," sahut Eyang besar.
" Iya Eyang," sahut Ardian mengangguk.
" Kalau begitu sebaiknya kita pulang saja. Kita harus melihat kondisi rumah," sahut Shandra.
" Lalu siapa menjaga Ardian," sahut Evan.
" Biar aku saja yang menjaganya. Tante Widia, Tante Shandra, Eyang besar dan yang lainnya pulang saja. Tidak apa-apa aku yang menjaganya," sahut Raisa yang mengambil alih. Jelas itu kesempatan untuk bersama dengan Ardian.
" Ya memang sebaiknya Raisa saja yang menjaganya. Kita pulang dulu dan nanti mungkin akan kembali secepatnya," sahut Shandra yang terlihat setuju saja.
" Wanita ini masih benar-benar mengharapkan Ardian. Mengambil kesempatan dalam kesempitan," batin Rasti yang terlihat sinis pada Raisa.
" Kalian semua pulang saja. Aku yang menjaganya!" tiba-tiba terdengar suara Melody yang memasuki ruangan itu.
Di mana Melody datang bersama mama dan papanya dan Melody sendiri sudah mengganti pakaiannya yang menjadi lebih santai agar nyaman dan tidak Tebet. loop
" Melody hanya pulang untuk mengganti pakaian sebentar. Dan datang kembali pasti untuk melihat suaminya. Jadi sebaiknya kita semua pulang dan biarkan istrinya yang menjaga suaminya," sahut Dania menegaskan.
" Kenapa wanita ini datang lagi, selalu menggangu apa dia tidak bisa pergi saja dari sini," batin Raisa yang terlihat kesal.
Sementara Ardian yang melihat kedatangan Melody merasa begitu lega dengan Melody yang tampak baik-baik saja tanpa terjadi apapun.
" Syukurin emang enak rencananya gagal. Sudah tau punya istri tetapi masih banyak tingkah jadi Syukurin," batin Rasti yang baru bisa tersenyum dengan kedatangan Melody.
" Wanita ini benar-benar mengacaukan segalanya," batin Novi yang terlihat emosian.
" Aku yang akan menjaga Ardian. Kalian semua bisa pulang dan beristirahat," sahut Melody yang memutuskan.
Bersambung
__ADS_1