
Woosshh woosshh!
Tubuh Tang Huanyu bergerak dengan gesit untuk menghindari jepit rambut perak yang semakin melesat dengan cepat. Dia tidak tahu bagaimana Qing Yue'er bisa memiliki teknik macam itu dan dari mana mendapatkannya. Tapi dia tidak mau berpikir terlalu keras karena dia pasti akan melenyapkan gadis itu dan kemudian mengambil senjata itu darinya.
Kali ini dia benar-benar tidak akan meluangkan hidupnya lagi. Siapa yang telah menyebabkan Tang Wuming lumpuh harus menanggung akibatnya. Jika dia tidak bertindak seperti itu, maka di masa depan akan ada orang lain yang menargetkan muridnya.
Ketika dia berpikir seperti itu, tubuhnya mengeluarkan penindasan yang kuat. Jubah abu-abunya berkibar oleh tiupan angin membuatnya tampak lebih mendominasi. Bibirnya menyeringai dengan dingin.
Tiba-tiba sesuatu yang bersinar muncul di tangannya dan berubah menjadi sebuah pedang. Tipis dan panjang, lalu di bagian gagangnya terdapat sebuah ukiran yang abstrak. Aura yang tajam dan mendominasi terpancar dari pedang itu.
"Kamu bisa dikatakan beruntung karena dapat menyaksikan pedang ini," ucap Tang Huanyu dengan mata yang menyipit.
Bukannya merasa takut, Qing Yue'er justru tersenyum senang melihat Tang Huanyu mengeluarkan senjatanya. Sebenarnya dia sudah sering mendengar tentang keahlian orang tua itu mengenai keahlian dalam ilmu pedang. Itu sebabnya dia menjadi guru cabang ilmu pedang di puncak ketiga.
Sayangnya dia tidak pernah diberi kesempatan untuk menyaksikan kehebatannya. Sekarang karena dia mendapat kesempatan baik tentu saja dia merasa senang. Bukan hanya itu, dia juga harus bisa merasakan bagaimana seorang ahli pedang menggunakan tekniknya. Bukankah ini sesuatu yang cukup menguntungkan?
Dia tersenyum sumringah dan menarik jepit rambut kembali. Kemudian dia mengenakannya lagi ke rambutnya. Setelah itu dia menggerakkan pergelangan tangannya. Saat itu juga dia mulai memadatkan qi spiritual di tangannya. Hanya dalam sekejap, sebuah pedang es yang terlihat polos dan sangat biasa muncul di tangannya.
Jika aura pedang Tang Huanyu begitu tajam, maka pedang Qing Yue'er kebalikannya. Pedang yang bertekstur dingin itu memiliki karakter yang lembut namun kuat. Lalu ada sentuhan feminisme dan keanggunan yang melekat padanya.
Tang Huanyu sedikit terkejut saat melihat pedang itu. Meskipun terlihat sangat biasa, namun itu adalah bentuk dari kondensasi qi spiritual. Sebenarnya teknik apa yang digunakan oleh Qing Yue'er?
Dari hawa dingin yang dipancarkan, sepertinya itu masih satu teknik dengan yang sebelumnya digunakan untuk mengendalikan jepit rambut. Sangat jarang ada teknik bela diri yang memiliki banyak fungsi. Sepertinya gadis itu tidak sederhana sama sekali.
"Ayo, Tang Tua! Biarkan aku merasakan keahlian pedangmu!" teriak Qing Yue'er dengan nyaring. Setelah itu dia mengambil inisiatif untuk bergerak kedepan. Mengayunkan pedangnya dengan mantap dan melakukan serangan terlebih dahulu.
__ADS_1
Tang Huanyu menyeringai melihat gerakan Qing Yue'er yang tidak teratur. Hanya dengan sekali lihat saja dia menemukan banyak kelemahan dalam gerakan-gerakan Qing Yue'er.
Diam-diam dia mencemooh gadis itu dalam hati. Hanya memiliki kemampuan seperti itu, namun dia sudah begitu berani untuk menantangnya? Jika dia tidak memberinya pelajaran maka dia bukan Tang Huanyu.
Dia mulai mengambil langkahnya dan menebaskan pedangnya kedalam titik-titik lemah yang ditemukan.
Woosshh wosshh!
Clangg!
Qing Yue'er merasakan penindasan ketika berhadapan dengan Tang Huanyu, tapi bukan itu yang membuatnya takjub, melainkan bagaimana orang tua itu dengan mudahnya menemukan titik lemahnya. Mungkin inilah perbedaan antara ahli pedang dengan kultivator yang hanya menggerakkan pedangnya dengan asal.
Gerakan demi gerakan Qing Yue'er lakukan dan berkali-kali juga dia mendapatkan goresan di tubuhnya. Namun dari sinilah dia mulai mengerti seperti apa cara menggunakan pedang dengan benar. Dia menyeringai karena dia berhasil mengelabui Tang Huanyu.
Seandainya orang tua itu tahu apa yang dipikirkan oleh Qing Yue'er mungkin dia akan marah hingga memuntahkan darah. Tapi orang-orang yang memiliki tekad seperti Qing Yue'er sangatlah langka. Memangnya siapa yang mau mengambil resiko dengan memanfaatkan musuh untuk sebuah pelatihan?
Qing Yue'er mencoba menangkis gerakan Tang Huanyu dengan halus namun tetap tegas. Sebagian tubuhnya sudah dipenuhi goresan-goresan yang dalam maupun dangkal, tapi semangatnya tidak surut dan menjadi semakin membara.
Dia masih sabar tapi Tang Huanyu tidak merasa demikian. Dia menarik sudut bibirnya dan membuat gerakan pamungkasnya. Pedang panjangnya digerakka dengan lintasan yang aneh, berbeda dari sebelumnya.
Claang!
Qing Yue'er buru-buru menahan serangan Tang Huanyu menggunakan pedangnya sendiri. Namun dia tidak bisa menahan terlalu lama dan tubuhnya sedikit demi sedikit mulai terdorong ke belakang.
Penindasan dari Tang Huanyu tidak berkurang sedikitpun. Ditambah dengan luka-luka di tubuhnya, Qing Yue'er mengalami sedikit ketidaknyamanan. Wajahnya menjadi pucat walaupun tidak terlihat terlalu jelas.
__ADS_1
Menyadari perubahan pada wajah Qing Yue'er, Tang Huanyu merasa senang. Tangannya berputar dan telapak tangannya bergerak dengan cepat untuk melakukan serangan kepada Qing Yue'er.
Mata Qing Yue'er mendelik. Sepertinya Tang Huanyu benar-benar ingin melenyapkannya. Dia harus berpikir mencari cara untuk melindungi dirinya sendiri. Namun ketika dia mencoba menghindari serangan itu, gerakannya masih kalah cepat.
Baanngg!
Tubuhnya diterbangkan jauh ke belakang setelah telapak tangan Tang Huanyu berhasil mendarat di dadanya. Ledakan rasa sakit membuat dadanya bergejolak dan berakhir dengan semburan darah merah dari mulutnya.
Qing Yue'er terbatuk sambil memegang dadanya yang terasa sesak. Dia menjadi sedikit limbung, namun tubuhnya segera diseimbangkan. Jika tidak maka dia akan segera terjatuh dari udara kosong karena pertarungan mereka dilakukan di langit.
Pukulan dari level 7 alam langit bukan hal yang bisa diterima dengan mudah olehnya yang hanya berada di level 1 alam langit. Untungnya dia telah mempersiapkan diri dengan melapisi dadanya menggunakan qi spiritual, atau hasilnya akan lebih parah dari ini.
"Apa kamu benar-benar tidak ingin meminta ampun?" tanya Tang Huanyu dengan nada cemoohan.
Qing Yue'er terkekeh sambil mengusap sudut bibirnya. "Semuanya sudah sampai di sini, apa kamu pikir aku akan melakukannya?"
"Hmm!" Tang Huanyu mendengus dingin. Gadis di depannya itu sungguh keras kepala dalam mencari kematian. Sepertinya dia harus segera melumpuhkannya agar gadis itu merasa jera.
"Guru, sampai kapan kamu hanya akan berdiri di sana dan menonton muridmu ini dengan menggertakkan gigi?" Qing Yue'er berkata dengan nada penuh keluhan. Dia lebih seperti seorang gadis yang sedang merajuk pada kakeknya.
Tang Huanyu langsung mengerutkan kening setelah mendengar ucapan Qing Yue'er. Guru? Mungkinkah ....
Dia berbalik untuk mencari seseorang yang dia kenali. Dan dugaannya benar. Saat ini Zu Tiankong berdiri tidak jauh darinya dengan wajah yang penuh amarah.
"Yoo! Kamu berani melukai muridku?!" Zu Tiankong menyilangkan tangan di dadanya.
__ADS_1
Sebelumnya dia tidak tahu apa yang terjadi sampai akhirnya Ji Fan melaporkan semuanya padanya. Setelah menerima kabar itu dia langsung bergegas untuk mencari muridnya. Beruntung dia segera menemukannya atau mungkin dia akan terlambat.
Ketika memikirkan konsekuensinya, dia hanya merasakan amarahnya menjadi semakin menggebu-gebu. Apakah dia masih kurang jelas dalam melindungi murid satu-satunya? Kenapa orang-orang begitu berani untuk melukai gadis itu? Tapi mengingat tentang apa yang akan terjadi selanjutnya, bibirnya justru menyunggingkan senyum yang berbeda.